Cerita si Tikus dan Banteng

Cerita si Tikus dan Banteng. Petualangan si tikus dengan si Raja Hutan tentunya membekas dalam di hati si tikus kecil. Pada Keesokan harinya ketika dia keluar dari liangnya dia melihat seekor banteng besar sedang menikmati makan rumput tidak jauh darinya. Penuh dengan sifat jahil, seperti biasanya, si tikus itu merangkak di belakangnya dan mencubit kaki banteng itu pelan-pelan.


sang Banteng itu melenguh dahsyat dan berlari melompat-lompat dengan keempat kakinya di sekeliling ladang, mengoyak-ngoyak semua tanah ladang dan matanya jalang seolah-olah mencari musuh. Si tikus kecil itu mengikutinya dari belakang, ia tidak mau ketinggalan tontonan seru itu."Seseorang sudah mencubit kakiku!" teriak si banteng. "Seseorang sudah mencubit kakiku, dan aku tidak akan diam sampai aku menemukannya! Aku tidak tahan dengan hal ini!""Apakah sakit sekali, ya?" tanya si tikus kecil, kepalanya muncul di balik rerumputan.

"Tidak," kata si banteng, suaranya merendah. "Tapi aku tidak akan membiarkan kakiku dicubit!"
"Aku yang mencubit kakimu, tuan banteng yang mulia," cicit si tikus kecil. "Walaupun aku cuma tikus, aku sudah mengalahkan empat kaki kuat, badan yang besar, dan sepasang tanduk." Sambil menggoyangkan ekornya, ia lalu berlari cepat ke rerumputan tinggi.Banteng itu menatap tempat di mana tikus itu tadi berada dan kemudian memalingkan tubuhnya perlahan."Aku harusnya tahu bahwa tidak ada seseorang pun, yang mengerti akibatnya, yang berani menyerangku," ia berkata pada dirinya sendiri untuk mengembalikan harga dirinya yang hilang. "Lagi pula itu cuma seekor tikus!"

cerita Si tikus clurut dan si Kancil

cerita Si tikus clurut dan si Kancil. si Tikus Clurut datang mengadu pada Sang Kancil karena merasa dimusuhi Mbok Prisca , juragan muda  pemilik warung makan di pinggir hutan. Si tikus berkata pada Kancil bahwa beberapa kali dirinya dikejar-kejar Mbok Prisca karena dianggap mengotori warung makan dan mengganggu pelanggan.
karena harga makanannya yang mahal, dagangan si Mbok Prisca memang hanya dibeli para wisatawan dari kota yang hendak berkemah di padang rumput terbuka di sisi hutan. Pemandangan alam yang indah, dan keluarnya aneka ragam binatang hutan untuk mencari makan di padang rumput adalah pemandangan yang dicari-cari wisatawan.

Warung si Mbok Prisca hanya ramai di saat liburan saja. Pada hari-hari biasa hanya ada beberapa pengunjung saja. Karenanya pada saat hari-hari biasa lulusan Sekolah Kuliner di Bandung itu tidak begitu hirau dengan kehadiran Tikus Clurut mencari makan di sekitar warungnya. Namun begitu musim liburan, Si si Mbok Prisca tiba-tiba menjadi galak setengah mati pada Tikus Clurut. Itulah yang dikeluhkan pada si Kancil


Kancil cuma tersenyum mendengar keluhan Tikus Clurut. Wajar saja bila si Mbok Prisca marah pada Tikus Clurut karena badannya bau, sehingga para wisatawan dari kota itu akan terganggu. Belum lagi beberapa orang wisatawan memang takut setengah mati pada tikus, jadinya warungnya bisa ditinggal para tikus phobia ini gara-gara kehadiran Tikus Clurut. Meskipun demikian pada hari-hari biasa Tikus Clurut tidak diganggu karena dia gemar makan nyamuk. Kehadirannya membuat serangan nyamuk-nyamuk hutan yang gede-gede ke Warung Mbok Prisca berkurang. Makanya Tikus Clurut dibiarkan saja beredar di sana.

"Sudah gini saja Rut. Kamu itu harus belajar melihat pola kemarahan Mbok Prisca. Dirimu dikejar-kejar Mbok Prisca hanya pada saat musim wisatawan dari kota pada berkemah di sini saja. Hanya tiga bulan saja. Sudahlah di tiga bulan itu dirimu menyingkir dari warungnya. Kamu kerja cari makan di gardu jaga saja. Di sana kalo lagi musim liburan Pakdhe Randy selalu berada di situ untuk menjaga mobil-mobil wisatawan yang dititipkan. Dia gak akan peduli dengan kehadiranmu. Di jamin kamu bisa makan sepuasnya, banyak nyamuk dan serangga-serangga lain kesukaanmu disitu" nasehat Kancil pada Tikus Clurut.

Tikus Clurut merenung sejenak mendengar kata-kata Kancil. Dirinya bukannya tidak tahu bahwa di gardu jaga yang hanya digunakan di masa liburan itu banyak sekali serangga kesukaannya. Dirinya hanya terpaku pada warung Mbok Prisca.

Yah, dirinya tidak pernah mencoba tempat lain karena telah nyaman dengan warung Mbok prisca yang bersih. Mbok Prisca yang selalu rapi menempatkan segala sesuatu juga membuatnya betah mencari makan di situ. Tapi dia harus melihat kenyataan. Kehadirannya tidak diharapkan kala musim wisatawan. Yah, dirinya harus menyingkir ke tempat lain kala musim itu tiba. Kebijaksanaan Sang Kancil telah menyadarkannya bahwa tidak seharusnya dirinya ngotot untuk hal-hal yang tak penting (

Cerita si kancil dan si tikus

Sobat semua mau tahu cerita si kancil dan si tikus kan ? pasti bakalan seru nih ceritanya, yuk disimak sobat cerita si kancil yang cerdik lawan si tikus yang cerdik pula...hehe...selamat menikmati ceritanya ya kawan.

Di hutan hiduplah dua ekor kancil. Mereka bernama Kanca dan Manggut. Kedua ekor kancil itu bersaudara. Manggut adalah kakak dari Kanca. Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut. Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda. Kanca rajin dan baik hati. Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman.

Suatu hari Manggut kelaparan. Tetapi Manggut malas mencari makan. Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca. Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
“Ah, mana mungkin dimakan tikus!” kata Kanca. “Iya, kok! Masa sama kakaknya tidak percaya!” jawab Manggut berbohong.

Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut. Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga. Kanca memanggil tikus ke rumahnya.



“Tikus, apakah kamu mencuri makananku?” tanya Kanca pada tikus. “Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!” jawab tikus. “Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong,” kata Manggut. “Ya, sudahlah! Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana. Tadi aku juga mengambil makanan dari sana, kok!” kata Kanca mengakhiri percakapan.

Tikus berjalan ke tepi sungai. Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai. Ia hendak memasang
perangkap tikus agar tikus terperangkap.

Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap. Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut. Tiba-tiba tikus mendapat ide. Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai. “Aaa… Manggut, tolong aku…!” teriak tikus. Mendengar itu Manggut segera menolong tikus. Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai. Manggut tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai.Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan.Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut
menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Kisah singa dan tikus

Kisah singa dan tikus. ada Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya yang kokoh. ada Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya,  setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, si Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur. Sang Singa yang garang menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.

"Ampuni saya hai singa!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu itu." Singa menjadi tertawa terbahak dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.

Pada Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu hutan. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah dimana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya. Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, tikuspun lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.

"Kamu malah tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang sudah kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."

Sumber cerita dari Kang Aesop