Cerita Semut, Ulat Dan Kancil

Mari selamatkan budaya membaca cerita Semut, ulat dan kancil.

Awal cerita, dipagi hari yang cerah sekali. Seekor Semut sedang berjalan kesana kemari sedang mencari makan. Diperjalanan pencarian makannya, Si semut bertemu dengan seekor ulat yang sedang berjalan lambat.

Diperjalanan pencarian makannya timbul perasaan Sisemut ingin mengejek Siulat.
"Hai, Ulaaattt," semut menyapa kepada ulat
"Hai juga Semut" Jawab Siulat sambil menoleh kan kepalanya kearah si Semut.

cerita anak lucu bergambar menarik
dongeng anak bergambar

Mungkin kau suka juga :
"Ulat, Bolehkah saya bertanya sesuatu?" Tanya Semut
"Silahkan Semut, kau mau tanya apa?" jawab si Ulat.
"Selama saya hidup saya telah hampir semua hutan ini ku jelajahi. Tapi saya sangat heran kalau melihat mu Ulat, Binatang-binatang yang pernah kutemui yang berada di dalam hutan ini mempunyai warna-warni yang terlihat sangat menarik dan cantik. akan tetapi, Sepertinya hanya kau ulat yang terlihat tidak cantik dan menarik" Ejek Sisemut.

Siulat hanya membisu saja mendengar kata-kata si semut tadi. Si Ulat sama sekali tidak menanggapi perkataan si Semut tadi. Si ulat pun melanjutkan langkah nya meninggalkan si semut, namun sepertinya si Semut sengaja sekali ingin meng ejek si ulat.

Si semut mengejar si Ulat dan memberhentikannya.
"Hey, ulat kenapa kau tidak jawab pertanyaan ku tadi? kau hanya pergi begitu saja tanpa kata tanggapan sedikit pun,?" Kata si Semut

Namun si ulat kembali tidak menjawab perkataan si semut tadi, Si ulat kembali melangkahkan kaki nya. Begitu terus menerus,dan hingga jadinya Si kancil melihat kejadian itu dan berkata kepada semut "Hei semut, apa yang kau lakukan? mengapa kau suka sekali mengejek Ulat? Kita kan sama-sama binatang, tak baik lah kalau kita suka mengejek satu sama lain," Kata sikancil kepada semut.
"Aku sama sekali tidak mengejek ulat kancil, saya memang berkata benar bukan!" Jawab si Semut.

Singkat cerita, beberapa ahad kemudian. Tampak semut yang sedang asyik berjalan meniti bebatuan di tepian sungai. Karena keasikannya sisemut tidak melihat jalan dan tanpa disadari si semut menginjak watu yang licin dan terjatuh ke Air sungai.

"Tolooonng ... tolooooooooonnng...!" teriak semut meminta pertolongan.

Kncil yang mendengar teriakan minta tolong itu pun pribadi menghapiri. Sikancil pun sangat terkejut melihat sisemut hampir karam didalam air.

Akan tetapi, sikancil tidak mampu berbuat apa-apa. Karena si semut sudah terbawa arus ketengah sungai.

"Tolooong ... tolooooonnng ..." kancil pun ikut berteriak meminta bantua kepada binatang lain penghuni hutan.

Mungkin kau suka juga :
Tiba-tiba, tampak dari kejauhan Se ekor kupu-kupu yang sangat cantik menghapiri sikancil dan bertanya "Kenapa kancil ? ada apa?" tanya sikupu-kupu cantik itu kepada kancil.

"Kau lihat ditengah sungai itu, ada semut yang hanyut dan hampir mati tenggelam" Jawab sikancil
Melihat sisemut hampir tenggelam, sikupu-kupu pun pribadi mencari selembar daun kering dan ia letakan di permukaan air sungai erat semut. Si semut pun pribadi menaiki daun tersebut dan kupu-kupu menarikanya kepinggiran sungai.

"Syukurlah, kau selamat semut, kupu-kupu datang sempurna waktu untuk menolong mu" ujar kancil
"Aku sangat berhutang kebijaksanaan kepada mu Kupu-kupu, terimakasih kau sudah menolong ku tadi. Namun, saya sama sekali gres melihatmu, kau benar-benar cantik dengan saya yang mengagumkan itu" ujar semut

"Sebenarnya kita sudah pernah bertemu dan saling mengenal kalau kau masih mengingatnya semut, saya ialah seekor ulat yang pernah kau ejek. Aku gres saja metamorfosa menjadi seekor kupu-kupu" Jawab Kupu - kupu sambil tersenyum

Terlihat semut sangat aib setelah mendengar tanggapan dari kupu-kupu. Dan didalam hatinya ia berjanji tidak akan pernah mengejek siapa pu lagi.


Cerpen Fabel Si Kancil Yang Cerdik Dan Harimau

Kali ini cerpen fabel si Kancil yang cerdik dan harimau yang sangat berpengaruh dengan teman-temannya.

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah bencana kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, alasannya ialah setiap hari sudah tidak ada lagi hewan yang dapat mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

cerita dongeng si kancil dan sekumpulan harimau lapar
Si kancil yang cerdik

Dongeng Pendek Lainnya :

Singkat kisah kesudahannya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun hingga juga di kawasan tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi ia terlambat alasannya ialah ia sudah dikepung oleh para harimau itu.

" hey kancil...! Dimanakah rajamu ? Kami semua datang ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kau lihat kancil, kami membawa pecahan kumis raja kami." kata sang Panglima harimau itu dengan memperlihatkan kumis rajanya.

" wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin pasti raja harimau sangat besar dan berpengaruh juga. Baiklah harimau saya akan membawa Kumis rajamu ini, untuk saya tunjukkan kepada raja di Pulau ini" sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi bergotong-royong dalam hatinya kancil sangat kebingungan alasannya ialah di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang cendekia pun kesudahannya menemukan sebuah ilham yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
" hei sahabatku, bisakah kau membantuku saya sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku...!" kancil berkata kepada silandak.

" hah, kau meminta derma ku kancil? Memang bergotong-royong apa yang mampu saya bantu untukmu kancil?" tanya silandak
" saya membutuhkan bantuanmu semoga semua hewan di pulau kecil ini selamat, alasannya ialah di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan saya mempunyai ilham untuk mengusir para harimau itu." jawab kancil

Dongeng Pendek Lainnya :

Dan akhirnya, setelah anda pun oke dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. setelah kancil mendapatkan Duri tersebut, ia pun pribadi pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

" hai Tuan, tuan Harimau saya mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kau Harimau." kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun pribadi menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

" kancil, ini kumis rajamu?" tanya Panglima Harimau
" ya Tuan Harimau, memang benar itu ialah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun mendapatkan tantangan dari Raja kalian tuan Harimau." jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut alasannya ialah melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya " kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita pasti akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya."

" lalu kita harus bagaimana,?" tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
" sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka." jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan kesudahannya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan semenjak ketika itu tidak ada 1 harimau pun yang berani datang lagi ke pulau kecil itu.


Tag :
kancil, kisah kancil, kisah sikancil, kancil dan harimau, dongeng kancil, si kancil, kisah sang kancil, hewan kancil, dongeng sang kancil, pola dongeng, dongeng pendek, cerpen silandak, cerpen harimau,

Cerita Fabel Si kancil, Tikus Dan Harimau Yang Bodoh

Cerita Fabel Kancil
Awal cerita, suatu hari di tengah hutan terlihat seekor tikus yang sedang asyik bermain. Ia berkeliling-keliling dan bernyanyi dengan sangat riang. Akan tetapi, si tikus tidak sadar kalau iya bermain sudah sangat lalu jauh dari rumah.

kumpulan cerpen dongeng si kancil
cerpen kancil

Setelah sangat jauh dari rumahnya, si tikus pun menyadari bahwa ia bermain sudah sangat jauh. Si tikus eksklusif memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya, dan akan tetapi karena si tikus terlalu jauh masuk ke dalam hutan hasilnya ia pun tersesat di dalam hutan.

Namun ,saat si Tikus dalam kebingungan Mencari jalan untuk pulang kembali ke rumahnya, ia malah kesasar hingga ke sebuah sarang Harimau. Ia pun melihat harimau jantan itu sedang tertidur lelap, terlihat di muka si tikus sangat ketakutan. Karena kepanikan nya melihat harimau yang sedang tidur ia pun berlari dan tidak sadar telah menginjak kaki si harimau itu.

Si harimau pun terbangun dari tidurnya dan terlihat sangat marah alasannya ialah waktu istirahatnya telah terganggu. Ditangkap lah si tikus oleh harimau itu, dicengkeram nya si tikus dengan kuku-kuku yang tajam.

Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :



Si tikus pun berusaha sekuat tenaga untuk mampu lepas dari cengkraman kuku kuku harimau itu sambil berteriak-teriak " lepaskan saya tuan Harimau, lepaskanlah aku. Aku sungguh tidak sengaja telah mengganggu istirahat mu. Tolong tuan Harimau lepaskan aku."

" saya tidak akan Melepaskanmu, kau sudah ganggu saya sedang beristirahat. Kau tahu kan sifatku? Aku sangat marah jikalau ada binatang lain mengganggu istirahat ku." jawab siHarimau

Tidak jauh dari kawasan itu nada si kancil yang sedang minum di tepian sebuah sungai. Kancil pun mendengar suara teriakan si tikus, dan ia pun mencari sumber bunyi itu. Setibanya si kancil terkejut, melihat seekor tikus dalam cengkraman Harimau dan sedang memohon minta dilepaskan. Sebenarnya si kancil merasa sangat takut melihat si harimau yang besar dan berpengaruh itu, akan tetapi ia sangat kasihan melihat nasib si tikus sudah siap dimangsa oleh si harimau.

Dan pada akhirnya, si kancil memberanikan diri untuk mendekati dan menghampiri mereka. Terlihat raut muka si tikus sangat senang melihat kancil datang. Siti ku sangat berharap bahwa kancil dapat menolongnya. Berpura-pura tidak tahu si kancil pun menyapa kepada Harimau dan tikus.
" hey, kalian berdua sedang apa? Sepertinya asik sekali kalian bermain. Bolehkah saya ikut?" tanya si kancil

" hahaha, kancil, kau sangat berani datang ke sini. Sini kau kancil kebetulan perutku sekarang sangat lapar." kata si harimau

" hahaha... Hahaha harimau, kenapa saya harus takut kepadamu harimau. Kau tahu, saya ialah Raja di dalam hutan ini. Mana mungkin saya takut kepadamu Harimau. Aku mampu mengalahkan semua penghuni hutan ini." jawab Si Kancil dengan gaya bijaknya

" apa benar yang kau katakan, kancil?" tanya Harimau dan harimau pun merasa penasaran

" hai Harimau, kau tidak percaya? Jika kau tidak percaya kalau saya ialah raja di hutan ini, kau mampu tanyakan eksklusif pada penasehat ku." tukas Si Kancil

" hahaha... Penasehat??? Hahaha, di mana kancil saya mampu menemui penasehat mu itu....?" tanya si harimau yang makin mulai penasaran

" hey Harimau, kau akal-akalan tidak tahu saja. Itu sekarang yang kau cengkram ialah penasehat yang paling saya percaya. Disini di dalam hutan ini ia ialah penasehat yang sangat disegani. Jika kau melukai penasehat ku dan hingga terjadi apa-apa dengan nya, saya benar-benar tidak akan memaafkanmu Harimau." jawab Si Kancil sambil berlaga dengan tegas

Si harimau pun mulai terpengaruh dengan ucapan ucapan Si Kancil, penghuni gres yang belum lama tinggal di dalam hutan itu. Kaprikornus memang benar-benar tidak tahu wacana semua hal di dalam hutan ini termasuk siapa raja di dalam hutan ini.

" hei kau tikus, benarkah apa yang dikatakan kancil? Bahwa ia ialah seorang raja di dalam hutan ini." tany harimau kepada si tikus

Akhirnya, si tikus menyadari bahwa Si Kancil telah berbohong untuk menolongnya dan si tikus pun mengikuti drama yang sedang dimainkan oleh si kancil.
" iya benar sekali, kancil memang ialah raja di dalam hutan ini, dan saya ialah penasehatnya. Di hutan ini kancil sangat ditakuti dan disegani oleh semua binatang di dalam hutan ini. Jika kau tidak percaya kau mampu tanya eksklusif kepada binatang-binatang di dalam hutan ini." jawab si tikus

Harimau pun mulai merasa takut mendengar balasan dari si tikus, akan tetapi si harimau tidak menawarkan rasa ketakutannya.
" hahaha... Tikus, kancil... Aku tidak percaya dengan omong kosong kalian. Coba kalian buktikan jikalau apa yang kalian katakan itu memang benar?" tanya Harimau

cerpen si kancil yang cerdik
Dongeng Kancil

Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :


Kancil pun terlihat bingung, ia melongo sejenak di dalam hati kecilnya ia berkata bagaimana ia mampu membuktikan. Namun alasannya ialah kecerdikannya ia berusaha Tetap damai di depan harimau, meskipun bahwasanya ia merasa sangat takut.

" kau masih tidak percaya kepada ku Harimau? Kau perlu bukti? Baiklah Harimau, beberapa hari yang lalu saya pernah mengalahkan Harimau besar sepertimu, saya sangat marah alasannya ialah Harimau itu sangat kurang didik kepadaku dan saya masih menyimpan kepalanya di dalam sumur dipinggir sungai. Untuk dijadikan peringatan bagi hewan-hewan lain tegar tidak bersikap kurang didik kepadaku di dalam hutan ini. Jika kau mau bukti, oke saya akan menunjukkannya kepadamu Harimau. Dan kau tidak boleh menyesal" kata si kancil sambil sedikit mengeluarkan kata-kata ancamannya

Mendengarkan kancil berbicara, harimau pun sudah mulai merasa ketakutan
" oke kancil, coba kau tunjukan dimana kau simpan kepala harimau malang itu. Akan tetapi kancil, jikalau kau menipuku kau akan menjadi makan siangku" kata Harimau

Mendengar gertakan si harimau si tikus pun merasa ketakutan namun ya tahu akan kebijaksanaan Si Kancil, dan si kancil pun mengedipkan mata kepada si tikus.

Akhirnya kancil membawa harimau itu ke tepi sungai. Mereka menuju sumur di pinggir sungai dan sumur itu sangat gelap dan dalam. Namun, alasannya ialah pantulan cahaya matahari yang membuat air bening di dalam sumur itu itu berkilau ibarat cermin.

" kita sudah hingga di kawasan yang saya maksud harimau, sekarang kau mampu membuktikannya sendiri. Kau coba lihat sendiri di dalam sumur itu. Aku menyimpan kepala harimau malang itu di dalam sumur itu." kata kancil

Si harimau pun merasa sangat penasaran, tapi hatinya sangat takut. Ia pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam sumur itu. Ia hanya mengintip saja alasannya ialah bahwasanya hatinya sangat takut. Tetapi setelah ia membuka mata dan melihat kepala harimau di dalam sumur itu benar-benar ada ia sangat terkejut. Di dalam hatinya harimau itu berkata " ternyata, apa yang dikatakan oleh si kancil memang benar." si harimau sangat ketakutan, ia pun eksklusif melarikan diri berlari dengan cepat alasannya ialah takut nasibnya ibarat harimau Malang yang pernah dikalahkan oleh kancil.

Kancil dan si tikus pun tertawa puas melihat harimau berlari ketakutan begitu cepat, mereka sudah berhasil mengelabui Harimau yang sombong itu.

Sebenarnya, di dalam sumur itu tidak ada apapun selain air yang sangat bening ibarat kaca. Hanya saja alasannya ialah Harimau bodoh, harimau tidak menyadari bahwa kepala harimau yang ada di dalam sumur itu ialah bayangannya sendiri.




Tag:
cerita, dongeng anak, cerpen, dongeng untuk tidur, dongeng anak, si kancil, cerpen kancil, cerpen si tikus, cerpen si harimau, cerita bergambar, cerpen bahasa, content positif, facebook dongeng anak, dongeng raja hutan,

Dongeng kuda dan si kancil

Dongeng kuda dan si kancil. pada jaman dahulu kala ada seekor kura-kura, manusia, dan hewan lainnya. Mereka saling berbagi dan hidup rukun di dalam hutan yang sejuk dan indah. Suatu sore, pada waktu si kancil berjalan sendiri, tiba tiba ada seekor kuda yang berlari sangat kencang mendahuluinya, sambil berteriak,

Kancil jelek! Tidak bisa berlari!” “Hai kuda jangan sombong, aku bisa berlari cepat kok.”


“Ah bohong, kalau berani ayo lawan aku lomba lari cepat. Seratus meter.” dan kancil pun setuju. Mereka sepakat untuk bertanding di sini esok hari.

Lalu mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Kuda langsung tidur, ia malas berlatih. Sedangkan kancil langsung berlatih secukupnya supaya besok pagi ia bisa memenangkan pertandingan. Kesokan harinya, mereka pun berkumpul di tempat yang telah disepakati. Teman-teman kuda dan kancil ikut datang juga.

Tepat pada pukul sembilan pagi pertandingan dimulai. kuda langsung melesat meninggalkan si kancil. Teman-teman kancil berteriak memberi semangat pada kancil, sehingga ia terus berusaha berlari mengejar kuda yang sudah jauh di depan. Akhirnya si kancil bisa mendahului kuda yang berhenti karena kecapekan lalu tertidur di bawah pohon apel.

Akhirnya si kancil itupun memenangkan lomba lari. Kuda yang sombong itu meminta maaf pada si kancil dan semua teman-temannya, dan semua hewan di hutan akhirnya hidup rukun dan damai.

cerita Si tikus clurut dan si Kancil

cerita Si tikus clurut dan si Kancil. si Tikus Clurut datang mengadu pada Sang Kancil karena merasa dimusuhi Mbok Prisca , juragan muda  pemilik warung makan di pinggir hutan. Si tikus berkata pada Kancil bahwa beberapa kali dirinya dikejar-kejar Mbok Prisca karena dianggap mengotori warung makan dan mengganggu pelanggan.
karena harga makanannya yang mahal, dagangan si Mbok Prisca memang hanya dibeli para wisatawan dari kota yang hendak berkemah di padang rumput terbuka di sisi hutan. Pemandangan alam yang indah, dan keluarnya aneka ragam binatang hutan untuk mencari makan di padang rumput adalah pemandangan yang dicari-cari wisatawan.

Warung si Mbok Prisca hanya ramai di saat liburan saja. Pada hari-hari biasa hanya ada beberapa pengunjung saja. Karenanya pada saat hari-hari biasa lulusan Sekolah Kuliner di Bandung itu tidak begitu hirau dengan kehadiran Tikus Clurut mencari makan di sekitar warungnya. Namun begitu musim liburan, Si si Mbok Prisca tiba-tiba menjadi galak setengah mati pada Tikus Clurut. Itulah yang dikeluhkan pada si Kancil


Kancil cuma tersenyum mendengar keluhan Tikus Clurut. Wajar saja bila si Mbok Prisca marah pada Tikus Clurut karena badannya bau, sehingga para wisatawan dari kota itu akan terganggu. Belum lagi beberapa orang wisatawan memang takut setengah mati pada tikus, jadinya warungnya bisa ditinggal para tikus phobia ini gara-gara kehadiran Tikus Clurut. Meskipun demikian pada hari-hari biasa Tikus Clurut tidak diganggu karena dia gemar makan nyamuk. Kehadirannya membuat serangan nyamuk-nyamuk hutan yang gede-gede ke Warung Mbok Prisca berkurang. Makanya Tikus Clurut dibiarkan saja beredar di sana.

"Sudah gini saja Rut. Kamu itu harus belajar melihat pola kemarahan Mbok Prisca. Dirimu dikejar-kejar Mbok Prisca hanya pada saat musim wisatawan dari kota pada berkemah di sini saja. Hanya tiga bulan saja. Sudahlah di tiga bulan itu dirimu menyingkir dari warungnya. Kamu kerja cari makan di gardu jaga saja. Di sana kalo lagi musim liburan Pakdhe Randy selalu berada di situ untuk menjaga mobil-mobil wisatawan yang dititipkan. Dia gak akan peduli dengan kehadiranmu. Di jamin kamu bisa makan sepuasnya, banyak nyamuk dan serangga-serangga lain kesukaanmu disitu" nasehat Kancil pada Tikus Clurut.

Tikus Clurut merenung sejenak mendengar kata-kata Kancil. Dirinya bukannya tidak tahu bahwa di gardu jaga yang hanya digunakan di masa liburan itu banyak sekali serangga kesukaannya. Dirinya hanya terpaku pada warung Mbok Prisca.

Yah, dirinya tidak pernah mencoba tempat lain karena telah nyaman dengan warung Mbok prisca yang bersih. Mbok Prisca yang selalu rapi menempatkan segala sesuatu juga membuatnya betah mencari makan di situ. Tapi dia harus melihat kenyataan. Kehadirannya tidak diharapkan kala musim wisatawan. Yah, dirinya harus menyingkir ke tempat lain kala musim itu tiba. Kebijaksanaan Sang Kancil telah menyadarkannya bahwa tidak seharusnya dirinya ngotot untuk hal-hal yang tak penting (

Cerita sang Gajah dan si Kancil

Cerita sang Gajah dan si Kancil .di suatu hari, ketika si Kancil sedang enak berjalan-jalan di tengah hutan, tiba-tiba awan gelap dan mendung menggantung pertanda akan turun hujan, si Kancil pun segera berlari pulang supaya tidak kehujanan dan basah. Karena kurang berhati-hati, si Kancil tidak melihat ada lobang besar di depannya dan karena sangat bersemangat berlari, akhirnya.gedebuk...Plungg...!!, si Kancil terperosok ke dalam lubang besar.
ternyata lumayan dalam sehingga si Kancil tidak bisa naik ke atas, alias terjebak didalam lubang, si Kancilpun bingung.., bagaimana caranya keluar dari lubang itu. Ketika sedang berpikir, tiba-tiba dia mendengar suara langkah berat yang mendekat,"..Bluggg!..Bluggg!!.., ,"wAh itu pasti Si Gajah,.. kebetulan nih, aku punya ide", pikir si Kancil dalam hati. Lalu dipanggilnya si Gajah, "Jah.., Gajahh..kamu mau kemana..?", teriak si Kancil dari dalam lubang. Si Gajah yang dipanggil lalu berhenti dan melongok ke dalam lubang, sambil bertanya dalam hati,"Siapa ya yang memanggilku..?, lalu si Gajah balik bertanya," Hei siapa itu yang ada di bawah sana.?.. "Aku.. Kancil..!, teriak Kancil. "Hei Kancil ngapain kamu ada di bawah sana..?" tanya si Gajah. 


"hai Jah, apa kamu gak tahu, kalau langit akan runtuh, makanya aku sembunyi di bawah sini." Jawab si Kancil. "Ah masak sih yang bener.."Si Gajah tampak bingung. "Kalau gak percaya, coba kamu lihat ke atas, pasti langit sudah dekat ke bumi."jawab Kancil. Tentu saja yang dimaksud si Kancil adalah awan hitam alias mendung yang kelihatannya seperti akan jatuh ke bawah. Lalu si Gajah mendongak ke atas dan dilihatnya banyak sekalai awan hitam di atas, gajah rupanya gak tahu kalau awan hitam itu adalah mendung yang akan menjadi hujan, dan rupanya si gajah percaya kalau langit akan runtuh.
 Lalu buru-buru dia berteriak kepada si Kancil, " hai Cilll..Kancil, iya benar langitnya akan runtuh..aku ikut sembunyi ke bawah ya..Cilll? " oke boleh..boleh.., tapi jangan turun dulu", jawab Si Kancil. "Lha kenapa Cil..".tanya Gajah bingung. "Begini lho Jah,.. kalau kamu langsung turun aku pasti akan terinjak sama kamu,.. jadi aku akan keluar dulu, baru setelah itu kamu turun duluan.., kemudian aku menyusul" terang Si Kancil. "O begitu, lha sudah ayo kamu keluar..!, teriak gajah. " Ya..ya.. tapi tolong julurkan hidungmu, biar aku bisa keluar dengan bantuan hidungmu" teriak kancil dari bawah. Lalu si gajah menjulurkan belalainya dan langsung diraih oleh kancil, terus ditariknya kancil keluar dari lubang tadi. Sampai di atas Kancil bilang pada si Gajah.., "Oke Jah, sekarang kamu turun duluan". Gajah langsung melompat turun kedalam lubang tadi.. blugg gedebug Gajah..!!, suaranya sangat keras. "Sudah Cil, sekarang silahkan kalau kamu mau menyusul"kata si Gajah. " Iya Jah.. tapi sebentar ya aku mau cari makanan dulu biar nanti tidak kelaparan di bawah sana. Jawab Kancil sambil berlari pulang.
 Tinggalah Gajah sendirian di dalam lubang itu.dan setelah beberapa saat Kancil tidak muncul juga, barulah si Gajah sadar kalau dia baru saja ditipu oleh Kancil." Oh dasar Kancil.., awas ya nanti kalau ketemu akan aku balas" gerutu si Gajah dalam hati.

Dongeng rubah dan si kancil

Dongeng rubah dan si kancil. di suatu hari ada seekor rubah yang sedang bermain di hutan , tiba-tiba dia melihat seekor kancil yang sedang berbaring di bawah sebuah pohon, dengan mengintip diantata dedaunan dia mengambil kerikil kecil kemudian melemparkannya kearah kancil yand sedang istirahat tersebut, karena berhasil mengenai tubuh kancil rubah itu pun tertawa kecil, dan berusaha untuk tetap sembunyi. 

Si kancil yang terkena lemparan kaget dan mencari siapa yang melemparnya, rubah yang sudah merasa berhasil mengerjai sang kacil tidak menyadari kalau kancil telah melihat dirinya, dengan sedikit marah sang kancil juga mengambil kerikil kecil dan melemparkan ke arah rubah dan juga berhasil mengenainya, rubah merasa sedikit kesakitan berkata “Beraninya kamu melempar saya”



“hei Kamu kan yang mulai” jawab kancil dengan nada mengejek. Rubah pun mengambil batu besar dan kembali melempar kancil, kancil yang melihat lemparan tersebut dengan gesit menghindari lemparan itu dan naas bagi rubah, di saat yang bersamaan pak beruang lewat di belakang kancil. Karena lemparan tidak mengenai kancil batu besar itu mnendarat pas di atas hidung pak beruang.

“Siapa dong yang melakukan ini?” teriak beruang, dengan sedikit ketakutan sang kancil menunjuk ke arah rubah. Rubah yang merasa bersalah langsung kabur menyelamatkan diri, denga penuh emosi beruang mengejarnya. Karena tubuhnya yang lebih besar beruang tidak bisa menagkap sang rubah yang berlari dengan cepat di antara pohon-pohon tumbang. Rubah terus menjauhi beruang, merasa belum aman dia terus berlari dan akhirnya sampai di tepi sungai, dia pun bingung tak tahu harus lari kemana lagi, sambil mencari cara untuk menyeberang sungai dia pun menelusuri sungai dan sesekali menoleh ke belakang.

di Dalam kebingungannya sang rubah bertemu dengan unta yang sedang merendam tubuhnya di sungai, “Halo sobat” sapa rubah dengan akrab. “Halo teman kecil” jawab unta. “Apakah air sungai ini dalam, sobat?” Tanya rubah “Tidak, hanya sebatas lutut saja” jawab unta “Coba lihat tubuhku, seandainya sungai ini dalam tentunya hanya kepalaku yang akan kelihatan” sambung unta.

Ketika itu keduanya asyik mengobrol tiba-tiba muncul pak beruang dari dalam hutan, tanpa berfikir panjang sang rubah pun langsung loncat ke sungai. Unta ynag melihat rubah melompat keheranan karena setelah sampai di air dia tak muncul-muncul lagi, hanya terlihat gelembung air di permukaan seperti air mendidih, rubah yang ternyata tidak bisa berenang tenggelam dan segera ditolong oleh unta dengan mengankatnya naik ke daratan. Setelah siuman dia malah memarahi “ternyata kamu bohong, bilangnya hanya sampa lutut saja kenapa saya bisa tenggelam”
“Unta tidak bohong, coba kamu lihat air sungai batasnya sampai lutut kan, tapi kalau kamu di atas kepala ha..ha..ha…” jawab kancil yang juga muncul dari dalam hutan. Mereka pun tertawa semuanya.

Gambar kartun kancil

hai kawan kawan, bagaimana kalau kali ini aku mengupload gambar kartun kancil ?. tentunya kawan-kawan banyak juga yang suka sama hewan cerdik yang satu ini. kartun kancil ini kesukaan adikku yang selalu minta di print di kertas untuk dicoret-coret. ini kartunnya bagi kawan yang mencari gambar kancil, semoga suka ya.










Kisah si kancil dan buaya

Kisah si kancil dan buaya. Suatu pagi, pak petani sedang menanam biji ketimun di belakang rumahnya. Lalu datanglah si kancil menemui pak petani tersebut. “Selamat pagi, pak?”, kata si kancil. Mendengar kancil datang, spontan saja si petani marah dan mengusir si kancil. “Apa yang ingin kau lakukan diladang milikku?” tanya si petani kepada si kancil. “Oh, maaf pak petani kalau aku mengagetkan, kedatangan ku kemari adalah ingin melihat bagaimana cara menanam biji ketimun, pak”, kata si kancil.

“Tidak perlu kau lihat cara menanam biji ketimun ini, sebab nanti pasti kau curi ketimun yang sudah masak” kata petani kepada si kancil. “Ah, masak tidak percaya pak, kedatangan ku kemari untuk belajar bercocok tanam, sebab aku sudah jera mencuri ketimun milik bapak”.

Walaupun si kancil berusaha membuat petani percaya bahwa dirinya tidak akan mencuri lagi, dan ia ingin sekali bertanam ketimun namun akibat ulah kancil yang suka mencuri ketimun, akhirnya kancil tidak mendapatkan ilmu dari petani itu bagaimana bercocok tanam ketimun.



Kemudian si kancil pergi menuju sungai dan bertemu dengan buaya. Buaya juga termasuk korban sikancil yang sering di perdaya oleh kelihaian dan kelicikan tipu daya si kancil. Melihat kancil mendekat, buaya langsung menghardik si kancil. “Hai kancil, ada apa gerangan kau datang ke rumah ku?” Tanya si buaya. Kancil melihat buaya sedang santai dengan memakai baju berbahan wool yang sangat bagus menjadi sangat tertarik untuk belajar membuat baju dari wool yang dipakai oleh buaya.

Buaya tetap tidak percaya perkataan si kancil, dan si kancil berlalu menjauhi buaya. Dengan penuh penyesalan akhirnya si kancil mencoba merenung dan berfikir apa yang terjadi. Ternyata si kancil faham bahwa perbuatan buruknya membawa keburukan juga bagi dia. Barang siapa yang menabur kebaikan pasti akan menuai kebaikan dan barang siapa yang berbuat jahat pasti orang lain akan berbuat jahat kepada kita.

Akhirnya keesokan harinya si kancil belajar menanam biji ketimun sendiri hingga pada akhirnya bisa panen dan membawa hasil panennya kepada si petani. Pak petani sangat kaget menerima ketimun yang sudah masak dan sangat senang kepada si Kancil. Bagitu pula si kancil mencoba membuat baju serta topi dari bahan wool untuk diberikan kepada si buaya. Dan akhirnya buaya serta pak tani menjadi sangat menyenangi si kancil yang sudah berubah untuk tidak nakal dan mencuri lagi.

Dongeng kancil dan siput

Kali ini aku ingin cerita tentang dongeng kancil dan siput, pasti teman-teman banyak yang suka. begini ceritanya, di Pagi yang cerah, si kancil dengan gontai berjalan ke sungai untuk minum, di sungai si kancil bertemu dengan siput yang berjalan dengan sangat lambat, melihat itu si kancil dengan sombong berkata,

si Kancil : “Hai siput, beranikah kamu lomba lari denganku ?”
( ajakan terasa sangat mengejek siput, berpikir sebentar, lalu menjawab )
si Siput : “Baiklah, aku terima ajakanmu dan jangan malu kalau nanti kamu sendiri yang kalah.”
Kancil : “Tidak akan, masa jago lari sedunia mau dikalahkan olehmu, siput, binatang paling lambat di dunia.” ejek kancil.
si Kancil : “Baiklah, ayo cepat kita tentukan harinya !”
Siput : “Bagaimana kalau hari minggu besok, agar banyak yang menonton.” Kata siput.
Kancil : “Oke, aku setuju.” Jawab kancil.

sembari menunggu hari yang telah ditentukan itu, siput mengatur taktik. Segera dia kumpulkan bangsa siput sebanyak-banyaknya. Dalam pertemuan itu, siput membakar semangat kawan-kawannya dan dengan geram mereka ingin mempermalukan kancil dihadapan umum. Dalam musyawarah itu, disepakatilah dengan suara bulat bahwa dalam lomba nanti setiap siput ditugaskan berdiri diantara rerumputan di pinggir kali. Diaturlah tempat mereka masing-masing. Bila kancil memanggil maka siput yang didepannya itu yang menjawab begitu seterusnya.

Sampailah saat yang ditunggu itu. Penonton pun sangat penuh. Para penonton datang dari semua penjuru hutan.Kancil dan siput telah bersiap digaris start. Pemimpin lomba mengangkat bendera, tanda lomba di mulai. Kancil berlari sangat cepatnya. Semua tenaga dikeluarkannya. Tepuk tangan penonton kian menggema, memberi semangat kepada kedua kontestan. Setelah lari sekian kilometer, berhentilah kancil. Sambil napas terengah-engah dia memanggil.



siKancil : “Siput !” seru kancil.
siSiput : “Ya, aku disini.”

Karena siput telah berada didepannya, kancilpun kembali lari sangat cepat sampai tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Kemudia dia pun memanggil.

siKancil : “Siput !” teriak kancil lagi.
siSiput : “Ya, aku disini.”

Berkali-kali selalu begitu. Sampai pada akhirnya kancil mendekati garis finish dan sudah yakin akan menang, tapi siput yang bertugas di posisi finish lebih dulu muncul dan Pemimpin lomba berteriak sambil melambaikan bendera finish,”Siput finish duluan!”. Riuhlah sorak-sorai penonton yang memadati garis finish.Siput tersenyum dan berkata kepada kancil,”makanya, jangan sombong, cil”. Kancil menggerutu dan meninggalkan tempat lomba tanpa mengucapkan sepatah katapun, malu sekali dikalahkan lomba lari oleh siput.

Kisah si kancil dan kura-kura

Sekarang aku ceritakan ya teman kisah si kancil dan kura-kura yang aku dapat dari baca mencari di google. begini ceritanya teman, Suatu ketika di sebuah hutan belantara hidup dan bersahabatlah seekor KANCIL dan seekor KURA – KURA..” Namun suatu ketika terjadilah perdebatan seru di antara keduanya yang membuat seisi rimba agak sedikit berduka..” Perdebatan seru itu di picu oleh sang KANCIL yang mengajak bertanding adu lari cepat dengan sahabatnya si KURA – KURA….” 

KURA-KURA yang pendiam dan terbilang lamban dalam berjalan di antara segenap hewan hutan kecuali Keong atau pun Siput itu, akhirnya mau menyanggupi tantangan sang KANCI.” Oleh karena tak tahan mendengar ejekan sang Kancil yang memang terkenal cerdik sekaligus dapat berlari cepat di antara segenap hewan penghuni belantara…” Setelah menentukan rute dan garis finish yang telah di sepakati bersama….” Maka segera di mulailah pertandingan ADU LARI Cepat itu di antara mereka berdua, dengan di saksikan oleh Sang Raja Rimba serta segenap penghuni belantara” Usai nada pluit di bunyikan maka melesatlah sang Kancil berlari kencang menuju garis finish..” Yang mana hal tersebut tak mungkin dapat di lakukan oleh Sang KURA-KURA. 



meskipun demikian sang KURA-KURA itu pun tetaplah tak mau menyerah dan tetap berusaha untuk meneruskan langkahnya mengejar sang KANCIL, yang sudah barang tentu telah amat jauh meninggalkannya, walau dengan langkah pelan setapak demi setapak…” Sementara sang KANCIL yang sudah berlari jauh meninggalkannya itu pun, kini sampailah di di bawah sebuah pohon yang rindang…” Oleh karena merasa ia telah jauh meninggalkan sahabatnya si KURA-KURA.

sedangkan letak garis finish sudahlah di depan mata, maka dengan santainya sang KANCIL pun segera menghentikan larinya. Dan dengan riang gembiranya ia pun lalu beristirahat sambil bermain-main di bawah pohon yang rindang itu..” Tiupan angin semilir dan sepoi-sepoi tiada terasa membuat dirinya pun terkantuk – kantuk bahkan membuatnya tertidur pulas…” Dan di saat ia tengah tertidur pulas itulah, maka lambat laun sang KURA-KURA yang berjalan lamban itu pada akhirnya dapat menyusulnya serta mampu mendahului sang KANCIL melewati garis finish. 

Karena sang KANCIL yang masih tampak asyik tertidur pulas di bawah pohon nan rindang itu…” Dan alangkah terkejut dan kecewanya hati sang KANCIL sekaligus menyesali segala keteledorannya, saat terbangun dari tidurnya dan mendapati kenyataan, bahwa sang KURA-KURA sahabatnya yang tadi di ejeknya itu, kini telah berhasil melewati garis finish mendahului dirinya serta keluar sebagai pemenang dalam lomba adu lari cepat itu. Sang Raja Rimba beserta segenap penghuni rimba itu pun sangat bergembira atas keberhasilan Kura – Kura dalam memenangkan lomba adu lari cepat itu. Dan mereka semua pun lantas berpesta ria merayakan kemenangan yang berhasil di raih oleh Sang KURA-KURA

Cerita kuda dan si kancil

Teman-teman sekarang waktunya cerita kuda dan si kancil yuk. Mendung masih bergelanyut manja di kolong langit. Pucuk-pucuk dedaunan masih basah membekas sisa-sisa hujan bagai butiran mutiara. Sore itu si kancil berjalan di perbatasan hutan. Dia dalam perjalanan pulang setelah seharian berkeliling hutan menikmati rumput-rumput yang segar. Dari kejauhan si kancil melihat kuda yang berlari dengan kencang. Helai-helai bulu bak rambut yang tumbuh di bagian atas lehernya tergerai tersapu angin,membuat kuda itu tampak sangat gagah dan menakjubkan. Kuda itu terus berlari menghampiri si kancil. Dengan kencangnya dia melewati si kancil dan menginjak kubangan air di dekat si kancil hingga air itu muncrat mengenai si kancil yang terkejut. 

"Hai kuda..!! Hati-hati kalu berlari. Lihat jalan dong...!!". Teriak kancil. Merasa dirinya di tegur,kuda itu pun berhenti dan menghampiri si kancil. "Memangnya kenapa? Ini kan jalan umum,jadi bebas dong!". Kata si kuda membantah. "Iya.. Tapi lihat-lihat juga pengguna jalan yang lain. Jangan cepat-cepat kalau lari,ini kan bukan jalan punya nenek moyang mu..". Kata si kancil sedikit jengkel. "Lho..memangnya apa urusan mu?Aku mau lari kencang atau tidak,itu kan hak ku. Paling-paling kau cuma iri karena tak bisa lari secepat aku.Sudah bukan rahasia lagi bahwa akulah hewan tercepat di seluruh hutan ini,bahkan harimau dan singa pun tak sanggup mengalahkan ku..hahaha..". Kata kuda dengan sombongnya. 

Merasa dirinya di hina,si kancil pun merasa tertantang. Lalu timbulah niat nekat di fikiranya... "Wah..siapa bilang aku akan kalah oleh mu? Kalau kau memang berani,bagai mana kalau kita adakan lomba lari buat pembuktian". Tantang si kancil. "Wah...baik. Siapa takut? Sudah pasti aku yang akan menang..hahaha Kapan dan di mana tempatnya? Silah kan kamu yang pilih..". Kata si kuda semakin angkuh. "Besok sore..di bukit tengah hutan. Siapa yang bisa lebih dulu sampai di atas bukit,dialah pemenangnya..". Jawab kancil. "Baik..sampai ketemu besok sore. Dasar kancil pecundang..hahaha...". Kata kuda sambil berlari meninggalkan kancil. 

Esoknya pagi-pagi sekali kancil sudah datang ke bukit. Dia berlatih dan berusaha mempelajari medan perlombaan. Sedangkan si kuda seharian tidur dengan bermalas-malasan. Dia tidak berlatih karena sudahyakin dengan kecepatan yang dia miliki,dia pasti yang akan jadi pemenangnya. Ahirnya waktu sorepun tiba. Si kuda datang dengan membawa serta teman-temanya,tujuanya untuk mengejek kancil ketika dia menang nanti. Dan teman-teman kancil pun juga datang,mereka ingin memberi dukungan dan semangat untuk si kancil agar berusaha dan tak gampang menyerah. 

Perlombaan pun ahirnya di mulai. Dengan kecepatan yang dia miliki,si kuda memimpin pada awal pertandingan. Tapi ketika sampai di tengah perjalanan,keadaan mulai berubah. Jalanan hutan yang penuhranting pohon dan semak belukar membuat si kuda kesulitan berlari,hingga larinya jadi melambat. Sedangkan si kancil yang telah tau medan karena giat berlatih tak merasa kesulitan sama sekali. 

Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah,si kancil dapat menghindari ranting dan menerobos semakbelukar dengan mudah. Dan ahirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan semangatnya untuk berlatih. Sedangkan si kuda yang tau bahwa dirinya kalah oleh si kancil,hanya dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya sendiri. Dan mulai saat itu,si kuda tak berani menyombongkan diri lagi...

cerita Kancil makan si Singa

kawan-kawan masih cerita tentang kancil nih, sekarang aku ingin berbagi cerita Kancil makan si Singa, wah kancilnya pasti ribet ya kok singa dimakan kancil. ini ceritanya kawan-kawan.

suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas. Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar. Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi fikiran kancil yang sedang penat. Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang 
dia temui di dalam hutan. 

Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya 
yang hidupnya di alam terbuka. Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang ke 
rumahnya di dalam hutan. 
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan 
mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak yang dekat. Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman 
baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini. 
Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan 
dia bertemu dengan singa. Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh 
dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan. 
Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan 
mengikutinya masuk ke dalam hutan. 
Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia 
sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan. 
Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi 
sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar 
seluk beluk hutan itu. 
Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas. 

Akhirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga 
dia bisa bercermin di atasnya. 
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ. ''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi.Dia 
tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke 
padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan. Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang. "Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis 
apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena 
ukuran tubuh mu terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang 
lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perut 
ku.Hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram. Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang 
tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap. 
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide 
untuk mengusir singa itu. 

''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani 
mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si 
kancil menggertak. Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di 
benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani menggertaknya. ''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang rumput..''.Kata singa geram. ''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari 
bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke sini...tempat makan favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang. ''Kasihan?Bodoh?Tempat makan?Apa maksud mu?''.Tanya singa penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya. ''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan 


mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang 
mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil 
meyakinkan. ''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat 
untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa. 
''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang 
baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain 
dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil 
menunjuk ke arah kolam. 
''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke 
dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi 
jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi. Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam. Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari 
dirinya sendiri. Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja. Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu 
adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil. Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.

Kancil suka mencuri timun

Teman-teman yuk dengar dan baca cerita lagi, aku akan bercerita kancil suka mencuri timun, tentu setelah aku cari di google lho ceritanya teman. semoga bermanfaat ya ceritanya. jangan suka mencuri timun kayak kancil lho ya.


Ketika dilihatnya betapa suburnya tanaman ketimun di kebun ini, maka terbitlah harapan Si Kancil akan kebenaran kabar itu. Jarak Hutan Palbapang tidak seberapa jauh lagi, dus berarti kesuburan tanahnya tidak akan jauh beda dengan kebun ini. Mudah-mudahan dirinya tidak lagi kesulitan mencari makanan seperti yang dialaminya di Pegunungan Kapur yang kurang subur.
Mentari telah hilang di cakrawala dan malam mulai menggeser hadirnya senja, ketika Si Kancil memutuskan untuk bermalam di kebun ketimun sebelum melanjutkan perjalanan. Sambil matanya kriyip-kriyip menjelang tidur diamatinya kebun timun ini. Puluhan buah ketimun segar tampak bergelantungan di batang-batang tanaman. Tanaman ketimun berjajar rapi bak sedang berbaris pertanda kebun ini ditanam dengan teliti oleh pemiliknya.
Daun-daun kering berserakan di dasar kebun menunjukkan saat ini sedang musim kering sehingga onggokan daun kering yang rontok dari pohon-pohon sekitarnya menggunduk di kebun ketimun. Dilihatnya ada sosok tubuh orang-orangan yang diberi baju dan topi, tentu boneka ini untuk menakut-nakuti hama pengganggu ketimun.
Si Kancil mengamati orang-orangan tersebut. Boneka kayu itu terkesan dibuat asal-asalan.Bajunya sobek-sobek dan topinya juga sudah bolong besar di belakangnya. “Tapi mungkin sudah cukup untuk menakut-nakuti para pencuri” pikir Si Kancil. Maka Si Kancil memutuskan untuk tidur sambil sesekali melirik orang-orangan yang menggelikan itu.

“Duaaaaaarrrrrrr……..” terdengar bunyi memekakkan telinga di tengah malam. Serentetan letusan kembang api nampak bersinar terang di angkasa. Si Kancil kaget dan terbangun sampai melompat dari pembaringannya.
Dikucek-kucek matanya sebelum akhirnya dirinya menyadari ada pesta kembang api menyambut tahun baru di desa sebelah. Luncuran-luncuiran bunga api nampak merona merah di langit malam yang hitam kelam. Rupanya saat ini sudah lewat jam dua belas malam tanda pergantian tahun. Duh Si Kancil duduk sejenak sambil meraba dadanya yang berdebar kencang saking kagetnya.
Baru saja Si Kancil berhasil menenangkan diri, tiba-tiba terlihat satu kembang api nyasar meluncur menuju kebun itu. Si Kancil kaget setengah mati melihat kembang api itu nyangkut di tubuh orang-orangan. Dengan pijar apinya yang terang benderang itu maka sebentar lagi orang-orangan itu akan terbakar. Jika dia terbakar maka daun-daun kering di dasar kebun akan ikut terbakar. Itu artinya kebun ketimun ini akan musnah dimakan api.
Si Kancil buru-buru mematahkan ranting pohon nangka yang penuh daun-daunan untuk digunakan memadamkan api. Dia lari mendekati orang-orangan itu dan memukuli api yang sedang menyala dengan ranting penuh daun tersebut hingga akhirnya berhasil dipadamkan. Betapa lega hatinya. Dirinya berhasil mencegah rusaknya tanaman ketimun.
Kemudian Si Kancil mencoba menyentuh orang-orangan itu untuk memastikan sudah tidak ada nyala api lagi. Tapi sial. Tangannya justru melekat pada orang-orangan. Saat dia mencoba menggunakan tangan yang satru lagi, malahan tangan itu ikut juga melekat. Saat Si Kancil mencoba mendorong orang-orangan dengan kepalanya untuk membantu melepaskan kedua tangannya, justru kepalanya ikut melekat di orang-orangan sawah.
Sadarlah Si Kancil bahwa tujuan orang-orangan ini bukan untuk menakut-nakuti hama tetapi untuk menjebak mereka dengan melumuri orang-orangan dengan lem UHU yang sangat lengket. Jadilah Si Kancil semalaman harus melekat pada tubun orang-orangan itu — sampai keesokan harinya ditemukan oleh Pak Tani.
Sia-sia saja Kancil mencoba menjelaskan apa yang telah terjadi. Pak Tani tidak percaya sama sekali. Dia bukannya berterimakasih tetapi malahan menuduh Kancil hendak mencuri ketimunnya. Pak Tani bahkan telah menetapkan hukuman untuk Kancil, yaitu dijadikan Sate Kancil nanti malam. Sebelum dibuat sate, Kancil dimasukkan di kurungan ayam di halaman rumah.
Untunglah Anjing Gembala milik Pak Tani mau mempercayai cerita Kancil dan bersedia membantu membebaskan Kancil dari hukuman. Maka Kancil yang terkenal panjang akal ini bertekad menukar kebebasannya dengan ide yang bermanfaat bagi Pak Tani. “Pastilah Pak Tani tertarik dengan ide-ide baru untuk memperbaiki tanah pertaniannya” kata Kancil dalam hati.


“Coba tawarkan pada Pak Tani, aku punya cara gampang untuk mengamankan kebun ketimunnya. Aku akan memberitahukan cara itu dengan syarat aku dibebaskan” kata Kancil pada Anjing Gembala.
Si Anjing Gembala dengan senang hati datang kepada Pak Tani menyampaikan tawaran Kancil. Dalam pikirannya ide Kancil itu akan bermanfaat juga bagi dirinya, karena selama ini Pak Tani terkadang memaksa dirinya berjaga di kebun ketimun di malam hari. Sementara siang harinya dirinya telah lelah mengawal kawanan domba milik Pak Tani yang merumput di pinggir hutan.
Pak Tani tidak langsung menyetujui tawaran Kancil. Namun Si Anjing Gembala tahu persis istri Pak Tani suka meminta berkali-kali sebelum akhirnya permintaannya dikabulkan. Jadi dia ingin meniru cara istri Pak Tani. Tanpa mengenal lelah Anjing Gembala bolak-balik mendatangi Pak Tani. Dia juga membumbui tawaran Kancil dengan aneka manfaat yang akan diperoleh Pak Tani bila mengikuti saran-saran itu. Akhirnya Pak Tani luluh juga dan mau bertemu Kancil walaupun disertai dengan sedikit ancaman.
“Awas kalo dia menipu aku, langsung aku buat sate siang ini juga!” ujar Pak Tani
Setelah Pak Tani mendatangi dirinya, Kancil mulai menguraikan idenya untuk melindungi kebun ketimun dari serangan hama binatang. Kancil melihat ada sungai kecil di dekat kebun ketimun. Pak Tani disarankan membuat parit yang agak dalam di sekeliling kebun, dan membuat jembatan dari kayu yang bisa diangkat di malam hari agar tidak ada binatang yang bisa menyeberangi parit itu.
Pak Tani tersenyum mendengar ide sederhana itu. Sesuatu yang sederhana dan mudah dilakukan tetapi selama ini tidak pernah terpikirkan oleh dirinya. Jika dia membuat dinding parit itu tegak lurus, maka tak akan ada binatang hama yang bisa menyeberang sekalipun hewan itu bisa berenang karena binatang itu akan kesulitan memanjat dinding parit yang tegak lurus. “Ide yang sederhana namun cemerlang” pikir Pak Tani.
Maka siang itu Pak Tani melepaskan Kancil dari kandangnya. Dia bahkan memberi bekal satu karung ketimun pada Kancil untuk persediaan makanan Kancil selama perjalanan menuju Hutan Palbapang. Kancil melanjutkan perjalanan setelah mengucapkan terimakasih atas bantuan Anjing Gembala yang telah membantunya lepas dari hukuman Pak Tani.

Kancil dan Kuda yang sombong

Kancil dan Kuda yang sombong. Pada jaman dahulu ada seekor kura-kura, manusia, dan hewan lainnya. Mereka saling berbagi dan hidup rukun di dalam hutan yang sejuk. Suatu sore, pada waktu si kancil berjalan sendiri, tiba tiba ada seekor kuda yang berlari sangat kencang mendahuluinya, sambil berteriak,“Kancil jelek! Tidak bisa berlari!”
kuda

“Hai kuda jangan sombong, aku bisa berlari cepat kok.” .“Ah bohong, kalau berani ayo lawan aku lomba lari cepat. Seratus meter.” dan kancil pun setuju. Mereka sepakat untuk bertanding di sini esok hari.



Lalu mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Kuda langsung tidur, ia malas berlatih. Sedangkan kancil langsung berlatih secukupnya supaya besok pagi ia bisa memenangkan pertandingan.

kancilEsok harinya, mereka pun berkumpul di tempat yang telah disepakati. Teman-teman kuda dan kancil ikut datang juga.

Tepat pukul sembilan pagi perrtandingan dimulai. kuda langsung melesat meninggalkan si kancil. Teman-teman kancil berteriak memberi semangat pada kancil, sehingga ia terus berusaha berlari mengejar kuda yang sudah jauh di depan. Akhirnya si kancil bisa mendahului kuda yang berhenti karena kecapekan lalu tertidur di bawah pohon apel.

Akhirnya si kancil pun memenangkan lomba lari. Kuda yang sombong itu meminta maaf pada si kancil dan semua teman-temannya, dan semua hewan di hutan akhirnya hidup rukun dan damai.

Cerita Seruling ajaib dan si Kancil

Cerita Seruling ajaib dan si Kancil. Si Kancil sedang berjalan-jalan di sebuah hutan bambu yang sangat rindang, dia begitu menikmati keindahan hutan bambu yang sedang ia masuki tersebut, saking asiknya berjalan ia mencoba untuk melintasi pepohonan bambu yang ada didepannya, tapi apa yang terjadi setelah ia menerobos pohon bambu tersebut, dia malah terjepit diantara pohon-pohon bambu yang sangat sempit tersebut. "Ah, celaka aku terjepit di pohon bambu ini", sesal kancil.
kancil

Tak jauh dari tempat si kancil, ternyata ada seekor harimau yang sedang terbuai oleh hembusan angin yang datangnya dari pepohonan bambu. Angin sepoi-sepoi membuat harimau ini menjadi sangat mengantuk, tiupan angin menerpa pohon-pohon bambu membuat suara yang merdu seperti suling dan membuat sang harimau semakin terlelap. Tetapi tak lama kemudian ia mendengar suara derit pohon bambu dimana sang kancil tadi terjepit. "Suara apa itu"?" kata sang harimau penasaran.

Akhirnya sang harimau memutuskan untuk mencari dimana sumber suara tadi berasal, ternyata tidak jauh dari tempatnya, dia melihat si kancil sedang berusaha melepaskan diri dari lilitan pohon bambu kecil yang menjepit tubuhnya. "Ah, sungguh kebetulan sekali, aku sedang lapar dan didepanku ada seekor kancil yang gemuk untuk disantap, aarrmm" si harimau sangat girang melihat ada santapan siang baginya.

Sontak si kancil kaget bukan kepalang, "Oh, harimau yang baik, jangan kau jadikan aku santapan siangmu, sebenarnya aku sedang bermain suling ajaib, jika kau ingin memainkan suling ini, aku akan mengajarimu bagaimana meniup suling ajaib ini, jika kau mau mengabulkan permintaanku", kata si kancil harap-harap cemas.

"Baiklah, aku sangat senang mendengarkan dan ingin bermain suling ajaib itu, lalu apa permintaanmu, kancil?" tanya harimau. "Kau longgarkan bambu kecil ini yang melilitku dan kau masukkan kepalamu kesini serta julurkan lidahmu agar suara suling ajaib itu berbunyi". Tanpa berfikir panjang lagi si harimau segera melonggarkan bambu yang melilit tubuh kancil yang kecil itu kemudian menuruti perintah si kancil. Si kancil pun terbebas.

"Nah sekarang, masukkan kepalamu dan julurkan lidahmu ke bambu itu" perintah kancil, si harimau karena ingin sekali belajar meniup suling ajaib langsung menurut perintah kancil. "jika kamu ingin suara suling itu merdu, kau harus latihan sendiri dulu, aku ingin pulang sebentar untuk minum, maklum latihannya lama sekali tadi jadi aku sangat haus", "Yah kancil, kenapa kau tinggalkan aku, aku tidak bisa belajar sendiri nih" kata harimau memelas.

"Tenang saja, nanti aku balik lagi kok, kalau suara sulingnya kecil berarti kau harus meniup dengan kencang..jangan patah semangat yah...". Kancilpun langsung ambil langkah seribu meninggalkan si harimau. Tinggal harimau kini terjepit di sela-sela pohon bambu. Angin bertiup kencang menerpa pohon bambu sehingga menimbulkan bunyi seperti suling "Hore..hore..aku bisa meniup suling ajaib" sorak harimau kegirangan. Dia baru sadar kini tubuhnya semakin terjepit keras oleh pohon bambu yang melilitnya.

"Ya ampun, kenapa aku bodoh sekali, ternyata bunyi seruling ajaib itu adalah dari hembusan angin, bukan dari lidahku, sekarang lidahku malah terjepit bambu ini", harimau kini berusaha melepaskan dirinya dari jepitan pohon bambu, dan setelah terlepas dia kembali lagi beristirahat.

Cerita si kancil dan si tikus

Sobat semua mau tahu cerita si kancil dan si tikus kan ? pasti bakalan seru nih ceritanya, yuk disimak sobat cerita si kancil yang cerdik lawan si tikus yang cerdik pula...hehe...selamat menikmati ceritanya ya kawan.

Di hutan hiduplah dua ekor kancil. Mereka bernama Kanca dan Manggut. Kedua ekor kancil itu bersaudara. Manggut adalah kakak dari Kanca. Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut. Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda. Kanca rajin dan baik hati. Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman.

Suatu hari Manggut kelaparan. Tetapi Manggut malas mencari makan. Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca. Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
“Ah, mana mungkin dimakan tikus!” kata Kanca. “Iya, kok! Masa sama kakaknya tidak percaya!” jawab Manggut berbohong.

Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut. Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga. Kanca memanggil tikus ke rumahnya.



“Tikus, apakah kamu mencuri makananku?” tanya Kanca pada tikus. “Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!” jawab tikus. “Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong,” kata Manggut. “Ya, sudahlah! Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana. Tadi aku juga mengambil makanan dari sana, kok!” kata Kanca mengakhiri percakapan.

Tikus berjalan ke tepi sungai. Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai. Ia hendak memasang
perangkap tikus agar tikus terperangkap.

Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap. Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut. Tiba-tiba tikus mendapat ide. Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai. “Aaa… Manggut, tolong aku…!” teriak tikus. Mendengar itu Manggut segera menolong tikus. Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai. Manggut tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai.Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan.Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut
menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Kisah harimau, kancil dan buaya

Kisah harimau, kancil dan buaya. Suatu pagi di Hutan Surga Satwa. Musim kemarau telah berganti musim penghujan. Hutan Surga Satwa menghijau kembali. Kancil terduduk malas di peraduannya, memandang hamparan rumput hijau nan segar di hadapannya. “Akhirnya berakhir juga kemarau, tak ada lagi rasa risau…” Kancil beranjak dari tempat duduknya. “Krauk, Krauk!!! segar sekali rumput ini”… Namun tak lama berselang hidung Kancil mencium sesuatu.

“Waduh…. Aku mencium bau pemangsa mendekat, harus waspada ini… ” Kancil menghentikan aktivitasnya dan mengangkat kepalanya untuk melihat lokasi pemangsa itu bersembunyi.

“Wah, di sana rupanya dia…. dikiranya aku tak melihatnya… xi,xi… dasar Harimau tua…. Huhh, mengganggu saja, memangnya Dia sanggup mengejarku?” Kancil pura-pura tidak melihat kehadiran Harimau itu dan melanjutkan kembali aktivitas makannya. Dan benar saja, tak lama berselang, Harimau itu melompat dari tempat persembunyiannya untuk memangsa kancil. “GgggggrrrrhhhHHHhh!!! Hai Kancil… Kematianmu akan segera tiba… Ha..ha… Kau akan kumangsa!!!”

“Hua..ha… Kau kira aku takut Harimau tua.. Aku tidak takut kepadamu… Coba saja kalau berani.. Weeeek!!! ” Kancil berkacak pinggang dan menghardik balik Harimau.

“Kurang ajar!!! Matilah kau!!!” Harimau segera mengambil kuda-kuda untuk menerkam Kancil, dan “WuuuuuttTtttHhhh!!!” Harimau itu melompat, namun Karen akurang hati-hati Harimau itu terpeleset kulit pisang yang dibuang oleh monyet sehingga….

“Srrrrrrrreetttttt………. BrrruuuugggGGGhhhhh!!!!!” Harimau itu jatuh ngangkang di depan Kancil berdiri.

“Hua…ha….. Dasar Harimau katrok… Hua…ha… Sukurin.. Sukurin!! Weeekkk!!! Hua..ha… ” Kancil tertawa terbahak bahak. Kancil berkacak pinggang dan berjingkrak-jingkrak mengejek Harimau yang menahan malu dan rasa sakit karena jatuh.

“Kurang ajar kau Kancil… Matilah kau!!!” Harimau segera bangun dan hendak menerkam Kancil, namun Kancil tak kalah sigap, Kancil mengeluarkan jurus lari sejuta bayangan andalannya, sehingga dalam hitungan detik, kancil telah jauh meninggalkan Harimau lapar itu.

“Kurang ajar!!! Jangan lari kau Kancil… Kau akan ku tangkap!” Harimau mengejar si Kancil…

“Kejar aku kalau kau sanggup Harimau Tua jelek!!… Ha..ha..!!” Kancil semakin jauh meninggalkan Harimau yang mengejarnya.

Kancil terus berlari meninggalkan Harimau. Hingga Akhirnya laju larinya terhenti di pinggir sungai yang membelah hutan Surga Satwa. Kedua mata kancil terbelalak, mulutnya monyong seketika.

“Waaahhhh, aku lupa kalau sekarang hujan terus turun, kemarin-kemarin sungai ini kering kerontang, sekarang penuh dengan air, Waduhhh… bagaimana ini??” Kancil mondar-mandir gelisah. Tiba-tiba

“GGGgrrrrggghhh!!!, Wah kebetulan aku sedang lapar ada makanan datang… Hua…ha….” Sebuah benda mirip kayu, tiba-tiba muncul dari dalam sungai, Seekor buaya besar penghuni sungai itu muncul mendekati kancil. Kancil sampai melompat kaget melihat penampakan aneh tersebut.

Kancil semakin bingung, di belakang harimau pasti akan segera tiba, dan sekarang ditambah dengan kehadiran buaya yang tidak mudah ditaklukan. Kancil mencoba tenang, berpikir keras.

“Ehem.. ehem… Wahai Buaya Buruk rupa, buruk muka dan tak ada baiknya…. Ketahuilah bahwa kedatanganku kesini memegang amanah Dewa Penguasa Hutan ini…. Apa berani kau menentang titahnya? Hmmmh….”. Buaya tersentak kaget, amarahnya memuncak mendapat hinaan Kancil, namun begitu mendengar Dewa Penguasa Hutan, buaya memilih menahan amarahnya.

“Hai, Buaya Jelek.. kenapa diam? Takut ya?? Ha…ha… Makanya jangan macam-macam denganku, sekali Aku tunjuk nyawamu akan hilang…. Mau aku tunjuk??!!!”

“Ehhh..Eh… Ampun Kancil, Aku tidak berani…. Aku tidak berani, jangan tunjuk aku Kancil ya…? Anak-anakku masih kecil…” Ujar Buaya memelas.

“HHmmmmhhh… Baiklah, kali ini Kau kuampuni. Tapi awas kalau coba-coba lagi, Kau tak akan kuampuni. Sekarang, laksanakan perintahku!!! waktuku tidak banyak, segera kumpulkan kawan-kawanmu dan berbaris rapi di sisi sungai ini, dari ujung sini, sampai pinggir sungai sana… Aku harus menghitung jumlah kalian sebagai bahan laporan kepada Dewa Penguasa Hutan ini, kalian akan mendapat hadiah…. Cepat!!!”

“BBBbbaa..Baik Kancil, segera aku laksanakan titahmu…. ” Buaya segera meninggalkan Kancil dan memanggil seluruh kawan-kawannya untuk berbaris di sungai yang sedang meluap itu. Tak berapa lama kemudian, seluruh buaya penghuni sungai itu telah berbaris rapi memenuhi sungai itu, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang kurus ada juga yang gemuk. Kancil tersenyum geli.

“Kancil, semua buaya telah siap…” Ujar buaya itu tergopoh-gopoh

Kancil berkacak pinggang.

“Dasar buaya bodoh, bisa juga kalian aku kerjain… hi..hi…”

“Bagus, Bagus!! Kau memang bisa aku andalkan, tetap di posisi kalian saat aku menghitung ya!!!, jangan ada yang berani macam-macam atau aku akan mencabut nyawa kalian dengan telunjuk saktiku” Hardik Kancil pada kawanan buaya yang telah berbaris rapi tersebut. Para buaya tersebut hanya terdiam dan takut, karena mengira Kancil memang diutus Dewa Penguasa Hutan Surga Satwa tersebut.

Kancil mulai menyeberangi sungai dengan menginjak-injak tubuh para buaya yang telah berbaris rapi di atas sungai tersebut. Bahkan sesekali Kancil menjitak kepala beberapa buaya itu. “Satu, dua, tiga, empat…!!” Kancil terus menghitung buaya yang berbaris rapi di atas sungai itu hingga sampai ke seberang.

“Wahai, dengarkanlah para buaya bodoh!!!. Aku mengucapkan terima kasih atas pertolongan kalian, sesungguhnya aku telah menipu kalian, lihatlah di seberang sungai itu, ada Harimau yang sedang mengejarku, Aku menipu kalian agar aku bisa menyeberangi sungai ini, Hua,..ha…. Terima kasih ya para buaya Bodoh… Hua..ha…” Kancil tertawa puas dan meninggalkan kawanan buaya yang merasa geram karena ditipu oleh Kancil. Di seberang sungai Harimau menggeram kencang, Harimau merasa kesal melihat buruannya bisa melarikan diri. Untuk kesekian kalinya Kancil telah berhasil selamat dari ancaman bahaya.

sumber dari kompasiana