Dongeng Burung Merpati Putih Dan Burung Gagak Hitam

Dongeng Burung Merpati Putih Dan Burung Gagak Hitam


Pada jaman dahulu, ada seekor burung merpati yang sedang hinggap di sebuah pohon. Sang merpati sangat merasa kesepian semenjak ditinggal oleh pasangannya yang mati alasannya yaitu petaka asap yang menimpa kawasan tersebut. Merpati yang dulu bulunya berwarna putih, kini tampak kusam dan tidak berwarna putih cemerlang menyerupai dulu. Ia merasa duka ditinggal teman-temannya yang kini entah mengungsi kemana, si Merpati putih ini merasa kehilangan.



Tak lama kemudian datanglah burung gagak yang terengah-engah dengan bunyi paraunya yang sangat khas sekali. Si burung gagak terbang mendekati merpati yang sedang sendirian.

"Hai merpati, sedang apa kau disini, apakah kau tidak mengungsi ketempat yang lebih bersih udaranya.?" tanya si gagak.

"Hai burung gagak, tidak, gua sedang merenung dan kelelahan setelah terbang ribuan kilometer untuk menghidari asap yang sangat menggangu itu, bahu-membahu kau dari mana? si merpati kini bertanya kepada gagak.

"Kakkkk,...kaaakk...aku juga gres saja mengungsi dari kepungan asap itu, dan gua terbang sangat jauh sekali, dan beruntung gua ketemu dengan engkau, Merpati" jawab si gagak.

"heii,.....kenapa engkau bersedih, apa yang sedang kau fikirkan wahai merpati yang kusam?" tanya gagak yang penasaran dengan raut wajah di merpati yang sedang sedih.

"Ketahuilah gagak, gua kehilangan teman-temanku yang sedang tertidur di atas ranting pohon, kemudian kebakaran hutan itu menimbulkan mereka tidak mampu menyelamatkan diri mereka, sehingga mereka kesannya terbakar dengan pohon" jawab merpati sedih.

"Sudahlah, jangan kau sesali. kini kau sudah bersama aku, mari kita berteman" kata gagak.

Merpati tersenyum mendengar perkataan si gagak, kesannya mereka berteman dan merekapun kini saling tolong menolong, tidak ada rasa dendam di hati mereka kepada siapa saja yang merusak hutan mereka, namun bagi mereka yang merusak alam lingkungan bagi para satwa, sadarlah bahwa mereka juga butuh tempat tinggal dan mereka juga butuh hidup.

Hikmah dongeng anak menyerupai ini, semoga kita selalu menjaga kelestarian hutan kita, semoga kita juga tidak merusak tempat mereka hidup, alasannya yaitu mereka juga makhluk hidup ciptaan Yang Mahakuasa yang butuh tempat berteduh, sama menyerupai kita manusia.

lainnya :
- Cerita Anak Islami Singkat - Kisah Anak Yang Berbakti Kepada Orang Tuanya
- Cerita Anak Islami - Kisah Ravi Yang Pasrah
- Cerita kancil dan harimau part 2
- Cerita sang kancil dan kuda
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Rakyat Telaga Warna

Dongeng Rakyat Telaga Warna

Pada jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan, kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang belum diberikan seorang anak satupun. Sang raja sangat ingin memiliki seorang keturuan untuk meneruskan kerajaannya.

Akhirnya sang raja pergi ke sebuah pegunungan untuk bertapa, dan alhasil setelah berbulan-bulan lamanya sang raja bertapa, alhasil ia menerima inspirasi bahwa suatu dikala ia akan menerima penerus kerajaannya.

alhasil waktu yang ditunggu-tunggu alhasil tiba, sang raja menerima seorang anak putri yang sangat bagus jelita.



Seluruh rakyat turut berbahagia menyambut kelahiran sang putri yang sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga kerajaan.

Pestapun diadakan selama 7 hari 7 malam menyambut kelahiran sang putri raja. Seluruh rakyat diundang untuk merayakan kelahiran sang putri raja.

Lama kelamaan sang putri tumbuh menjadi seorang gadis yang bagus jelita, kecantikan sang putri raja sangat terkenal sampai negeri seberang. Semua rakyat sangat senang melihat kecantikan sang putri raja.

Namun dibalik kecantikan sang putri, ada keburukan yang tidak mampu disamarkan, yaitu perangai buruk sang putri yang tidak mampu dihilangkan. Sang putri kini bermetamorfosis seorang putri yang sangat sombong, ia bahkan tidak aib menghina orang yang tidak ia sukai.

Suatu hari sang raja berniat untuk menunjukkan kalung yang terbuat dari embel-embel yang terbaik yang bahan-bahannya berasal dari seluruh pelosok kerajaan yang dikumpulkan oleh seluruh rakyat kerajaan.

Sampai pada harinya, sang raja menunjukkan embel-embel itu kepada sang putri, disaksikan oleh semua rakyat yang menunjukkan embel-embel terbaik mereka kepada sang putri raja.

Namun apa yang terjadi ketika embel-embel itu diberikan, si putri malah menghina derma ayahnya, sang raja sangat terpukul dan tak kuasa menahan tangis.

Melihat baginda raja menangis, alhasil seluruh rakyat yang menyaksikan jadi ikut menangis, alhasil tangisan itu membuat sebuah telaga yang sangat besar.

Konon kata telaga warna berasal dari air mata rakyat yang menangis yang menyaksikan putri sang raja menghina embel-embel yang diberikan, sedangkan kata "warna" berasal dari warna telaga tersebut yang terkadang mengeluarkan warna-warna yang diyakini berasal dari embel-embel yang diberikan raja kepada sang putrinya.

Hikmah kisah rakyat kali ini ialah janganlah kita menjadi sombong, sebab pada hakikatnya insan tidak pantas menjadi sombong, sebab kesombongan itu akan membawa kita kepada musibah dalam hidup ini.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Rakyat Cerita Sangkuriang

Pada jaman dahulu kala, ada seorang putri raja yang sangat bagus jelita berjulukan Dayang Sumbi. Kecantikan dayang Sumbi terkenal sampai banyak raja-raja bahkan pangeran dari kerajaan lain yang saling memperebutkan Dayang Sumbi, sehingga menjadikan kekacauan di negeri itu. Akhirnya Dayang Sumbi diungsikan kedalam hutan untuk menghindari peperangan antar kerajaan, dan dia ditemani oleh seekor Anjing berjulukan Tomang.

Dongeng Rakyat Ceria Sangkuriang

Tomang merupakan perwujudan ilahi yang sangat tampan, sampai pada suatu waktu dikala bulan purnama dia bermetamorfosis seorang cowok tampan, dan Dayang Sumbi jatuh cinta kepada Tomang. Singkat dongeng Dayang Sumbi memiliki anak dari Tomang, anak tersebut berjulukan Sangkuriang.

Sangkuriang ialah anak dari Dayang Sumbi dan Tomang yang merupakan perwujudan dewa, dan pada suatu hari Sangkuriang disuruh untuk berburu hati menjangan oleh ibunya, alasannya ialah tidak menerima apa yang diminta ibunya, Sangkuriang mengorbankan hati milik Tomang dan diberikannya kepada ibunya.

Dayang Sumbi terkejut dikala dia mengetahui bahwa hati yang dibawa Sangkuriang ialah hati Tomang yang merupakan suaminya, alhasil Sangkuriang diusir oleh Dayang Sumbi.

Sejak itu Sangkuriang pergi mengembara tanpa tujuan, dan alhasil dia bertapa dan mencar ilmu disebuah tempat, sampai pada alhasil dia menjadi sangat sakti sekali, semua ilmu dia kuasai sehingga dia mampu melaksanakan apa saja yang dia inginkan.

Perjalananan Sangkuriang alhasil membawa dia kepada ibunya, Dayang Sumbi. Pada suatu dikala dia bertemu dengan seorang wanita bagus yang sedang mandi di sungai. Keduanya saling jatuh cinta, dan betapa terkejutnya dikala Dayang Sumbi mengetahui cowok itu ialah Sangkuriang yang merupakan anaknya, namun Sangkurian tetap menganggap bahwa wanita itu bukan Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi menolak halus cinta Sangkuriang, dia meminta supaya Sangkuriang pergi, namun Sangkurian tidak mau pergi, dan dengan berat hati Dayang Sumbi meminta syarat kepada Sangkuriang untuk dibuatkan sebuah perahu dan bendungan dalam waktu semalam sebelum pagi menjelang,

Karena kesaktian Sangkuriang yang mampu melaksanakan apa saja, undangan itu disanggupi dan hampir selesai, Dayang Sumbi sangat gelisah, alhasil dia membentangkan kainnya dan bermetamorfosis sinar yang sangat menyilaukan mata.

Karena mengetahui sudah pagi, alhasil Sangkuriang berhenti dan putus asa, tapi dikala mengetahui jikalau sinar itu bukan sinar matahari, Sangkuriang marah sekali dan menendang perahu sehingga perahu itu terbalik, konon ceritanya perahu itu menjadi sebuah gunung yang berjulukan Tangkuban Perahu.

Baca juga cerita rakyat lainnya
- Dongeng Telaga Warna
- Kisah Negeri Seribu Angin












Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Kisah Bawang Merah Dan Bawah Putih

Pada jaman dahulu ada sebuah keluarga yang sangat mencintai sesama anggota keluarga. Keluarga itu memiliki anak perempuan yang berjulukan Bawang Putih. Bawang Putih ialah anak yang sangat rajin, sehari-hari ia membantu ibunya bekerja di rumah, sedangkan sang ayah bekerja di sawah. Keluarga itu sangat menyayangi Bawang Putih.

Hingga pada jadinya sang ibu sakit keras dan jadinya meninggalkan Bawang Putih yang waktu itu masih kecil dan sang ayah pun menikah kembali dengan seorang perempuan. Si ibu tiri Bawang Putih jadinya hamil dan melahirkan anak perempuan yang diberi nama Bawang Merah.

Dongeng Kisah Bawang Merah Dan Bawah Putih 


Bawang Putih dan Bawang Merah kini tumbuh menjadi 2 gadis yang sangat cantik, keduanya tampak hampir sama kecantikannya. Yang membedakan antara keduanya adalah, bawang merah gadis yang selalu bersolek, kerjanya setiap hari hanya menatap beling dan berhias sepanjang hari, berbeda dengan Bawang Putih yang selalu bekerja untuk keperluan keluarganya.

Pada suatu hari Sang Ayah mengalami kecelakaan, kini tinggal Bawang Putih bersama Ibu Tiri dan Bawang Merah yang malas dan jahat. Ibu tiri dan Bawang Merah ingin sekali mengusir Bawang Putih biar mampu menguasai harta peninggalan ayah Bawang Putih. Berbagai cara mereka usahakan biar Bawang Putih mampu pergi dari rumah mereka.

Pada suatu malam, Bawang Putih sedang tertidur pulas, kedua orang jahat itu kemudian belakang layar memindahkan Bawang Putih kedalam sebuah perahu dan menghanyutkan bawang putih ke sungai.

Bawang Putih  hanyut hingga jauh, pada jadinya perahunya tersangkut di sebuah pohon dan seorang nenek bau tanah menolong Bawang Putih dan membawanya ke rumahnya. Nenek bau tanah itu sangat kasihan dengan dongeng Bawang Putih yang diusir dari rumahnya oleh ibu tiri dan saudara tirinya Bawang Merah.

Bawang Putih jadinya boleh tinggal sementara di rumah nenek bau tanah itu, dan Bawang Putih sangat senang sekali. Akhirnya Bawang Putih bekerja menyerupai biasanya, membantu nenek bau tanah itu mengurus ladang labu yang ada di belakang rumah nenek itu.

Hingga pada suatu ketika, sang nenek bertanya kepad Bawang Putih, "Apakah kau tidak rindu dengan saudara dan ibu tirimu, Bawang Putih ?" tanya si nenek. Bawang Putih melongo dan berkata "Ya, saya rindu mereka Nek, walau mereka jahat kepadaku, tapi saya tetap menyayangi mereka" Bawang Putih sedih.

"Baiklah, kau anak yang sangat baik hati, pekerja keras dan tidak malas, besok engkau boleh pulang kerumah mu dan ambillah labu-labu ini untuk buah tangan buat ibu dan saudara tirimu".

Bawang Putih sangat senang, dan ia memilih labu yang berukuran kecil. Sang nenek sangat senang melihat perilaku Bawang Putih yang tidak rakus untuk membawa semua labu yang ada.

Akhirnya singkat dongeng Bawang Putih menemukan rumahnya dan bertemu dengan ibu tiri dan Bawang Merah. Melihat Bawang Putih pulang dan kembali membawa sebuah labu kecil, si Bawang Merah segera merampas labu yang dipegang Bawang Putih .

"Hai beraninya kau pulang kesini, dan membawa labu kecil untuk kami berdua" bentak bawang merah, lalu dibantingnya labu kecil tadi ke lantai, dan betapa terkejutnya bawang merah melihat isi labu tersebut ialah embel-embel emas yang sangat bagus dan cantik.

Niat jahat bawang merah kembali timbul, ia ingin ke rumah nenek bau tanah yang menunjukkan labu kepada Bawang Putih. Setelah hingga di rumah nenek bau tanah itu, Bawang Merah merampas labu besar dari nenek bau tanah itu dan membawa pulang.

Karena takut diketahui banyak orang, Bawang Merah dan ibunya menutup rapat rumahnya dan apa yang terjadi, setelah dibuka ternyata isi labu itu ialah binatang-binatang yang berbisa dan berbahaya, jadinya mereka tewas mengenaskan dimakan binatang tadi.

Hikmah dari dongen kisah Bawang Merah dan Bawang Putih ini, janganlah kita menjadi rakus akan harta kekayaan dunia, alasannya harta tidak akan kita bawa bila kita mati. Bawang Putih mencontohkan perilaku yang sangat baik, jujur dan berhati mulia.

Baca juga dongeng anak yang lainnya:
- Kisah Sepedaku yang Butut
- Kisang Kera Sang Raja
- Cerita Malin Kundang
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Burung Bangau dan Seekor Ketam

Pada zaman dahulu terdapat danau yang sangat indah.air tersebut sangat jernih dan di dalamnya ditumbuhi oleh tanaman teratai yang berbunga sepanjang masa.banyak burung yang tinggal di sana.salah satunya yaitu burung bangau.selain itu didalamnya terdapat ikan dan hewan lainnya.selain ikan,terdapat ketam dan katak yang tinggal di danau.

 Burung bangau suka tinggal di tempat danau alasannya yaitu ikan tersebut sangat jinak dan mudah ditangkap.karena itu,banyak burung bangau yang suka tinggal di tempat hutan.

 Setelah sekian lamanya,burung bangau sudah mulai bau tanah dan tidak besar lengan berkuasa menangkap ikan sehingga ia lapar seharian.kata burung bangau "kalau gua tidak makan seharian nanti gua mampu mati,aku harus dapat ilham supaya gua mampu makan" lalu ia akal-akalan bengong di seberang danau,seekor katak pun melihatnya dan bertanya"kenapa kau bengong sekali bangau?" kata katak. Bangau pun menjawab "Kemarin gua terbang kesana kemari mendengar percakapan insan demam isu kemarau datang lebih cepat dan demam isu hujan datang lebih lambat".



Bangau pun menyambung lagi "Aku takut danau kita ini akan kering dan semua penghuni danau ini akan mati" kata bangau katak pun mengangguk sebagai tanda setuju. Tanpa membuang waktu katak pun melompat ka danau dan membuatkan gosip kemarau ini.

Berita kemarau tersebut menyebar ke seluruh danau begitu cepat.masing masing bertanya kepada bangau riuh rendah. Seekor ikan bertanya ke bangau "Apa akalmu untuk menolong kita semua bangau? lalu kata bangau "Aku ada satu ide,tapi kalian mungkin tidak setuju" lalu kata seekor ikan "Apa akalmu bangau" seperti tidak sabar.

Lalu kata bangau "Tidak jauh dari sini ada danau yang sangat cantik dan dalam, gua yakin danau tersebut tidak akan kering walaupun terjadi kemarau yang panjang" lalu kata seekor ikan "kalau begitu bawa kita semua ke sana" lalu kata bangau "Aku hanya mampu membawa seekor alasannya yaitu gua sudah bau tanah dan gua tidak mampu membawa kalian lebih dari itu".

Setelah itu bangau membawa seekor demi seekor tapi bukan membawa ikan ke danau tersebut malah ia membawanya ke watu besar yang ada di bersahabat danau.lalu bangau memakan ikan tersebut dengan lahap alasannya yaitu ia tidak makan seharian.begitu juga dengan ikan lainnya.bangau melaksanakan berbuatannya berulang ulang hingga giliran ketam.karena ketam memiliki sepit ia berpegangan di leher bangau.

Sesampainya di watu besar kata ketam dalam hati "matilah gua jikalau begini, gua harus dapat cara semoga mampu menghindar dari bangau" ketika bangau mendarat di watu besar dan ketam masih di leher bangau. kata ketam "Dimana danau yang kau ceritakan tadi" bangau pun tertawa terbahak bahak dan berkata "Kali ini sudah saatnya kau menjadi rejeki aku" ketam pun menjepit leher bangau hingga bangau tak mampu bernafas hingga bangau pun mati di situ juga.

Setelah itu ketam pun kembali ke danau,teman-temannya masih setia menunggu gilirannya. Ketam pun menceritakan kejadian yang sebenarnya,semua penghuni danau bersorak bangga alasannya yaitu tidak dimakan oleh bangau yang tamak serta mementingkan diri sendiri.

Hikmah dongeng kali ini yaitu janganlah kita menjadi seorang yang tamak dan serakah serta memperlakukan makhluk lain dengan tidak bijak, balasannya kita sendiri yang akan rugi.

Baca juga dongeng yang lainnya :
- Dongeng Anak Cerita si Kancil Dan Kerbau yang Malas
- Dongeng Kisah Bawang Merah Dan Bawah Putih


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Ayam Kate Yang Kurang Mujur Dan Besar Kepala

Dongeng kali ini ihwal seekor ayam kate (cebol) yang sangat besar kepala, ia mengaku-mengaku kalau dialah yang paling memilki kokok paling rupawan diantara ayam-ayam yang ada di hutan. Padahal ayam hutan jantan-lah yang paling keras kokoknya ketika pagi hari menyingsing. Suatu ketika Ayam kate itu ditangkap oleh para pemburu ayam hutan. Dia sangat duka harus berpisah dengan hutan kawasan ia mampu menonjolkan kokoknya kepada anggota hutan yang lain.

Setelah hingga di sebuah kampung, ayam kate itu ditempatkan di sebuah sangkar yang cukup luas, ia merasa gres dan menemukan ayam-ayam buruan para pemburu itu berkumpul, muncullah rasa sombongnya kembali, ia mempertontonkan kokoknya kepada ayam-ayam yang ada di dalam sangkar tersebut.



Walau tubuhnya kecil dan mungil, si ayam kate tidak gentar terhadap ayam-ayam hutan lainnya yang bertubuh lebih besar darinya dan ia pun mengajak untuk mengadu kokok, siapa yang yang memiliki kokok yang lebih keras di sangkar itu.

  Dongeng burung bangau dan seekor ketam

Para ayam hutan yang lebih besar merasa malas untuk meladeni seruan si ayam kate tersebut, hingga karenanya ia sangat kesal alasannya tidak ada yang mau diajak untuk lomba kokok paling keras. Akhirnya ia bangun di sebuah tonggak kayu besar dan mulai mempertontonkan kokoknya kepada para penghuni sangkar tersebut.

Namun naas bagi si ayam kate, ternyata di ketinggian yang tak terlihat mata, seekor elang lapar telah menunggu saat-saat bagi si ayam kate lengah, dan karenanya si elang tersebut menyambar si ayam kate yang bangun tinggi diatas kayu tersebut, dan eksklusif dibawa terbang entah kemana.

Hikmah cerita kali ini yaitu janganlah kita menjadi sombong semasa kita masih hidup di dunia ini, alasannya dengan kesombongan tidak akan mampu mendatangkan kemujuran dan kebaikan dalam hidup kita, justru malah kesengsaraan dan keburukan akan menghampiri bagi siapa saja yang merasa sombong. Jadilah orang yang baik yang menaburkan kebaikan dan kebajikan di dunia ini.

Dongeng si kancil dan kerbau yang malas
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Dan Ayah Yang Mengharukan - Cerita anak Islami

Cerita Anak Dan Ayah Yang Mengharukan. Ada seorang anak dan seorang ayah yang sehari-hari pekerjaannya memunguti sampah dari pasar yang kemudian di jual ke sebuah lapak yang jaraknya berdekatan dengan lokasi pasar. Suatu pagi sang ayah menyerupai biasanya berdiri lebih dulu pukul 3 pagi untuk bergegas shalat Tahajjud. Sang ayah yaitu seorang muslim yang taat, Walau penghasilannya tidak seberapa, namun sang ayah sangat rajin sekali bederma setiap pagi nya.

Sebelum sang ayah berangkat untuk memunguti sampah atau barang bekas yang bisa dijual kembali ke lapak, Si ayah masih sempat menunjukkan nasi bungkus yang sengaja ia belikan dan diberikan sebagai sedekah kepada kawan-kawan pemulungnya yang lain.

Walau hidup serba kekurangan, namun jiwa kedermawanan si ayah untuk menyedekahkan sebagian kecil dari harta yang mereka miliki, menyebabkan anaknya ingin menjiplak apa yang ayahnya perbuat. Si anak dengan rajin pula membantu orang-orang yang punya toko di pasar untuk membersihkan atau sekedar merapihkan toko mereka sebelum mereka buka toko di pagi hari. Setelah itu si anak pribadi berangkat ke sekolah.

Dari uang yang ia peroleh dari hasil membersihkan toko, atau mengangkut barang, si anak juga rajin menyisihkan uangnya untuk ia tabung demi sekolahnya dan ia sisihkan juga untuk bederma kepada orang-orang yang tidak bisa yang berada sangat erat dengan lingkungannya.

Suatu ketika, si anak dan sang ayah pergi bekerja setelah melakukan ibadah shalat shubuh berjamaah di mesjid, hingga di perjalanan menuju pasar, si anak bertanya kepada sang ayah. "Ayah, apakah Tuhan melihat kita menyedekahkan uang yang kita miliki kepada orang yang tidak mampu?", kemudian si ayah menjawab "Betul nak, Tuhan Maha Melihat dan Maha Mendengar. Tuhan Pasti melihat apa yang Hamba-hambaNya kerjakan di dunia ini. Jika kita berbuat kebaikan maka akan dibalas dengan pahala kebalikan, begitu juga sebaliknya." Ayahnya sangat senang anaknya bertanya demikian.

Lalu si anak kembali bertanya "Lalu kenapa Tuhan tidak menunjukkan pahala kebaikan itu di dunia?, kenapa kita terus menerus miskin ayah?". Si ayah berhenti  melangkah sejenak dan membungkuk, lalu menatap dengan tatapan besar hati kepada si anak. "Nak, percayalah....jika kita berbuat kebaikan di dunia ini, maka Tuhan akan siapkan pahala bagi kita, dan Tuhan Maha Mengetahui apa-apa yang kita kerjakan. Sesungguhnya amalan kita bisa saja dibalas di dunia, atau bisa saja Tuhan siapkan nanti di akhirat. Kaprikornus janganlah kau bersedih nak, teruslah berbuat kebaikan kepada sesama di dunia ini" jawab sang ayah dengan sangat berakal dan bijaksana.



Si anak mendengar penjelasan sang ayah sangat bangga, bahwa ia memiliki seorang ayah yang sangat baik, berbudi luhur dan mengajarkan perihal kebaikan pada dirinya. Kelak jikalau ia dewasa, si anak bercita-cita ingin membahagiakan kedua orang tuanya ini.

Sesampainya di pasar, sang anak berpisah dengan ayahnya. Si anak pergi membantu menjaga toko dan mengangkat barang-barang. Sedangkan si ayah pergi berkeliling pasar untuk memunguti sampah ataupun menjadi kuli angkut pasar.

Hari bergeser menuju terik matahari. Jam pun menunjukkan di jam 12-an. Adzan zuhur berkumandang. Sang ayah yang sedari tadi beristirahat dan sudah bersih-bersih, bergegas menuju Masjid yang ada di erat pasar tersebut.

Sambil berjalan di tepi jalan, tiba-tiba ada sebuah sedan eropah yang oleng jalannya dan berjalan cepat menuju trotoar. "Braaaak...!!, sedan itu menabrak sebuah pohon yang ada di tepi jalan. Orang-orang yang ada di sekitar pasar terkejut dan menghampiri sedan itu dan menolong orang yang berada di kendaraan beroda empat tersebut.

Setelah kendaraan beroda empat di tarik mundur, ternyata ada seorang paruh baya yang tergencet di bawah kendaraan beroda empat tersebut, semua orang yang berkumpul di lokasi tersebut kaget bukan kepalang.

"Ada korban...ada korban..!, teriak salah satu warga. Ternyata korban kendaraan beroda empat sedan itu, bukan saja orang yang ada di dalam kendaraan beroda empat tersebut, Korban tersebut tak lain yaitu ayah pemulung tadi yang sedang berjalan di trotoar menuju mesji untuk shalat.

Dengan segera warga segera membawanya ke rumah sakit. Tak lama ia dirawat dan menerima pertolongan. Alhamdulillah Tuhan masih menolong ayah si anak ini. Namun sang anak yang belum tahu kalau ayahnya tertabrak mobil.

Setelah diberitahukan, iapun bergegas ke rumah sakit bersama ibunya. Di rumah sakit ia sangat terkejut dengan keadaan ayahnya yang luka parah. Ia yakin kalau ayahnya tidak bisa lagi bekerja untuk menafkahi keluarganya lagi.

Ia dan ibunya hanya pasrah, mereka menganggap ini cobaan dari Tuhan dan takdirNya. Seketika itu ayahnya sadar dan ia masih ingat bahwa ia belum menunaikan shalat Zuhur, Kemudian sang ayah meminta izin untuk berdiri supaya bisa shalat.

Sang dokter yang menangani ayah si pemulung ini, sangatlah takjub dan mencicipi mukjizat yang terjadi di depannya. Walau si ayah ditabrak kendaraan beroda empat dengan kecepatan tinggi, namun hanya lecet-lecet saja.

Setelah shalat zuhur, dokter menyarankan supaya si ayah untuk beristirahat di rumah sakit, namun sang ayah menolak, ia bilang ia masih bisa berjalan, walau masih terasa sedikit sakit.

Tak lama kemudian datanglah sepasang orang renta menghampiri si ayah ini. "Assalamu'alaikum, perkenalkan kami orang renta supir yang tadi menabrak bapak, kami sekeluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya, jikalau bapak memerlukan perawatan, biar kami yang tanggung biayanya". Si ayah tersenyum dan menjawab salam "Wa 'alaikum salam warrah matullahi wabarakatuh, Owwh..tidak apa-apa kok pak, saya masih bisa jalan, bagaimana dengan anak bapak?".

Sepasang orang renta tadi terheran-heran mendengar tanggapan si ayah ini. "Alhamdulillah anak kami cuma lecet dan sedikit memar, Tuhan masih menyelamatkan anak kami, pak. Sebenarnya anak kami tadi terburu-buru untuk program sidang skripsinya, semalam ia tidak tidur, mungkin ia ngantuk tadi, kami mohon maaf sekali pak, jikalau bapak tidak berkenan, kami persilahkan untuk menuntut kami".

Kembali sang ayah tersenyum. "Sudahlah pak, saya juga ga apa-apa kok, Syukur Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi saya".

Pasangan orang renta tadi, jadinya membayar biaya perawatan sementara ayah ini. Lalu keluarga si ayah pamit dan pulang meninggalkan rumah sakit.

Keesokan harinya si ayah berdiri hendak melakukan shalat tahajjud, namun ia masih mencicipi pegal dan ngilu di sekujur badannya, mungkin ini efek dari kecelakaan kemarin fikirnya. Setelah ba'da shubuh ia berniat untuk bekerja, namun ia tidak sanggup menggerakkan kakinya, jadinya ia putuskan untuk tinggal di rumah untuk sementara waktu, tak lama si anak berpamitan untuk bekerja dan nanti pribadi pergi ke sekolah.

Pagi semakin panas, jam menunjukkan pukul 8.00, si ayah bergegas mengerjakan shalat dhuha, Setelah shalat dhuha si ayah membaca beberapa ayat Al Quran, saat sedang membaca, tiba-tiba "tok..tok..tok..Assalamualaikum..!" terdengar ketokan dari balik pintu rumahnya yang sangat sederhana itu.

"wa 'alaikum salam.." jawab si ayah. Kemudian si ibu membukakan pintu, ternyata yang datang yaitu pasangan orang renta dari anak yang menabrak si ayah itu kemarin siang. Si ibu mempersilahkan masuk kepada pasangan orang renta itu.

Si ayah keluar dari kamar dengan sarung yang masih melilit dan kopiah yang masih terpakai.

"Maaf pak, kami mengganggu bapak. Maksud kedatangan kami kesini, selain meminta maaf, jua kami ingin mengajak bapak dan ibu, serta anak bapak untuk pergi umroh bersama kami, apa bapak dan ibu bersedia?".

Si ayah dan ibu sangat terkejut, kemudia dua-duanya mengucapkan syukur yang tak henti-hentinya atas seruan sepasang orang renta ini.

Akhirnya si ayah pemulung ini bisa pergi umrah bersama keluarganya dan semua biaya umrah ditanggung oleh sepasang orang renta ini yang ternyata mereka punya perjuangan distributor travel umroh terbesar di kota itu.

Sungguh nasihat cerita anak dan ayah yang mengharukan ini bercerita kepada kita janganlah kita lepas dari harapan yang Tuhan berikan kepada kita, tetap semangat dalam mencari rezeki halal di jalan Allah. Dan jangan lupa buat adik-adik, hormati orang renta serta lebih semangat lagi belajarnya, dan jangan tinggalkan shalat 5 waktu ya.

kisah anak yang lain :
- Kisah bawang merah dan bawang putih
- Cerita Rakyat Sangkuriang


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Kisah Burung Gagak Yang Banyak Alasan


Cerita anak kali ini bercerita perihal seekor burung gagak yang selalu banyak alasan kalau diajak oleh panghuni hutan lainnya untuk gotong royong membersihkan hutan. Beberapa waktu yang lalu hutan mereka daerah tinggal didatangi oleh beberapa sekelompok insan yang datang untuk berkemah dan menginap beberapa malam pada ketika itu, namun sekelompok orang tersebut tidak bertanggung jawab dan meninggalkan sampah yang awut-awutan di dalam hutan daerah mereka menginap dan kemping semalaman di dalam hutan.

Banyak sekali sampah makanan, ada pula api unggun yang tidak dibersihkan serta kotoran-kotoran lainnya yang ditinggalkan begitu saja di dalam hutan. Raja hutan menjadi marah dan menyuruh para penghuni hutan untuk membersihkan sampah yang awut-awutan di bekas daerah kemping yang berada sempurna di tengah hutan tersebut.

Dari seluruh penghuni hutan, hanya burung gagak saja yang tidak mau membersihkan sampah dan kotoran yang berserakan. Namun semua penghuni hutan lainnya sibuk membersihkan dan mengumpulkan sampah dan sisa-sisa makanan, namun lain halnya burung gagak yang terus mengoceh tak keruan.

Dongeng Anak dan Ayah yang Mengharukan

"Percuma kalian kumpulkan sampah-sampah itu, nanti juga akan hilang tertiup angin", kata si Gagak dengan sombongnya kepada penghuni hutan yang sedang membersihkan sampah tersebut. Namun para penghuni hutan tidak menggubris ocehan si gagak, mereka terus membersihkan area tengah hutan dan hingga karenanya bersih ibarat sedia kala.

"Hei gagak, kenapa kau tidak ikut kami membersihkan hutan ini, bukankah hutan ini daerah kita berlindung dan bermain?" tanya si burung merak kepada si gagak. "Apa, saya disuruh ikut membersihkan hutan ini, huh..aku tidak mau!, alasannya saya sangat sibuk sekali" kata si gagak banyak alasan.



Melihat hutan kembali bersih, seluruh anggota hutan kembali ke sarang mereka masing-masing. Namun si gagak yang sombong ternyata tidak puas melihat hutan kembali bersih, hati jahatnya muncul, lalu ia kumpulkan kembali sampah-sampah yang sudah di dibersihkan dan mengotorinya kembali.

namun tanpa sepengatahuan si gagak, ternyata tindakannya diketahui oleh si kancil yang berakal dan eksklusif menghampirinya. "Hey gagak, sedang apa kamu, kok kau mau bersih-bersih atau mau mengotori hutan ini lagi?" tanya si kancil.

Si gagak yang ketahuan, eksklusif balik tubuh dan beralasan kembali. "Eh kancil, maaf cil, sepertinya....sepertinya ada sampah yang ketinggalan tadi", kata si gagak sambil berkata gugup , "Duh tertangkap tangan si Kancil, awas kau Kancil".

Gagak yang merasa aib alasannya tindakannya tertangkap tangan si Kancil eksklusif terbang dan pergi entah kemana alasannya malunya.

Dongeng Ayam Kate yang kurang mujur

Hikmah dongeng kali ini, janganlah menjadi orang yang dengki, alasannya kedengkian akan mendatangkan kesengsaraan bagi kita. Hiduplah berdampingan dan saling tolong menolong sesama kita.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Anak Kisah Raja dan Pemuda Baik Hati

Pada sebuah masa, terdapatlah sebuah kerajaan yang dahulunya dipimpin oleh seorang raja yang sangat bakir dan bijaksana. Namun alasannya demam isu kering yang berkepanjangan karenanya banyak rakyat di kerajaan itu karenanya tidak mampu bertahan hidup dan sang raja pun karenanya menderita sakit yang tidak ada obatnya, sampai pada suatu hari sang raja membuat sebuah sayembara bagi seluruh negeri. Sayembara itu berisikan kalau ada seseorang yang mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik maka ia akan diangkat menjadi raja dan kalau ia perempuan, ia akan menjadi permaisuri.

Berita perihal sayembara yang datang dari kerajaan tadi karenanya terdengar oleh seorang anak muda yang sangat giat bekerja. Ia yakni seorang cowok yang tidak kenal lelah, walaupun demam isu pada waktu itu sangat kering, tapi ia tetap giat bekerja di ladang yang tandus untuk bertahan hidup.



Pemuda itu tidak tahu kenapa ia harus membantu sang raja, biar mampu sembuh dan mampu membantu raja biar keadaan di kerajaan itu mampu lebih baik dari yang sekarang. Ia pun karenanya berangkat menuju ke istana Raja untuk menyembuhkan sang Raja.

Singkat dongeng karenanya si cowok bertemu dengan sang raja dan menyampaikan ramuan abnormal kepada Raja, dan karenanya si Raja mampu sembuh dari penyakit yang diderita sekian lama.

Si Raja karenanya menyampaikan posisi raja untuk si anak muda tadi, tapi anak muda itu menolak, ia datang jauh hanya untuk menolong sang raja, bukan untuk posisi jabatan raja.

Si Raja sangat kagum akan sifat mulia sang Raja, dan karenanya menyampaikan sepeti emas kepada si anak muda untuk dibawa pulang.

"Bawalah emas dalam peti ini, semoga jasamu mampu kami kenang dan emas ini mampu bermanfaat kelak bagi kehidupanmu" kata sang Raja kepada si anak muda.

"Baginda raja, bukan hamba tidak sopan menolak pemberian Raja, tapi ijinkan saya untuk pulang dan tidak mendapatkan sepeserpun dari pertolongan hamba kepada Raja, hamba datang murni hanya untuk menolong raja".

Sang Raja kembali kagum dan besar hati kepada anak muda yang datang menolongnya dan tidak mengharapkan apapun dari bantuannya.

"Baiklah anak muda, saya hormati kegigihanmu menolongku, katakan apa saja yang kau inginkan, saya akan datang dan menolongmu" Janji sang Raja kepada anak muda tersebut.

"Terima kasih yang Mulia" jawab anak muda itu dan karenanya anak muda itu pergi dari istana Raja.

Beberapa waktu kemudian, si anak muda tersebut kembali ke kampung halamannya, dan iapun bekerja menyerupai biasa.

Pada suatu hari, datanglah seorang kakek bau tanah yang mendatangi kediaman si anak muda. Si kakek tampaknya kelelahan setelah berjalan jauh. Si kakek meminta tolong kepada cowok ini untuk menyampaikan minuman kepadanya.

Si cowok yang baik hati memang sangat terpuji, ia tidak hanya menyampaikan minuman kepada si kakek, tapi ia juga menyampaikan makan, pakaian dan kawasan untuk menginap.

Pada keesokan harinya si cowok terbangun dan ia sangat terperanjat sekali, ia berada di sebuah kawasan yang sangat mengagumkan sekali dan ia pun dikelilingi oleh bidadari yang cantik.

Ternyata ia gres sadar bahwa si kakek itu sudah bermetamorfosis seorang peri yang baik hati dan iapun kini tinggal bersama sang peri tersebut di istana yang sangat megah.

dongeng anak bangau yang pemalas
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

ASAL MULA DANAU TOBA

Di Sumatera Utara terdapat danau yang sangat besar dan ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau. Danau itu berjulukan Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya dinamakan Pulau Samosir. Konon danau tersebut berasal dari kutukan dewa.
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia mampu mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini gue mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa dikala setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bundar dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, gue jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu kalau kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar bunyi dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.
“Jangan takut pak, gue juga insan ibarat engkau. Aku sangat berhutang budi padamu dikarenakan telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, gue tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu komitmen yang telah disepakati, ialah mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika komitmen itu dilanggar maka akan terjadi bencana alam dahsyat.
Setelah hingga di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka membuatkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan perjuangan petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu hingga ke pendengaran Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, alasannya istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, ialah selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani semoga bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, gue akan bersabar, walau bagaimanapun ia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. “Syukurlah, kanda berpikiran ibarat itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat peran mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia pribadi pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan!”, umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan jadinya membentuk sebuah danau. Danau itu jadinya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

ASAL MULA SELAT BALI

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.
Meskipun Manik Angkeran seorang perjaka yang gagah dan terpelajar namun ia mempunyai sifat yang kurang baik, ialah suka berjudi. Dia sering kalah sehingga ia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta santunan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba ia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah biar ia mau memberi sedikit hartanya.”
Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, ia duduk bersila. Sambil membunyikan genta ia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan keinginan ia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta santunan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.
Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk hingga ke sana ia harus membaca mantra tetapi ia tidak pernah berguru mengenai doa dan mantra. Jadi, ia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.
Setelah hingga di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, ia berkata, “Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kau harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.”
Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih dikala Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi alasannya kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi bubuk sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.
Mendengar ajal anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera ia mengunjungi Naga Besukih dan memohon biar anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali ibarat sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, ia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi ia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.
“Kamu harus mulai hidup gres tetapi tidak di sini,” katanya. Dalam sekejap mata ia lenyap. Di kawasan ia bangun timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan ia dengan anaknya. Sekarang kawasan itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.
Sumber: www.seasite.niu.edu

KISAH ALADIN DAN LAMPU AJAIB

kisah aladin dan lampu ajaibDahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang berjulukan Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, jikalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya.

Aladin balasannya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang menyerupai gua. Dalam lubang gua itu terdapat tangga hingga ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan gue lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, gue takut turun ke sana", jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. "Ini yaitu cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu", kata si penyihir.

Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah hingga di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. "Cepat berikan lampunya !", seru penyihir. "Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah gue keluar", jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak tabah dan balasannya "Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah.

Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah gue !", ucap Aladin. Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, dikarenakan telah mengagetkan Tuan", saya yaitu peri cincin kata raksasa itu. "Oh, jikalau begitu bawalah gue pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin.

Dalam waktu singkat, Aladin sudah hingga di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan." Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal menyerupai ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami".

Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu. Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini yaitu hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok gue akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku".

Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau mengakibatkan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat besar hati mendengarnya. Lalu mereka berdua melakukan pesta pernikahan. Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke daerah Aladin dan akal-akalan menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu gres !". Sang permaisuri yang melihat lampu abnormal Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik jikalau begitu gue yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar daerah sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur alasannya yaitu kebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir gue akan mengambil kembali lampu abnormal itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin. Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur.

Ternyata lampu abnormal menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu eksklusif membanting penyihir itu hingga tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

KENAPA KUCING SELALU MENGEJAR TIKUS...?

Pada zaman dahulu gotong royong kucing yakni sobat baik tikus,tetapi…
Pada suatu hari,kucing mendengar kerbau berkata:Kaisar Langit akan memilih 12 hewan sebagai shio insan bagi yg ingin ikut silakan mendaftar.
Malam itu juga sang kucing berkata kepada tikus :Kita besok pagi pagi sekali kita akan ikut mendaftar,kalau gua tidak mampu bangkit pagi,maka kau harus membangunkan aku.Tikus berkata:baik.
Esok pagi ketika pendaftaran sudah dibuka,tikus sudah bangkit pagi pagi sekali.Namun dia sengaja tidak membangunkan kucing untuk ikut pergi.Ia pergi mengendap endap dengan tidak membangunkan kucing.Setelah dengan pergi mengendap endap dia hingga di Kerajaan Langit.
Ia menjadi yang paling pagi di daerah itu.
Setelah itu ,datanglah Kerbau,Macan,Kelinci,Naga,Ular,kuda,kambing,mo
nyet,ayam,anjing,dan babi.Merekalah yakni 12 hewan shio insan sekarang ini.
Setelah kucing bangkit dan mendengar informasi itu menjadi marahlah ia.Dan dia menetapkan dimanapun ada tikus gua akan mengejarnya walaupun hingga ke ujung bumi.
Maka semenjak ketika itulah kucing dan tikus selalu
bermusuhan. "^_^"

KISAH SEMUT DAN KEPOMPONG(STORY ANT and PUPAE)

Di suatu hutan yang rindang, hidup banyak sekali binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda topan yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai gres berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya. Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari topan alasannya ia mampu masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak mampu kemana-mana". "Menjadi kepompong memang memalukan!". "Coba lihat aku, mampu pergi ke mana saja ku mau", ejek semut pada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya. Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari jikalau lumpur yang diinjaknya mampu menghisap dirinya semakin dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di kawasan becek menyerupai ini," keluh semut. Semakin lama, si semut semakin karam dalam lumpur. "Tolong! tolong," teriak si semut. "Wah, sepertinya kau sedang kesulitan ya?" Si semut terheran mendengar bunyi itu. Ia memandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang rupawan terbang mendekatinya. "Hai, semut gue yaitu kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang gue sudah menjadi kupu-kupu. Aku mampu pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak mampu berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, gue sadar. Aku mohon maaf dikarenakan telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?" kata si semut pada kupu- kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. "Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?, akhirnya kau jangan mengejek hewan lain lagi ya?" Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak ketika itu, semut dan kepompong menjadi teman karib. HIKMAH :Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling mengejek dan menghina, alasannya siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya daripada yang menghina


                               *english version*


In a lush green forest, wild animals and various life tame. There are rabbits, birds, cats, dragonflies, butterflies and more. On one day, stormy forest very powerful. The wind was blowing hard, hit a tree and leaves. Kraak! sound of branches broken. Many animals can not save himself, except the ants taking refuge in the soil. New storm stopped when morning came. The sun shone warm again. Suddenly emerging from the soil of an ant. The ant sheltered from the storm because he could get into the nest in the ground. While walking, he saw a cocoon of leaves lying on a broken limb. The ant muttered, "Hmm, what's the worst of being cocooned, stuck and can not go anywhere". "Being a cocoon is embarrassing!". "Look at me can go anywhere I want", sneered ant pupae. Ants kept repeating his words for all animals successfully met. A few days later, the ants walking on muddy roads. He did not realize that the mud can suck himself stepped deeper. "Oh, it is difficult to walk on the muddy like this," complained the ants. Over time, the ants getting lost in the mud. "Help! Help," cried the ants. "Well, it seems you are having trouble huh?" The ant was amazed to hear that voice. He looked kesekelilingnya find the source of the sound. He saw a beautiful butterfly flew toward him. "Hi, I'm an ant cocoon that once you scoffed. Now I've become a butterfly. I could go anywhere with my wings. Look, now you can not walk in the mud, right?" "Well, I'm aware of. I apologize for taunting. Would you help me now?" said the ants to butterflies. Finally butterfly help ants stuck in mud suckers. Soon, the ants are free of mud suckers. Once freed, ant to thank the butterflies. "It's okay, it is our duty to help the trouble is not it?, So you do not taunt the other animals again?" Because every creature surely given the advantages and disadvantages of the Creator. Since then, ants and pupae became close friends. WISDOM: fellow creatures of God, do not mock and insult each other, because who knows who insulted better position than insulting.

KANCIL DAN SERULING AJAIB (Deer and flutes MAGICAL)

Si Kancil sedang asyik berjalan di hutan bambu. "Ternyata enak juga jalan-jalan di hutan bambu, sejuk dan begitu damai," kata kancil dalam hati. Keasyikan berjalan membuat ia lupa jalan keluar, lalu ia mencoba jalan pintas dengan menerobos pohon-pohon bambu. Tapi yang terjadi si kancil malah terjepit diantara batang pohon bambu. "Tolong! Tolong!" teriak kancil. Ia meronta-ronta, tapi semakin ia meronta semakin berpengaruh terjepit. Ia hanya berharap mudah- mudahan ada binatang lain yang menolongnya. 


Tak jauh dari hutan bambu, seekor harimau sedang beristirahat sambil mendengarkan kicauan burung. Ia berkhayal mampu bernyanyi menyerupai burung. "Andai saya mampu bernyanyi menyerupai burung, tapi siapa yang mau mengajari saya bernyanyi ya?", tanyanya dalam hati. Semilir angin membuat harimau terkantuk-kantuk. Tak lama setelah ia mendengkur, terdengar bunyi berderit- derit. Suara itu semakin nyaring 
karena terbawa angin. "Suara apa ya itu?" kata harimau 


"Yang pasti bukan bunyi kicauan burung, sepertinya suaranya datang dari arah hutan bambu, lebih baik saya selidiki saja," ujar si harimau. Suara semakin terperinci dikala harimau hingga di hutan bambu. Ia mendapati ternyata seekor kancil sedang terjepit diantara pohon-pohon bambu. "Wah saya beruntung sekali hari ini, tanpa susah payah hidangan lezat sudah tersedia", ujar harimau kepada kancil sambil lidahnya berdecap melihat badan kancil yang gemuk. Kancil sangat ketakutan. "Apa yang harus kulakukan semoga mampu lolos dengan selamat?", pikir si kancil. 
"Harimau yang baik, janganlah kau makan aku, tubuhku yang kecil pasti tak akan 
mengenyangkanmu." "Aku tak perduli, saya sudah lama menunggu kesempatan ini," ujar si harimau. Angin tiba-tiba berhembus lagi, kriet....kriet... "Suara apa itu?", Tanya Harimau penasaran. "Itu bunyi seruling ajaibku," jawab kancil dengan cepat. Otaknya yang terpelajar telah menemukan suatu cara untuk meloloskan diri. "Aku bersedia mengajarimu asalkan engkau tidak memangsaku, bagaimana?" Tanya si kancil. 

Harimau terpengaruhi dengan anjuran si kancil, alasannya yaitu ia memang ingin dapat bernyanyi menyerupai burung. Ia berpikir meniup seruling tidak kalah ahli dengan bernyanyi. Tangan si kancil akal-akalan asyik memainkan seruling seiring dengan hembusan angin. Sementara harimau memperhatikan dengan serius. "Koq lagunya hanya menyerupai itu?", Tanya harimau. "ini gres nada dasar", jawab kancil. 

"Begini caranya, coba kau kemari dan renggangkan dulu batang bambu ini dari tubuhku", kata si kancil. Harimau melaksanakan apa yang dikatakan kancil hingga kesudahannya kancil terbebas dari jepitan pohon bambu. "Nah, sekarang masukkan lehermu dan julurkan lidahmu pada batang bambu ini. Lalu tiuplah pelan-pelan", Kancil membuktikan dengan serius. "Jangan heran ya, bila suaranya kadang kurang merdu, tapi bila lagi tidak ngadat suaranya mengagumkan lho." "Untung ada si harimau, hmm udik sekali dia, mana ada seruling ajaib," kata kancil dalam hati. "Harimau yang telah terjepit di antara batang bambu tidak menyadari bahwa ia telah ditipu si kancil. "Kau mau pergi kemana, Cil?", Tanya harimau. "Aku mau minum dulu, tenggorokanku kering alasannya yaitu kebanyakan meniup seuling," jawab si kancil. "Masa saya harus berguru sendiri?", tanya harimau lagi. "Aku pergi tidak lama, nanti waktu saya kembali, kau harus sudah mampu meniupnya ya, jawab si kancil sambil pergi meninggalkan harimau. 

Setelah si kancil pergi, angin bertiup semilir-semilir dan semakin lama semakin kencang. Batang-batang pohon bambu menjadi saling bergesekan dan berderit-derit. "Hore saya bisa!", 

seru harimau bersemangat. Karena terlalu bersemangat meniup, pengecap harimau menjadi 
terjepit di antara batang bambu. Ia berteriak kesakitan dan segera menarik lidahnya dari jepitan batang bambu. "Wah ternyata saya telah ditipu lagi oleh si kancil, betapa bodohnya saya ini!, pasti bunyi berderit-derit itu bunyi batang bambu yang bergesekan. "Grr, benar- benar keterlaluan, bila ketemu nanti akan ku hajar si kancil", kata harimau. 


Setelah lelah mencari si kancil, kesudahannya harimau beristirahat di bawah pohon. Angin berhembus kembali. Kriet..kriet..kriet membuat batang-batang bambu saling bergesekan dan berderit- derit. Hal ini membuat amarah harimau sedikit reda. Ia jadi mengantuk dan kesudahannya tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi dapat meniup seruling asli. Membuat para binatang menari dan menyanyi. 



                                                         *ENGLISH VERSION*



The Kancil was fun walking in the bamboo forest. "It was also nice walks in the bamboo forest, cool and so peaceful," said the deer in the liver. The fun runs made him forget the way out, and then he tried a shortcut through the bamboo trees. But what happens the deer actually sandwiched between bamboo trees. "Help! Help!" shouted deer. He struggled, but the more he struggled the stronger bind. He just hoped no other animal rescue.


Not far from the bamboo forest, a tiger was resting while listening to the birds chirp. He fancies could sing like a bird. "I wish I could sing like a bird, but who wants to teach me to sing it?", She asked herself. A breeze made the tiger dozing. Shortly after he was snoring, creaking sound. The voice grew louder
because of the wind. "What the hell ya that?" said Tiger


"That is certainly not the sound of birds chirping, his voice seemed to come from the direction of a bamboo forest, I'd better investigate it," said the tiger. Sound clearer when the Tigers reached the bamboo forest. He discovered that a deer was sandwiched between bamboo trees. "Well I was lucky today, effortlessly delicious dishes are available," said the tiger to the deer while deer tongue berdecap see a fat body. Very frightened deer. "What should I do to get away safely?", Thought the deer.
"Tigers are good, do not you eat me, my body would not be small
mengenyangkanmu. "" I do not care, I've been waiting for this opportunity, "said the tiger. winds suddenly blew again, kriet .... kriet ..." What's that noise? ", Tanya Tiger curious." That sounds my magic flute, "said the deer quickly. astute His brain has found a way to escape." I'll teach as long as you do not devour me, how? "asked the deer.

Tiger tempted by the offer of the deer, because he wanted to sing like a bird. He thought no less intense flute with singing. Hand the deer pretend fun to play the flute along with wind gusts. While the tiger looks very seriously. "Bete songs just like that?", Tanya tiger. "These new tones", said deer.

"Here's how, let you come and renggangkan first bamboo rod from me," said the deer. Tiger did what the deer to deer finally freed from bamboo tongs. "Well, now enter the neck and stick your tongue on a bamboo rod. Then blow gently," explained hare seriously. "Do not be surprised, yes, if sometimes less melodious voice, but if it does not crash again a good voice you know." "Thank God for the tiger, hmm stupid he is, where there is a magic flute," the deer in the liver. "Tiger has been sandwiched between bamboo rods did not realize that he had cheated the deer." Do you want to go anywhere, CIL? ", Tanya tiger." I want a drink, my throat dry as most seuling blow, "said the deer." As if I had to learn on their own? "ask the tiger again." I went not long, then when I come back, you should be able to blow it out ya, said the deer as he left the tiger.

After the deer away, the wind blows breezy-breezy and becoming increasingly tighter. Bamboo trunks to rub against each other and squeaking. "Hooray I can!"

tiger cried excitedly. Being too eager to blow, a tiger tongue
sandwiched between bamboo rods. He screamed in pain and immediately pulled his tongue out of tongs bamboo rods. "Well it turns out I had been duped again by the deer, what a fool I was!, Surely it sounds squeaky voice bamboo rubbing." Grr, really outrageous, I'll see you when I'm gonna beat the deer, "said the tiger.


Having tired of looking for the deer, tiger finally resting under a tree. The wind blows again. Kriet .. kriet .. kriet make bamboo sticks rubbing together and squeaked. This makes the anger subsided a little tiger. He became drowsy and fell asleep. In her dream she saw a flute to the original. Make the animals dance and sing.


KERA JADI RAJA (APE TO BE KING)

Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa lama seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan yaitu Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat insan saja gua sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau begitu Badak saja, kau kan amat kuat," kata binatang lain. "Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, gua telah menabrak pohon berkali-kali." "Oh! mungkin Gajah saja yang jadi Raja, tubuh kau kan besar..", ujar binatang-binatang lain. "Aku tidak mampu tubruk dan gerakanku amat lambat," sahut gajah. Binatang-binatang menjadi bingung, mereka belum menemukan raja pengganti. Ketika hendak bubar, tiba-tiba simpanse berteriak, "Manusia saja yang menjadi raja, ia kan yang sudah membunuh Singa". "Tidak mungkin," jawab tupai. "Coba kalian semua perhatikan aku, gua menyerupai dengan insan bukan?, maka akulah yang cocok menjadi raja," ujar kera. Setelah melalui perundingan, penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru. Setelah diangkat menjadi raja, tingkah laku Kera sama sekali tidak menyerupai Raja. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat. Penghuni binatang menjadi kesal, terutama srigala. Srigala berpikir, "bagaimana si simpanse mampu menyamakan dirinya dengan insan ya?, badannya saja yang sama, tetapi otaknya tidak". Srigala mendapat ide. Suatu hari, ia menghadap kera. "Tuanku, saya menemukan makanan yang amat lezat, saya yakin tuanku pasti suka. Saya akan antarkan tuan ke kawasan itu," ujar srigala. Tanpa pikir panjang, kera, si Raja yang gres pergi bersama srigala. Di tengah hutan, teronggok buah-buahan kesukaan kera. Kera yang tamak eksklusif menyergap buah-buahan itu. Ternyata, si simpanse eksklusif terjeblos ke dalam tanah. Makanan yang disergapnya ternyata jebakan yang dibuat manusia. "Tolong! tolong," teriak kera, sambil berjuang keras semoga mampu keluar dari perangkap. "Hahahaha! Tak pernah kubayangkan, seorang raja mampu berlaku bodoh, terjebak dalam perangkap yang dipasang manusia, Raja menyerupai simpanse mana mampu melindungi rakyatnya," ujar srigala dan binatang lainnya. Tak berapa lama setelah binatang-binatang meninggalkan kera, seorang pemburu datang ke kawasan itu. Melihat ada simpanse di dalamnya, ia eksklusif membawa tangkapannya ke rumah. HIKMAH :Perlakukanlah teman-teman kita dengan baik, janganlah sombong dan bermalas-malasan. Jika kita sombong dan memperlakukan teman-teman semena- mena, nantinya kita akan kehilangan mereka 


                                               *ENGLISH VERSION*


The King of the jungle "lion" shot hunter, jungle dwellers nervous. They do not have a king anymore. Soon all the inhabitants of the jungle gathered to elect a new king. The first is nominated Leopard, but Leopard refused. "No, I've seen people running helter skelter," he said. "Then Rhino course, you're very strong, "said the other animals." No-no, see well, I've hit a tree many times. "" Oh! Elephants might be just that so the King, you're a great body .. ", said the other animals." I can not fight and my movements very slow, "said the elephant. The animals become confused, they have not found a replacement king. When about to disperse, ape suddenly shouted, "Humans are a king, he's already killed the lion". "Impossible," said the squirrel. "Let me look at you all, I look like a man instead?, Then I'm the one that fits a king," said the monkey. After going through negotiations, forest-dwelling apes agreed to be the new king. Once anointed king, the behavior is not at all like the monkey king. It works just idly while eating a delicious-delicious. Residents became upset animals, especially wolves. Wolf thought, "how the monkeys can identify themselves with humans huh?, Her body just the same, but the brain is not". Wolves got the idea. One day, he went ape. "My lord, I found the food very tasty, I'm sure my master would love. Lord I will deliver to the place," said the wolf. Without thinking, the apes, the new king went with wolves.   In the middle of the woods, sitting monkey's favorite fruit. Ape greedy directly attacking the fruit. Apparently, the Ape terjeblos directly into the ground. The food turned out to be a trap disergapnya man-made. "Help! Help," shouted the monkeys, as he struggled to get out of the trap. "Hahahaha! Had never imagined, a king can act stupid, get caught in a trap set man, King like monkeys which can protect its people," said the wolf, and other animals. Not long after the animals left the ape, a hunter came to that place. Seeing no monkey in it, she immediately took catchment to the house. WISDOM: Treat our friends well, do not be arrogant and lazy. If we are arrogant and treat your friends arbitrary, later we will lose them

MIA DAN KITTY (MIA AND KITTY)

Mia ialah seorang anak yang baik hati. Ia tinggal bersama orangtuanya di suatu desa. Karena ramah dan baik hati, ia mempunyai banyak sahabat di lingkungan rumah maupun sekolahnya. Mia ialah anak terkecil diantara 4 bersaudara. Setiap harinya, Mia dan kakak-kakaknya selalu diajari kedisiplinan dan kebijaksanaan pekerti oleh orangtuanya. Mia sangat senang dengan binatang. Binatang yang ada di rumahnya, dipeliharanya dengan rajin. Sudah lama Mia ingin memelihara kucing, tetapi Ibunya melarang binatang peliharaan yang dipelihara di dalam rumah alasannya ialah membuat rumah kotor. Suatu hari, Mia sedang pergi menuju sekolahnya. Ia pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Jarak antara rumah dan sekolahnya tidak terlalu jauh hanya 300 meter. Di tengah jalan, ia melihat seekor anak kucing yang masih kecil terjatuh ke dalam selokan. Mia merasa kasihan dengan anak kucing itu. Lalu ia mengangkat anak kucing itu dari selokan dan menaruhnya di daerah yang aman kemudian Mia melanjutkan perjalanannya ke sekolah. Bel tanda masuk berbunyi. Mia dan teman-temannya segera masuk ke kelas. Di sekolahnya, Mia termasuk anak yang cerdas. Ia selalu masuk dalam rangking 3 besar. Ia sering mengadakan kelompok berguru bersama teman-temannya di waktu istirahat maupun setelah pulang dari sekolah. Dalam kelompok berguru itu, mereka membahas pelajaran yang telah mereka dapatkan dan juga membahas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Kriiingg... Bel tanda waktu pulang berbunyi! Mia dan teman-temannya segera bergegas membereskan buku-bukunya dan segera keluar ruangan. Di perjalanan pulang, ketika sedang mengobrol dengan teman-temannya, Mia melihat anak kucing yang tadi pagi dilihatnya dalam selokan. Anak kucing itu mengeong-ngeong sambil terus mengikuti Mia. Mia tidak sadar ia diikuti oleh anak kucing itu. Sesampainya di rumah, ketika akan menutup pintu, Mia terkejut alasannya ialah ada anak kucing mengeong sekeras- kerasnya. Mia gres menyadari jikalau anak kucing yang ditolongnya, mengikutinya hingga rumah. Mia mohon pada Ibunya, semoga ia di izinkan memelihara kucing kecil itu. "Tidak boleh!, nanti hewan itu membuat kotor rumah", ujar Ibu Mia. "Tapi bu, kasihan kucing ini! ia tidak punya daerah tinggal dan tidak punya orangtua", kata Mia. Setelah beberapa saat, karenanya Ibu membolehkan Mia memelihara kucing dengan syarat binatang itu tidak boleh ditelantarkan dan jangan hingga mengotori rumah. Sejak ketika itu, Mia memelihara anak kucing itu. Setiap hari ia memberi minum dan makan anak kucing itu. Lama-lama Mia menjadi sangat sayang dengan anak kucing itu. Mia memberi nama anak kucing itu Kitty. Semenjak dipelihara Mia, Kitty menjadi bersih dan gemuk, bulunya yang berbelang tiga membuatnya tambah lucu. Beberapa bulan kemudian, Si Kitty menjadi besar. Suatu hari, Mia melihat seekor burung kutilang yang tergeletak di halaman rumahnya. Mia mendekati burung kutilang itu dan mengangkatnya. Ternyata burung kutilang itu terluka sayapnya dan tidak mampu terbang. Mia merawat burung itu dengan penuh kasih sayang. Si Kitty merasa cemburu alasannya ialah merasa Mia menjadi lebih sayang pada burung kutilang daripadanya. Padahal Mia tetap menyayangi si Kitty. Karena merasa tidak diperhatikan lagi, setiap Mia tidak ada, si Kitty selalu menakut- nakuti burung kutilang tersebut. Setelah dirawat Mia selama seminggu, burung kutilang itu jadi sembuh. Beberapa hari kemudian, ketika Mia gres pulang dari sekolah, ia melihat pintu sangkar burung kutilangnya terbuka dan ada bercak darah di bawah sangkar burung kutilangnya. Mia berpikir jangan- jangan si Kitty memakan burung Kutilangnya. Ketika melihat si Kitty, Mia jadi lebih curiga alasannya ialah pada verbal si Kitty terdapat bercak darah. Karena saking kesalnya, Mia mengambil sapu dan mengejar si Kitty untuk dipukul. Si Kitty segera berlari masuk ke kolong daerah tidur. Ketika melihat ke kolong Mia sangat terkejut alasannya ialah ada seekor ular yang sudah mati di bawah kolong daerah tidurnya. Akhirnya Mia sadar, si Kitty telah menyelamatkannya dengan menggigit ular tersebut. Mia gres ingat jikalau ia lupa menutup pintu sangkar burungnya. Mia menyesal ketika ingat akan memukul si Kitty. Padahal jikalau tidak ada si Kitty mungkin ular tersebut masih hidup dan mampu mencelakainya. Akhirnya Mia sadar akan kesalahannya dan memeluk si Kitty dengan erat. Sejak kejadian itu, Mia jadi lebih sayang dengan Si Kitty.

                                                                 *ENGLISH VERSION*
Mia is a good child care. He lived with his parents in a village. Due to friendly and good-natured, he had many friends in the home or school environment. Mia is the youngest among four brothers. Every day, Mia and her sisters were always taught discipline and manners by their parents. Mia is very happy with the animals. The animals are in the house, was maintained diligently. Mia has long wanted to keep the cat, but her mother forbids pets that are kept in the house because it makes the house dirty. One day, Mia was going to school. He went to school on foot. The distance between home and school is not too far just 300 meters away. On the way, he saw a young kitten who fell into the ditch. Mia felt sorry for the kitten. Then he lifted the kitten out of the gutter and put it in a safe place and then Mia went on his way to school. Entrance bell rang. Mia and her friends rushed into the classroom. At school, Mia including smart kid. He is always in the rankings big 3. He often conducted the study with her friends at recess or after school. In the study group, they discuss the lessons they have earned, and also discuss the homework given by the teacher. Kriiingg ... Bell rang to go home! Mia and her friends immediately rushed to clean up the books and immediately left the room. On the way home, when you're chatting with her friends, Mia saw the kitten saw this morning in the gutter. Kitten-miaow miaow while continuing to follow Mia. Mia did not realize he was being followed by a kitten. At home, when it will close the door, Mia was surprised because there was a kitten meowing very hard. Mia realized that the kitten was helping, followed her home. Mia beg his mother, that he be allowed the small cats. "Not to be!, Later   animals that make dirty house, "said Mrs. Mia." But ma'am, sorry for this cat! he had no place to live and do not have parents, "said Mia. After a while, she finally let Mia cats on the condition that the animal should not be neglected and should not be littering the house. Since then, Mia maintain kitten. Every day he gives to drink and eat the kitten. Mia long become very affectionate with the kitten. Mia to name the kitten Kitty. Since maintained Mia, Kitty became clean and plump, striped fur makes it added three cute. A few months later, The Kitty be great. One day, Mia saw a robin sitting on his lawn. Mia approached finches and lifted it up. Apparently the robin was injured wings and can not fly. Mia treating the bird with great affection. The Kitty felt jealous because he felt Mia became more fond of finches from him. Though Mia still love the Kitty. Feeling neglected, any Mia does not exist, the Kitty always scare the robin. After being Mia for a week, the robin was so cured. A few days later, when Mia came home from school, he saw his finch aviary door open and there are spots of blood on the bottom of the bird cage his finches. Mia thinks the fear that his finches Kitty eat birds. When looking at the Kitty, Mia became more suspicious as the mouth of the Kitty are splattered with blood. Because so upset, Mia grabbed a broom and chased the Kitty to hit. The Kitty immediately ran in under the bed. When looking into the vault Mia was shocked because there was a snake under the dead under his bed. Mia finally realized, the Kitty has been saved by the snake bite. Mia just remembered that he forgot to close the door of the birdcage. Mia sorry when the recall will hit the Kitty. However, if no snake probably the Kitty was still alive and could harm her. Mia finally realized his mistake and the Kitty hugged him tightly. Since the incident, Mia so much affection with Si Kitty.

HARIMAU DAN KANCIL (TIGER AND DEER)

Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga gue ini, tubuhku berpengaruh berotot dan warna lorengku sangat indah," kata harimau dalam hati. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. Si kancil kesannya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau!" kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! Sambil berpikir, ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbincang-bincang perihal tingkah laku harimau dan mencoba mencari inspirasi bagaimana cara membuat si harimau kapok. Setelah lama terdiam, "Hmm, gue ada ide," kata si kancil tiba- tiba. "Tapi kau harus menolongku," lanjut si kancil. "Begini, kau bilang pada harimau jikalau gue telah menghajarmu dikarenakan telah menggangguku, dan katakan juga pada si harimau bahwa gue akan menghajar siapa saja yang berani menggangguku, termasuk harimau, karena gue sedang menjalankan peran penting," kata kancil pada kelinci. "Tugas penting apa, Cil?" tanya kelinci heran. " Sudah, bilang saja begitu, jikalau si harimau nanti mencariku, antarkan ia ke bawah pohon besar di ujung jalan itu. Aku akan menunggu Harimau disana." "Tapi gue takut Cil, benar nih rencanamu akan berhasil?", kata kelinci. "Percayalah padaku, jikalau gagal jangan sebut gue si kancil yang cerdik". "Iya, iya. Aku percaya, tapi kau jangan sombong, nanti malah kau jadi lebih sombong dari si harimau lagi." Si kelincipun berjalan menemui harimau yang sedang bermalas- malasan. Si kelinci agak gugup menceritakan yang terjadi padanya. Setelah mendengar dongeng kelinci, harimau menjadi geram mendengarnya. "Apa? Kancil mau menghajarku? Grr, berani sekali dia!!, kata harimau. Seperti yang diharapkan, harimau minta diantarkan ke daerah kancil berada. "Itu ia si Kancil!" kata Kelinci sambil menunjuk ke arah sebatang pohon besar di ujung jalan. "Kita hampir sampai, harimau. Aku takut, nanti jangan bilang si kancil jikalau gue yang dongeng padamu, nanti gue dihajar lagi," kata kelinci. Si kelinci pribadi berlari masuk dalam semak- semak. "Hai kancil!!! Kudengar kau mau menghajarku ya?" Tanya harimau sambil marah. "Jangan bicara keras-keras, gue sedang mendapat peran penting". "Tugas penting apa?". Lalu Kancil menunjuk benda besar berbentuk bulat, yang tergantung pada dahan pohon di atasnya. "Aku harus menjaga bende wasiat itu." Bende wasiat apa sih itu?" Tanya harimau heran. "Bende ialah semacam gong yang berukuran kecil, tapi bende ini bukan sembarang bende, jikalau dipukul suaranya merdu sekali, tidak mampu terlukis dengan kata-kata. Harimau jadi penasaran. "Aku boleh tidak memukulnya?, siapa tahu kepalaku yang lagi pusing ini akan hilang setelah mendengar bunyi merdu dari bende itu." "Jangan, jangan," kata Kancil. Harimau terus membujuk si Kancil. Setelah agak lama berdebat, "Baiklah, tapi gue pergi dulu, jangan salahkan gue jikalau terjadi apa-apa ya?", kata si kancil. Setelah Kancil pergi, Harimau segera memanjat pohon dan memukul bende itu. Tapi yang terjadi. Ternyata bende itu ialah sarang lebah! Nguuuung!..nguuuung!..nguuuung!.. sekelompok lebah yang marah keluar dari sarangnya karena merasa diganggu. Lebah-lebah itu mengejar dan menyengat si harimau. "Tolong! Tolong!" teriak harimau kesakitan sambil berlari. Ia terus berlari menuju ke sebuah sungai. Byuur! Harimau pribadi melompat masuk ke dalam sungai. Ia kesannya selamat dari serangan lebah. "Grr, awas kau Kancil!" teriak Harimau menahan marah. "Aku dibohongi lagi. Tapi pusingku kok menjadi hilang ya?". Walaupun tidak mendengar bunyi merdu bende wasiat, harimau tidak terlalu kecewa, karena kepalanya tidak pusing lagi. "Hahaha! Lihatlah Harimau yang gagah itu lari terbirit-birit disengat lebah," kata kancil. "Binatang kecil dan lemah tidak selamanya kalah bukan?". "Aku harap harimau mampu mengambil manfaat dari kejadian ini," kata kelinci penuh harap."


                                                    *ENGLISH VERSION*

Tiger was busy reflecting on the river while washing his face. "Hmm, I'm too manly, muscular and strong body my camouflage color is very beautiful," said the tiger in the liver. Arrogance makes tiger bossy and act arbitrarily in other animals that are smaller and weaker. The deer finally could not stand anymore. "Absolutely outrageous the tiger!" hare said with anger. "She must be taught a lesson! I'll give up! Thoughtfully, deer meet half way with rabbits. They are talking about tiger behavior and trying to find an idea how to make the tiger cured.   After a long silence, "Well, I have an idea," said the deer suddenly arrived. "But you must help me," said the deer. "Well, you said the tiger that I've beat you because it has been bothering me, and tell me also on the tiger that I will beat anyone who dared to disturb me, including the tiger, because I'm carry out an important task, "said the deer to rabbits." Task matter what, Cil "asked the rabbit surprised." Already, just say so, if the tiger was later to find me, Take it down a large tree at the end of that road. I'll wait for Tiger there. "" But I'm afraid CIL, ya right plan will succeed? "Said the rabbit." Believe me, if you fail the deer do not call me a clever '. "Yeah, yeah. I believe, but you do not get cocky, you'll actually be more arrogant than the tiger again. " The rabbit goes to see tigers lounging. The rabbit was a little nervous to tell what happened to him. After hearing the story of rabbits, tigers became furious to hear. "What hare going to hit me? Grr, dare he!!, Said the tiger. As expected, the tiger asked to be delivered to the deer." That's the hare, "said Rabbit, pointing to a large tree at the end of the road. "We're almost there, tiger. I'm afraid, wait do not tell me that the deer story you, I'll be beaten again, "said the rabbit. The rabbit ran into the bush. "Hi deer!!! Heard you want to beat me huh?" Tanya angrily tiger. "Do not talk so loud, I was given the task of importance". "What important task? '. Then the hare round the pointed object, which depends on the branch of a tree on it. "I have to keep bende will." Bende wills what is it? "Tanya tiger surprised." Bende is a kind of a small gong, but this is not just any bende bende, melodious voice that was hit once, can not be painted with words. Tiger finished curious. "I may not hit?, who knows who else dizzy head will go away after hearing the melodious sound of bende it. "" No, no, "said Mouse Deer. Tigers continue to persuade the Kancil. After a long debate," Okay, but I go first, do not blame me if anything happened to you? ", said the deer. After the hare go, Tiger immediately climbed a tree and hit bende it. But it happens. Turns out it's a honeycomb bende! Nguuuung! .. Nguuuung! .. Nguuuung! .. a bunch of angry bees out of the hive because it feels threatened. The bees were chased and stung the Tigers. "Help! Help!" tiger yelled in pain as he ran. He kept running towards the river. Byuur! The tiger immediately jumped into the river. He eventually survived the bee attack. "Grr, watch you hare!" Tiger shouted with anger. "I lied again. my dizziness But why be lost? '. Although not heard the melodious bende wills, tigers are not too upset, because the head is not dizzy anymore. "Hahaha! Look mighty Tiger was scuttled stung by a bee," said the deer. "Small and weak animals are not always lose it?". "I hope Tiger can took advantage of this incident, "said the rabbit hopefully."