Kisah si Badu Anak Rajin

Dongeng anak indonesia kali ini akan menceritakan perihal si badu anak yang pintar. Dikisahkan ada seorang anak yang berjulukan badu, beliau lahir dari keluarga yang tidak mampu. Namun ketidakmampuan orangtuanya tidak membuat badu patah semangat, walau beliau putus sekolah namun ia tetap berguru dan membaca buku yang diberikan dari teman-temannya disela-sela ia menggembala kambing.

Pada suatu hari Badu sedang menjaga kambing-kambingnya di padang rumput yang sangat luas di bersahabat pinggir hutan. Sambil membaca buku, Badu sesekali melihat kambingnya yang sedang memakan rumput.



Kemudian datanglah seorang kakek renta yang menghampiri Badu seraya bertanya, "Cucu, bolehkah kakek menumpang duduk dibawah pohon ini?" tanya sang kakek kepada Badu, "Silahkan saja kek," jawab Badu.

Baca juga dongeng anak lainnya : Kisah si Kancil dan serigala licik

Lalu kakek itu memperhatikan Badu yang sedang asik membaca buku sambil memegangi seruling."Aapakah kau tidak sekolah, nak?" Tanya kakek itu lagi. "Tidak kek, gua hanya berguru dari buku-buku yang dipinjamkan dari teman-temanku", jawab si Badu.
Si kakek sangat terharu dengan usaha si Badu, selain pintar beliau juga mau mencari nafkah untuk membantu orangtuanya yang kesusahan.

Badu kemudian menceritakan bahwa ia mengembalakan domba dan kambing milik orang lain alasannya yaitu ia ingin sukses dan menjadi orang pintar saat ia sampaumur nanti.

Si kakek sangat senang sekali mendengar dongeng si Badu, kemudian beliau bangun sambil berkata. "Nak, kau akan sukses saat engkau menjadi dewasa, ketahuilah dengan berguru yang tekun kau akan menjadi orang pintar". Kemudian si kakek pamit untuk melanjutkan perjalanannya.

Keesokkan harinya, si Badu hendak berangkat untuk memotong rumput untuk makan ternak gembala-nya. Tiba-tiba Ibu Badu berteriak, "Badu...Badu, sini nak". Badu segera menghampiri ibunya. "Ada apa, bu?" tanya si Badu keheranan."Engkau diterima disekolah, nak", kata ibunya sambil mengeluarkan air mata dari sela matanya yang sudah mulai keriput.

"Sekolah?, sekolah dimana bu?" Badu makin heran, "Tadi pagi ada yang mengantarkan surat ini kepada ibu, tapi ibu tidak bisa baca, kata yang mengantarkan surat ini, kau diterima bersekolah".

Lalu mereka bergegas menuju sekolah, disana mereka bertemu dengan kepala sekolah. Alangkah terkejutnya Badu saat kepala sekolah itu yaitu kakek yang ia jumpai di padang rumput kemarin.

Akhirnya Badu senang sekali bisa sekolah, dan ia menjadi anak yang pintar dan sering juara kelas. Nah nasihat Kisah Patung Tunggara yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

- Kisah Penggembala Malang

Dongeng anak indonesia kali ini bercerita perihal seorang penggembala yang menggembalakan ternak domba di sebuah padang rumput yang luas. Namun si penggembala tersebut tidak mengetahui bahwa di erat padang rumput tadi ada segerombolan srigala yang sudah kelaparan.

"Ah, enak sekali menjadi penggembala domba, kalem dan mampu menikmati angin sepoi-sepoi", gumam si gembala sambil meniup seruling bambu yang mengeluarkan suara merdu di iringi tiupan angin sore yang membuat mata menjadi mengantuk.


Mungkin karena terlalu sepi sekali, hasilnya muncul niat iseng dari si penggembala tadi, kemudian ia ingin membuat kejutan bagi warga kampung sekitar padang rumput tadi, tak lama ia pun berteriak, "Tolong..tolong ada srigala....tolong..tolong ada srigala....", sontak para warga kampung berdatangan, ada yang membawa pisau, bambu, golok, parang.

Cerita dongeng anak lainnya :  Bang Napi baik Hatinya

Ternyata kedatangan para warga kampung memang dipicu oleh beberapa kasus ternak mereka yang dimangsa oleh srigala, sehingga mereka sangat geram dengan ulang dan tingkah srigala yang memakan hewan ternak mereka.

"Mana srigala, dimana srigala itu?" tanya warga kepada si penggembala. Si gembala hanya tersenyum kecut melihat kedatangan para warga, "Hmm..anu pak, tidak ada srigala, saya hanya bermimpi tadi". Warga pun memakluminya, karena angin yang sepoi-sepoi mampu membuat orang menjadi mengantuk dan terlena.

Akhirnya mereka pulang kembali masuk kedalam kampung.

"Hehehe....lucu juga yah, mampu mengumpulkan orang banyak dalam waktu sekejab" hati si Penggembala senang, karena ia tadi tidak kesepian lagi.

Pada keesokkan harinya, si Penggembala melaksanakan hal yang sama ibarat kemarin, ia berteriak-teriak meminta tolong jika ada srigala yang datang memakan domba miliknya. Walhasil para warga mulai kesal dan tidak suka dengan kelakuan si Penggembala ini.

Waktu berlalu, keesokan hari kembali si Penggembala melaksanakan hal yang sama, tapi kali ini benar-benar terjadi, dimana ada segerombolan srigala mendatangi padang rumput dimana ia menggembalakan domba-dombanya.

Kontan saja si Penggembala panik, dan pribadi memanjat pohon untuk berteriak meminta dukungan warga kampung. Warga kampung yang mendengar teriakan si Penggembala hanya gusar dan tidak mau datang alasannya ialah itu mampu saja kelakuan si Penggembala yang hanya iseng saja. Walhasil tidak ada warga yang datang dan ternak dombanya habis dimangsa oleh srigala tadi.

Nah, pesan yang tersirat dari dongeng dongeng timun mas dan raksasa jahat yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Pangeran Yang Sombong Dan Pangeran Baik Hati

Pada dongeng anak Indonesia kali ini, kita akan membaca sebuah cerita anak yang bermula dari seorang pangeran yang ganteng yang bakal memimpin sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Pada suatu hari raja memanggil seluruh pegawai istana, raja ingin memberikan sesuatu yang paling penting demi keutuhan kerajaan.

"Wahai para penghuni istana, hari ini saya ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian, sesungguhnya kalian sudah mengetahui bahwa saya kini sudah mulai renta dan ingin sekali menyerahkan kekuasaanku kepada putra-ku, Pangeran Aryakusuma", sontak para penghuni istana merasa tidak senang, karena anak raja berjulukan pangeran Aryakusuma akan menjadi seorang raja yang akan memimpin negeri mereka.


Sebab apa mereka tidak senang jikalau pangeran Aryakusuma kelak menjadi raja?, alasannya pangeran Aryakusuma yakni sosok pangeran yang sombong, tinggi hati dan suka berbuat sesukanya. Banyak penghuni istana yang tidak senang dengannya, begitu juga rakyat yang tidak mau menyapa pangeran karena sering berbuat onar dan kerusakan.

Cerita cerita anak lainnya : Sephia dan Kucing Persia

Raja tidak menyebutkan bahwa selain pangeran Aryakusuma, ada anak raja dari selir raja yang bekerjsama yakni juga calon raja, namanya yakni Wiraprajakusuma. Berbeda dengan Aryakusuma, Wirapraja tampak lebih sopan, anggun dan baik hati, walau ia yakni anak dari selir, namun kepribadiannya seakan-akan sekali dengan ayahanda paduka mulia.

Wirapraja sering membantu penduduk yang sedang kesusahan, mau bergaul dan suka menolong rakyat kecil. Rakyat lebih sering melihat Wirapraja berada di tengah-tengah masyarakat membantu dan menolong semua aktivitas yang ada di seluruh pelosok kerajaan. Sedangkan Aryakusuma sering menghabiskan waktu untuk berjudi, mabuk-mabukan dan sering membuat keonaran.

Akhirnya waktu yang telah ditentukan telah tiba. Sang Raja akan mengumumkan siapa yang akan menjadi penggantinya nanti. Seluruh rakyat dari penjuru kerajaan dikumpulkan di alun-alun untuk mendengarkan pengumuman yang akan sangat berarti pada hari itu.

"Wahai rakyat-ku, saya akan mengumumkan kepada kalian bahwa saya akan mundur dari tampuk kekuasaan-ku dan saya telah menunjuk siapa yang akan menggantikan saya sebagai raja", seluruh rakyat diam membisu, tak tabah ingin tahu siapa yang akan menjadi raja kelak.

"Aku sudah memilih Wiraprajakusuma sebagai pengganti ku".

"Horeee...horee...horee.." rakyat sangat senang mendengarkan pengumuman raja. Kini Wiraprajakusuma telah menjadi seorang raja di kerajaan akhir dari perbuatan dan sikap yang baiknya, sehingga walau ia seorang anak dari selir raja, namun ia berhasil membuat raja memilih ia sebagai penggantinya.

:  penggembala dan serigala

Hikmah dari Kisah Penggembala Malang yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Raja Batu Yang Tamak

Dongeng anak indonesia kali ini bercerita wacana kisah seorang raja yang tamak dengan harta kekayaan. Dikisahkan ada sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Negeri tersebut sangat cantik sekali alamnya, seluruh rakyat hidup dengan sejahtera aman dan sentosa. Pada suatu hari datanglah seorang nenek renta yang masuk kedalam istana sang raja.

"Stop..!!" hardik penjaga kepada si nenek tadi. Spontan si nenek kaget bukan kepalang. "Apa tujuan kau datang dan mau masuk kedalam istana ini, nenek tua?", tanya sang penjaga kepada si nenek tersebut. "Aku ingin ketemu dengan raja", jawab nenek tadi dengan bunyi yang sangat kecil dan terbata-bata. "Tidak boleh, tidak boleh ada satupun rakyat biasa yang mampu masuk dan menemui raja", kata pengawal pintu istana. "Baiklah, sampaikan salamku kepada sang raja, bahwa gue akan kembali lagi". Sang penjaga hanya tertegun heran kalau si nenek akan kembali lagi kedalam istana untuk menemui sang raja.



Hari berganti, dan pada suatu ketika, raja mendadak sakit keras dan seluruh istana berkumpul didalam kamar sang raja. Raja kemudian berkata, "aku akan membuat pengumuman bahwa gue akan menunjukkan seluruh harta kekayaan kerajaan ini, jikalau ada yang mampu menyembuhkan penyakitku". Hari itu juga di pelosok negeri kerajaan itu dibuatlah sayembara, barang siapa yang mampu menyembuhkan penyakit raja, akan menerima seluruh harta kekayaan dari sang raja.

Cerita dongeng anak lainnya : Si Buruk Rupa Penunggu Pintu Kereta

Maka, berdatanglah semua tabib dan paranormal dari seluruh negeri untuk datang menyembuhkan penyakit sang raja. Tidak satupun dari mereka yang mampu menyembuhkan raja. Akhirnya pada suatu dikala datanglah nenek renta yang pernah dilarang masuk istana pada waktu itu untuk menyembuhkan sang raja.

Si nenek tetap dilarang dikala ingin masuk kedalam istana, namun sang raja memperbolehkan nenek tersebut masuk kedalam istana. Si nenek hanya menunjukkan ramuan yang berisi teh herbal kepada sang raja seraya berkata, kau boleh memerintah negeri ini asal kau jangan terlalu serakah akan kekayaan negeri ini.

Sang raja hanya heran dan berkata, "Kau fikir, hanya dengan minum teh ini mampu menyembuhkan penyakitku?", "Tidak" kata si nenek, "lalu obat apa yang kau bawa biar mampu menyembuhkan penyakitku?" tanya sang raja geram. "Sesungguhnya penyakit yang kau derita akhir dari keserakahan dirimu yang terus menumpuk harta kekayaan dan tidak peduli dengan rakyatmu. Jika kau mau instropeksi sejenak saja dan menyesali perbuatanmu, maka penyakitmu akan segera sembuh", saran si nenek.

"Lalu bagaimana jikalau gue tidak mengikuti saranmu?, tanya siraja semakin marah. "Kau akan menjadi batu" jawab si nenek. "Hahaha...ada-ada saja nenek renta ini, pengawal bawa nenek ini kepinggir hutan dan biarkan hewan buas memakannya".

Akhirnya si nenek dibawa kedalam hutan oleh pengawal raja lalu diikat ke sebuah pohon besar. Sang raja masih merasa kesal dengan saran dari nenek renta tadi, diminumnya teh herbal tadi dan keajaiban terjadi, beliau eksklusif sembuh, namun beliau tidak mau mengikuti nasehat dari nenek tua, raja semakin serakah dan semakin jahat kepada rakyatnya.

Akhirnya suatu malam, raja merasa badannya sangat panas sekali dan seketika beliau eksklusif bermetamorfosis batu. Ternyata sang raja telah berkhianat kepada rakyat dan dirinya sendiri dan balasannya kutukan dari nenek renta tadi menjadi kenyataan.

Hikmah Kisah Pangeran Yang Sombong Dan Pangeran Baik Hati yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Pak Pandir yang Lucu

By:

Masih ingat dengan dongeng Pak Pandir yang lucu?, nah kali ini blog dongeng anak indonesia akan bercerita wacana kisah Pak Pandir yang lucu. Adalah seorang Pak Pandir yang hidup dengan sederhana. Walau belum memiliki seorang istri, tak menimbulkan Pak Pandir murung dan bersedih. Setiap harinya ia selalu bergembira dan menjadi sentra perhatian orang dusun sekitarnya tanggapan keluguan yang sering ia lakukan. Walaupun demikian Pak Pandir ialah tipe orang yang sangat jujur.

Pada suatu hari Pak Pandir ingin menghadiri sebuah sayembara, ia nampak bergegas ingin berjalan ke program itu. Sesampainya disana orang sudah banyak berkumpul di pinggir sungai untuk mengikuti sayembara yang diadakan kepala dusun tersebut.

Sang kepala dusun berkata,"Barang siapa yang mampu menyebrangi sungai ini, gua akan nikahkan dengan anak gadisku satu-satunya yang paling rupawan di dusun ini".


Segeralah para pemuda-pemuda dusun itu berkemas-kemas untuk berenang menyeberangi sungai tersebut. Ternyata sungai tersebut ialah sungai yang sangat berbahaya, dikarenakan telah banyak warga yang dimakan oleh buaya penghuni sungai itu.

Satu persatu cowok dusun banyak yang gagal dan tewas dimakan buaya, sehingga pada hasilnya ada seorang laki-laki, tiba-tiba saja masuk kedalam sungai dan terus berenang hingga hasilnya hingga diujung sungai dan hasilnya muncul sebagai pemenang.

Sontak para warga kaget dan bergembira, hasilnya muncul seorang juara yang mampu menaklukkan sungai keramat tadi. Akhirnya kepala dusun menghampiri laki-laki tadi yang masih tersenggal-senggal nafasnya tanggapan berenang dengan cepat menyebrangi sungai yang penuh buaya tersebut.

Bukan main terkejutnya sang kepala dusun bahwa laki-laki tadi yang berhasil menyebrangi sungai bukan lain ialah Pak Pandir. "Hei, ternyata engkau Pandir yang telah berhasil menaklukan sungai ini, oke sekarang apa yang kau pinta dariku?", "Apakah kau ingin menikahi anakku atau kau ingin menggantikan gua sebagai kepala dusun ini. terserah engkau saja, akan gua berikan semua permintaanmun?", kata kepala dusun kepada Pak Pandir yang masih terengah-engah nafasnya.

Bunga Kembang Sepatu Raksasa

"Maaf kepala dusun yang gua hormati, bukan gua menolak semua hadiahmu, tapi ijinkan gua untuk meminta sesuatu", kata Pak Pandir yang masih terbungkuk mengambil nafas panjang. "Baiklah, apa yang kau minta sebagai hadiah sayembara ini, Pak Pandir".

Pak Pandir menjawab,"Aku hanya ingin kau membawakan gua seseorang", "Seseorang?, siapa yang kau maksud, Pandir...apakah kau ingin gua membawakan anak gadisku kemari?", kata kepala dusun.

"Bukan, gua hanya ingin kau bawakan gua seseorang...seseorang yang telah mendorongku sehingga gua terjatuh ke sungai yang penuh dengan buaya lapar ini, walaupun gua orang paling jenaka di dusun ini, gua masih tetap ingin menikmati sisa hidupku dengan tenang", kata Pak Pandir yang eksklusif saja meledakkan tawa warga dusun yang mendengar undangan Pak Pandir tersebut.

Nah pesan tersirat Kisah Raja Batu Yang Tamak yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Si Kupik Kupu-Kupu Kecil

Dongeng anak indonesia kali ini akan bercerita perihal seekor kupu-kupu kecil yang gres saja berubah, dari yang tadinya seekor ulat menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu kecil ini berjulukan Kupik. Kupik yang sebelumnya seekor ulat senang sekali bermain bola bersama teman-temannya di lapangan rumput yang hijau. Kupik si ulat sangat senang bermain bola dari pagi hari hingga petang. Baginya tak ada hari yang dilewatkan tanpa bermain bola bersama teman-temannya.

Sampai pada waktunya si Kupik harus bermetamorfosis seekor kepompong dan pada akibatnya bermetamorfosis seekor kupu-kupu. Teman-teman kupik sangat kehilangan kupik yang sudah beberapa hari tidak bermain bola bersama mereka.

Ternyata si Kupik sering termangu dan termenung di rumah, akhir sekarang ia harus memiliki sepasang sayap di belakang badannya. Ibu si Kupik melihat tingkah si Kupik yang tidak seceria hari biasanya bertanya kepada si Kupik. "Kenapa kau tidak bermain bola bersama temanmu, Kupik?," "Apa yang sedang kau pikirkan ketika ini?" tanya ibu Kupik kepada Kupik yang sedang menatap langit.

"Aku heran bu, kenapa gua menjadi kupu-kupu, kenapa gua tidak menjadi ulat saja selamanya, lihat aku, Bu, kini gua tidak mampu bermain bola lagi bersama teman-temanku, alasannya gua harus terbang kesana kemari tanpa bola", duka sekali hati Kupik yang kini sudah menjadi kupu-kupu.

Mendengar perkataan Kupik, si iBu mencoba membesarkan hati si Kupik. "Kupik, kau harus gembira dengan sayapmu, kini kau mampu terbang kesana kemari dan tidak lagi berjalan dengan badanmu ketika kau masih menjadi ulat, dan pastinya sayapmu pasti akan berkhasiat nanti". Sang ibu menyuruh Kupik bermain bersama teman-temannya kembali.



Kupik eksklusif berdiri dari duduknya, ia eksklusif membusungkan dadanya, ia yakin jika kini ia harus menjadi kupu-kupu yang bermanfaat bagi makhluk lain. Ia lalu pergi menemui teman-temannya yang masih duduk-duduk di pinggir lapangan.

Baca juga dongeng anak : Dongeng sebelum tidur simpanse dan ayam

"Hei teman-teman, kenapa kalian tidak bermain bola?" tanya si Kupik. "Kami tidak ada sahabat yang mampu bermain bola sepintar kau Kupik" keluh salah satu sahabat Kupik. "Baiklah ayo kita main bola lagi, dan kali ini gua akan bermain diatas kalian, alasannya gua tidak mungkin lagi bermain bola di tanah".

Akhirnya mereka bermain bola dengan senang. Sampai pada akibatnya bola yang ditendang oleh sahabat Kupik sangat keras dan tersangkut di sebuah pohon yang tinggi dan tidak ada yang mampu memanjat pohon.

Si Kupik melihat bola tersangkut di pohon yang tinggi eksklusif terbang menuju bola tadi, dengan sedikit perjuangan akibatnya bola tadi berhasil diturunkan oleh si Kupik.

"Hore...hore..bolanya sudah jatuh lagi, mari kita main bola lagi" Sorak sorai sahabat Kupik sangat senang sekali akibatnya mampu bermain bola kembali.

"Hmm...ternyata benar apa yang dikatakan oleh ibuku, bahwa sayap ini pasti akan berkhasiat suatu saat" gumam si Kupik gembira dengan sayap yang ia miliki ketika ini.

Hikmah yang kita ambil dari Kisah Pak pandir Yang Lucu yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa

Dongeng anak indonesia kali ini bermula dair sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Dahulu kala ada seorang raja yang berjulukan raja Diandras, Raja ini sangat berilmu dan bijaksana dalam memimpin kerajaannya. Sampai suatu ketika raja mengalami sakit yang parah, berpuluh-puluh tabib dari negeri seberang didatangkan dari negeri seberang untuk mengobati penyakit sang raja, namun tidak satupun yang berhasil mengobati dan menyembuhkan penyakit sang raja. Akhirnya diadakan sayembara kerajaan yang di umumkan di tengah alun-alun kerajaan.

Sayembara itu berbunyi, barang siapa yang mampu menyembuhkan penyakit raja, akan diberikan hadiah, bila ia (pemenang sayembara) yakni laki-laki maka ia akan diangkat menjadi pangeran sebagai pengganti raja kelak, dan bila ia perempuan maka ia akan dijadikan permaisuri raja.



Setelah itu berdatanglah para tabib dan orang pinta dari segala penjuru negeri, ada yang datang dengan menggunakan perahu melintasi lautan ada pula yang menyebrang sungai, ada pula yang menggunakan kesaktian dengan terbang diatas awan.
Baca juga dongeng  - Kisah Penggembala Malang
Namun semua akseptor sayembara yang datang untuk mengobati sang raja balasannya gagal untuk menyembuhkan raja. Hingga pada suatu hari datanglah seorang perjaka masuk kedalam istana.

Sesampainya dipintu istana, perjaka itu disambut oleh 2 orang penjaga pintu gerbang istana yang berbadan tinggi dan tegap. "Berhenti kisanak, ada tujuan apa engkau hendak memasuki istana raja", tanya penjaga kepada perjaka itu. Dari penampilannya perjaka itu tampak sangat lusuh, bajunya compang-camping dan mukanya kotor serta tubuhnya sangat anyir sekali.

"Aku ingin menemui raja dan ingin menyembuhkan baginda raja", kata perjaka itu sambil membungkuk dan menunjukkan sebuah bungkusan kepada para penjaga. Sontak para penjaga pribadi tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan perjaka itu. "Haahaha..bagaimana mungkin kau mampu menyembuhkan raja, sedangkan kau saja tampak jorok dan menyerupai mirip orang sakit, haha", kata penjaga sambil tertawa memegangi perut mereka.

"Tapi raja kalian sedang sekarat, apakah tidak boleh hamba menyembuhkan baginda raja?", sontak pribadi para penjaga pribadi melotot mendengar perkataan si perjaka tadi. "Hei anak muda, lancang sekali kau berkata raja kami sedang sekarat!", "Oh ya silahkan saja engkau lihat sendiri, bukannya sayembara ini diadakan untuk menyembuhkan raja?".

Mendengar keributan yang terjadi di pintu gerbang, salah satu perdana menteri kerajaan menghampiri, "Ada apa gerangan, wahai pengawal?". Tanya sang menteri kepada penjaga.

"Ini tuanku, ada anak muda yang ingin mengobati sakit baginda raja Diandras, tapi dari penampilannya ia sangat tidak meyakinkan". "Baik, bawa masuk ia kedalam istana", kata sang menteri.

Singkat dongeng si perjaka ini masuk kedalam istana, kemudian ia menunjukkan sebuah kode kesembuhan kepada sang Raja. "Baginda raja, maafkan hamba yang telah lancang masuk kedalam istana raja, tetapi ijinkan hamba memberitahukan bahwa sakit baginda raja hanya mampu diobati oleh bunga kembang sepatu raksasa, dan bunga itu hanya mampu diambil oleh orang yang paling jujur di kerajaan ini".

Sehari setelah perjaka itu datang, keesokan harinya berbondong-bondong rakyat keraajaan itu mendatangi bunga kembang sepatu yang ada di dalam hutan, tak satupun mampu menghampiri bunga tersebut.

Sampai balasannya ada seorang kakek tua, datang dan memetik bunga kembang sepatu tanpa ada halangan yang berarti. Si kakek lalu dibawa dan diboyong oleh pengawal istana dan memberika obat yang berasal dari kembang sepatu untuk diminum oleh sang Raha Diandras.

Dan balasannya rajapun sembuh, dan sikakek tidak meminta satupun hadiah yang ditawarkan oleh sang raja, hanya ada satu usul sang kakek, yaitu ia ingin raja tetap memerintah negeri ini dengan lebih berilmu dan bijaksana lagi. Raja kemudian meneteskan air mata, ia tidak menerka di negeri ini masih ada orang yang nrimo menunjukkan perlindungan tanpa mengharapkan imbalan.

Akhirnya sang kakek diangkat menjadi penasihat raja, dan raja Diandras pun kembali memerintah sebagai raja di negeri yang adil, hening dan sentosa bagi rakyatnya. Hikmah dari Cerita Si Iis anak pandai dan rajin bekerja yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Petani Jagung Yang Beruntung

Petani Jagung Yang Beruntung - Cerita kali ini diawali di sebuah desa yang sangat kering, hiduplah seorang petani jagung yang sangat tabah dalam menjalani hidupnya. Di desa yang sangat kering itu, jarang sekali hujan yang turun disana hingga mampu dihitung berapa kali hujan yang turun dalam setahunnya.

Petani tersebut tinggal disebuah bukit hutan jati yang meranggas daun-daunnya. Desa tersebut hanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga alasannya yaitu banyak penduduk yang sudah berpindah ke desa lain akhir kekeringan yang melanda desa itu.

Pada suatu hari, petani tadi hendak jalan ke kebun jagung yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya. Dalam perjalanan ia menemukan sebuah pohon jati yang nampak miring. ia berhenti sebentar di pohon jati tersebut sambil memperhatikan dengan seksama. Ternyata dibawah pohon jati ada sebuah kendi yang berisi air.


Karena merasa sangat haus, sang petani tadi sangat ingin meminum air yang ada di dalam kendi tersebut. Namun alasannya yaitu sadar bila air itu mungkin ada yang punya, kesudahannya si petani tadi mengurungkan niatnya, kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali.
 Kisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa
Setelah beberapa kilometer berjalan, petani tadi menemukan sebongkah emas yang sangat mengkilat dari kejauhan, tergopoh-gopoh si petani berlari ingin melihat benda apa yang sangat mengkilat tadi, ternyata setelah di dekati, petani tadi sangat terkejut melihat ada sebongkah emas yang sangat besar.

Petani itu sangat tergiur dengan emas tadi, tapi terlintas kembali di benaknya bahwa barang tersebut bukan miliknya, "mungkin saja ada orang yang kehilangan emas ini", ditaruhnya kembali emas tadi, kemudian petani tadi kembali berjalan.

Hingga sebelum hingga di kebun jagung miliknya, petani tadi melihat sebuah ranting yang menghalangi jalan yang dilaluinya, dengan susah payah ia memindahkan ranting yang cukup besar tadi ke pinggir jalan.

Sesampainya di kebun jagung, si petani beristirahat di sebuah pohon yang cukup rindang daunnya. Tanpa disadari ternyata pohon tersebut yaitu pohon yang belum ia lihat sebelumnya. Ia pun terkejut dan bertanya di dalam hati. "Bagaimana mungkin di kawasan yang tandus begini ada sebuah pohon yang sangat rindang?", ia pun mengelilingi pohon tersebut sambil terheran melihat pohon tersebut.

Tiba-tiba terdengar suara, "Wahai petani, kau sangat jujur dan baik hati. Aku sangat menghargai sikapmu yang tabah dan tidak mengambil yang bukan milikmu. Kini engkau boleh menikmati semua yang ada di kebun jagung mu ini". Terkejut sekali petani mendengar bunyi tersebut, ia bertanya-tanya apakah ia dalam mimpi.
 Cerita Pak Pandir yang Lucu
Kemudian ia bergerak ke kebun jagungnya dan mulai mencabuti jagung yang sudah mampu dipanen olehnya. Alangkah terkejut si petani mendapati jagungnya sangat bagus sekali, alasannya yaitu selama ini panen jagungnya sangat mengecewakan, banyak jagung yang kering dan bongkolnya kecil serta banyak yang busuk. Si petani pulang dengan senang dan besar hati menerima hasil panen yang bagus hari ini

Hikmah Dongeng Kancil Petani Dan Buaya yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah si Badu Anak Nakal Dan Pohon Mangga Tua.

Kisah si Badu Anak Nakal Dan Pohon Mangga Tua. Alkisah ada sebuah desa yang dikenal dengan kampung mangga disebuah negeri antah berantah, kenapa desa itu disebut kampung mangga, sudah pasti desa tersebut terkenal dengan hasil buah mangga yang sangat manis dan harum sekali. Tak jarang aneka macam orang dari kampung tetangga yang datang untuk membeli mangga dari kampung mangga yang sangat terkenal manis dan harum itu.

Selain terkenal dengan kampung mangga, ternyata di kampung mangga ada sebuah pohon mangga yang sudah sangat renta sekali. Mangga yang dihasilkan oleh pohon renta itu sangat manis, sehingga pohon renta itu sangat disukai oleh warga kampung mangga bahkan dirawat dengan baik.

Pada suatu hari ada seorang anak yang sangat terkenal badung di desa itu, Badu namanya. Badu terkenal sangat badung di kalangan teman-teman sekolahnya, Badu sering sekali mangkir sekolah dan ketahuan sedang mencuri mangga dari pohon seorang tetangganya.



Suatu hari, setelah bel pulang sekolah, badu mengajak teman-temannya mencuri buah mangga dari pohon mangga renta yang ada di pinggiran desa. Teman-temannya mengetahui kalau pohon yang ditunjuk badu ialah pohon mangga renta yang sangat dirawat oleh warga kampung mangga, namun Badu tidak mengetahuinya.
 Kisah Cinderella dan Sang Pangeran Tampan.
Sangat kesal karena tidak ada sahabat yang menemaninya untuk memetik mangga, balasannya Badu nekat berangkat sendiri ke pohon mangga renta siang itu.

Sesampainya disana Badu melihat betapa mudahnya mangga-mangga manis itu dipetik, karena sangat akrab sekali jaraknya dari tanah. Kemudian badu meloncati pagar yang mengelilingi pohon mangga renta itu.

"Heran aku, pohon mangga setua ini kok tidak ada yang memetiknya?", gumam Badu melihat pohon mangga tua.

Ternyata Badu tidak mengetahui kalau ternyata Pohon mangga itu tidak boleh sembarangan kalau ingin memetiknya. Ada sebuah pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh warga kampung mangga bila ingin memetik mangga dari pohon mangga renta itu, yaitu pohon mangga renta hanya boleh di petik bila meminta ijin kepada kepala susila yang ada di kampung itu. Itulah sebabnya teman-teman Badu tidak ada yang mau menemani Badu memetik mangga dari pohon renta itu.

Memang dasar Badu anak yang nakal, beliau tidak menghiraukan larangan teman-temanya, ia malah nekat memetik beberapa buah mangga dari pohon mangga renta itu.

Beberapa hari kemudian, warga kampung mangga dikejutkan oleh kejadian yang aneh, mereka menemukan pohon mangga yang mereka tanam di depan rumah mereka menjadi kering semua. Spontan mereka kaget dan berkumpul di depan rumah kepala susila kampung itu.

"Ada seseorang yang telah lancang memetik mangga dari pohon mangga renta yang ada di pinggir kampung", nada kepala susila sangat marah sekali. Semua warga kampung saling berpandangan satu sama lain, "siapa ya" mereka bergumam.

Tak ada satupun yang mengaku, hingga balasannya kepala susila berkata, "Hanya ada satu cara untuk mengetahui siapa yang telah mencuri mangga dari pohon mangga renta itu, beliau akan mencicipi sakit perut yang amat sangat 7 hari setelah ia memakan mangga itu, dan hingga balasannya ia tidak mampu ditolong lagi."
 Kisah Kera Sang Raja
Badu yang mendengar kutukan pohon mangga menyerupai tersambar petir di siang hari, sontak beliau pribadi melompat kedepan kerumunan para warga, "Aku...aku..aku yang memetiknya pak.." Teriak Badu sambil terisak-isak menangis. "Tolong jangan hingga kutukan itu terjadi kepada aku", Pinta Badu kepada kepala susila sambil menunduk dan mencium kaki kepala adat.

Akhirnya setelah mengakui kesalahannya, kini si Badu sadar bahwa ia telah melaksanakan hal yang salah. Danj kutukannya berhasil dicabut. Kini Badu menjadi anak yang baik dan tidak mencuri mangga dari pohon tetangganya lagi.

Hikmah dari Dongeng Petani Jagung Yang Beruntung yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Gadis Bisu Penjual Bunga Yang Baik Hati

Gadis Bisu Penjual Bunga Yang Baik Hati - Dongeng anak kali ini bermula dari sebuah kota yang sangat terpencil di suatu kerajaan antah berantah. Kota kecil itu dihuni oleh beberapa kepala keluarga yang sangat menghormati satu sama lainnya. Di sebuah sudut kota, tampak seorang gadis penjual bunga sedang membereskan bunga-bunga jualannya yang kelihatan sangat segar-segar dan mengeluarkan bacin harum di pagi hari.

Banyak orang yang senang lewat toko bunga si gadis itu. Si gadis hanya mampu senyum kepada orang yang lewat tokonya. Terkadang si gadis menunjukkan bunga secara cuma-cuma kepada semua orang di pagi hari.

Ternyata gadis pengunggu toko bunga tersebut yaitu gadis bisu, beliau hanya mampu melayani pelanggan yang datang dengan senyuman dan bahasa arahan yang ia mampu berikan dikala sedang melayani pembeli.
 Cerita Timun Emas dan Raksasa Jahat
Namun dengan demikian tidak ada pembeli yang mengeluh akan tetapi semakin banyak saja orang yang membeli bunga dari toko si gadis tersebut.


Berita wacana toko bunga yang dijaga oleh seorang gadis bisu, kesudahannya hingga ke indera pendengaran pangeran dari kerajaan. Dia berniat untuk berkeliling melihat-lihat isi kota di pagi hari. Sesampai di depan toko bunga, sang pangeran tidak menemui gadis penjual bunga yang mampu tersebut. Pangeran pun segera bergegas menuju rumah si penjual bunga itu.

Ternyata di rumah si gadis bisu pun tidak ada, setelah bertanya kesana kemari kesudahannya sang pangeran mengetahui eksistensi gadis bisu penjual bunga tersebut.

Ternyata si gadis bisu penjual bunga sedang menangis di sebuah pusara renta yang ternyata pusara itu yaitu daerah peristirahatan kedua orang tuanya, oh sangat duka sang pangeran melihat gadis itu, beliau ternyata seorang yatim piatu yang tidak memiliki orang tua.
dongeng kelinci yang sombong
Sang pangeran tahu betapa pedih penderitaan yang dialami oleh si gadis namun ternyata dalam keseharian si gadis tidak memperlihatkan raut duka dalam kegiatannya sehari-hari menjual bunga. Sang Pangeran tertegun dengan kedamaian hati sang gadis.

Betapa banyak orang-orang di negeri ini yang sudah melupakan senyuman dalam menjalani hidup ini. Kebaikan hati dan keteguhan si gadis kesudahannya meluluhkan hati pangeran. Akhirnya sang pangeran melamar putri kemudian dibawanya ke istana.

Hikmah Badu Anak Nakal Dan Pohon Mangga Tua yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Anak Penggembala Dan Serigala

Dongeng anak penggembala dan serigala yaitu dongeng pilihan untuk dongeng anak indonesia kali ini. Dongeng anak penggembala dan serigala bermula dari sebuah desa dimana desa tersebut sangatlah cantik pemandangannya. Yang menjadi ciri khas dari desa ini yaitu bukit yang hijau nan indah. Selalu ada anak penggembala yang menggembalakan ternaknya di bukit-bukit hijau di sekitar desa tersebut. Dari bukit inilah dongeng anak penggembala dan serigala bermula.

Adalah Amir si anak penggembala yang sangat rajin dan tekun bekerja. Setelah pulang sekolah, tak lupa Amir mengerjakan peran sambil menggembalakan ternaknya di padang rumput di bukit pinggiran desa yang sangat hijau dan teduh.


Sambil mengerjakan peran sekolah, Amir kerap melempar pandangannya ke arah ternak yang sedang digembalakannya. Sesekali ia meniup seruling untuk membuang rasa jenuhnya.

Sampai suatu dikala datanglah segerombolan serigala yang ternyata sudah memantau dari kejauhan untuk memangsa ternak domba yang sedang digembalakan si Amir.
 Cerita Pendek Anak - Kisah Anak Tukang Stroom Accu Yang Sukses
Amir pun kaget mendengar bunyi domba yang riuh hiruk pikuk berlari kearahnya. Ternyata Amir melihat ada serigala yang masuk kedalam desa pada sore hari.

Amir pun kaget dan dengan beraninya Amir berlari menghampiri kerumunan serigala yang sudah sangat lapar.

Amir segera menghalau kerumunan serigala yang mencoba menghadangnya, dengan penuh gagah berani amir melembarkan batu-batu yang ada kearah serigala tersebut, dan kesannya serigala-serigala tadi lari tunggang langgang masuk kedalam hutan kembali.

Amir menceritakan kejadian tersebut kepada dongeng anak rajin desa. Dan kesannya seluruh warga desa yang memiliki ternak berkemas-kemas untuk melindungi ternak mereka dari terkaman serigala yang sudah mulai masuk kedalam desa.

Keesokan harinya, menyerupai biasa Amir si anak penggembala, kembali menggembalakan ternaknya di daerah yang sama, kali ini ia tida sendiri, ada beberapa warga desa yang  sudah dipersenjatai untuk memburu serigala jahat yang ingin memangsa ternak milik warga desa.

Melihat aneka macam warga yang datang, akhitnya serigala mengurungkan niat mereka dan kembali masuk kedalam hutan, warga pun bersorak sorai bergembira melihat serigala ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk memangsa ternak warga.
 Cerita Ipan Dan Apin
Akhirnya Amir diberikan kebanggaan oleh kepala desa sebagai anak penggembala yang pemberani, karena berani menghalau para serigala yang ingin memakan ternaknya kemarin.

Hikmah Kisah Gadis Bisu Penjual Bunga Yang Baik Hati yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Anak Penggembala Dan Serigala (Versi 2)

Dongeng anak penggembala dan serigala kali ini berbeda dengan dongeng anak penggembala dan serigala pada versi sebelumnya, nah kali ini dongeng anak indonesia ingin menyajikan kembali versi yang berbeda perihal dongeng anak penggembala dan serigala yang ceritanya sangat berkhasiat sekali untuk kita semua.

Di suatu perbukitan bersahabat dengan sebuah desa yang cantik sekali pemandangannya, ada seorang bocah yang sedang menggembalakan ternak dombanya. Mungkin alasannya sangat sepi, karenanya timbul wangsit nakalnya.

Si anak penggembala kemudian berteriak minta tolong kepada warga desa, "Tolong..tolong ada serigala..ada serigala !", kemudian tak lama kemudian warga desa berduyung-duyung mendatangi si Anak penggembala dan menanyakan dimana serigala itu berada. "Maaf tadi gue hanya bermimpi, tadi gue bermimpi bertemu dengan serigala dan memakan semua domba yang sedang gue gembalakan.

Tak lama kemudian warga kembali masuk kedalam desa dan pulang kedalam rumahnya masing-masing.


"Hehe...wah asik juga yah, berteriak minta tolong dan semua warga desa datang menghampiri aku". Si anak penggembala sangat senang mampu mendatangkan semua warga desa datang menghampirinya, walaupun tidak ada kejadian apa-apa yang terjadi terhadap dirinya dan ternak gembalanya.
Baca juga  Kisah Pangeran Dan Apel Ajaib
Keesokkan harinya, si anak penggembala kembali melaksanakan hal yang sama menyerupai yang ia kerjakan kemarin, ia berteriak-teriak minta tolong kepada warga desa alasannya ada segerombolan serigala yang datang ingin memakan ternak yang sedang ia gembalakan. 

Si anak gembala berkilah kalau beliau cuma bermimpi dalam tidur siangnya.

Namun alasannya tidak ada apa-apa yang terjadi, para warga desa kembali lagi ke rumah mereka masing-masing.

Kepala desa menghampiri si anak penggembala dan memperingatkan kepadanya, bahwa jangan tertidur kalau sedang menggembalakan ternak di padang rumput yang luas, alasannya mampu saja ternak dombanya dimakan oleh serigala tanpa sepengetahuan si anak penggembala.

Hari berlalu, kali ini si anak penggembala tertidur pulas di bawah pohon yang sangat rindang. Karena tertidur pulas, tidak terasa kalau kawanan serigala sudah mengintai ternak gembalanya dari kejauhan.

Dan tanpa kesulitan mereka masuk kedalam kerumunan ternak gembala dan memangsa domba-domba yang sedang memakan rumput.

Si Anak gembala terbangun dan melihat hewan ternaknya sudah banyak yang mati dimakan oleh serigala, tinggal beberapa saja yang masih dikejar-kejar oleh serigala.

"Tolongg...tolongg...ada serigala memakan dombaku..!!, Tolongg!", si anak penggembala berteriak sekeras-kerasnya berharap warga desa datang dan menghalau para serigala tersebut.
iis Anak yang cendekia dan rajin bekerja menjadi orang sukses
Namun malang nasib si anak penggembala, merasa dipermainkan olehnya para warga desa tidak ada yang datang menolong si anak penggembala yang ternaknya sudah banyak yang dimakan oleh serigala.

Akhirnya ternak si anak penggembala habis di santap oleh gerombolan serigala tersebut.

Hikmah Dongeng Anak Penggembala Dan Serigala Versi 1 yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Anak | Kisah Tikus Dan Buaya

Kisah Tikus Dan Buaya - Dongeng anak kali ini bercerita wacana seekor buaya yang sangat sombong, alasannya ia merasa paling kuat, paling besar serta paling ganas bila sedang berada akrab sungai. Semua musuh-musuhnya sangat takut bila berada di akrab sungai.

Di kisahkan juga seekor tikus yang sedang mencari makan di akrab sungai. Karena tikus mengandalkan mulutnya untuk mencari makan, sampai-sampai ia tidak tahu kalau berada akrab buaya yang sedang beristirahat di pinggir sungai.

"Hei...berani sekali engkau mendekati gue yang sedang tidur siang!", bentak sang Buaya kepada si Tikus. Si Tikus sangat kaget sekali dikala bertabrakan dengan moncong buaya yang sangat menyeramkan itu.

Baca juga dongeng anak : Kupu kupu dan elang sombong

"Oh...mohon maaf tuan Buaya, gue tidak tahu kalau gue menabrak dirimu yang sedang istrirahat", si Tikus sangat takut dan tubuhnya menggigil alasannya saking takutnya.


"Apakah kau tidak tahu, kalau gue ialah makhluk yang paling menyeramkan disini? ha..!, kembali sang Buaya menakuti si tikus. "Maafkan hamba tuan Buaya, Hamba akan pergi dari sini, jangan kau makan diri hamba yang sangat kecil ini", pinta si Tikus kepada Buaya.

"Hahahahaahahaha.....", sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus. "Memakanmu...?, mana mampu gue memakanmu?, badan mu sangat kecil dan tidak mampu membuatku kenyang.

Ketahuilah gue ialah makhluk yang paling ganas dan tidak butuh pertolongan siapapun, alasannya gue makhluk yang paling besar dan mempunyai gigi-gigi yang tajam, makananku semuanya besar-besar dan sekali gigit pribadi kutelan hidup-hidup, mengerti kau tikus?". Kali ini buaya mempertegas eksistensi posisinya dihadapan si Tikus.

"Baiklah gue akan pergi, tapi sebelum pergi perkenankan gue untuk menolongmu dan melayanimu wahai tuan Buaya" pinta si Tikus kepada sang Buaya.

Kembali sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus yang ingin melayani sang Buaya akhir perbuatannya. "Hahaha...tikus kau mampu apa?, mencari makan saja kau tidak becus, sudah sana pergi, gue tidak butuh bantuanmu, cepat pergi sebelum gue berubah pikiran dan memakanmu..!"

Si Tikus kemudian lari terbirit-birit meninggalkan buaya yang mulai marah kepadanya. Setelah berlari jauh si tikus kemudian merasa lelah dan mencoba beristirahat akrab sebuah pohon. Tak lama kemudian ia mendengar bunyi menyerupai meminta pertolongan dari arah sungai.

Ia mencoba mendekati bunyi itu, ternyata si Buaya sedang terperangkap oleh jala yang dipasang oleh pemburu, si Tikus pribadi menolong buaya dengan menggerogoti jala itu dan hasilnya si Buaya pun terlepas dari perangkap jala tadi.

Sang Buaya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada si Tikus, walau tubuhnya kecil, ternyata si Tikus mampu menolong sang Buaya keluar dari jala perangkap pemburu yang ingin menangkapnya.

Cerita anak paling seru : Dongeng kancil dan serigala licik

"Terima kasih ya Tikus, kau sangat berjasa sekali menolong gue keluar dari jala si pemburu itu, entah bagaimana kalau tidak ada kamu, gue mungkin sekarang sudah dibawa oleh pemburu-pemburu itu", sang Buaya hasilnya berterima kasih kepada si Tikus yang telah membantunya meloloskan diri dari perangkap pemburu.

Hikmah yang mampu diambil dari Cerita Malin Kundang si Anak Durhaka yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Penyihir Yang Kejam dan Tongkat Ajaib Pemuda Miskin

Kisah Penyihir Yang Kejam dan Tongkat Ajaib Pemuda Miskin - Kumpulan kisah dongeng dongeng anak kali ini bercerita wacana penyihir yang kejam dan tongkat asing perjaka miskin. Dikisahkan ada seorang penyihir yang sangat kejam. Hidupnya seorang diri didalam sebuah hutan. Setiap hari kerjanya hanya meracik ramuan biar sihirnya bertambah sakti.

Agar ramuannya bertambah sakti, semua jenis tanaman hingga tumbuhan aneh dimasukkan kedalam kuali yang sangat besar. Sebentar-sebentar diaduknya kuali lalu dicicipinya kemudian ia menunjukkan mantera biar mampu dipakai untuk niat jahatnya.

Setiap malam penyihir itu keluar rumah dengan sapu terbang ajaibnya. Ia mencari tanaman aneh untuk ia pakai pada ramuannya.


Diseberang gunung dari daerah penyihir tinggallah seorang perjaka miskin yang rajin yang tinggal sendiri di sebuah rumah kecil dan sederhana.

Baca juga dongeng anak Cinderella dan sang pangeran tampan

Ia sangat rajin bekerja, mulai dari jam 4 pagi, ia sudah berangkat untuk mengerjakan ladang milik orang di bukit seberang.

Diperjalan ia menemukan sebuah tongkat yang tergeletak di pinggiran jalan bebatuan. Kemudian diambilnya tongkat itu. Dan dibawanya ke ladang daerah ia bekerja.

Sampai di ladang ia segera bekerja, dan setelah siang hari ia berhenti untuk isitrahat. Anehnya gres saja ia ingin memulai kerja kembali, biji-biji palawija yang ia tanam tadi pagi, eksklusif tumbuh dan menghasilkan berbagai hasil panen hari itu juga.

Ia terheran-heran dengan kejadian tersebut, ternyata tongkat yang ia temukanlah yang mengakibatkan keganjilan itu terjadi.

Lalu dibawa pulanglah tongkat tersebut, lalu ia mencoba keajaiban tongkat tadi. Dipukuli-pukulkan ke sebuah batu, seketika kerikil menjadi emas. Si perjaka menyerupai terkena petir di siang hari bolong. Ia sangat terkejut sekali.

Sementara di rumah si penyihir. " Hah ...kemana tongkat ajaibku?..seseorang telah mengambilnya, bedebah...", si penyihir sangat geram sekali tongkat nya hilang, padahal tonggkat itu ingin ia gunakan untuk mencelakai raja negeri itu.

Dengan memendam amarah, si penyihir pergi mencari tongkatnya, setiap orang yang dijumpainya ia tanya, namun orang-orang yang tidak mampu menjawab ia lukai dengan kejam.

Akhirnya sampailah ia ke rumah perjaka miskin tadi. Ketika hingga ia eksklusif turun dari sapu sakti-nya. Di depan rumah si perjaka sedang membagi-bagikan emas kepada para penduduk. Melihat si penyihir datang, sontak semua orang eksklusif berhamburan pontang ponting menyelamatkan diri.

Tinggalah si perjaka miskin berhadapan dengan si penyihir. "Hai anak muda, cepat kau berikan tongkat sakti milikku" hardik si penyihir. " Apa? Milikmu?, apa saya tidak salah dengar?" Si perjaka meledek.

Baca juga dongeng anak si kancil dan serigala licik


"Silahkan kau ambil tongkat ini", perjaka meletakkan tongkat itu di tanah. Si penyihir eksklusif mengambil tongkat tersebut, namun apa yang terjadi. Tongkat asing menolak diambil oleh si penyihir. Seketika si penyihir menjelma batu.

Hikmah Cerita Dongeng Kelinci Yang Sombong yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita kisah anak - Ugi Si Anak Nakal

Cerita dongeng anak Ugi Si Anak Nakal - Dongeng anak indonesia kali ini wacana kisah seorang anak kecil yang berjulukan Ugi. Ugi ialah anak tunggal dari sebuah keluar yang tinggal di tepi hutan. Pekerjaan ayah Ugi ialah seorang petani yang berkebun di pinggiran hutan. Suatu ahad Ugi disuruh ibunya untuk membawa makanan untuk santap siang ayahnya di ladang. Memang dasar Ugi anak malas, bukannya mengantarkan makanan, tetapi malah menangkap kupu-kupu di perjalanan menuju ladang.

"Ah..kupu-kupu yang cantik, gua ingin menangkapnya" teriak Ugi saat melintas taman bunga di perjalananya. Akhirnya Ugi meletakkan makanan dan eksklusif mengejar kupu-kupu tersebut.


Tidak terasa, pengejaran Ugi untuk menerima kupu-kupu kesannya membawa Ugi hingga masuk kedalam hutan. Dan kesannya ia merasa bahwa dirinya sudah jauh dari rumah dan kini ia tersesat dan tidak tahu kemana ia akan berjalan.

Baca juga kisah anak cerita si kancil dan si monyet

Sejenak ia merenung, ia menyesal kalau ia telah teledor dan tidak mengindahkan perintah ibunya untuk mengantarkan makanan untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang.

Didalam hutan, Ugi bertemu dengan simpanse dan harimau. Ugi sangat takut sekali, si simpanse dan harimau berlomba mencarikan makanan bagi Ugi. Ternyata binatang di hutan tersebut ialah hewan yang telah kabur dari sirkus. Akhirnya mereka berteman dan Ugi menjadi lupa dengan rumahnya.

Pada suatu malam, datanglah segerombolan orang dengan membawa senjata masuk kedalam hutan. "Wah gawat, mereka ialah orang-orang dari sirkus yang mencari aku", kata harimau dengan gemetar. "Iya Ugi, tolonglah kami, mereka mencari kami semoga mampu bermain lagi di sirkus", bisik si monyet.

"Jangan takut teman-teman, gua akan membantu kalian" kata Ugi sambil menenangkan teman-teman hewan di hutan tersebut. Ugi mengatur taktik semoga nanti malam para pemburu menginggalkan hutan.

Ugi dan kawan-kawan mulai mendatangi tenda para pemburu, pertama mereka melempari dengan watu kecil, sehingga para pemburu merasa ketakutan. Dibantu oleh bunyi burung hantu yang sangat menyeramkan, membuat bulu kuduk para pemburu berdiri. Suasana makin angker saat Ugi bangkit diatas pohon sambil melototkan matanya.

Akhirnya para pemburu tidak tahan lagi, mereka lari pontang panting meninggalkan hutan, dan semua senang serta berterima kasih kepada Ugi berkat pandangan gres cemerlang-nya. Ugi merasa senang tetapi beliau merasa rindu dengan ibu ayahnya, tidak terasa sudah seminggu ia berada di dalam hutan.

Semua binatang penghuni hutan merasa duka kalau Ugi ingin pulang kembali kerumahnya, "Jika itu keinginanmun, kami tidak mampu menahanmu disini, kami mampu antar kau pulang", harimau berkata sambil berkaca-kaca. Mereka-pun mengantarkan Ugi keluar dari hutan.

"Wah..benar....benar..ini ialah jalan dimana gua mulai tersesat.", "Itu...itu..bekal yang tertinggal seminggu yang lalu, wah terima kasih teman-teman". Ugi sangat senang sekali. Namun para binatang penghuni hutan semuanya sedih. "Baiklah Ugi, kiranya gua hingga disini saja mengantarkanmu, alasannya ialah kalau gua terlalu jauh nanti gua ditangkap oleh orang sirkus lagi..." duka sang harimau.

"Jangan takut teman-teman, alasannya ialah gua pasti akan kembali kedalam hutan dan bermain dengan kalian" kata Ugi menenangkan teman-temannya. Merekapun berpisah dan binatang-binatang tadi masuk kembali kedalam hutan.

Baca juga kisah anak si kancil dan serigala licik

Ibu Ugi sangat bangga melihat Ugi pulang. Ugi menceritakan semua pengalamannya dan berjanji tidak akan bandel lagi serta berjanji menjadi anak yang baik. Hikmah Dongeng Anak Kisah kura-kura dan simpanse licik yang pasti seru dan menyenangkan. yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Kakek Tua Yang Baik Hati

Cerita Kakek Tua Yang Baik Hati - Blog dongeng anak indonesia kali akan bercerita wacana seorang kakek bau tanah yang baik hatinya. Dikisahkan dalam dongeng anak ini tinggalah seorang kakek bau tanah sendiri di sebuah rumah bau tanah yang berada di lereng sebuah gunung. Kakek ini tidak memiliki anak maupun cucu. Hidupnya sehari-hari hanya menggantungkan kepada kebun yang ada di sebelah rumahnya. Ternyata sang kakek yakni seorang petani bunga.

Dari hasil berkebun bunga tersebut, sang kakek hanya bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Dengan penuh semangat yang tersisa dalam kehidupannya kakek tersebut bisa turun naik bukit untuk mengambil sisa-sisa ranting pohon untuk dijadikan kayu bakar.


Pada suatu hari sang kakek jatuh sakit, alasannya yakni tidak ada seorangpun yang menolong kakek, kesannya si kakek jalan sendiri menuruni bukit untuk mencari seorang tabib yang bisa menyembuhkan penyakitnya.

Baca juga dongeng anak Kisah si Ravi Yang Sabar

Ditengah jalan, si kakek berpapasan dengan seorang petani yang sedang duduk di pinggir jalan. Petani tersebut ternyata sedang memegangi perut sambil merintih kesakitan.

Si kakek tidak kuasa melihat si petani yang sedang merintih di pinggir jalan. "Kenapa kisanak?, apa yang sedang kau lakukan?" tanya si kakek kepada si petani. "Aduh....perutku sakit sekali, sudah 2 hari gue belum makan, akhir tanamanku tidak ada yang bisa menghasilkan" jawab si petani pada si kakek.

"Ambillah makanan yang gue bawa ini" kata si kakek sambil menyodorkan bungkusan makanan yang ia bawa untuk di perjalanan menuju tabib di kampung seberang. "Terima kasih, kek....kau sungguh baik sekali dan berhati mulia".

"Sudahlah, cepat makan makanan itu supaya perutmu tidak sakit lagi" jawab si kakek menyuruh petani untuk memamakan makanan yang ia berikan.

"Terima kasih, kek" jawab petani, "Mohon pesanku, ambillah cangkul ini sebagai rasa terima kasihku, tolong jangan kau tolak pemberianku" sang petani memohon kepada si kakek.

"Baiklah, bila itu maumu, gue bawa cangkul milikmu" kata si kakek, lalu kakek itu pamit kepada petani yang sudah memakan bungkusan makanan milik kakek tersebut.

Cangkul tersebut di bungkus dengan kain oleh si kakek, kemudian ia melanjutkan perjalanan ke dusun seberang menemui tabib yang bisa mengobati sakitnya.

Namun di perjalanan si kakek merasa beban cangkul yang ia bungkus dan dibawanya menjadi sangat berat sekali. Ia penasaran kenapa cangkul yang ia bawa menjadi berat. Kemudian ia mencari daerah berteduh dan mulai membuka bungkusan cangkul tersebut.

"Hah...emas.!,..cangkul emas.??, kenapa cangkul ini bermetamorfosis sebongkah emas?" si kakek terbelalak melihat cangkul yang ia bawa menjadi sebongkah emas yang sangat besar. Si kakekpun mengetahui bahwa petani yang ia tolong pasti bukan sembarang petani.

Kemudian si kakek segera membawa emas itu dan membagikannya kepada masyarakat yang ada di dusun terdekat. Orang-orang menjadi sangat senang atas tunjangan emas sang kakek, dan kesannya si Kakek di tolong oleh tabib dan tak lama kemudian si kakek pun sembuh dan menjadi kepala desa di dusunnya.

: kisah penggembala malang

Hikmah dari Cerita dongeng anak - Ugi Si Anak Nakal yang pasti seru dan menyenangkan. yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita anak kali ini bercerita perihal Ravi yang masuk sekolah dasar akrab dengan rumahnya. Sebelum pendaftaran masuk sekolah tersebut, orang bau tanah Ravi sangat ingin Ravi masuk di dingklik sekolah dasar negeri akrab dengan rumahnya, namun apa daya alasannya yaitu orang bau tanah si Ravi tidak bisa untuk membiayainya, mereka mengurungkan niat untuk menyekolahkan Ravi. Namun tak disangka pemberian dari saudaranya yang baik hati, akibatnya si Ravi bisa sekolah. Bagaimana dongeng lengkapnya, mari kita ikuti cerita anak perihal si Ravi Senang Sekolah Baru.

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Pada awal cerita, Ravi yaitu anak yang sangat rajin, walau dia belum begitu besar umurnya, namun dia sangat senang membantu orangtuanya bekerja di rumah. Ravi bercita-cita ingin menjadi seorang Arsitek kelak waktu dia remaja nanti, dia sering mencore-coret kertas bekas dengan pinsil yang dia pinjam dari ayahnya.

Ayahnya senang melihat Ravi sering mencoret-coret dan menggambar sesuatu yang sangat indah untuk seusianya. Ravi sangat terpelajar menggambar rumah, pemandangan, mobil, binatang, bahkan dia juga suka melukis wajah ayahnya dengan sangat detail.

Suatu saat, datanglah paman Ravi yang bekerja di kota sebagai seorang pemeriksa gambar bangunan. Paman Ravi datang bersilaturahmi ke rumah orang bau tanah Ravi dalam rangka Hari Raya idul fitri.

Betapa terkejutnya paman Ravi, ketika melihat Ravi senang sekali menggambar dan melukis dengan cekatan dari tangan kecilnya.

Paman Ravi berpesan kepada orang bau tanah Ravi, semoga Ravi disekolah setinggi-tingginya semoga menjadi seorang arsitektur. Mendengar paman Ravi berkata demikian, orang bau tanah Ravi hanya menundukkan kepala dan berkata, "Bagaimana kami mau menyekolahkan Ravi, kami tidak memiliki cukup uang untuk memasukkan  Ravi ke sekolah dasar tahun ini".

Mendengar perkataan orang bau tanah Ravi, akibatnya sang paman sanggup menyekolahkan Ravi hingga dia lulus di akademi tinggi.

Ravi sangat senang alasannya yaitu besok dia bisa bersekolah, alasannya yaitu memang sudah harus masuk sekolah alasannya yaitu umurnya sudah mencukupi, dan tak kalah senangnya juga orang bau tanah Ravi yang melihat anak mereka bisa masuk sekolah dasar.

Singkat cerita, Ravi sudah remaja dan memiliki gelar Insinyur Arsitek dan memiliki pekerjaan yang membuat orang tuanya bangga, Ravi juga sekaligus bisa memberangkatkan Haji kedua orang tuanya ke Baitullah. Sungguh Ravi anak yang rajin dan soleh, dia juga tidak lupa akan jasa sang pamannya yang menyekolahkan dia hingga akademi tinggi.

Hikmah Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru kali ini adalah, kita harus berjuang keras demi harapan yang kita inginkan semenjak kita kecil, hingga waktunya kita bisa mewujudkan harapan kita kelak kita remaja nanti. Dan jangan patah semangat, teruslah berguru dengan tekun serta jangan malas bangkit pagi.

Ikuti juga dongeng anak berikut ini yang tak kalah menariknya :
- Cerita anak Si Vilda yang ikut puasa
- Cerita anak si kancil dan buaya
- Cerita anak singkat si Belalang yang pikun
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Kisah Burung Gagak Yang Banyak Alasan


Cerita anak kali ini bercerita perihal seekor burung gagak yang selalu banyak alasan kalau diajak oleh panghuni hutan lainnya untuk gotong royong membersihkan hutan. Beberapa waktu yang lalu hutan mereka daerah tinggal didatangi oleh beberapa sekelompok insan yang datang untuk berkemah dan menginap beberapa malam pada ketika itu, namun sekelompok orang tersebut tidak bertanggung jawab dan meninggalkan sampah yang awut-awutan di dalam hutan daerah mereka menginap dan kemping semalaman di dalam hutan.

Banyak sekali sampah makanan, ada pula api unggun yang tidak dibersihkan serta kotoran-kotoran lainnya yang ditinggalkan begitu saja di dalam hutan. Raja hutan menjadi marah dan menyuruh para penghuni hutan untuk membersihkan sampah yang awut-awutan di bekas daerah kemping yang berada sempurna di tengah hutan tersebut.

Dari seluruh penghuni hutan, hanya burung gagak saja yang tidak mau membersihkan sampah dan kotoran yang berserakan. Namun semua penghuni hutan lainnya sibuk membersihkan dan mengumpulkan sampah dan sisa-sisa makanan, namun lain halnya burung gagak yang terus mengoceh tak keruan.

Dongeng Anak dan Ayah yang Mengharukan

"Percuma kalian kumpulkan sampah-sampah itu, nanti juga akan hilang tertiup angin", kata si Gagak dengan sombongnya kepada penghuni hutan yang sedang membersihkan sampah tersebut. Namun para penghuni hutan tidak menggubris ocehan si gagak, mereka terus membersihkan area tengah hutan dan hingga karenanya bersih ibarat sedia kala.

"Hei gagak, kenapa kau tidak ikut kami membersihkan hutan ini, bukankah hutan ini daerah kita berlindung dan bermain?" tanya si burung merak kepada si gagak. "Apa, saya disuruh ikut membersihkan hutan ini, huh..aku tidak mau!, alasannya saya sangat sibuk sekali" kata si gagak banyak alasan.



Melihat hutan kembali bersih, seluruh anggota hutan kembali ke sarang mereka masing-masing. Namun si gagak yang sombong ternyata tidak puas melihat hutan kembali bersih, hati jahatnya muncul, lalu ia kumpulkan kembali sampah-sampah yang sudah di dibersihkan dan mengotorinya kembali.

namun tanpa sepengatahuan si gagak, ternyata tindakannya diketahui oleh si kancil yang berakal dan eksklusif menghampirinya. "Hey gagak, sedang apa kamu, kok kau mau bersih-bersih atau mau mengotori hutan ini lagi?" tanya si kancil.

Si gagak yang ketahuan, eksklusif balik tubuh dan beralasan kembali. "Eh kancil, maaf cil, sepertinya....sepertinya ada sampah yang ketinggalan tadi", kata si gagak sambil berkata gugup , "Duh tertangkap tangan si Kancil, awas kau Kancil".

Gagak yang merasa aib alasannya tindakannya tertangkap tangan si Kancil eksklusif terbang dan pergi entah kemana alasannya malunya.

Dongeng Ayam Kate yang kurang mujur

Hikmah dongeng kali ini, janganlah menjadi orang yang dengki, alasannya kedengkian akan mendatangkan kesengsaraan bagi kita. Hiduplah berdampingan dan saling tolong menolong sesama kita.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Sapi Penolong Bertanduk Raksasa

Dongeng Sapi Penolong Bertanduk Raksasa 

Di sebuah hutan yang sangat lebat ada sebuah padang rumput yang sangat hijau. Banyak hewan-hewan yang sedang makan rumput disana. Mereka sangat asyik memakan rumput yang hijau dan segar di pagi hari itu, Tiba-tiba cuaca berubah dengan sangat cepat. Mereka yang sedang asyik memakan rumput segera bergegas menuju sangkar pak tani yang memiliki padang rumput akrab pinggir hutan itu.

Akhirnya hujan pun turun dengan sangat lebat. Angin bertiup dengan sangat kencang. Pepohonan banyak yang tumbang, daun-daun berserakan. Kambing, domba, kerbau yang tadinya makan rumput, mereka sangat ketakutan melihat hujan angin kencang yang turun sangat lebat dikala itu.



Setelah hujan reda, dan angin kencang menghilang. Mereka kembali untuk makan rumput. Namun ternyata hujan angin kencang tadi menyisakan pohon-pohon yang tumbang menghalangi jalan menuju padang rumput tadi.

 Cerita Anak Kisah Burung Gagak Yang Banyak Alasan

Mereka kebingungan dan mencari jalan lain untuk menuju padang rumput, tetapi mereka tidak menemukan jalan itu. Akhirnya mereka kembali ke sangkar mereka.

Tiba-tiba..."Gubraaaaakkk....!" Suara batang pohon yang sepertinya digeser oleh sesuatu. Para hewan itu kaget dan melongok keluar. Ternyata bunyi itu berasal dari batang pohon yang digeser oleh seekor sapi yang memiliki tanduk raksasa.

Sapi itu juga ternyata ingin memakan rumput di padang rumput. Dan beliau bertanya ke hewan-hewan itu. sapi itu berkata di mana jalan menuju padang rumput. si kambing menjawab, jalan yang menuju padang rumput tertutup pohon-pohon yang tumbang jawaban hujan angin kencang tadi.

Sapi itu tidak percaya. kambing pun mengajak sapi itu ke padang rumput. lalu sapi itu kesudahannya tahu jalan menuju padang rumput dan kambing pun mau bilang  hewan-hewan lain dan semua jikalau jalan menuju padang rumput sudah terbuka sebab jasa sapi yang memiliki tanduk raksasa tadi. Mereka sangat senang sebab bantuan sapi bertanduk raksasa tadi.

 Cerita Anak Dan Ayah Yang Mengharukan - Cerita anak Islami

Demikianlah kisah anak kali ini dengan judul Sapi Penolong Bertanduk Raksasa . Semoga kalian terhibur semua
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com