Kisah nyamuk dan singa

Kisah nyamuk dan singa. ada seekor singa sedang tidur-tiduran di sebuah padang rumput di hutan. Karena perutnya sudah kenyang, ia pun tertidur. Di tengah-tengah tidurnya yang pulas seekor nyamuk terbang mengelilingi sang raja hutan tersebut. Si nyamuk hendak mengisap darah singa itu. Suara nyamuk yang mendengung membuat singa terbangun.. Ia merasa terusik dengan si nyamuk.

”Mmhhhhhhh… Awas kau nyamuk! Kau sudah mengganggu tidurku. Singa berusaha menangkap si nyamuk tapi dengan gesitnya si nyamuk bisa menghindar. ”Kau menyombongkan dirimu sebagai raja binatang. Tetapi aku tak takut padamu,” ejek Nyamuk.

Singa sangat marah sekali. Sementara itu nyamuk mencari kesempatan untuk menggigitnya. Mengakulah kalah, Taring dan cakarmu yang tajam itu pun tak mampu menyakiti diriku. Nah sekarang giliranku,” kata nyamuk lagi. Kemudian ia mengembangkan sayapnya sambil mengepak-ngepakkannya dengan dahsyat. Tak lama, nyamuk-nyamuk lain berdatangan.

”Pasukan serbuuuuu….” teriaknya. Kawanan nyamuk pun segera menyerbu. ”Tolongggg…” teriak Singa sembari menggaruk wajahnya. Karena tak tahan, Singa melompat ke sungai untuk mengompres wajahnya yang bengkak. ”Sekarang akuilah kekalahanmu,” seru Nyamuk. Lalu ia terbang dengan congkaknya. Tiba-tiba ia terjerat ke dalam sarang laba-laba. Ia berusaha keras untuk meloloskan diri. Tetapi laba-laba itu dengan cepat menyerang dan membunuhnya. ”Ohhhh, tak pernah kubayangkan aku akan mati oleh makhluk sekecil ini setelah berhasil mengalahkan Singa si Raja hutan,” tangisnya..

Kisah singa dan seekor nyamuk

ada kisah singa dan seekor nyamuk. di sebuah rimba belantara beristirahatlah seekor Singa yang kecapekan setelah seharian berburu mencari mangsa. “Nging,nging…”Datanglah seekor nyamuk mendekat telinganya.Sang Singa merasa risih dan dikepakkan telinganya hingga nyamuk pergi. “Nging nging.”Datang lagi si Nyamuk nakal,sekarang menggigit perutnya dan: “Pluk!”Disabetkan ekornya ke arah nyamuk,tapi sayang meleset.

“Hai kau Nyamuk! Kurang ajar banget kamu yah,gak tahu aku capek mau tidur!”Bentak Singa sambil menggaum:”HAUM…!”Nyamuk tidak peduli,ia datang lagi dan menggigit. “HAUMM,,kurang ajar,apa kamu gak tahu hai nyamuk!Aku ini raja hutan,semua binatang takut padaku,apa kau ingin aku mangsa?!!”kembali Singa menggertak Nyamuk yang usil.

Tiba- tiba si Nyamuk mendekat ke telinga Singa dan tertawa : “King king king!”(Hahaha,,,kalau ini tawanya penulis,soalnya bingung gimana ya gambaran tawa nyamuk?) Singa marah besar dan sampai berdiri sibuk menghalau Nyamuk dengan ekornya. “Hai Singa,kamu gak usah marah,percuma kamu mau membunuhku,kagak bakalan bisa!”Teriak Nyamuk yang sudah kekenyangan menghisap darah Singa.

“Haummmmm,,nyamuk kurang ajar kau!”Hardik Singa.“Hai Singa,percayalah padaku bahwa engkau meski raja hutan tak akan sanggup melawanku.”Kata Nyamuk.“Apa maksudmu nyamuk?”Singa Jadi penasaran.
“Nging nging,hai Singa,meskipun di National Geograpic kau adalah Predator tingkat atas,tapi apakah kamu tahu mahkluk paling cerdas di dunia ini aku buat bertekuk lutut padaku.”Nyamuk membuat psikywar alias perang urat syaraf agar Singa jatuh mental.

“Apakah maksud kamu hai Kancil?”tanya Singa.“Haha,nging,haha nging,,bukan!”Jawab nyamuk sambil terkekeh.“Lalu apa ya kaumaksud?”Singa mulai mereda kemarahannya,toh Nyamuk tidak membuatnya gatal lagi.“Yang kumaksud adalah manusia.”Nyamuk menjelaskan.“Apa katamu?Kau sanggup mengalahkan manusia?”Singa terbengong bengong mendengar kata kata Nyamuk.Singa ingat cerita kawan kawan binatangnya bahwa manusia adalah mahkluk yang sanggup mengalahkan bangsanya,kalau tidak mati ya dimasukkan penjara bersama binatang lain alias kebun binatang.

“Haiii singa,aku sanggup mengalahkan manusia,aku sanggup mematahkan tulang tulangnya.”Jelas si Nyamuk.“Apa kamu bisa membuktikan hai Nyamuk?”Singa tambah penasaran.“Tentu saja bisa,bahkan aku sanggup membakar seorang manusia.”Jawab Nyamuk.“Buktikan sekarang padaku!”Pinta Singa.“Jangan sekarang,karena aku harus mengumpulkan tenaga dan memilih waktu yang tepat.” Kemudian Nyamuk menjelaskan bahwa nanti Singa akan diajak ke tempat manusia dan menyaksikan Nyamuk mengalahkan manusia.

cerita Kancil makan si Singa

kawan-kawan masih cerita tentang kancil nih, sekarang aku ingin berbagi cerita Kancil makan si Singa, wah kancilnya pasti ribet ya kok singa dimakan kancil. ini ceritanya kawan-kawan.

suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas. Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar. Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi fikiran kancil yang sedang penat. Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang 
dia temui di dalam hutan. 

Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya 
yang hidupnya di alam terbuka. Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang ke 
rumahnya di dalam hutan. 
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan 
mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak yang dekat. Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman 
baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini. 
Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan 
dia bertemu dengan singa. Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh 
dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan. 
Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan 
mengikutinya masuk ke dalam hutan. 
Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia 
sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan. 
Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi 
sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar 
seluk beluk hutan itu. 
Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas. 

Akhirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga 
dia bisa bercermin di atasnya. 
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ. ''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi.Dia 
tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke 
padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan. Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang. "Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis 
apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena 
ukuran tubuh mu terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang 
lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perut 
ku.Hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram. Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang 
tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap. 
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide 
untuk mengusir singa itu. 

''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani 
mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si 
kancil menggertak. Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di 
benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani menggertaknya. ''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang rumput..''.Kata singa geram. ''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari 
bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke sini...tempat makan favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang. ''Kasihan?Bodoh?Tempat makan?Apa maksud mu?''.Tanya singa penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya. ''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan 


mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang 
mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil 
meyakinkan. ''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat 
untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa. 
''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang 
baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain 
dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil 
menunjuk ke arah kolam. 
''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke 
dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi 
jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi. Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam. Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari 
dirinya sendiri. Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja. Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu 
adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil. Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.

Kisah singa dan tikus

Kisah singa dan tikus. ada Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya yang kokoh. ada Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya,  setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, si Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur. Sang Singa yang garang menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.

"Ampuni saya hai singa!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu itu." Singa menjadi tertawa terbahak dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.

Pada Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu hutan. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah dimana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya. Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, tikuspun lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.

"Kamu malah tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang sudah kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."

Sumber cerita dari Kang Aesop