Kisah Kelelawar Pengecut

By : 

Dongeng anak indonesia kali ini, kita akan mendengarkan kisah perihal kelelawar yang pengecut. Tahukah kalian bahwa mengapa kelelawar hanya keluar pada malam hari untuk mencari makan?. Nah lewat kisah anak indonesia kali ini kita akan mengetahui kenapa kelelawar begitu pengecut untuk keluar pada siang hari. Semoga dongeng anak indonesia ini bermanfaat dan kita mampu mengambil hikmahnya.

Alkisah pada sebuah padang rumput yang sangat luas. Tinggalah disana sekelompok binatang yang dipimpin oleh seekor singa yang sangat kuat. Mereka hidup dengan tenang, sampai pada jadinya sekelompok burung pemakan bangkai yang dipimpin elang mengusik kehidupan mereka. Suatu ketika sang singa sedang menyantap seekor rusa hasil buruannya.

Belum habis disantap, tiba-tiba dari ketinggian muncullah sekelompok burung elang pemangsa daging merebut makanan yang sedang disantap sang singa. Sontak si singa marah sekali dan anggota hewan yang lainpun juga direbut makananya yang sedang mereka makan.


Sang singa berkata "Kurang ajar..!!, hai burung, kalian sangat tidak sopan merebut makanan kami, dengan begitu engkau telah memukul genderang perang dengan kami!!" marah sang singa kepada kelompok burung.

Keesokkan harinya, singa telah memerintahkan kepada binatang-binatang di padang rumput itu untuk berkemas-kemas menyerang kelompok burung. Kelelawar yang pada ketika itu bingung, sebab bila ia berada pada posisi burung, maka ia-pun akan diserang oleh sang singa dan hewan lainnya. Maka ia berinisiatif untuk bergabung dengan singa.
Baca juga kisah menarik : Patung Tunggara
Akhirnya perang tidak mampu dihindari, namun jadinya singa kalah dan kelelawar berpindah ke kelompok burung. Si singa mengumpulkan semua binatang yang ada dan bersiap untuk menyerang kembali dengan kekuatan besar.

Dan jadinya ketika kelompok burung elang sedang lengah mereka terkejut melihat singa datang dengan kekuatan penuh dan mengobrak-abrik sarang mereka. Lalu mereka terbang dan kabur.

Melihat kelompok burung elang yang kalah, kelelawar-pun kini kembali mendukung kelompok singa. Raja hutan melihat gelagat yang kurang beres pada kelelawar yang selalu berpindah-pindah bertanya kepada kelelawar. "Hai kelelawar, bersama-sama siapa yang engkau dukung, hah? Hardik singa dengan marah kepada kelelawar.

"Kkk..kami..kami bersama-sama mendukung kelompok engkau, singa", jawab kelelawar yang ketakutan. Singa jadinya mengetahui bahwa kelelawar hanya mencari aman saja, sebab bila ia dianggap menyerupai burung (karena kelelawar memiliki sayap) pasti akan diserang oleh pasukan singa.

Akhirnya singa mengusir kelelawar, dan kelelawar pergi ke kelompok burung. Si burung elang pun sama menyerupai singa beranggapan bahwa kelelawar pengecut dan tidak punya pendirian, mereka pun di usir oleh kelompok burung. Dan jadinya singa dan elang berdamai dan kelelawar sangat aib sekali, mereka jadinya berdiam di goa-goa dan hanya keluar pada malam hari untuk menghindari aib dari singa dan elang serta hewan-hewan lainnya.

Nah nasihat yang mampu diambil dari Cerita Anak Si Kancil Yang Pintar dan Nakal yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Anak Singkat - Kisah Belalang Yang Pikun

Cerita Anak Anak Singkat Kisah Belalang Yang Pikun - Cerita anak anak singkat kali ini berkisah wacana kisah seekor belalang yang pikun. Pada animo kering hiduplah belalang yang senang sekali memainkan alat musik gitar kecil yang ada di tanganya. Padahal sebentar lagi animo hujan panjang akan tiba, namun si belalang tetap saja memainkan gitar tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya.

Sementara hewan-hewan lainnya sedang sibuk mempersiapkan materi makanan untuk persiapan animo hujan yang akan panjang nantinya. Ketika sekelompok semut melintas di hadapan si belalang, belalang berkata "Hai semut, ayo mari kita bermain dan bernyanyi bersamaku" ajak si belalang.


"Apa? bermain?, tidakkah kau lihat diluar sana, semua hewan berkemas-kemas alasannya ialah esok akan datang animo hujan yang panjang, bila kau tidak ada persiapan maka kau akan mati", teriak si semut kepada belalang.

Baca juga dongeng anak Kisah Persahabatan Kerbau Dan Gagak Hitam

Spontan belalang pribadi berlari pontang panting mencari makan untuk animo depan.

Hikmah Kisah Deni si Koki Cilik yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

cerita anak anak singkat - kisah si kancil dan si monyet

cerita anak anak singkat dongeng si kancil dan si monyet - Cerita anak anak singkat kali ini bercerita perihal si kancil dan si monyet. Walau keduanya termasuk hewan yang cerdik, namun kebijaksanaan monyet jauh lebih menjurus kearah negatif dibanding kebijaksanaan si kancil yang sering menolong. Suatu hari si monyet datang menemui kancil, ternyata si monyet ingin meminjam beberapa makanan milik kancil.

"Hai kancil, bolehkah saya meminjam beberapa pisang milik mu, nanti akan saya kembalikan setelah saya mampu mencari pisang kembali, alasannya yakni kakiku sedang sakit.

Kancil kemudian memperhatikan kaki si monyet dan ternyata monyet hanya akal-akalan saja.



"Sebenarnya pisang ini bukan milik ku, ini yakni kepunyaan para simpanse di hutan yang sedang pergi untuk mencari daerah barunya, tapi tidak apalah jika kau ingin memakannya, ambillah".

Baca juga dongeng anak Katak sombong dan penyu laut yang bijak


Si monyet sangat gembira, alasannya yakni saking bangga ia lupa jika ia tadi bilang kakinya sedang sakit, ia eksklusif berjingkrak-jingkrak.

"Lho monyet, kenapa kau berjingkrak-jingkrak?, bukankankah kau tadi bilang jika kakimu sedang sakit?" tanya si kancil.

Monyet eksklusif berhenti dan tertawa, "Oops, saya lupa kancil, tapi saya sekarang sudah sembuh kok..hehehe" si monyet menjawab dengan muka liciknya.

Si kancil eksklusif ditinggal pergi oleh si monyet, si monyet tertawa terbahak-bahak, "Hahaha, akhirnya kena juga kau kancil saya tipu, memangnya kau saja yang cerdik" ledek si Monyet pergi keatas pohon sambil memegang beberapa pisang.

Tak lama kemudian terdengar teriakan "aduuh...aduhh. tolong perutku sakit" si monyet pun terjatuh dari pohon alasannya yakni memegang perutnya.

"Kancil menghampiri si monyet, kenapa kau monyet?" tanya si kancil, Si monyet tak mampu menjawab ia hanya meringis kesakitan sambil memegang perutnya..

Baca juga dongeng anak Kucing yang mungil

"hahaha..makanya kau jangan suka menipu, tahu sendiri akibatnya, pisang tadi yakni pisang beracun yang tidak boleh dimakan oleh siapapun".

Hikmah Cerita Anak Anak Singkat - Kisah Belalang Yang Pikun yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Si Kancil Dan Ayam Merak Yang Sombong

Kisah Si Kancil Dan Ayam Merak Yang Sombong - Suatu hari si kancil sedang bermain-main di hutan, dari kejauhan datanglah seekor burung merak. Si Merak datang dengan membentangkan ekornya yang besar dan berwarna sangat cantik sekali. Sesekali burung merak mengibas-ngibaskan ekornya semoga diperhatikan hewan hutan yang lainnya.

"Hai kancil, lihatlah ekorku, apakah kau tidak terpesona melihat ekorku yang sangat mengagumkan dan cantik ini?" tanya si Merak kepada kancil yang sedang berbaring di bawah pohon. Rupanya si Kancil sangat kekenyangan setelah memakan timun dari kebun pak petani siang ini. "Ah biasa saja tuh, ekormu itu tidak jauh berbeda dengan ekor teman-teman kita yang lain", jawab si kancil dengan santai.


"Masa sih, semua hewan yang ada dihutan ini menyukai dan mengagumi ekor ku yang cantik ini, cuma kau saja cil yang tidak mau mengakuinya", kesal si Merak kepada si kancil.

Si kancil merasa terganggu waktu tidur siangnya terpaksa mngelabui si Merak semoga tidak sombong lagi. "Tahukah kau Merak, kemarin gua melihat pemburu yang sedang mengincar ekor merak yang cantik untuk mereka potong dan jual?".

Belum Kancil tamat bercerita kepada Merak. Si merak sudah jauh berlari tunggang langgang meninggalkan si Kancil. "Ohh Tidakk.aku tidak mau di buru oleh para pencari ekorku yang cantik ini.."

Melihat tingkah si Merak, si Kancil hanya mampu tertawa dan kembali melanjutkan tidur siangnya.

Baca juga Kupu kupu emas yang sombong

Bersyukur akan apa yang telah kita miliki yaitu nasihat dari Tips Bagaimana Mendidik Anak Islami Dengan Cerita dan Dongeng yang pasti seru dan menyenangkan.

Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Sebelum Tidur - Serigala Yang Galau

Dongeng Sebelum Tidur - Serigala Yang Galau - dongeng kali ini di awali oleh seekor serigala tampak murung di bawah jendela di sebuah rumah di demam isu dingin. Serigala itu tampak kurus sekali dan hampir kurus kering. Tak biasanya demam isu hambar kali ini panjang waktunya, sehingga banyak binatang di hutan yang mencari santunan di rumah-rumah penduduk kampung, sama ibarat halnya serigala itu.

Dari kejauhan seekor tupai memperhatikan si serigala yang sedang resah tersebut, disapanya sang serigala dari atas ranting pohon akrab jendela rumah itu. "Hai serigala, kenapa kau murung saja, apakah kau belum makan?" tanya si tupai kepada serigala tadi.


Baca juga kancil dan serigala yang suka tubruk domba


"Sedari pagi gua lihat banyak kambing dan domba di ladang petani, namun gua lebih suka kepada bunyi yang berasal dari dalam rumah ini" kata serigala sumringah.

"Lho memangnya ada apa dengan bunyi dari dalam rumah ini, itu hanya tangisan bayi?" tanya si tupai penasaran. "Sedari tadi gua mendengar bunyi wanita itu dari dalam yang berkata jikalau bayi itu tidak berhenti menangis maka si ibu akan memanggil gua kedalam untuk memakan si bayi tersebut", kata serigala senang.

Si tupai hanya tersenyum kecut dan hampir tertawa terbahak-bahak mendengar dongeng si serigala. Dari pada beliau di marahi serigala jawaban menertawainya, beliau lebih baik meninggalkan si serigala tadi dan masuk kedalam hutan.

Baca juga dongeng anak Amir dan Misteri rumah Tua

Hikmah Dongeng Cerita Anak Kisah Merpati Putih dan Katak Pemalu yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Anak si Badak Bermulut besar

Dongeng Anak si Badak Bermulut besar - Alkisah ada seekor rino yang bermulut besar, bukan saja bentuk mulutnya besar namun si rino sering "berkata besar" kepada seluruh anggota hewan di seluruh hutan.

Kepada siapa saja yang ia temui di jalan, si rino selalu berkata bila ia gres saja menemukan apa yang tidak ditemukan anggota hutan lainnya. Sering kali ia berkata besar kepada hewan lain tanpa ada bukti.

Suatu hari ia bertemu dengan burung elang dan berkata "Hai elang tahukah kau saya akan memiliki sangkar cantik nanti penuh dengan makanan-makanan enak", elang tidak menjawab alasannya ialah ia tahu rino cuma mampu ngomong besar.

Baca juga kisah anak Pangeran Buruk Rupa yang Baik Hati


Badak terus berjalan melewati sebuah danau kecil, disitu ada seekor katak yang sedang bernyanyi dengan asiknya. Berkatalah si badak, "Hai katak, suaraku lebih cantik dari pada bunyi mu itu."

Katak sedikit gusar, namun ia terus bernyanyi di danau itu tanpa menghiraukan perkataan si badak.

Tibalah rino disebuah pohon yang penuh dengan semut-semut pekerja. Badak pun termakan untuk berkata kepada semut-semut itu. "Hai semut, mengapa kalian begitu bekerja dengan keras sekali, lihatlah aku, saya tidak pernah bekerja, kerjaku hanya makan dan tidur dan lihatlah badan kalian tidak mampu sebesar saya khan?", kata si badak. Baru saja rino ingin berkata, tiba-tiba ia lari terpontang panting melihat semut-semut itu sedang memakan bangkai seekor rino yang telah dimangsa harimau kemarin.

Baca juga kisah anak Pangeran baik hati

Hikmah Dongeng Sebelum Tidur - Serigala Yang Galau yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita anak kali ini bercerita perihal Ravi yang masuk sekolah dasar akrab dengan rumahnya. Sebelum pendaftaran masuk sekolah tersebut, orang bau tanah Ravi sangat ingin Ravi masuk di dingklik sekolah dasar negeri akrab dengan rumahnya, namun apa daya alasannya yaitu orang bau tanah si Ravi tidak bisa untuk membiayainya, mereka mengurungkan niat untuk menyekolahkan Ravi. Namun tak disangka pemberian dari saudaranya yang baik hati, akibatnya si Ravi bisa sekolah. Bagaimana dongeng lengkapnya, mari kita ikuti cerita anak perihal si Ravi Senang Sekolah Baru.

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru

Pada awal cerita, Ravi yaitu anak yang sangat rajin, walau dia belum begitu besar umurnya, namun dia sangat senang membantu orangtuanya bekerja di rumah. Ravi bercita-cita ingin menjadi seorang Arsitek kelak waktu dia remaja nanti, dia sering mencore-coret kertas bekas dengan pinsil yang dia pinjam dari ayahnya.

Ayahnya senang melihat Ravi sering mencoret-coret dan menggambar sesuatu yang sangat indah untuk seusianya. Ravi sangat terpelajar menggambar rumah, pemandangan, mobil, binatang, bahkan dia juga suka melukis wajah ayahnya dengan sangat detail.

Suatu saat, datanglah paman Ravi yang bekerja di kota sebagai seorang pemeriksa gambar bangunan. Paman Ravi datang bersilaturahmi ke rumah orang bau tanah Ravi dalam rangka Hari Raya idul fitri.

Betapa terkejutnya paman Ravi, ketika melihat Ravi senang sekali menggambar dan melukis dengan cekatan dari tangan kecilnya.

Paman Ravi berpesan kepada orang bau tanah Ravi, semoga Ravi disekolah setinggi-tingginya semoga menjadi seorang arsitektur. Mendengar paman Ravi berkata demikian, orang bau tanah Ravi hanya menundukkan kepala dan berkata, "Bagaimana kami mau menyekolahkan Ravi, kami tidak memiliki cukup uang untuk memasukkan  Ravi ke sekolah dasar tahun ini".

Mendengar perkataan orang bau tanah Ravi, akibatnya sang paman sanggup menyekolahkan Ravi hingga dia lulus di akademi tinggi.

Ravi sangat senang alasannya yaitu besok dia bisa bersekolah, alasannya yaitu memang sudah harus masuk sekolah alasannya yaitu umurnya sudah mencukupi, dan tak kalah senangnya juga orang bau tanah Ravi yang melihat anak mereka bisa masuk sekolah dasar.

Singkat cerita, Ravi sudah remaja dan memiliki gelar Insinyur Arsitek dan memiliki pekerjaan yang membuat orang tuanya bangga, Ravi juga sekaligus bisa memberangkatkan Haji kedua orang tuanya ke Baitullah. Sungguh Ravi anak yang rajin dan soleh, dia juga tidak lupa akan jasa sang pamannya yang menyekolahkan dia hingga akademi tinggi.

Hikmah Cerita Anak si Ravi Senang Sekolah Baru kali ini adalah, kita harus berjuang keras demi harapan yang kita inginkan semenjak kita kecil, hingga waktunya kita bisa mewujudkan harapan kita kelak kita remaja nanti. Dan jangan patah semangat, teruslah berguru dengan tekun serta jangan malas bangkit pagi.

Ikuti juga dongeng anak berikut ini yang tak kalah menariknya :
- Cerita anak Si Vilda yang ikut puasa
- Cerita anak si kancil dan buaya
- Cerita anak singkat si Belalang yang pikun
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang Nakal

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang nakal. Pada jaman dahulu kala ada seekor burung murai yang sangat badung sekali. Setiap hari dia memakan daun pisang pak tani. Rupanya si murai kesal sebab ulat yang ada di daun pisang milik pak tani hilang entah kemana sejak demam isu kering tiba.

Cerita Singkat Anak Kisah Burung Murai yang Nakal

Burung murai badung merusak tanaman pohon pisang sampai kesannya pak tani gagal panen tanaman pisang kali ini.

Akhirnya pak tani beralih untuk bercocok tanam pohon duren, dan burung murai-pun kini semakin gundah sebab mereka tidak mampu makan ulat daun pohon duren.

Kini kesannya mereka menyesal, mereka sadar jika tindakan mereka merusak pohon pisang pak petani justru merugikan mereka sendiri.

Hikmah kisah anak singkat kali ini yaitu janganlah kita menuruti amarah kita sesaat, cobalah untuk bersabar dan tidak mengambil keputusan ketika sedang marah.

Semoga kisah cowok yang tidak mau korupsi.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Burung Gagak Yang Menipu Ular

Suatu hari ada seekor ulat yang sedang menyusuri tepian kali. Tiba-tiba ular dikejutkan oleh sebuah bunyi parau yang sangat menyakitkan pendengaran siapa saja yang mendengarnya. Ular kemudian mencari sumber dimana asal bunyi parau itu berasal. Tiba-tiba saja ular menemukan ada seekor burung gagak yang sedang bertengger di sebuah batang pohon. Kemudian sang ular bertanya kepada si burung gagak, " Hei burung gagak, apakah kau mendengar dimana bunyi parau yang sangat menyakitkan pendengaran itu berasal, jawab hai burung gagak" pinta ular.


"Aku dari tadi tidak mendengar ada bunyi jelek yang menyakitkan pendengaran disini", jawab burung gagak. Kemudian gagak melihat kearah ular dan bergumam " Huh, ular tidak tahu, bila bergotong-royong bunyi parau itu ialah suaraku, dan beliau sepertinya sangat terganggu".

Ular memang tidak percaya, alasannya ialah tidak ada lagi makhluk penghuni hutan yang berada disitu, selain burung gagak.

Kemudian gagak berkata "Hai ular, apakah kau ingin mendengarkan kicauan ku?" tanya gagak kepada ular.

"Memangnya kau mampu berkicau, hei burung gagak yang sombong?" tanya ular kepada si burung gagak. Si burung gagak menjawab "ya sudah pastilah gue mampu berkicau dengan kicauan yang sangat mengagumkan dan merdu. Sekarang tutuplah matamu nanti kau akan dengarkan kicauan merdu yang berasal dari mulutku.

Begitu ada seekor burung love bird datang menghampiri, sang ular cuma mampu mendengar dan berkata sambil menutup matanya "Wah, mengagumkan sekali kicauan-mu, burung Gagak, kau memang sangat merdu sekali." kata ular yang masih menutup matanya.

"Nah sekarang kau boleh membuka matamu, hai ular" kata gagak yang tadi menipu ular dengan tipu dayanya biar ular percaya bila suaranya sangat merdu.

"Baiklah, gue pamit mau meneruskan perjalananku mencari makan, kau silahkan berkicau kembali" kata ular kepada gagak.

Tak lama kemudian si ular berlalu, dan si burung gagak hanya senyum sinis kepada si ular. "Huh dasar binatang bodoh, mana mampu gue seekor gagak dapat berkicau menyerupai burung love bird..hahaha" gumam si gagak.

Tak lama setelah meninggalkan burung gagak, ular terkejut sekali mendengar teriakan minta tolong, dan bunyi itupun berasal dari belakangnya. Suara itu sangat dikenal oleh ular, ya...suara parau nan jelek itu, menghampiri ular sambil meminta tolong.

"Tolong....tolong...tolong ular, gue diburu oleh para pemburu yang ingin membunuhku.." teriak gagak.

Ular menoleh kebelakang, lalu berkata. "Oooohh...ternyata suar serak parau nan jelek itu ternyata bunyi mu , ya burung gagak" kata ular yang merasa tertipu oleh gagak.

"Maafkan aku, gue memang memiliki bunyi yang paling jelek, namun maukah kau menolong ku?" kata si gagak dengan penuh memelas.

"Boleh saja, asal kau berjanji tidak akan membohongi gue lagi" kata si ular. Si gagak berjanji dan karenanya si gagak mampu diselamatkan oleh ular dari kejaran para pemburu.

Hikmah kisah anak kali ini ialah janganlah kita sering berbohong, apalagi berbohong kepada orang tua, teman, sahabat maupun kepada siapa saja di dunia ini. Berlakulah jujur dan selalu menolong dan membantu orang lain.

Baca juga kisah anak lainnya:
- Dongeng anak sebelum tidur - Kisah rino yang baik hatinya
- Cerita harimau dan kancil part 2
- Dongeng kancil melawan nalar anyir harimau 

Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

cerita ayam yang rugi - Oleh Vilda

Waktu zaman dahulu era ada seekor ayam bertemu musang ia bertemu dihutan rimba . musang sedang menanam jagung. Lalu datanglah seekor ayam ia bekata "Hai musang kau sedang apa?" musang pun berkata "Hai ayam kau  mau bantu aku?". Lalu ayam membantunya lalu sore hari ia bertemu sang kancil.



Kancil pun berkata "hai ayam musang kau sedang apa?" Musang pun berkata .  "halo kancil, mau bantu kita?" ayam pun berkata "Hai kancil mendingan kau dan kancil istirahat , gue akan menjaga jagung-jagung ini" . lalu ia pergi lalu pagi hari .  ayam ngiler melihat jagung -jagung lalu ayam mengajak ayam - ayam lain. Lalu ayam memakan jagung - jagung itu.

Lalu ayam - ayam terlihat kenyang .  pada dikala itu satu hari kemudian kancil dan musang kembali menemukan ayam itu kemudian . musang itu marah melihat ayam lalu musang pribadi mendekati
ayam  lalu ayam tidak mampu lolos.

Kemudian musang berkata gue akan . memberi waktu 3 hari untuk menanam jagung itu lalu 3 hari kemudian ayam  berpikir - pikir jika ayam tidak mampu menanam jagung itu lalu ayam itu pergi ke sangkar ia .

Lalu ayam  bertemu oleh raja ayam lalu ia berbicara ke seluruh ayam  lalu ayam itu berkata . hai gue mau sedikit berkata  jika yang kita makan hari itu makan jagung itu milik musang .

Lalu ayam itu kabur mengejar ayam itu lalu musang ke sangkar ayam lalu ia pribadi marah .
Lalu musang itu melihat jejak kaki ayam.

lalu musang menikuti jejak kaki ayam. Lalu ayam menunggu di sungai untuk minta maaf . Lalu musang ke sungai menemui ayam dan ayam meminta maaf . Lalu ayam berkata musang gue minta maaf  sebab sudah memakan jagung kau lalu. ia dekat lagi.


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Ayam Kate Yang Kurang Mujur Dan Besar Kepala

Dongeng kali ini ihwal seekor ayam kate (cebol) yang sangat besar kepala, ia mengaku-mengaku kalau dialah yang paling memilki kokok paling rupawan diantara ayam-ayam yang ada di hutan. Padahal ayam hutan jantan-lah yang paling keras kokoknya ketika pagi hari menyingsing. Suatu ketika Ayam kate itu ditangkap oleh para pemburu ayam hutan. Dia sangat duka harus berpisah dengan hutan kawasan ia mampu menonjolkan kokoknya kepada anggota hutan yang lain.

Setelah hingga di sebuah kampung, ayam kate itu ditempatkan di sebuah sangkar yang cukup luas, ia merasa gres dan menemukan ayam-ayam buruan para pemburu itu berkumpul, muncullah rasa sombongnya kembali, ia mempertontonkan kokoknya kepada ayam-ayam yang ada di dalam sangkar tersebut.



Walau tubuhnya kecil dan mungil, si ayam kate tidak gentar terhadap ayam-ayam hutan lainnya yang bertubuh lebih besar darinya dan ia pun mengajak untuk mengadu kokok, siapa yang yang memiliki kokok yang lebih keras di sangkar itu.

  Dongeng burung bangau dan seekor ketam

Para ayam hutan yang lebih besar merasa malas untuk meladeni seruan si ayam kate tersebut, hingga karenanya ia sangat kesal alasannya tidak ada yang mau diajak untuk lomba kokok paling keras. Akhirnya ia bangun di sebuah tonggak kayu besar dan mulai mempertontonkan kokoknya kepada para penghuni sangkar tersebut.

Namun naas bagi si ayam kate, ternyata di ketinggian yang tak terlihat mata, seekor elang lapar telah menunggu saat-saat bagi si ayam kate lengah, dan karenanya si elang tersebut menyambar si ayam kate yang bangun tinggi diatas kayu tersebut, dan eksklusif dibawa terbang entah kemana.

Hikmah cerita kali ini yaitu janganlah kita menjadi sombong semasa kita masih hidup di dunia ini, alasannya dengan kesombongan tidak akan mampu mendatangkan kemujuran dan kebaikan dalam hidup kita, justru malah kesengsaraan dan keburukan akan menghampiri bagi siapa saja yang merasa sombong. Jadilah orang yang baik yang menaburkan kebaikan dan kebajikan di dunia ini.

Dongeng si kancil dan kerbau yang malas
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Ade Lagi Senang Membuat Cerita Anak di Blog Dongeng Anak

Pada hari Minggu, gue senang buat dongeng untuk blog papaku, karena kata papaku, blognya mampu datangkan dollar. Dan papaku berjanji katanya ingin menawarkan profit atau keuntungan buat aku, semoga gue mampu membeli handphone gres lewat keuntungan.

Dan hari senin, gue mau membuat dongeng lagi tapi gue tidak tahu membuat cerita. karena papaku kerja lalu gue nanya ke kakakku. kata kakakku dia tidak tahu bila mau membuat cerita, pada hari ahad gue billang ke papaku pada ketika itu papaku libur kerja. Kata papaku.....''Cari saja di internet pasti ada.."



Saat itu gue mencari di internet. gue pun menemukan membuat cerita, lalu gue membuat dongeng disitu gue membuat dongeng apa saja  yang ada di hayalan aku. Aku membuat cerita, gue di pantai, gue di apartemen dan masih banyak lagi hingga gue lelah. Aku istirahat dongeng itu gue belum simpan.

 Dongeng Sapi Penolong Bertanduk Raksasa

Esokan harinya gue mau melanjutkan dongeng yang telah gue buat  kemarin. Aku mencari dengan ketakutan, gue merasa tidak ada dan gue ingat bila dongeng itu belum di simpan dan gue membuat lagi. Dan gue sudah simpulan satu yaitu; gue berjalan-jalan bersama keluargaku. dan gue segera simpan dongeng itu dengan cepat, dan gue kata...''sudah papa". Dan dia segera bagi ke orang lain.

Dan gue sudah menerima uang yang banyak, hingga gue mampu membeli handphone. gue senang sekali mendapat handphone gres dan gue berterima kasih ke papaku. karena dia sudah membuat cerita, menerima uang dan membelikan handphone.

 Dongeng Burung Bangau dan Seekor Ketam


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com