Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita anak kali ini bercerita perihal Ravi yang masuk sekolah dasar akrab dengan rumahnya. Sebelum pendaftaran masuk sekolah tersebut, orang bau tanah Ravi sangat ingin Ravi masuk di dingklik sekolah dasar negeri akrab dengan rumahnya, namun apa daya alasannya yaitu orang bau tanah si Ravi tidak bisa untuk membiayainya, mereka mengurungkan niat untuk menyekolahkan Ravi. Namun tak disangka pemberian dari saudaranya yang baik hati, akibatnya si Ravi bisa sekolah. Bagaimana dongeng lengkapnya, mari kita ikuti cerita anak perihal si Ravi Senang Sekolah Baru.

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Pada awal cerita, Ravi yaitu anak yang sangat rajin, walau dia belum begitu besar umurnya, namun dia sangat senang membantu orangtuanya bekerja di rumah. Ravi bercita-cita ingin menjadi seorang Arsitek kelak waktu dia remaja nanti, dia sering mencore-coret kertas bekas dengan pinsil yang dia pinjam dari ayahnya.

Ayahnya senang melihat Ravi sering mencoret-coret dan menggambar sesuatu yang sangat indah untuk seusianya. Ravi sangat terpelajar menggambar rumah, pemandangan, mobil, binatang, bahkan dia juga suka melukis wajah ayahnya dengan sangat detail.

Suatu saat, datanglah paman Ravi yang bekerja di kota sebagai seorang pemeriksa gambar bangunan. Paman Ravi datang bersilaturahmi ke rumah orang bau tanah Ravi dalam rangka Hari Raya idul fitri.

Betapa terkejutnya paman Ravi, ketika melihat Ravi senang sekali menggambar dan melukis dengan cekatan dari tangan kecilnya.

Paman Ravi berpesan kepada orang bau tanah Ravi, semoga Ravi disekolah setinggi-tingginya semoga menjadi seorang arsitektur. Mendengar paman Ravi berkata demikian, orang bau tanah Ravi hanya menundukkan kepala dan berkata, "Bagaimana kami mau menyekolahkan Ravi, kami tidak memiliki cukup uang untuk memasukkan  Ravi ke sekolah dasar tahun ini".

Mendengar perkataan orang bau tanah Ravi, akibatnya sang paman sanggup menyekolahkan Ravi hingga dia lulus di akademi tinggi.

Ravi sangat senang alasannya yaitu besok dia bisa bersekolah, alasannya yaitu memang sudah harus masuk sekolah alasannya yaitu umurnya sudah mencukupi, dan tak kalah senangnya juga orang bau tanah Ravi yang melihat anak mereka bisa masuk sekolah dasar.

Singkat cerita, Ravi sudah remaja dan memiliki gelar Insinyur Arsitek dan memiliki pekerjaan yang membuat orang tuanya bangga, Ravi juga sekaligus bisa memberangkatkan Haji kedua orang tuanya ke Baitullah. Sungguh Ravi anak yang rajin dan soleh, dia juga tidak lupa akan jasa sang pamannya yang menyekolahkan dia hingga akademi tinggi.

Hikmah Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru kali ini adalah, kita harus berjuang keras demi harapan yang kita inginkan semenjak kita kecil, hingga waktunya kita bisa mewujudkan harapan kita kelak kita remaja nanti. Dan jangan patah semangat, teruslah berguru dengan tekun serta jangan malas bangkit pagi.

Ikuti juga dongeng anak berikut ini yang tak kalah menariknya :
- Cerita anak Si Vilda yang ikut puasa
- Cerita anak si kancil dan buaya
- Cerita anak singkat si Belalang yang pikun
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak - Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Cerita Anak - Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi. Tersebutlah pada jaman dahulu kala, hidup seorang anak muda yang tinggal bersama kakeknya. Si kakek mengasuh anak ini dari sejak ia kecil hingga kini sudah dewasa, alasannya ialah ditinggal orang tuanya. Si cowok tersebut sangat rajin dan patuh akan perintah kakeknya. Kakeknya sering mengajarkan wacana kebaikan dan kebajikan dalam hidup.

Cerita Anak - Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Cerita Anak - Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Sampailah pada alhasil dongeng anak ini berlanjut hingga si cowok ini merantau ke sebuah perkotaan yang sangat ramai.

Disitu ia mulai mencari pekerjaan yang mampu mendatangkan rejeki biar ia mampu makan dan hidup disitu.

Ia mulai memasuki pasar-pasar dan memperlihatkan jasa sebagai tukang panggul. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan saudagar kaya yang hendak membongkar muatan dari kapalnya.

"Wahai anak muda, apakah engkau mampu berhitung?" Si saudagar bertanya kepada si cowok tersebut.

"Bisa,tuanku...hamba sangat jago dalam berhitung" jawab si pemuda.

Singkat dongeng si cowok diajak berdagang bersama si saudagar kaya. Dan alhasil ia-pun bekerja full-time bersama saudagar kaya.

Awal mulanya si cowok diperintahkan bekerja untuk menghitung barang dagangan yang terjual oleh si saudagar kaya.

Ia sangat bersyukur sekali menerima pekerjaan tersebut, namun hingga suatu ketika ia diperintahkan saudagar kaya itu untuk ikut berdagang ke sebuah pulau yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.

Sesampainya disana, ia diperintahkan untuk memberatkan timbangannya biar menerima keuntungan yang sangat besar dari pulau tersebut.

Sontak ia sangat kaget atas perintah sang saudagar kaya. "Maaf tuanku, bukan maksud hamba untuk menolak perintah tuan, akan tetapi bukankah hal ini sangat dilarang dalam agama dan tentunya tidak baik bagi rejeki kita?" Tanya si cowok dengan sangat lugu.

Si saudagar pribadi tertawa terbahak-bahak dan berkata "Wahai pemuda, kau ini sangat akil dalam berhitung namun dalam berniaga, ilmu yang kau miliki ialah nol besar!, tidak ada!" kata si saudagar.

Kemudian saudagar itu melanjutkan perkataannya "Tahukah engkau bahwa itulah yang membuat gue kaya raya ibarat ini, janganlah menjadi jujur ketika kau berdagang. Itu akan membuatmu tidak pernah kaya!...hahahha".

Si cowok bangun dari daerah duduknya sambil berkata "Maaf tuanku, hamba bekerja bukan hanya untuk makan, tapi hamba bekerja untuk mencari keberkahan di dunia dan akhirat."

"Jika cara tuan berdagang ibarat ini, maka mulai dikala ini hamba berhenti bekerja" tegas si cowok lanjut. "Masih banyak pekerjaan diluar sana yang penuh keberkahan asal Hamba mau jujur dalam hidup ini" si cowok tegas dalam berkata.

Mendengar si cowok berhenti bekerja, si saudagar kaya semakin tertawa terbahak-bahak. Si cowok pun pergi meninggalkan lapak si saudagar itu.

Ternyata kepergian cowok tersebut, terendus oleh para pembeli yang sedang mengerumuni lapak si saudagar kaya. Mereka tahu bahwa saudagar itu tidak jujur dalam berdagang. Mereka alhasil mengembalikan barang minta meminta uangnya dikembalikan.

Si saudagar sangat merugi hari itu dan pulang kembali tanpa untung sepeserpun. Ia alhasil memutuskan untuk mencari cowok jujur yang tidak mau korupsi timbangan tersebut.

Singkat cerita-pun alhasil si cowok ini menjadi saudagar kaya raya di negeri tersebut alasannya ialah kejujuran dalam berdagang, tanpa harus korupsi alat timbangan. Sehingga banyak pembeli yang senang membeli barang-barang dari si cowok alasannya ialah kejujurannya.

Hikmah cerita anak kali ini ialah janganlah kita menipu orang dengan sesuatu yang menguntungkan kita tapi merugikan orang lain. Berbuatlah kebaikan dan menjadi baik selama kita hidup di dunia, alasannya ialah Allah Maha pengasih bagi orang yang berbuat baik.

Masih banyak lagi dongeng anak yang mampu kau baca di blog dongeng ini, ibarat dongeng anak berikut ini :
- cerita anak si kancil dan monyet
- cerita anak si ipan dan apin
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang Nakal

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang nakal. Pada jaman dahulu kala ada seekor burung murai yang sangat badung sekali. Setiap hari dia memakan daun pisang pak tani. Rupanya si murai kesal sebab ulat yang ada di daun pisang milik pak tani hilang entah kemana sejak demam isu kering tiba.

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang Nakal

Burung murai badung merusak tanaman pohon pisang sampai kesannya pak tani gagal panen tanaman pisang kali ini.

Akhirnya pak tani beralih untuk bercocok tanam pohon duren, dan burung murai-pun kini semakin gundah sebab mereka tidak mampu makan ulat daun pohon duren.

Kini kesannya mereka menyesal, mereka sadar jika tindakan mereka merusak pohon pisang pak petani justru merugikan mereka sendiri.

Hikmah kisah anak singkat kali ini yaitu janganlah kita menuruti amarah kita sesaat, cobalah untuk bersabar dan tidak mengambil keputusan ketika sedang marah.

Semoga kisah cowok yang tidak mau korupsi.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com