Dengan Cerita-Cerita Bergambar Dan Edukatif


Buku Adalah Jendela Dunia

Tapi bagaimana jikalau si buah hati Ayah & Bunda malas membaca? jangan khawatir Ayah & Bunda ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘จ Be Ann Younker, ia ialah seorang Kepala sekolah di Battle Ground Middle School(BGMS, Amerika Serikat), "Salah satu cara yang palinga ampuh biar si anak suka membaca ialah dengan membacakan mereka cerita - cerita. Semakin sering Anak anda di bacakan cerita, akan semakin tinggi minat si anak untuk membaca."

๐Ÿ‘จ Matsumoto, Dia ialah Anggota dewan pendidikan Di Tokyo (Japan), "Membacakan anak dengan buku cerita bergambar bukan saja meningkatkan perkembangan bahasa dan kreativitas anak, tetapi juga sebagai pendekatan diri secara etika sebagai orang bau tanah terhadap anak untuk saling membuatkan perasaan."

Cerita-cerita di ๐Ÿ’— Cerita Anak, dongeng-dongeng anak dengan gambar menarik. Tidak hanya menghibur dan wawasan si kecil, sekaligus memanamkan nilai - nilai kehidupan dan moral.
Untuk menu Dongeng anak silahkan  ๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ฉAyah & Bunda Klik Tombol kumpulan dongeng anak Dibawah Ini.



kumpulan dongeng anak sebelum tidur
Kumpulan

Kata Buku ialah jendela ๐ŸŒdunia, Tentu kalimat itu sangat bersahabat ditelinga kita. Makna dari "Buku ialah jendela dunia" ialah dengan kita membaca merupakan langkah pertama kita untuk menambah ilmu pengetahuan. Semakin sering kita ๐Ÿ“–membaca , semakin bertambah pula pengetahuan dan ๐Ÿ‘€wawasan kita.

Berdasarkan kutipan dari " ๐ŸŽ’student.cnnindonesia.com, bahwa membaca bukudapat meningkatkan kulitas hidup insan dan serta dapat menjauhkan dari jurang kebodohan." Dengan membiasakkan diri membaca buku ,koran, ataupun media-media lain, berarti kita telah berlatih memusatkan pikiran dan merangsang saraf-saraf otak kita untuk bekerja.

Dan selain itu juga dengan membaca, dapat menambahwawasan kita ihwal hal apapun. Misalkan, dikala kita ingin tahu apa yang terdapat di dalam tanah, kita tidak harus hingga menggali tanah. Dengan membaca bacaan ihwal geografi kita mampu mendapat info yang lengkap ihwal hal itu. Misalkan kita ingin tahu palnet-planet dan bintang-bintang di galaxy, ๐Ÿ“—buku astronomi lah yang sempurna harus kita baca.

Oleh alasannya ialah nya dengan kita rajin membaca buku, kita mampu dapat aneka macam info tanpa kita harus menanggung resiko untuk kita mampu mendapatkkan info itu. Maksudnya kita tidak harus masuk kedalam perut ikan hiu untuk sekedar melihat organ badan ikan hiu, tentunya sangat beresiko kan ? nah dengan kita membaca anatomi ikan hiu kita mampu tahu isi organ si ikan iu bahkan bagaimana kehidupannya pun kita mampu tahu dengan kita rajin mambaca.

Di jaman ๐ŸŒEra Digital sekarang, Kita sudah tidak susah payah pergi keluar rumah untuk sekedar membeli buku. Karena buku tidak hanya dalam bentuk cetak di kertas, tetapi dalam bentuk ๐Ÿ”–E-book dan Blog ibarat pada blog ini. Guruceritaku.blogspot.co.id akan selalu setia menemani anda selama 24 jam nonstop dengan dongeng kisah dongeng yang sangat menarik untuk di baca.

Selain Dongeng untuk anak, situs Guru dongeng juga menyediakan bacaan yang mampu dan menambah  ๐Ÿ‘€wawasan ihwal legenda atau sejarah ibarat Cerita rakyat.

Media elektronik Dongeng untuk anak sangat indah lho untuk mengembangkan potensi si anak untuk menjadi anak yang berpotensi. tentunya ๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ฉAyah & Bunda menginginkannya kan. Kisah- kisah cerita yang di berikan benar-benar tidak mengandung unsur ataupun kata-kata negatif. Karena kami selalu memfilter cerita-cerita yang masuk.

Cerita Anak hanya menyediakan Kisah - kisah dongeng yang seru dan syarat edukatif dan menghibur Si ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘งBuah hati.


Tag :
kumpulan dongeng, dongeng pendek, dongeng sebelum tidur, cerpen anak, dongeng anak bergambar, pola dongeng, dongeng singkat, dongeng binatang, dongeng fabel, buku dongeng, cerpen anak sd, buku dongeng anak, buku cerita, dongeng anak muslim, kisah dongeng anak, mencari dongeng anak, dongeng anak dunia, guru cerita, guru ceritaku, aink made'in gandaria, fans page dongeng anak, kisah dongeng rakyat, dongeng bahasa indonesia singkat, kumpulan dongeng princess, dongeng dongeng anak, dongeng dongeng pendek, dongeng anak muslim, dongeng anak indonesia, dongeng indonesia, dongeng anak islami, dongeng anak islami, buku dongeng anak-anak, dongeng dongeng, kumpulan dongeng rakyat

Kumpulan Cerita -anak Terbaru

Dongeng Pendek Lucu : Cerita Monyet Dan Kelinci

Monyet dan kelinci yang berlomba untuk menghilangkan kebiasaan buruk mereka. terlihat kelakuan yang sangat lucu dari mereka dikala mereka berusaha untuk tidak melaksanakan kebiasaan buruknya. Simak saja yu dongeng anak lucu nya

Awal dongeng pada suatu hari, terlihat di pinggir sungai ada seekor monyat dan seekor kelinci. Biasanya si kelinci suka mendengar kebiasaan buruk si monyet yang suka menggaruk-garuk hampir semua bab tubuhnya ia garuk-garuk.

Dan begitupun sebaliknya, Si monyetpun suka apabila mengobrol dengan si kelinci, akan tetapi si kera pun merasa terganggu dengan kebiasaan buruk si kelinci yang suka mengendus-endus dan suka menggerakan kuping nya kesisi kanan dan kesisi kiri.

dongeng untuk anak sebelum tidur
Lucu

Dongeng anak Lainnya :

Dan pada risikonya simonyet pun memberanikan diri berkata dengan maksud menegur kepada si kelinci. "Hei kau kelinci, apakah kau mampu menghentikan kebiasaan buruk mu itu ?" tegur si kera kepada si kelinci

"Menghentikan apa monyet?" si kelinci balik bertanya
"Berhenti mengendus-endus, berhenti menggerak-gerakan hidung, dan berhenti menggerak-gerakan indera pendengaran mu yang panjang itu kelinci..., Betapa buruknya kebiasaan kau kelinci ..." Jawab si monyet

"Hei kau monyet, kau hanya mampu menilai kebiasaan buruk ku saja, bagimana dengan kebiasaan buruk mu? di setiap kita lagi asik ngobrol kau selalu saja menggeruk-garuk. Sungguh sangat buruk kebiasan mu itu monyet" Tegur si kelinci membalas teguran si kera tadi

"kelinci, saya tidak mampu menghentika nya," kata si monyet
"Monyet, saya tidak selalu harus mengendus, menggerakan indera pendengaran dan hidung ku." kata si kelinci membalas perkataan yang di lontarkan si kera kepadanya tadi. Akhirnya mereka pun saling membalas pembicaraan itu. Dan si kera pun alasannya tidak terima di tegur menyerupai itu oleh si kelinci, akhiranya si kera pun menantang kelinci untuk bertanding.

Si kera meminta si kelinci mulai dikala ini beliau tidak boleh lagi mengendus-endus dan menggerak-gerakan hidung dan telinganya lagi. dan si kera pun sama, ia tidak akan lagi menggaruk-garuk lagi.

Singkat cerita, keesokan harinya mereka berdua pun bertemu kembali di pinggir sungai ditempat biasanya mereka berdua bertemu. Mereka berdua sedang menjalankan misi tantangan yang susah, si kera jangan menggeruk-garuk lagi, begitupun si kelinci tidak boleh mengendus-endus, atau menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Akhirnya sesuai dengan hasil keputusan kesepakatan mereka berdua, kelinci dan kera pun hanya duduk termenung saja. si kera tetap membisu tapi beliau membisu sedang menahan ingin menggaruk mencicipi kulitnya yang sangat gatal, ia ingin menggaruk dagunya, dan lengan kiri dan kanan nya pun angat terasa gatal. Akan tetapi si kera tetap mencoba bertahan dan tetap terdiam.

Begitu pun halnya, si kelinci pun sedang berusaha menahan kebiasaan buruknya itu. Sebenarnya Ia ingin sekali mengendus-enduskan hidungnya, ingin sekali menggerakan kupingnya, tapi ia tetap terlihat duduk diam.

"Monyet, saya punya ide, Kita duduk membisu di sini sudah sangat lama, dan saya pun sudah mulai bosan. Bagaimana jikalau kita mengobrol dan bercerita untuk menghabiskan waktu." Kata si kelinci

"Itu pandangan gres yang sangat cantik kelinci, silahkan kau kelinci bercerita terlebih dahulu " Kata si monyet

Si kelinci pun mulai bercerita. "Monyet, dikala kemarin saya akan datang kesini untuk menemui mu, saya mencium menyerupai ada singa di balik rerumputan. Oleh alasannya itu, saya pun mengendus-endus udara, tetapi singa itu tidak ada disana. Tapi saya belum yakin di balik rumput itu tidak ada singa, Nah untuk memastikannya saya pun menggerakan hidung ku beberapa kali, tapi tidak ada amis singa disana. Kemudian saya menggerak-gerakan indera pendengaran ku ke kiri dan kekanan untuk mendengarkan, tetapi memang tidak ada singa di sana. Dan risikonya saya pun yakin bahwa di balik rumput itu memang tidak ada singa. Kemudian akupun melanjutkan perjalanan ke sini untuk menemuimu temanku."

Simonyet pun mendengarkan dongeng si kelinci itu yang bercerita sambil menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Kemudian si kera pun mulai bercerita. "temanku, kemarin pun sama. Saat saya akan menemuimu disini di tengah jalan saya berpapasan dengan beberapa anak-anak, mereka jahil sekali kepadaku kelinci. pertama salah satu diantara mereka melemparkan kelapa dan mengenai kepalaku sempurna disini, dan sianak satunya melemparkan batok kelapa dan sempurna sekali mengenai daguku disini kelinci. Dan dua anak perempuan itu melempar ku dengan batok kelapa juga sempurna mengenai tangan kiri dan ajun ku. Kemudian akupun lari secepat-cepatnya ketepi sungai ini untuk menemui mu sahabat ku."

Sikelinci pun mendengarkan dan melihat gerakan simonyet dikala bercerita. Dan sikancil pun tertawa cekikikan, dan si monyetpun tertawa lebar. Sebenarnya sikelinci tahu apa yang dilakukan oleh simonyet, dan sebaliknya si kera pun tahu apa yang dilakukan si kelinci.

Dongeng anak Lainnya :

"ya...ya..ya monyet, dongeng mu memang sangat cantik monyet. tapi kau kalah dalam pertandingan ini monyet, alasannya kau menggeruk dikala bercerita." kata sikelinci

"Iya kelinci, dongeng mu juga benar-benar cantik kelinci. Tetapi dikala kau bercerita kau mengendus-endus dan menggerakan indera pendengaran mu." balas si monyet

"aku pikir kita berdua tidak ada yang mampu menghilangkan kebiasan buruk kita ini. Karena saya sendiri tidak mampu menghilangkan kebiasaan ini " kata sikelinci sambil mengendus-endus dan mengerak-gerakan telinganya

"Aku pun sama kelinci, saya pun tidak mampu menghilangkan kebiasaan buruk ini." Kata si kera sambil menggaruk-garuk kepala, dagu dan menggeruk ajun kirinya.

Akhirnya keduanya setuju, bahwa kebiasaan buruk mereka berdua susah dihilangkan. dan mereka pun oke untuk tidak merasa terganggu dengan kebiasaan mereka masing-masing.

Pesan etika dari Dongeng pendek ini yaitu Bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, Dan kita sebagai makhluk sosial harus dapat mendapatkan kekurangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak kita.


Tag:
dongeng pendek, dongeng anak, dongeng lucu, cerpen lucu, dongeng anak lucu, dongeng lucu untuk anak, dongeng sebelum tidur, dongeng fabel lucu, dongeng binatang lucu, cerpen monyet, cerpen kelinci, buku, cerpen kera yang rakus, cerpen kera serakah, dongeng kera dan kelinci

Cerita Dongeng Asal Usul Nyamuk Pertama Kali

dongeng bergambar untuk anak sebelum tidur. Mari kita baca kisah dongengnya.

Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sedehana dengan bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka ber dua tingal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Sipetani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi siistri kerjanya hanya bersolek saja bahkan siistri tidak mempedulikan akan rumah tangganya.

kisah kisah wacana nyamuk pertama kali
cerita dongeng anak

Dongeng Lainnya :

Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar semoga supaya Ia mampu merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak mampu memenuhi kebutuhan istrinya, sebab selain istrinya suka minta di belikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta di belikan pakaian yang bagus - bagus yang berharga mahal juga.

Si istri petani pun risikonya jatuh sakit sebab Dia hanya sibuk mengurusi penampilan dan kecantikannya saja, dan tidak memperhatikan kesehatannya. hari demi hari siistri sakitnya makin parah saja dan pada risikonya Siistri petani itu meningal dunia. Terlihat si suami sangat begitu sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya. Karena ia sangat menyayanginya, si petani pun tidak mau menguburkan badan istri yang sangat dicintainya itu. Dan beliau pun berfikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali.

Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk di gunakan menyusuri sungai menuju daerah yang diyakininya sebagai daerah persemayaman para dewa-dewa. "Pasti para yang kuasa mau menghidupkan kembali istriku", begitu yang ada dipikiran nya. Walau pun beliau tidak begitu tahu persis dimana daerah persemayaman para yang kuasa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya hingga risikonya sampan itu pun tersangkut sebab kabut tebal yang menghalangi pandangannya.

Ketika kabut menguap, terlihat samar dihadapannya bangkit sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu hingga menembus awan. Dia berpikir disinilah tempat tinggal para yang kuasa dewa. Dan beliau pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya.

Didalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua.
"Kau pasti yang kuasa penghuni khayangan ini," seru sipetani kepada si lelaki renta itu. Dan Dia pun menjelaskan panjang lebar wacana maksud kedatangannya ketempat itu. Lelaki renta menjawab sambil tersenyum " sungguh, kau ialah suami yang baik sekali. Akan tetapi, apa gunanya kalau meng hidupkan kembali istrimu? " tanya lelaki renta itu.
"Dia sangat berarti bagiku, dan beliau lah yang membuat saya bersemangat. Maka tolong hidupkan lah istriku kembali," Jawab sipetani dengan penuh harap.

Lalu lelaki renta itu menganggukan kepalanya dan berkata, "Baiklah kalu itu kemauan mu, akan saya turuti undangan mu itu. Sebagaimana sebagai tanggapan atas kerjakeras mu selamaini, saya akan memberimu diam-diam bagaimana caranya menghidupkan kembali istri mu. Sekarang kau tusuk ujung jarimu, lalu kau teteskan 3 tetes darah mu ke mulutnya. Dan niscaya istrimu akan hidup kembali, dan kalau istri mu macam-macam, kau ingatkan beliau bahwa beliau hidup dari tiga tetes darah mu."

Dan sipetani pun eksklusif dengan segera melakukan pesan dari lelaki renta tadi. Dan ajaib, istrinya benar - benar hidup kembali. Dan tanpa berpikir panjang, sipetani pun membawa pulang istrinya. Tapi sang istri tahu , bahwa selain sampan yang dinaiki mereka berdua, kini si suaminya pun tidak punya apa-apa lagi sebab semuanya sudah ia jual. Lalu bagaimana dan dengan apa suaminya mampu memenuhi untuk merawat kecantikannya.

Setelah lama perjalanan menyusuri sungai, lalu hingga lah si petani dan istrinya itu disebuah pelabuhan yang begitu ramai. Sipetani pun turun dari sampannya dan pergi kepasar untuk membeli bekal perjalanan mereka. Kebetulan disebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat cantik milik saudagar kaya yang sedang bersinggah juga di daerah itu. Si saudagar pun melihat kecantikan si istri sipetani itu, si saudagar pun jatuh cinta dan membujuk perempuan cantik itu semoga ikut bersamanya.

"Seandainya kalau kau mau ikut bersamaku, saya berjanji apa pun yang kau minta akan saya berikan," kata sang saudagar.
Dan siistri petani itu tergoda, risikonya Dia pun pergi ikut dengan sang saudagar kaya itu. Sepulangnya daripasar si petani terkejut bukan main, sebab istrinya tidak ada di sampannya. Dia pun mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi sia-sia.

Dongeng Lainnya :

Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Sipetani pun risikonya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Sipetani pun lalu teringat kepada yang kuasa di gunung khayangan itu. Sipetani pun berkata kepada istrinya, "Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau mampu hidup kembali sebab kau minum tiga tetes darah ku."

Istrinya pun tertawa mengejek, "Jadi, saya harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah...." Sang istri pun menusuk salah stu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tets darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jari nya, tiba-tiba wajah nya menjadi pucat, dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga risikonya jatuh mati tak berdaya.

Setelah si istri mati, beliau pun berkembang menjadi menjadi seekor nyamuk. Nah semenjak itu, disetiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan impian semoga Dia mampu kembali ke wujudnya semula.



Tag :
cerita dongeng, kisah dongeng anak, dongeng anak, dongeng anak terbaru, dongeng anak sebelum tidur, kisah nyamuk, dongeng nyamuk, cerpen nyamuk, dongeng nyamuk pertama, asal usul nyamuk pertama kali, kisah rakyat, dongeng bergambar


Cerita Dongeng Asal Usul Nama Tokek

Dongeng anak - cerita, kisah, cerpen, dongeng hikayat asal undangan nama dari tokek pertama kali

Pada jaman dahulu, ditepi Hutan Jati Suci disebuah gubuk hidup seorang kakek yang sudah amat renta dengan satu muridnya. Kakek renta itu berjulukan Mpu Kirli dan satu-satu nya murid si kakek itu berjulukan Toka. Umur Sitoka sekitaran 15 tahun, toka pun begitu sangat patuh sekali akan petuah maupun petunjuk dari gurunya Mpu Kirli yang sudah mengasuh Toka semenjak ia masih kecil.

Sebenarnya Gurunya itu mempunyai sifat yang kikir, pemarah dan sangat pemalas, dan gurunya pun si Mpu Kirli merupakan sosok yang hanya mementingkan diri sendiri saja. Dan sebetulnya Mpu kirli tidak menyukai si toka, tapi ia tidak punya pilihan lain alasannya si toka bisa disuruh suruh untuk melaksanakan pe kerjaan apa pun dari mpu kirli.

asal undangan toke pertama
cerita dongeng

Dongeng Lainnya :

Kerjaan gurunya setiap hari hanya bermalas malasan saja dberanda rumahnya tanpa melaksanakan acara apa pun yang berartti. Dan semua acara dan pekerjaan baik di dalam rumah maupun di luar semua dikerjakan oleh si Toka. Kesombongan mpu kirli telah memnguasai dirinya, membuat hatinya tertutup untuk sedikit ikut mencicipi dan menghargai apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan oleh si toka.

Disuatu pagi Mpu kirli memanggil manggil si toka sambil ia duduk di kursinya. "Toka, toka ... kemarilah kau nak ... " panggil si Mpu kirli. Toka pun berlari mengampiri gurunya walau pun ia masih sibuk menjemur kayu bakar dihalaman.
"Ada apa guru ?" Jawab sitoka sambil duduk bersimpuh didepan Mpu kirli.
"Beberapa hari ini jikalau saya amati, hujan sering sekali turun. Coba kau mencari jamur didalam hutan sana, pasti banyak tumbuh jamur jamur didalam hutan sana." perintah Mpu kirli kepada si toka.

"Baiklah guru, toka akan berangkat sekarang kehutan." tukas si toka sambil bergegas mempersiapkan keranjang bambu kecil.
"Toka, toka kemarilah sebentar" panggil Mpu kirli kembali
"Ada apa guru?" jawab si toka sambil menghampiri Mpu kirli
"Setelah kau menerima jamur, kau jangan eksklusif menjualnya ke pasar, kau bawa kepadaku dahulu, biar saya yang memilih mana jamur beracun dan yang tidak beracun. kau paam toka?" titahn gurunya
"baik guru" jawab toka sambil mengangguk tanpa prasangka.

Sitoka pun segera berangkat pergi ke dalam hutan. Sebenarnya alasan mpu kirli menyuruh si toka membawa jamur kepadanya ialah biar Mpu Kirli bisa melihat seberapa banyak jamur yang telah dibawa oleh Toka, sehingga uang hasil penjualan bisa ia perkirakan terlebih dahulu. Mpu Kirli takut kalau-kalau Toka membohonginya sewaktu menjual jamur itu ke pasar.

Waktu terus berlalu, dan tak hingga siang hari Toka telah kembali ke gubug dan eksklusif menemui gurunya. Sambil berlari-lari kecil Toka segera menemui gurunya
“Guru, benar kata Guru. Toka menemukan aneka macam jamur di hutan Guru, ini keranjangnya hingga penuh” Ujar Toka meluapkan kegembiraannya sambil terengah-engah menahan lelah.
“hhhmmh, cepat segera kau basuh ya jamur nya toka, apakah masih banyak jamur nya ya di hutan, toka?” tanya Mpu Kirli dingin.
“Baik Guru, Emmh ... betul sekali Guru. masih aneka macam jamur didalam hutan sana“ Jawab Toka berbinar.

“kalau begitu, jamur ini kau letakkan saja didapur, ayo toka kita kembali lagi ke hutan sana untuk mencari jamur mumpung lagi musim”. Mpu Kirli takut jikalau jamur-jamur yang ada di hutan tersebut akan diambil orang.
“Baik guru.“ Toka segera bergegas menuju dapur.
Setelah selesai menyimpan jamur itu, Toka hendak memasak untuk sang Guru dan dirinya.
“Toka, apa yang kau lakukan? Ayo kita berangkat nanti keburu malam” Ajak Mpu Kirli.
“Guru tidak makan dahulu?” Tanya si Toka.
“Tidak usah toka, sekalian saja nanti seusai mencari jamur dihutan, Ayo kita segera berangkat.” Jawab Mpu Kirli sedikit kesal.
“Baik Guru ... ” Toka membatalkan niatnya memasak, dan segera menyusul langkah gurunya menuju hutan.

Selama pencarian Toka hanya diijinkan untuk mengambil jamur jamur yang kecil saja, sedang yang besar dimasukan ke keranjang yang dibawa oleh Mpu Kirli. Sitoka tidak mengeluh, meski perutnya perih menahan lapar yang kian menyerang. Tak terasa waktu terus berjalan, hari menjelang senja dan malam pun akan segera tiba, Mpu Kirli tak peduli meskipun malam semakin mendekat, ia terus asik memungut jamur jamur yang bertebaran di hadapannya.

Dongeng Lainnya :

Saking asik nya, hari pun tak terasa telah berganti malam, Mpu Kirli pun tak menyadari bahwa Toka sudah meninggalkannya. Mpu Kirli kebingungan mencari muridnya.
“Toka ... Toka ... di mana kau Toka ...?” “Dasar kau anak tak tau diuntung, Toka ...” Mpu Kirli terus berteriak-teriak memanggil nama Toka.
Karena suasana gelap, Mpu Kirli tidak menyadari bahwa langkahnya semakin masuk ke dalam hutan. Dalam keputusasaan nya, Mpu Kirli kesudahannya menemukan sebuah bangunan renta yang berlapiskan dinding kayu yang tebal. Meski gelap, Mpu Kirli mengerti bahwa bangunan itu pasti megah dan mahal. Dengan langkah kaki terseok, Mpu Kirli mendekati bangunan itu dan masuk ke dalamnya.

Di dalam ruangan ternyata ada lampu minyak yang menyala, namun suasana sepi sekali.
“Hmmmh, besar dan bersih juga rumah ini, andaikan saya yang memilikinya ... hhhmmh ...” Mpu Kirli sejenak mengamat-amati kondisi di dalam ruangan yang besar dan terlihat sepi itu.
Belum habis keheranan Mpu Kirli, tiba-tiba (BBRRakkkk) pintu kawasan ia masuk tadi tertutup dengan keras sehingga membuat Mpu Kirli melompat alasannya kaget.
“Kurang ajar, ” Mpu Kirli mengumpat dan mencoba membuka pintu itu kembali. Sekian lama Mpu Kirli mencoba membuka pintu itu, namun sia-sia, pintu itu tak bisa dibuka. Pintu itu seperti menjelma dinding baja yang tak bisa ditembus dengan kekuatan apapun. Ia menendang, menggedor-nggedor pintu itu, namun usahanya sia-sia saja. Karena sudah lemas dan kehabisan akal, Mpu Kirli berteriak-teriak memanggil muridnya, berharap ia akan datang dan menyelamatkannya, namun sia-sia saja alasannya Toka tidak pernah datang.

“Toka ... Toka ... Toka ... tolonglah saya Toka ... Toka ...” Mpu Kirli terus berteriak sambil menangis. Mpu Kirli mulai terkulai lemas di sudut ruangan, matanya membengkak alasannya terlalu banyak menangis. Didalam kesedihan nya simpu Kirli mendongakan kepalanya keatas, Mpu kirli melihatada se ekor cicak yang merayap per lahan dan keluar dari bangunan itu melalui celah sempit daun pintu yang tertutup.
“Akh, andaikan saya menjadi cicak, pasti saya akan bisa keluar dari kawasan terkutuk ini” gerutu Mpu Kirli yang sudah putus harapan.

Rupanya bunyi gerutuan dan keinginan Mpu Kirli tadi dikabulkan oleh Tuhan, seketika ia menjelma seekor cicak namun berukuran besar, sehingga Mpu Kirli tetap tak bisa keluar dari bangunan itu.

Dalam segala keputusasannya ia terus berteriak memanggil nama muridnya. “Toka ... toka ... toka ...!” Mpu Kirli terus berteriak hingga suaranya berubah, bukan Toka lagi yang terucap, tapi bunyi yang keluar ialah “Tokek ... tokek ... tokek ... tokek ... tokek”. Sejak itulah muncul nama Tokek untuk menyebut nama cicak dengan ukuran besar.


Tag :
cerita anak, kisah anak, kisah dongeng anak, hikayat tokek, asal undangan nama tokek, sejarah tokek, dongeng tokek, bunyi tokek, tokek mp3, cerpen tokek, anak tokek, mpu kirli, si kakek, si toka


Cerita Dongeng Asal Mula Rumah Siput

Dongeng anak - Cerita, kisah, dongeng rakyat,  dogeng  judul Asal mula Rumah Siput

Pada dahulu kala, siput tidak mempunyai cangkang menyerupai sekarang kita lihat. Pertama kali sekali siput tinggal di sebuah sarang burung yang sudah di tinggalkan oleh siinduk burung diatas pohon. Dia pun merasa nyaman dan hening tinggal di sarang burung itu sebab terasa sejuk oleh daun daun pepohonan kalau ketika terik disiang hari. Akan tetapi bekas sarang burung yang ditinggali sisiput tidak bisa menghalangi air hujan ketika hujan datang, dan beliau pun merasa kedinginan dan lembap ketika hujan datang.

dongeng anak terbaru asal usul
dongeng asal usul

Dongeng Lainnya :

Kemudian si siput pun pergi mencari daerah tinggal yang gres yang bisa melindunginya dari tetesan air hujan. Ia pun menemukan sebuah lubang yang ada di batang pohon
"mungkin ini daerah yang cocok untuk ku jadikan rumah ku, sebab kalau ketika terik disiang hari saya akan terlindungi dan bahkan ketika hujan turun walau sangat deras saya tidak akan kebasahan dan kedinginan." begitu pikir si siput didalam hatinya menyebabkan lobang dipohon itu menjadi rumah siput. Dan kesannya si siput pun masuk kedalam lubang di batang pohon itu.

Singkat cerita, disuatu hari yang cerah datang lah seekor burung pelatuk. Tok .. tok .. tok ... siburung pelatuk terus mematuk batang pohon bersahabat dengan lubang yang ditempati si siput. sisiput pun menjadi terganggu dan ia tidak bisa tidur sebab berisik mendengar si burung pelatuk yang sedang membuat lubang. Hati nya pun sangat jengkel dan ahirnya sisiput pun turun keluar dari lubang batang pohon dan beliau pun pergi mencari daerah tinggal selanjutnya.

Menjelang hari mulai sore sisiput menemukan sebuah lubang ditanah, "kelihatannya hangat kalau malam nanti datang" pikir si siput. Siput pun mulai mebersihkan lubang tersebut dan beliau memutuskan untuk tinggal didalamnya. Saat mulai datang malam, ternyata banyak tikus tikus yang menggali tanah dari segala arah dan kesannya merusak rumah si siput. Apa boleh buat, ia pun pergi meningalkan lubang ditanah itu untuk kembali mencari daerah baru.

Ia terus berjalan dan tiba ditepi pantai yang penuh dengan watu karang. "Nah, mungkin itu yang cocok untuk ku. Disela sela watu karang itu bisa menjadi rumah ku. Tempat itu bisa melindungi ku dari panas matahari dan hujan, tidak ada burung pelatuk yang mematuk karang ini dan si tikus pun tidak akan bisa menggali untuk membuat lubang di watu karang ini." Sorak si siput merasa senang.

Dongeng Lainnya :

Si siput pun kesannya tinggal dan beristirahat di sela-sela watu karang itu. Akan tetapi ketika air laut sedang pasang surut naik hingga keatas watu karang, si siput pun ikut tersapu bersama dengan ombak. Sekali lagi si siput dengan berat hati harus pergi lagi untuk mencari rumah yang baru.

Diperjalanan beliau menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya sangat canti dan ringan. Karena lelah dan kedinginan si siput pun masuk kedalam cangkang tersebut, sisiput merasa hangat dan nyaman dan beliau pun bisa tidur dengan hening didalam nya.

Pagi menjelang beliau terbangun dan menyadari bahwa beliau telah menemukan rumah yang terbaik untuk dirinya. "Cangkang ini sangat cocok untuk ku, saya tidak akan kepanasan dan saya tidak perlu lagi cepat cepat pulang kalau turun hujan. Tidak ada lagi yang bisa menggangguku, sebab saya bisa membawa rumah yang ringan ini kemana pun saya akan pergi" Sorak si siput dengan hati penuh gembira.


Tags:
dongeng anak, dongeng siput, dongeng si siput, siput, rumah siput, kisah rumah siput, cerpen asal usul, dongeng rakyat asal usul, burung pelatuk, si tikus, dongeng untuk anak

Cerita ini disadur ulang dari Betty Veve

Dongeng Si Anak Katak Hijau Menangis Jika Turun Hujan

Cerita dongeng anak katak hijau yang suka melawan kepada ibunya, dan ia pun menyesal di kemudian hari.

Pada jaman dahulu, diceritakan di sebuah bak yang lumayan luas tingal seekor anak katak hijau bersama ibunya. Sianak katak itu sangat pembangkang sekali dan Ia tidak pernah menuruti kata kata dari ibunya. Jika Ibunya menyuruh ia untuk ke gunung, Ia malah pergi ke laut. Jika ibunya menyuruh pergi ke arah timur, ia malah pergi ke arah barat. Pokok nya apa pun yang di perintahkan ibunya, ia malah melakukannya dengan sebalikany.

cerita dongeng untuk anak sebelum tidur
Dongeng asal seruan katak

Dongeng Lainnya:

Si ibu katak berfikir, "Apa yang harus saya perbuat kepada anak ini. Mengapa beliau tidak menyerupai anak anak yang lainnya, yang selalu menuruti apa kata orang bau tanah mereka."

Pada suatu hari si ibu katak hijau itu berkata, "Anakku, jangan kau pergi keluar rumah, karena di luar sedang turun hujan sangat deras. Kau mampu hanyut terbawa arus."

Belum juga selesai ibunya berbicara, si anak katak itu sudah melompat keluar rumah dan sambil tertawa riang. "Horeee... Banjir... saya mampu bermain dengan sepuasnya...!"

Tak henti henti nya si ibu menasehati bahkan hingga setiap hari si ibu menasehatinya. Akan tetapi kelakuan anaknya malah semakin parah saja kenakalannya. Melihat kelakuan anaknya yang semakin nakal, membuat keseharian si ibu menjadi murung dan duka dan kesudahannya si ibu katak pun jatuh sakit. Semakin hari sakitnya kian parah saja.

Hinga suatu hari ketika si ibu merasa tubuhnya semakin melemah, si ibu pun memanggil anaknya. "Anak ku, saya rasa hidup ibumu ini tidak akan lama lagi. Tolong dengar anak ku, bila ibu mu ini mati, jangan kau kuburkan saya diatas gunung, kubur kan lah saya di pingir sungai."

Sebenarnya maksud si ibu ingin dikuburkan di atas gunung, akan tetapi karena anak nya selalu melaksanakan sebaliknya, Si ibu pun berpesan kepada anak nya sebaliknya.

Singkat cerita kesudahannya Ibu katak pun meninggal, anak katak itu menangis dan terus menangis dan menyesali semua kelakuan nya. "Oh ibu ku yang malang , mengapa saya tidak pernah mau mendengarkan kata kata mu. Sekarang engkau telah tiada, saya sudah membunuh nya."

Dongeng Lainnya:

Si anak katak itu pun teringat pesan terakhir dari Ibunya. "Aku selalu saja melaksanakan apa pun yang dilarang oleh ibu ku. Dan sekarang untuk menebus semua kesalahan ku, saya akan melaksanakan pesan mu yang terakhir itu dengan se baik baiknya."

Sianak katak pun kemudian menguburkan ibunya di tepi Sungai. Pada beberapa ahad kemudian hujan turun dengan sangat lebatnya, membuat air sungai di mana anak katak itu menguburkan ibunya meluap. Si anak katak begitu khawatir dengan keadaan kuburan ibunya akan tersapu oleh air sungai yang meluap. Dan final nya ia pun memutuskan untuk pergi ke daerah ibunya di kubur dan mengawasi nya.

Sambil mengawasi kuburan ibunya ia selalu memohon dan menangis di tengah tengah hujan yang lebat itu. "Kwooong... kwooong... kwonggg, Wahai sungai jangan bawa ibu ku pergi....!"

Hingga ketika ini katak hijau akan selalu pergi kesungai dan menangis setiap hujan lebat datang. Sejak itu lah kita selslu mendengar katak hijau menagis setiap kali turun hujan lebat.

Tag:
Dongeng anak, dongeng asal usul, cerpen asal usul, dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng lucu, dongeng asal mula, dongeng,

: Anak Katak Sombong dengan Anak Lembu

Pada suatu hari, ditengah padang rumput yang luas, ada sebuah bak yang di huni oleh berpuluh puluh ekor anak katak yang berjulukan Kethus.

Si kethus yaitu anak katak yang berbadan beasr dan paling kuat, dan alasannya yaitu kelebihannya itu. Si kethus pun hidup nya sangat sombong sekali, Karena ia merasa ia lah yang paling besar dan berpengaruh diantara belum dewasa katak lainnya, dan tidak ada anak katak seumuran ia yang mampu mengalahkannya.

 : Anak Katak Sombong dengan Anak Lembu
: Anak Katak Sombong dengan Anak Lembu

Dongeng Lainnya:

Sebenarnya kakak nya si kethus sudah sering kali menasehati nya, biar kethus tidak bersikap arogan dan sombong terhadap sahabat temannya. Akan tetapi si kethus tidak pernah menghiraukan nasehat-nasehat dari kakaknya.

Karena kesombongannya, teman-teman si kethus pun mulai menghindarinya, dan pada alhasil si kethus pun tidak mempunyai sahabat lagi.

Singkat cerita pada suatu pagi hari, si kethus sedang berlatih melompat, ketika ia sedang berlatih melompat ia situ juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain disitu.

Terlihat sesekali anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Si anak lembu itu terlihat gembira sekali, Ia berlari lari sambil se sekali menyegok rumput yang segar, dan dengan tidak sengaja pengecap si anak sapi itu terkena tubuh si kethus.

Si kethus pun marah sambil menggumam di dalam hatinya "Huh,, Berani sekali makhluk ini mengusik ku", sikethus pun menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya si anak lembu itu tidak berniat untuk mengganggu si kethus, namun alasannya yaitu kebetulan pergerakan si anak sapi dan si kethus sama sehingga menjadikan kethus menjadi cemas dan melompat menyelamatkan diri.

Dengan nafas yang terengah-engah, sikethus hingga di tepi kolam. Melihat si kethus sangat kecapean, kawan kawannya pun nampak heran. "Hei kethus,,, kau tampak nya lelah sekali hingga terengah-engah, dan muka kau juga terlihat sangat pucat sekali." tanya salah satu temannya.

"Tidak,, saya tidak apa apa. Aku hanya cemas saja, kau lihat makhluk di tengah padang rumput itu, saya tidak tahu makhluk apa itu, tapi makhluk itu sangat sombong dan hendak menelanku." kata si kethus kepada sahabat temannya.

Tak lama kakaknya si kethus datang menghampiri dan berkata, "makhluk itu anak lembu, kethus. dan sepengetahuan kakak anak lembu itu tidak jahat. Mereka memang biasa di lepaskan dipadang rumput ini setiap pagi."

"Kenapa kakak mampu bilang makhluk itu tidak jahat, saya hampir hampir saja ditelannya tadi," kata si kethus.

"Tidak mungkin kethus, alasannya yaitu lembu hanya makan rumput saja. Dia tidak makan katak ataupun ikan." jawab si kakak nya kethus.

"kakak, saya tidak percaya jikalau makhluk itu tidak makan katak. Tadi saja saya dikejarnya dan hampir ditendang olehnya." celah si kethus.

Kemudian sifat sombong si kethus pun muncul dan berkata kepada kawan-kawan nya, "Hey kawan-kawan, gotong royong saya mampu saja melawan makhluk itu dengan menggembungkan diriku." sombongnya dengan bangga.

"Lawan saja kethus... lawan makhluk itu, kau pasti menang." teriak kawan-kawan si kethus.

Mendengar itu kakaknya si kethus pun mengingatkan kepada si kethus, "Sudah lah kethus, kau tidak akan mampu menandingi lembu itu. itu sangat berbahaya, bisa-bisa kau akan mendapat celaka, sudah hentikan."

Dongeng Lainnya:

Akan tetapi si kethus tidak memperdulikan omongan dari kakaknya. Si kethus terus saja menggembungkan dirinya alasannya yaitu mendapat dorongan dari sahabat temannya. Sebenarnya temen-temannya sengaja hendak memberi pelajaran kepada si kethus yang sombong itu.

"Ayo kethus...ayo sedikit lagi kethus...teruskan..." teriak teman-temannya seolah-olah menyemangati si kethus.

Tiba-tiba si kethus jatuh lemas, alasannya yaitu di menggembung terlalu sangat besar. Si kethus pun mencicipi perutnya sangat sakit dan perlahan lahan dikempiskannya.

Melihat keadaan adiknya yang jatuh alasannya yaitu lemas, kakaknya pun lalu membantu.
"Sukurlah kau kethus, kau tidak apa-apa" kata kakaknya.

Singkat cerita si kethus pun telah sembuh dari sakitnya, dan ia mengerti ia jatuh sakit alasannya yaitu kesombongannya.

Tag:
dongeng anak, dongeng anak, dongeng anak terbaru, dongeng sebelum tidur, dongeng bergambar, dongeng dongeng, guru cerita, dongeng anak terbaru, fairy tales


Cerpen Untuk Anak: Dongeng Kuda Dan Keledai

Adik-adik yang baik, kali ini cerita fabel bergambar  penuh edukatif untuk anak-anak. Yuk! adik-adik kita baca cerpen fabel ini.

Diceritakan, seekor kuda dan keledai. Pada dongeng ini sikeledai yang iri dengan keidupan sikuda yang selalu dirawat dengan baik oleh pemiliknya.


Sikeledai sangat iri alasannya sikuda ditempatkan dikandang yang selalu bersih, diberi makanan enak, selalu di mandikan, dan si kuda juga tidak pernah disuruh bekerja.

Iri nya sikeledai, ia harus selalu bekerja keras setiap hari mengangkat barang bawaan, harus menarik gerobak yang berat, ia tak pernah dimandikan oleh tuannya, diberi makan seadanya, dan ia juga ditempatkan disebuah sangkar yang kotor alasannya jarang sekali sangkar si keledai dibersihkan.

Di hari yang penuh kesempatan, sikeledai menghampiri sikuda dikandangnya. Sikeledai mengeluh dan berkata kepada sikuda.
"Hey kuda, hidupmu sangat enak, penuh kasih sayang dari situan kepadamu. Kau ditempatkan dikandang yang bersih dan diberi makan yang enak. Sedangkan saya Diberi makan seadanya dan ditempatkan dikandang yang kotor. Selain itu pula setiap hari saya harus berkerja keras. Sebetulnya saya sangat iri kepada mu kuda!!!"

"Keledai, sebetulnya kau tidak tahu. Kamu lah yang paling beruntung didunia ini daibandaingkan dengan ku. kau hanya melihat kehidupan ku disini saja, kau tidak melihat kehidupanku yang penuh resiko" jawab sikuda.

Sikeledai pun menjadi heran apakah benar sikuda mempunyai beban resiko yang berat, yang ia ketahui ialah sikuda selalu dirawat dengan sangat baik oleh Situan.

"Maksudmu sangat beresiko bagaimana kuda, saya tidak mengerti yang kau katakan kuda" si keledai bertanya kembali kepada sikuda

"Iya keledai hidupku penuh resiko bahkan saya mampu terluka parah dan mampu mati kapan saja. Saat terjadi perang, tuan naik diatas punggungku dengan bersenjatakan lengkap. Apa jika musuh lebih kuat, saya mampu saja terluka parah dan bahkan mati di medan perang." Jawab sikuda.

Mendengar semua itu sikeledai mulai menyadari bahwa selama ini ia sudah salah. Ternyata nasibnya jauh lebih beruntung di bandingkan si kuda.

Dongeng Lainnya:

Nah adik-adik yang baik, makna dari dongeng tersebut adalah, kadang kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan kita. Padahal kenyataannya belum tentu apa yang kita sangkakan. Dan selain itu, pasti ada banyak orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Marilah kita bersyukur dengan apa pun yang kita dapatkan dan kita miliki.

Cerita ini diubahsuaikan dan dikembangkan dari dongeng pendek karya Aesop berjudul "The Ass and the Charger."

Tag:
Cerpen, dongeng, kisah, cerpen anak, dongeng pendek, dongeng fabel, cerpen edukatif, kisah anak, dongeng untuk anak-anak, cerpen untuk anak, cerpen bergambar, dongeng anak bergambar

Dongeng Gajah Yang Baik Hati Dan Harimau

Adik-adik yang baik, kali ini dongeng gajah yang baik hati. Dongeng untuk anak ini dibagi menjadi Dua Seri, dan ini yaitu bab dongeng seri pertama. Yuk adik-adik kita baca ceritanya.

Pada suatu hari, ada seekor gajah yang sangat baik hatinya. Ia bertubuh tinggi, besar dan juga sangat kuat. Memiliki gading yang besar dan belalai yang sangat panjang pula. Ia pun suka membantu dan memberi makan kepada binatang lain yang sedang kelaparan. Bukan hanya itu Si Gajah pun suka memperlihatkan sumbangan kepada binatang-binatang lain yang sedang kesusahan.


Dalam dongeng ini sigajah melaksanakan perjalanan yang sangat jauh, melewati sungai dan hutan rimba. Ketika Ia melewati hutan ia bertemu dengan seekor harimau yang malang. Tubuh siharimau itu tertindih dahan pohon, melihat sigajah lewat harimau pun meminta sumbangan kepada si gajah.

"Gajah... oh gajah, tolonglah saya gajah," teriak siharimau

Dan sigajah pun menghampiri siharimau yang malang itu dan dengan sigap mengangkat dahan pohon yang menindih siharimau dengan belalainya yang kuat.

"Terimakasih oh gajah, bila kau tidak segera datang dan menolongku, mungkin saya sudah mati alasannya yaitu tertindih batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih gajah." Ucap siharimau

"Iya.. harimau, kau harus bersyukur alasannya yaitu mampu selamat dan kau hanya mengalami luka yang ringan." Sahut gajah

"Benar sekali gajah, untung kau lewat sini. kalu binatang lain yang lewat belum tentu mampu mengangkat batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih kepada mu gajah" Kata harimau

"Sudahlah harimau, memang kita hidup harus saling tolong menolong" Kata si gajah

Meskipun si gajah yaitu binatang yang sangat kuat, akan tetapi ia tidak sombong dan tetap rendah hati. Dan gajah pun meneruskan perjalanannya.

Didalam perjalanannya gajah kemudian bertemu dengan seekor kancil yang sedang asik menikmati mentimun.

"Perutku sekarang sudah sangat kenyang, dan saya ingin minum. Aku harus segera mencari air untuk minum." kata kancil berbicara sendiri setelah menghabiskan mentimun yang ia petik

Sikancil pun beranjak pergi ke arah sungai untuk minum. Akan tetapi setelah hingga ditujuan, sungai itu kering tidak ada air sedikit pun untuk membasahi tenggoorokannya yang sudah mulai kering.

Sikancil pun berkeliling hutan untuk mencari air minum. Tetapi ia merasa kecewa alasannya yaitu setelah ia berkeliling ke sungai-sungai, rawa dan danau semuanya kering, tidak ada air sedikit pun.

Ia pun berpikir sejenak, "Dimana lagi saya mampu menerima air untuk minum," gerutu sikancil sendiri. Ia teringat masih ada satu daerah lagi yang belum ia kunjungi yaitu sebuah bak besar yang terletak ditengah hutan.
"Sekarang saya harus segera pergi kekolam besar itu, mungkin saja saya disana mampu menerima air untuk ku minum." gerutu sikancil didalam hati

Dongeng Lainnya:

Sikancil pun mulai berjalan ketengah hutan, daerah dimana bak besar itu berada. Sesampainya di bak yang dimaksud ternyata benar saja dugaan sikancil, masih ada air dikolam tersebut.
"Ternyata benar dugaan ku, masih ada air dikolam ini," gumam sikancil

Sebenar nya bak itu sangat kecil. Tetapi alasannya yaitu animo kemarau air dikolam itu pun surut dan hanya tinggal setengahnya, hingga menyerupai terlihat bak yang besar.

Karena sikancil merasa besar hati mampu menerima air minum, tanpa pikir panjang lagi ia pun pribadi terjun kedalam bak tersebut dan meminum air sepuas-puasnya. tenggorokannya yang tadinya kering kini sudah berair kembali, tenaganya pun sudah mulai pulih dan badannya sudah menjadi segar kembali.

Kancil tidak menyadari bahwa tindakannya masuk kedalam bak itu yaitu sangat ceroboh, Ia tidak berfikir bagaimana caranya ia mampu naik kembali ke atas daratan. Sudah beberapa kali sikancil berusaha memanjat dari dalam bak tersebut, tetapi ia tidak mampu hingga keatas.


Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Dongeng Bagian 2 : Dongeng Gajah Yang Baik Hati

Adik-adik Gajah yang baik hati dan Harimau , Nah menolong kancil yang sedang terjebak di dalam kolam besar ditengah hutan, Bagaimana caranya sigajah menolong sikancil, yuk kita baca dongeng lanjutannya ya adik-adik.

Sampai akhirnya sikancil mengalah dan tidak mampu berbuat apa-apa, yang mampu ia lakukan sekarang ialah minta dukungan dengan berteriak sekuat-kuatnya. Berharap ada binatang lain yang mampu menolongnya.
"Tolooonggggg.... toloooonnnngggg.....!!!" teriak sikancil


Gajah yang sedang melewati daerah itu pun mendengar bunyi teriakan minta tolong sikancil. Dan segera sigajah mendatangi arah bunyi teriakan tersebut.

"Hai,,, siapa yang berada didalam kolam itu??" tanya gajah
"Tolong aku... saya sikancil..." jawab sikancil
"mengapa kau mampu berada didalam kolam itu kancil?" gajah bertanya kembali kepada kancil

Sejenak sikancil melongo dan mencari logika semoga sigajah mau menolongnya keluar dari dalam kolam tersebut

"Tolong gajah, saya tidak mampu mengangkat ikan ini." Akal sikancil
"Yang benar kancil, kau menerima ikan?" tanya gajah
"Benar gajah, sungguh..! saya menerima ikan yang sangat besar." Tipu sikancil kepada gajah

"Tapi bagaimana caranya kancil saya mampu turun kebawah?"
"Sebaiknya kau eksklusif saja gajah turun kebawah sini, sebab jikalau kau tidak cepat ikan ini mampu lepas kembali" jawab si kancil

Si gajah berpikir sejenak, mampu saja ia eksklusif turun kebawah dengan mudah, akan tetapi bagaimana caranya ia mampu naik keatas lagi nanti. Sigajah pun bertanya kembali kepada sikancil, " kancil, coba saya liaht mana ikan yang kau dapatkan?"

"Ikannya ada disepasang kaki ku gajah," kata kancil
"Kalau saya menolong mu dan harus kebawah sana, lalu bagaimana caranya saya mampu naik dari kolam ini..?" kata sigajah

Kancil pun terdiam, ia tidak menyangka gajah dapat berfikir sejauh itu. Tidak menyerupai dirinya yang ceroboh eksklusif terjun kedalam kolam tanpa berfikir akibatnya.

"Kancil, kau mau memanfaatkan ku ya kancil? kau bermaksud menipuku untuk kepentingan dan keselamatan mu sendiri. Sekali-kali kau harus diberi pelajaran kancil..." kata gajah sambil meninggalkan daerah itu.

Sikancil pun hanya terdiam, mendengar perkataan sigajah yang sepertinya tahu bahwa itu hanya logika akalan nya saja semoga sigajah mau masuk kedalam kolam, dan ia mampu naik keatas.

"Waduuuhhhh...Pak gajah... tolonglah aku... Aku mohon pa gajah" teriak sikancil

Gajah pun tak mendengarkan teriakan sikancil, dan ia terus saja menjauh pergi dari kolam tersebut.
Sikancil pun mulai putus asa, ia mulai merasa kedinginan berada didalam kolam itu. Dan hinga menjelang sore hari, tidak ada seekor binatang pun yang mendengar teriakannya.

"Gawat!! jikalau saya terus didalam kolam ini, saya mampu mati kaku." gumam sikancil didalam hati. Sikancil mulai membayangkan final hidupnya didalam kolam itu. Dalam keputusasaan sikancil berteriak dengan sangat keras dengan kepala menengadah keatas

"Wahai langit dan bumi..., dan seluruh binatang-binatang didalam hutan. Aku kancil bersumpah tidak akan menipu lagi untuk kepentingan ku dan keselamatanku sendiri. Kecuali.....!!!!"

Ketika kancil mengucapka kata kecuali, sikancil sengaja mengecilkan suaranya hampir tak terdengar. Tak disangaka, gajah tiba-tiba muncul kembali ditepi kolam. Ternyata gajah tidak benar-benar meninggalkan kancil sendiri didalam kolam itu. Gajah pun penasaran ingin mendengar ucapakan kancil yang terakhir.

"Kecuali apa, kancil???" tanya gajah

Kancil pun terkejut mendengar bunyi gajah

Dongeng Lainnya:

"ternyata kau kembali lagi pak gajah, tolong pak gajah selamatkan aku." kata sikancil

"Jawab dahulu pertanyaanku kancil, kecuali apa?" tanya gajah
"Hmmmmm.... kecuali untuk menyelamatkan diri. Karena saya hanya binatang yang kecil yang sering terancam oleh harimau, singa, serigala, dan binatang lainnya." Jawab sikancil

"Benar begitu kancil?" sahut gajah. "Dan sekarang apakah kau sudah sadar dan berjanji tidak akan menipu, menjahili, dan tidak akan berbuat perbuatan yang merugikan binatang-binatang lain??" tanya gajah

"Benar pak gajah, betul. Aku benar-benar berjanji." jawab kancil
"Baiklah kancil, sekarang saya akan menolong mu keluar dari kolam ini." kata gajah

Kemudian gajah pun menjulurkan belalainya yang panjang intuk menangkap kancil dan mengangkatnya keatas. Sesampainya diatas kancil berkata

"Terima kasih pak gajah, saya tidak akan melupakan kebaikan mu ini pak gajah." Kata kancil.

Sejak kejadian itu sikancil pun menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi menipu, jahil, iseng menyerupai yang pernah ia lakukan dahulu kepada binatang-binatang lain dihutan.

Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Dongeng Pendek : Kenapa Unta Hidup Di Gurun Pasir

Adik-adik yang baik, kali ini akan bercerita ihwal kenapa unta tinggal digurun pasir bukannya dihutan. Yuk adik-adik kita baca dongengnya.

Suatu hari didalam hutan, Seekor Singa siraja hutan akan menyelenggarakan perayaan ulang tahun. Sang singa pun turut mengundang binatang-binatang yang ada di dalam hutan untuk hadir pada pesta perayaan ulang tahunnya, dan yang ikut diundang termasuk kera dan unta.

Semua binatang dihutan hadir, mereka terlihat gembira sebab selama ini Sang Singa telah menjadi pemimpin yang baik. Termasuk binatang-binatang kecil juga merasa terlindungi.


Perayaan ulang tahun sang Singa terlihat sangat meriah sekali. Selain para binatang yang ada didalam hutan hampir semua nya hadir, mereka juga beraksi pertanda diri dengan kebolehannya masing-masing.

Sang Singa memenggil kera untuk menari di didepan para tamu, sebab selama ini kera dikenal paling terpelajar menari. Dan kera pun maju kedepan para tamu.

"Inilah Monyet... Penari terbaik yang ada dihutan ini..." ucap Sinoa

Monyet menawarkan hormat dan senyum termanisnya kepada para tamu yang hadir. Dan kera pun mulai menari dengan bagus dengan diiringi bunyi nyayian burung yang merdu, dan binatang lainnya yang juga ikut bernyanyi.

"Indah sekali tarian si monyet," ucap gajah
Binatang lain juga tidak memungkirinya, memang kera ialah penari yang paling hebat. Tak hanya para tamu yang hadir yang memuji keindahan tarian si monyet, termasuk Sang Singa pun dibuat kagum oleh tarian monyet.

Akan tetapi ada salah satu binatang yang merasa iri melihat para tamu semua hampir memuji monyet. Dia ialah si unta, unta merasa bahwa tarian kera biasa-biasa saja, tidak terlihat indah.

"Aaahhh, saya juga mampu menari, bahkan lebih bagus dari tarian si monyet." ucap si unta

Monyet pun akibat menari dan para binatang bertepuk tangan, kecuali si unta. Unta pun memberanikan diri untuk maju, si unta bertekad akan menari dengan sangat bagus bahkan lebih bagus dari tarian si monyet.

"Paduka, ijinkan hamba menari. Hamba juga mampu menari bahkan jauh lebih bagus dibandingkan tarian si monyet," Ucap unta meminta ijin kepada sang Singa.

Sang Singa pun mempersilahkan si unta untuk menar. Burung mulai mengiringi dengan nyanyian dan kemudian unta pun mulai menari-nari. Akan tetapi sebab tubuhnya besar, bukan tarian yang bagus yang ia tampilkan. Melainkan gerakan-gerakan yang terlihat konyol, dikala si unta mengengkat satu kakinya dan kemudian ia terjatuh dan mengenai Sang Singa.

Sang singa pun geram dan marah, sebab ia hampir saja terluka sebab ulah si unta.
"Tangkap unta ini dan bawa ia pergi dari sini," Seru sang Singa marah.

Dongeng Lainnya:

Beberapa binatang lalu mengusir si unta. Bukannya mendapat kebanggaan si unta malah terusir dari pesta itu, dan bahkan terusir juga dari hutan. Itu semua sebab sifat iri hati si unta.

Itulah kenapa hingga dikala ini unta tinggal digurun pasir. Si unta sesungguhnya sangat menyesal sebab sudah iri dengan monyet. Akan tetapi sang Singa si raja hutan sudah tidak mau lagi menerimanya dihutan.

Tag:
dongeng unta, dongeng singa, dongeng monyet, dongeng gajah, dongeng sang singa, dongeng raja hutan, dongeng burung, dongeng ulang tahun, si unta, cerpen monyet, cerpen, cerita pendek

Cerita Anak : Dongeng Bangau Dan Merak Yang Sombong

Adik-adik yang baik, kali ini Burung bangau dan Burung merak yang sombong. Sudah tau kan menyerupai apa burung merak, ia memiliki keindahan pada bulunya. Nah, Yuk kita baca saja dongeng nya.

Pada suatu hari di di pedalaman hutan ada seekor burung merak yang arogan dan sangat sombong. Ia sangat membanggakan dirinya sebab memiliki bulu-bulu yang indah.

Keseharian Merak selain mencari makan Ia lebih sering berjalan-jalan dan menjumpai binatang lainnya hanya sekedar untuk menyombongkan keindahan yang dimilikinya.


Saat Merak sedang berjalan-jalan di tengah hutan, Ia bertemu dengan Bebek, dan menyerupai biasa merak beraksi menyombongkan dirinya. Ia mulai merentangkan bulu indahnya dihadapan si bebek.

"Lihat bebek, lihatlah bulu indahku ini. Apakah kau punya bulu-bulu yang rupawan menyerupai diriku," kata Merak

Bebek yang tidak suka berdebat alhasil memilih membisu dan pergi meninggalkan Merak yang sombong itu.

"Ah, kau ini memang belibis payah dan jelek." ujar Merak melihat belibis pergi meninggalkannya.

Tidak berapa lama hinggap lah bangau. Dan menyerupai biasa Merak mulai merentangkan bulunya yang rupawan dibawah sinar matahari.

Dongeng Lainnya:

"Bangau, coba kau lihat," kata Merak "Dapatkah kau mengalahkan keindahan ku? Lihat, saya bermandikan kemewahan dan pelangi, sedangkan bulu mu kusam kelabu menyerupai debu."

Bangau pun mulai merentangkan sayapnya dengan lebar-lebar dan kemudian ia terbang ke atas. Di atas bangau bicara kepada Merak

"Merak, lihatlah aku. Apakah kau mampu terbang menyerupai aku, ikutilah saya kalau kau bisa," kata bangau.

Akan tetapi Merak hanya mampu membisu bangun terpaku sebab Ia tidak mampu terbang keatas menyerupai bangau.

Nah adik-adik yang baik, dari dongeng anak dongeng bangau dan merak diatas kita mampu ambil hikmahnya yakni Janganlah kita menyombongkan diri terhadap apa yang kita miliki. Karena mungkin saja mereka punya apa yang kita tidak miliki.

Kisah Kelelawar Pengecut

By : 

Dongeng anak indonesia kali ini, kita akan mendengarkan kisah perihal kelelawar yang pengecut. Tahukah kalian bahwa mengapa kelelawar hanya keluar pada malam hari untuk mencari makan?. Nah lewat kisah anak indonesia kali ini kita akan mengetahui kenapa kelelawar begitu pengecut untuk keluar pada siang hari. Semoga dongeng anak indonesia ini bermanfaat dan kita mampu mengambil hikmahnya.

Alkisah pada sebuah padang rumput yang sangat luas. Tinggalah disana sekelompok binatang yang dipimpin oleh seekor singa yang sangat kuat. Mereka hidup dengan tenang, sampai pada jadinya sekelompok burung pemakan bangkai yang dipimpin elang mengusik kehidupan mereka. Suatu ketika sang singa sedang menyantap seekor rusa hasil buruannya.

Belum habis disantap, tiba-tiba dari ketinggian muncullah sekelompok burung elang pemangsa daging merebut makanan yang sedang disantap sang singa. Sontak si singa marah sekali dan anggota hewan yang lainpun juga direbut makananya yang sedang mereka makan.


Sang singa berkata "Kurang ajar..!!, hai burung, kalian sangat tidak sopan merebut makanan kami, dengan begitu engkau telah memukul genderang perang dengan kami!!" marah sang singa kepada kelompok burung.

Keesokkan harinya, singa telah memerintahkan kepada binatang-binatang di padang rumput itu untuk berkemas-kemas menyerang kelompok burung. Kelelawar yang pada ketika itu bingung, sebab bila ia berada pada posisi burung, maka ia-pun akan diserang oleh sang singa dan hewan lainnya. Maka ia berinisiatif untuk bergabung dengan singa.
Baca juga kisah menarik : Patung Tunggara
Akhirnya perang tidak mampu dihindari, namun jadinya singa kalah dan kelelawar berpindah ke kelompok burung. Si singa mengumpulkan semua binatang yang ada dan bersiap untuk menyerang kembali dengan kekuatan besar.

Dan jadinya ketika kelompok burung elang sedang lengah mereka terkejut melihat singa datang dengan kekuatan penuh dan mengobrak-abrik sarang mereka. Lalu mereka terbang dan kabur.

Melihat kelompok burung elang yang kalah, kelelawar-pun kini kembali mendukung kelompok singa. Raja hutan melihat gelagat yang kurang beres pada kelelawar yang selalu berpindah-pindah bertanya kepada kelelawar. "Hai kelelawar, bersama-sama siapa yang engkau dukung, hah? Hardik singa dengan marah kepada kelelawar.

"Kkk..kami..kami bersama-sama mendukung kelompok engkau, singa", jawab kelelawar yang ketakutan. Singa jadinya mengetahui bahwa kelelawar hanya mencari aman saja, sebab bila ia dianggap menyerupai burung (karena kelelawar memiliki sayap) pasti akan diserang oleh pasukan singa.

Akhirnya singa mengusir kelelawar, dan kelelawar pergi ke kelompok burung. Si burung elang pun sama menyerupai singa beranggapan bahwa kelelawar pengecut dan tidak punya pendirian, mereka pun di usir oleh kelompok burung. Dan jadinya singa dan elang berdamai dan kelelawar sangat aib sekali, mereka jadinya berdiam di goa-goa dan hanya keluar pada malam hari untuk menghindari aib dari singa dan elang serta hewan-hewan lainnya.

Nah nasihat yang mampu diambil dari Cerita Anak Si Kancil Yang Pintar dan Nakal yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Patung Tunggara

By :

Dongeng anak indonesia yang dulu pernah saya dengar lewat kaset produksi sanggar dongeng anak, namun saya lupa label-nya. Dongeng anak indonesia kali ini dengan judul kisah patung tunggara. Dikisahkan ada sebuah patung emas yang berada diatas bukit. Entah siapa yang membuat patung tersebut, namun patung itu sangat mengagumkan karena berlapis emas pada lapisan luarnya

Alkisah patung tersebut berjulukan patung tunggara. Patung ini memiliki sahabat seekor burung rajawali yang selalu datang dan menghampiri serta menemani patung tunggara setiap harinya.

Nun jauh di bawah bukit dimana patung itu berada, ada sebuah dusun dimana orang-orang disana hidup dengan tentram dan damai. Anehnya orang-orang di dusun tersebut belum tahu eksistensi patung emas yang ada diatas bukit.

Pada suatu hari, datanglah bencana yang menimpa. Hujan yang datang lebih lebat dari biasanya dan hujan tersebut kesudahannya mendatangkan banjir yang sangat dahsyat. Seluruh orang yang ada di dusun lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari air bah yang datang dengan tiba-tiba. Semua penduduk dusun berlari menaiki bukit biar terhindar dari terjangan air bah yang sangat dahsyat.

Dongeng Anak Kisah Patung Tunggara


Setelah banjir mereda, mereka kembali ke dusun mereka. Terjangan banjir telah memporak-porandakan isi dusun, rumah, hewan ternak dan semua harta benda mereka tidak ada yang tersisa. Kini mereka tidak tahu bagaimana harus berbuat apa. Sementara itu di ketinggian bukit, sang burung rajawali berkata kepada patung tunggara. "Arrk...hai patung, lihatlah dibawah sana, penduduk dusun kini tidak punya apa-apa lagi, rumah mereka semua terbawa air banjir yang dahsyat..arrk", burung rajawali sangat duka melihat keadaan penduduk dusun setelah bencana banjir.

Si Patung berkata " Wahai rajawali, segera copotlah semua emas yang ada ditubuhku dan terbanglah ke angkasa untuk membagikan emas ku ini". "Ah jangan patung, nanti kau tidak terlihat mengagumkan lagi" jawab rajawali. "Jangan hiraukan aku, cepat kau lepaskan emas-ku ini, dan segera bagikan kepada penduduk dusun yang sudah mulai kelaparan".

Dengan berat hati rajawali mulai mematuk dan mengambil emas yang ada pada patung tunggara. "Hey...ternyata kau terbuat dari kayu!!", rajawali terperanjat melihat patung tunggara terbuat dari kayu didalamnya" " Benar, rajawali..aku terbuat dari kayu didalamnya dan dilapisi emas, cepat kau bagikan emas-emas ini".

:  penggembala dan serigala

Lalu rajawali terbang keangkasa dan mulai membagikan emas. Penduduk dusun sangat senang, mereka pribadi membelikan emas tersebut dengan materi makanan yang banyak. Akan tetapi setelah mereka punya lauk pauk, kini mereka kebingungan mencari kayu bakar, karena semua pohon sudah rusak dan hancur diterjang banjir. Lalu mereka pergi keatas bukit untuk mencari kayu bakar.

Sesampainya diatas bukit mereka menemukan patung tunggara yang sudah bermetamorfosis patung kayu. Lalu mereka beramai-ramai mulai memotong patung tunggara, lalu mereka bawa pulang untuk menjadi kayu bakar.

Sesampainya dirumah, mereka mulai memasak dengan memakai kayu yang berasal dari patung tadi. Lalu seketika itu patung berkata kepada penduduk yang sedang memasak." Wahai manusia..!"..sontak mereka terkejut mendengar bunyi tadi. "Jangan takut. gua ialah patung yang kalian potong, tapi gua tidak marah, gua hanya ingin berpesan kepada kalian, janganlah menebang hutan sembarangan dan terlalu serakah dengan hasil alam".

Penduduk yang mendengar bunyi tadi, kesudahannya menyadari bahwa petaka yang terjadi kepada mereka ialah ulah mereka sendiri karena menebangi pohon-pohon dihutan dan kesudahannya tidak dapat menahan air dan datanglah banjir.

Cerita dongeng anak lainnya : Sephia dan Kucing Persia

Hikmah Cerita Malin Kundang si Anak Durhaka yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Sephia dan Kucing Persia

Dongeng anak indonesia yang kesekian kalinya perihal seorang anak perempuan yang berjulukan Sephia. Sephia yaitu anak yang rajin dan pandai, tak jarang ia selalu juara kelas di sekolahnya. Sephia yaitu anak ke tiga dari tiga bersaudara. Semua saudaranya perempuan, maka tak heran jikalau rumah mereka selalu tampak bersih selalu.

keluarga Sephia yaitu keluarga yang serba kekurangan, namun itu tidak menyurutkan niat Sephia yang bercita-cita menjadi dokter hewan. alasannya yaitu memang Sephia yaitu sosok anak perempuan yang sangat menyayangi hewan.

Namun ada satu keinginan Sephia dari dulu yang selalu di tolak ibunya, yaitu memelihara kucing persia. Sephia sudah meyakinkan ibunya perihal perihal binatang tersebut. Namun ibunya tetap menolak untuk memelihara kucing.



Suatu hari Sephia pergi ke sekolah, ditengah perjalanan ia menemukan seekor kucing yang sedang tergeletak disebelah parit bersahabat sekolahnya, kucing tersebut sangat lelah sekali, tampak ibarat telah berjalan sangat jauh sekali.

Sephia eksklusif mendekati kucing tadi dan beliau sangat terkejut sekali, ternyata kucing itu yaitu kucing persia yang sangat mahal harganya. Ia lalu merawat dan membawanya pulang ke rumah setelah pulang dari sekolahnya.

Awalnya ibunya menolak, namun dengan kegigihan Sephia, risikonya hati ibunya luluh dengan syarat kucing tadi harus dipelihara dengan baik dan tidak boleh mengotori rumah.

Baca juga Cerita Anak : Harimau Sombong dan Gong Ajaib

Senang sekali hari Sephia, beliau sangat menyayangi kucing persia itu, hingga risikonya kucing tadi menjadi sehat ibarat semula. Setiap ia pulang dari sekolah, kucing persia itu menunggu dengan setia di depan pintu untuk bercanda dengan Sephia.

Suatu ketika, datanglah sebuah kendaraan beroda empat mewah menghampiri rumah Sephia yang sangat sederhana itu. Dari dalam kendaraan beroda empat keluarlah seorang lelaki paruh baya dan eksklusif mengetuk pintu depan rumah.

Sang ibu eksklusif membukakan pintu dan bertanya "Ada apa Pak?", "Maaf bu, apa benar ini rumah Sephia?", "Benar pak" jawab ibu. " Begini bu, anak gua sudah sakit parah akhir ia kehilangan kucing kesayangannya, gua mau tanya apa Sephia ada?.

"Maaf pak, Sephia sedang sekolah, sebentar lagi ia juga pulang", tak lama kemudian Sephia datang dari sekolah. Ia heran diruang tamu yang sangat kecil itu sudah ada laki-laki yang duduk menunggu.

Si ibu eksklusif memberitahukan kepada Sephia, bahwa kucing yang ia temukan yaitu milik anak dari bapak tersebut. Sedih sekali Sephia, ia harus kehilangan kucing Persia, padahal ia sudah memeliharanya cukup lama.

"Tenang, nak..Bapak akan mengganti semua ongkos perawatan kucing ini, dan engkaupun boleh datang kerumah bapak untuk menengok kucing ini". Akhirnya Sephia melepaskan kucing Persia itu dan beliau menolak mendapatkan sumbangan bapak itu.

"Sungguh mulia sekali hatimu, nak" si bapak itu terharu. Tak lama kemudian bapak itu pulang membawa kucing persia.

Keesokkan harinya, setelah pulang dari sekolah, alangkah kagetnya Sephia melihat di pekarangan belakang sudah ada sangkar kucing persia yang besar, lengkap dengan 5 ekor kucing Persia yang lucu-lucu.

"Ibu, ini punya siapa?." tanya Sephia. "Ini yaitu kucing Persia milikmu. hadiah dari bapak yang kemarin, dan beliau berpesan semoga engkau terus menyayangi binatang" Kata si ibu senang.

Akhirnya Sephia mendapat apa yang sudah ia impikan selama ini. Hikmah Kisah Pangeran Yang Sombong Dan Pangeran Baik Hati yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com