Dongeng Kancil Petani Dan Buaya

Si kancil yang licik dan cerdik ialah tokoh favorit di blog dongeng anak indonesia ini. Sebagai tokoh cerita anak yang sering membuat petani sangat marah saat si kancil mencuri ketimun, juga membuat sang buaya lemah tidak berdaya saat di tipu oleh kelicikan si kancil. Nah Kali ini si kancil akan mendapatkan

Suatu pagi, pak petani sedang menanam biji ketimun di belakang rumahnya. Lalu datanglah si kancil menemui pak petani tersebut. "Selamat pagi, pak?", kata si kancil. Mendengar kancil datang, spontan saja si petani marah dan mengusir si kancil. "Apa yang ingin kau lakukan diladang milikku?" tanya si petani kepada si kancil. "Oh, maaf pak petani jikalau saya mengagetkan, kedatangan ku kemari ialah ingin melihat bagaimana cara menanam biji ketimun, pak", kata si kancil.


"Tidak perlu kau lihat cara menanam biji ketimun ini, alasannya ialah nanti pasti kau curi ketimun yang sudah masak" kata petani kepada si kancil. "Ah, masak tidak percaya pak, kedatangan ku kemari untuk mencar ilmu bercocok tanam, alasannya ialah saya sudah jera mencuri ketimun milik bapak".

Walaupun si kancil berusaha membuat petani percaya bahwa dirinya tidak akan mencuri lagi, dan ia ingin sekali bertanam ketimun namun akhir ulah kancil yang suka mencuri ketimun, akibatnya kancil tidak mendapatkan ilmu dari petani itu bagaimana bercocok tanam ketimun.

Kemudian si kancil pergi menuju sungai dan bertemu dengan buaya. Buaya juga termasuk korban sikancil yang sering di perdaya oleh kelihaian dan kelicikan budi bulus si kancil. Melihat kancil mendekat, buaya pribadi menghardik si kancil. "Hai kancil, ada apa gerangan kau datang ke rumah ku?" Tanya si buaya. Kancil melihat buaya sedang kalem dengan memakai baju berbahan wool yang sangat indah menjadi sangat tertarik untuk mencar ilmu membuat baju dari wool yang dipakai oleh buaya.

Buaya tetap tidak percaya perkataan si kancil, dan si kancil berlalu menjauhi buaya. Dengan penuh penyesalan akibatnya si kancil mencoba merenung dan berfikir apa yang terjadi. Ternyata si kancil faham bahwa perbuatan buruknya membawa keburukan juga bagi dia. Barang siapa yang menabur kebaikan pasti akan menuai kebaikan dan barang siapa yang berbuat jahat pasti orang lain akan berbuat jahat kepada kita.

Akhirnya keesokan harinya si kancil mencar ilmu menanam biji ketimun sendiri sampai pada akibatnya mampu panen dan membawa hasil panennya kepada si petani. Pak petani sangat kaget mendapatkan ketimun yang sudah masak dan sangat senang kepada si Kancil. Bagitu pula si kancil mencoba membuat baju serta topi dari materi wool untuk diberikan kepada si buaya. Dan akibatnya buaya serta pak tani menjadi sangat menyenangi si kancil yang sudah berubah untuk tidak badung dan mencuri lagi.

Hikmah dari Kisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Kisah Si Kancil Dan Ayam Merak Yang Sombong

Kisah Si Kancil Dan Ayam Merak Yang Sombong - Suatu hari si kancil sedang bermain-main di hutan, dari kejauhan datanglah seekor burung merak. Si Merak datang dengan membentangkan ekornya yang besar dan berwarna sangat cantik sekali. Sesekali burung merak mengibas-ngibaskan ekornya semoga diperhatikan hewan hutan yang lainnya.

"Hai kancil, lihatlah ekorku, apakah kau tidak terpesona melihat ekorku yang sangat mengagumkan dan cantik ini?" tanya si Merak kepada kancil yang sedang berbaring di bawah pohon. Rupanya si Kancil sangat kekenyangan setelah memakan timun dari kebun pak petani siang ini. "Ah biasa saja tuh, ekormu itu tidak jauh berbeda dengan ekor teman-teman kita yang lain", jawab si kancil dengan santai.


"Masa sih, semua hewan yang ada dihutan ini menyukai dan mengagumi ekor ku yang cantik ini, cuma kau saja cil yang tidak mau mengakuinya", kesal si Merak kepada si kancil.

Si kancil merasa terganggu waktu tidur siangnya terpaksa mngelabui si Merak semoga tidak sombong lagi. "Tahukah kau Merak, kemarin gua melihat pemburu yang sedang mengincar ekor merak yang cantik untuk mereka potong dan jual?".

Belum Kancil tamat bercerita kepada Merak. Si merak sudah jauh berlari tunggang langgang meninggalkan si Kancil. "Ohh Tidakk.aku tidak mau di buru oleh para pencari ekorku yang cantik ini.."

Melihat tingkah si Merak, si Kancil hanya mampu tertawa dan kembali melanjutkan tidur siangnya.

Baca juga Kupu kupu emas yang sombong

Bersyukur akan apa yang telah kita miliki yaitu nasihat dari Tips Bagaimana Mendidik Anak Islami Dengan Cerita dan Dongeng yang pasti seru dan menyenangkan.

Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita si kancil mencuri timun

Cerita si kancil mencuri timun - dongeng si kancil mencuri timun kali ini yaitu dongeng pilihan yang akan dikisahkan dalam blog dongeng anak indonesia kali ini. Kita semua tahu kekerabatan antara si kancil dan pak tani kurang harmonis kali ini akhir si kancil sering mencuri timun dari kebun milik pak tani. Walau pak tani sangat geram, namun dengan demikian tidak menyurutkan niat si kancil untuk terus memakan timun pak petani. Nah untuk adik-adik silahkan dibaca kelanjutan dari artikel cerita si kancil mencuri timun pak tani versi blog dongeng anak berikut ini.

Suatu hari di tengah hutan yang sejuk pemandangan serta alam yang masih alami. Pohon bergoyang akhir angin sepoi-sepoi yang menerpa dedaunan. Burung-burung berkicau dengan indah, semua hewan yang ada di hutan tersebut mencicipi kenyamanan suasana hutan pada siang terik hari itu.


Dibawah pohon yang rindang, ada seekor kancil yang sedang beristirahat. Rupanya si kancil amat sangat menikmati hari yang sangat cerah dikala itu. Semilir angin membuat matanya terasa berat dan beliau merasa sangat mengantuk sekali.

Baca juga dongeng anak pemuda miskin yang suka sedekah

Rupanya kancil sangat berbahagia tinggal didalam hutan yang sangat rimbun dan tenang.

Namun tiba-tiba terdengar bunyi bergemuruh datang menghampiri kawasan dimana si kancil istirahat.

"Kebakaran....kebakaran...!" Teriak beberapa anggota hutan yang berlari pontang panting menuju arah si kancil yang sedang beristirahat. "Ayo cil, lari ..selamatkan dirimu, ada kebakaran jago di ujung hutan sebelah sana". teriak si gajah yang lari pontang-panting sambil disusul oleh harimau, monyet, belibis serta hewan-hewan hutan lainnya.

Si kancil yang sedang santai, eksklusif bangun dan berlari bersama sama hewan hutan lainnya. Si kancil berlari diantara anggota hewan hutan lainnya untuk segera menjauh dari terjangan api yang mengkremasi hutan. Setelah jauh berlari, si kancil dan hewan lainnya terlihat sangat letih sekali. Merekapun berhenti dan mencari kawasan untuk beristirahat.

Setelah lama beristirahat, si kancil merasa sangat kelaparan dan ingin sekali menyantap timun pak petani yang sering kancil curi di ladang pak tani. Dan ohh ternyata hewan-hewan hutan tersebut berlari menuju arah ladang timun yang juga milik petani.

"Wah sungguh beruntung aku, ternyata saya sudah bersahabat dengan ladang timun milik pak tani yang lain..hmm ..kali ini mungkin timun-nya besar-besar dan enak semua barangkali" kembali niat buruk kancil mencuri timun milik pak tani terbersit di benaknya.

Si kancil teringat timun milik pak petani yang sering ia curi dan ia selalu lolos dari jebakan yang dipasang oleh pak petani di kebun timun miliknya di desa sebelah hutan sana.

Baca juga dongeng anak Kisah semut dan kepompong

Nah kali ini kembali si kancil mencuri timun petani, karena saking laparnya akhir berlari-lari menjauh dari api yang mengkremasi hutan tadi. Sementara teman-temanya membubarkan diri dan kembali setelah hutan bebas dari kobaran api, tinggal si kancil yang masih membayangkan nikmatnya timun pak petani yang besar-besar tadi.

Tiba-tiba dari belakang kancil ada seekor monyet yang menegur kancil biar kembali ke dalam hutan, karena api sudah reda akhir hujan yang turun sore itu. "Ayo cil kita balik ke dalam hutan, kita bereskan rumah kita di sana", ajak si monyet kepada si kancil.

"Tidak ah, nyet,..aku mau disini saja, saya mau menjaga hutan dari para pencuri kayu" kata si kancil sok pahlawan.

Akhirnya si monyet meninggalkan si kancil sendiri di tepi kebun timun tersebut. "Asyik, si monyet pergi, pasti beliau mau tahu apa yang akan kukerjakan malam ini, yah..aku mau pesta timun malam ini..horee..", si kancil kegirangan malam ini ia akan mencuri timun pak tani dan makan sendirian. Dan mulailah si kancil mencuri timun pak tani dengan bebasnya.

Keesokan harinya betapa kagetnya pak tani melihat ladang timunnya awut-awutan dan semua timunnya ludes serta banyak ceceran timun yang tidak habis dimakan. "Arrrghh... kenapa lagi ini, kemarin kebun ku di atas bukit sana di curi oleh kancil, sekarang kebunku di sebelah hutan ada lagi yang mencurinya....hhh apakah kancil itu juga yang mencuri timunku..?" kesal pak tani.

Pak tani pun tidak kehilangan akal, ia memasang perangkap yaitu sebuah boneka yang ia taruh di ladang timun miliknya, dan kali ini ia tambahkan beberapa lem yang sangat lengket disekitar boneka tersebut dan Voaaallaa..! keesokan harinya si kancil pun tertangkap menempel pada si boneka tersebut.

"Hahaahhahaa.....kancil..kancil....memang kau binatang yang cerdik, namun saya lebih bakir daripada kau...you know?" pak tani merasa senang sekali menerima seekor kancil mencuri timun miliknya semalam. Langsung ia bawa kancil ke dalam rumahnya dan ditaruh didalam sangkar dan menyuruh anjingnya untuk menjaga si kancil semalaman, karena keesokan harinya sikancil akan menjadi sate dan opor oleh pak tani.

Memang kancil licik dan pintar, dengan nalar siasatnya ia berhasil menipu anjing milik pak tani dan berhasil lolos dari perangkap janjkematian tersebut. Awalnya si anjing tidak tahu bila kancil mencuri timun milik pak tani. "Hei anjing cakep, tahukah kamu, malam ini saya diajak berpesta dengan pak tani, tapi saya males sekali untuk pergi bersamanya", kata kancil dari balik kerangkeng.

Si anjing awalnya hambar namun karena kebanggaan kancil ia menjawabnya. "kenapa kau tidak mau cil?, bukannya enak diajak pesta?" kata si anjing. "Aku sih mau aja pergi tapi sangkar ini sangat bagus sekali untuk ditinggalkan, mau kah kau menjaganya selagi saya pergi?, ku tahu kau anjing yang pintar dan baik hati" kata si kancil memelas dan memuji si anjing.

Akhirnya si anjing bersedia menggantikan si kancil untuk masuk kedalam kerangkeng, dan balasannya si kancil pun lolos dari jeratan janjkematian pak tani pemilik ladang timun. Si kancil pun senang dan keluar dari rumah pak tani dengan lenggang kangkung.

Baca juga dongeng anak Kisah Iis si Pencuci Mangkok Bubur Ayam Mas Yanto

Demikian lah Dongeng Anak si Badak Bermulut besar yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Si Kancil Yang Cerdik

cerita si kancil yang cerdik - dongeng si kancil yang pandai kali ini wacana kancil dan seekor babi yang menjadi penguasa hutan alasannya ialah sang babi sangat angkuh. Semua hewan di hutan sangat membenci babi alasannya ialah babi memiliki taring di lisan yang mampu merubuhkan pohon dan melibas apa yang ada di depannya. Akhirnya para hewan hutan sudah kewalahan dan meminta tolong si kancil yang cerdik supaya mampu mengusir si babi yang sombong.

Suatu hari si kancil yang pandai datang kepada si babi, "Hai kancil dari mana saja kamu, sudah lama gua tidak berjumpa dengan mu, cil" kata si babi melihat kancil datang. "Aku gres saja belajar ilmu bela diri dan ingin membebaskan hutan ini dari penguasa yang jahat sepertimu" kata kancil kepada si babi.


Si babi pribadi naik pitam, "Hai kancil, lancang sekali bicara mu, apa kau sudah bosan hidup di hutan ini?" bentak si babi kepada si kancil."Kenapa sih kau menjadi sombong mirip itu, bukannya setiap binatang di dalam hutan ini semua sama, dan tidak ada yang mampu menjadi penguasa jahat" kata kancil menantang. "Kurang a*ar kau kancil, berani sekali kamu, apa kau ingin menantang gua ya?, tidak kah kau lihat pohon saja mampu tumbang oleh taring ku" si babi semakin geram".

"Ya, memang gua ingin menantang kamu, hai babi yang sombong" jawab si kancil yang pandai dengan mantab. "Dan dengan syarat bila gua menang maka kau tidak boleh ada di hutan ini" lanjut si kancil kepada si babi.

Baca juga dongeng anak pemuda miskin yang suka sedekah

"Baiklah, esok gua tunggu kau di tanah lapang di tengah hutan ini" si babi mendapatkan tantangan si kancil yang pandai tadi. Akhirnya gosip pertarungan antara si babi dan si kancil yang pandai tersebar luas di jejaring sosial antara hewan di hutan belantara tersebut. Semua hewan berkemas-kemas menyaksikan pertarungan yang hebat antara dua makhluk tersebut.

Keesokan harinya si kancil sudah berkemas-kemas dahulu. Ternyata kancil memang hewan yang cerdik, semalam setelah beliau pulang dari "istana" si babi, kancil mempersiapkan senjata andalannya yaitu berupa sebuah topeng yang terbuat dari baja tipis yang di bentuk sedemikan rupa ibarat muka si kancil, sehingga tak satupun binatang di hutan yang tahu kalau si kancil memakai topeng dari pelat baja tipis stainless steel setebal 2 milimeter.

Akhirnya pertarungan seru dimulai, si babi pribadi menerjang muka si kancil . Awalnya si kancil yang cerdik terjatuh akhir dorongan taring si babi yang kuat, namun dengan gesitnya kancil pribadi bangun dan kembali berdiri untuk menantang dan menunggu terjangan taring babi berikutnya.

Baca juga Dongeng anak si Kancil Menjadi Pemimpin

Si babi hasilnya kelelahan, berulang kali beliau mencoba menusukkan taringnya ke wajah si kancil, namun berulang juga taringnya terluka dan hasilnya taring tersebut menjadi patah. Si babi merasa kancil sangat berpengaruh hari itu dan hasilnya si babi menyerah. Dan terakhir sesuai dengan perjanjian maka si babi meninggalkan hutan itu. Serta merta para penghuni hutan bersorak-sorai bersuka cita menyambut kemenangan Cerita si kancil mencuri timun yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita si kancil dan buaya

Cerita si kancil dan buaya - Cerita si kancil dan buaya yaitu judul dongeng di blog dongeng anak indonesia kali ini. Banyak dongeng wacana budi kancil jikalau dalam masalah. Nah kali ini si kancil kembali beraksi dengan segerombolan buaya yang sangat buas dan lapar. Ikuti terus kisah cerita si kancil dan buaya berikut ini.

Suatu hari yang sangat terik, kancil sedang tergopoh-gopoh menuju hutan dimana dia tinggal. Hari itu tidak biasanya panas sekali. Kancil bari saja memetik beberapa timun milik pak tani yang ada di sebelah hutan. Tapi kali ini dia tidak mampu makan timun pak tani yang terkenal sangat enak dan besar-besar. Kali ini animo panas berlangsung lama, sehingga banyak timun milik pak tani yang rusak.

Cerita si kancil dan buaya

Terpaksa si kancil kembali ke hutan untuk mencari makanan yang lainnya. Ditengah perjalanan dia harus melintasi sungai yang begitu besar dan sangat deras airnya.

Tiba-tiba muncul seekor buaya dari dalam air di hadapan si kancil. "Ci luk baaa..! Hello cil..dari mana kamu? Sudah lama ga jumpa, mau menyebrang ya?...pasti kau ga bisa, ya kan?. Si buaya meledek si kancil yang ingin menyebrang sungai itu.

Baca juga dongeng anak Cerita Kakek Tua Yang Baik Hati

"Sebenarnya gue ingin menyerahkan diriku untuk menjadi santapan kalian, tetapi gue ragu apa tubuhku ini cukup untuk kalian semua?" Kata si kancil kepada buaya dengan pasrah.

"Hahaha...ya cukup lah cil, kita semua yaitu buaya yang akur dan tidak ada yang serakah..hahahaha" jawab buaya kepada si kancil.

"Baiklah tapi ijinkan gue untuk menghitung kalian semua dulu, alasannya gue takut kalau tidak cukup" pinta si kancil yang bakir kepada para buaya yang sudah tidak tabah ingin memakan si kancil.

Akhirnya para buaya berjejer memenuhi sungai mulai dari daerah si kancil hingga ujung sungai seberang sana.

"Baiklah cil, silahkan kau menghitung jumlah kami" pinta buaya dengan sedikit nada memaksa.

"Oke deh, gue hitung ya...satu...duaa...tiga..empat..." Si kancil mulai menghitung satu persatu para kawanan buaya dengan melompati dari satu buaya ke buaya yang lain.

Sampai balasannya si kancil hingga di buaya terakhir di ujung sungai, si kancil yang bakir dan suka mencuri timun ini eksklusif lompat ke darat dan sambil berkata "Oke...jumlah kalian memang cukup......cukup untuk gue bodohi...hahahaha..." Kata kancil sambil berlari masuk kedalam hutan dengan selamat.

Baca juga Dongeng anak si Kancil Menjadi Pemimpin

Akhirnya kancil selamat dan mampu kembali ke dalam hutan. Demikian Cerita Si Kancil Yang Cerdik yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Ringkasan kisah si kancil mencuri timun

Ringkasan dongeng si kancil mencuri timun - ringkasan dongeng si kancil mencuri timun di blog dongeng anak indonesia yaitu judul dongeng anak kali ini. Kita tahu jikalau si kancil sering kali mencuri timun pak tani sehingga membuat pak tani naik pitam. Bagaimana ringkasan dongeng si kancil mencuri timun kali ini, yuk kita baca saja dongeng singkatnya berikut ini.

Si kancil sedang beristirahat di hutan, tiba-tiba datang kawanan bianatang hutan lainnya berlari kearah kancil. Mereka berteriak ada kebakaran. Si kancil terkejut dan berlari bersama mereka.

ringkasan dongeng si kancil mencuri timun

Setelah berlari jauh ternyata si kancil justru berlari kearah kebun timun pak tani. Si Kancil senang dan mulai memakan timun pak tani. Pak tani marah dan memasang perangkap untuk menangkap si kancil.

Baca juga Cerita anak islami - kisah pemulung yang jujur

Akhirnya si kancil tertangkap dan dimasukkan ke kerangkeng. Dengan kelicikan si kancil, beliau bisa memperdaya anjing penjaga milik pak tani.

Kancil karenanya selamat dan bebas dari kurungan pak tani. Nah adik-adik sekian Cerita Si Kancil dan Buaya yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Ringkasan dongeng si kancil dan buaya

Ringkasan dongeng si kancil dan buaya - Ringkasan dongeng si kancil dan buaya dipilih sebagai judul di blog dongeng anak kali ini. Si kancil memiliki banyak logika dalam banyak sekali situasi, ini terjadi dikala dia harus berhadapan dengan kawanan buaya. Nah adik-adik pasti udah ga sabaran untuk membaca ringkasan dongeng si kancil dan buaya, bukan? Silahkan disimak deh.

Si kancil sedang berjalan menuju hutan untuk kembali setelah mencari makan di ladang pak tani. Di tengah jalan dia harus menyeberang sungai yang dihuni banyak sekali buaya yang sangat lapar.

Ringkasan dongeng si kancil dan buaya

Baca juga Kupu kupu emas yang sombong

Kawanan buaya sangat senang melihat kancil, tapi si kancil mensyaratkan buaya harus dihitung terlebih dahulu. Buaya menyetujui dan sikancil memulai menghitung jumlah buaya.

Akhirnya kebijaksanaan kancil si kancil berhasil, buaya tercengang alasannya yakni si kancil yang pintar berhasil memperdaya buaya. Si kancil pribadi pergi setelah menghitung buaya terakhir di ujung sungai.

Si kancil pun pribadi berlari ke dalam hutan dan bebas dari cengkraman buaya lapar. Nah demikianlah Ringkasan dongeng si kancil mencuri timun yang sangat seru dan mengasyikan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita si kancil Banteng Dan Buaya

Cerita Si kancil banteng dan buaya. Cerita si kancil kali ini berkisah perihal kedua temannya banteng dan buaya. Si kancil sedang berjalan-jalan di sebuah padang rumput. Disana ia melihat seekor banteng dan buaya yang sedang bertengkar. Penasaran apa yang terjadi. Si kancil hasilnya mendekati banteng dan buaya. Yuk kita lanjutkan cerita si kancil banteng dan buaya.

"Hai semua, selamat pagi, ada apa nih kumpul-kumpul?..lagi ngerujak yaah" sapa si kancil kepada banteng dan buaya.

Baca juga dongeng anak si kancil dan serigala licik

"Ngerujak apanya cil, nih si banteng lagi cari gara-gara" kata buaya dengan nada marah.

"Lho emangnya si gara kemana, kok hingga di cariin..hehehhe" kata kancil bercanda untuk mendinginkan suasana.


"Ah kau cil, kita ini lagi rusuh, kau becanda saja" kata si banteng gusar.

"Oke..oke ada apa sih?..what's going on en what's happened bro" si kancil kembali bertanya dengan santai.

"Begini cil, si buaya ini bilang jikalau sungai ini yaitu miliknya, padahal saya yang lebih dulu yang tahu dan berendam disini dari dulu" si banteng membela diri.

"Bohong cil, saya yang dari dulu berendam dan menguasai sungai ini, turun temurun cil" kata si buaya menolak perkataan si banteng.

"Oh itu toh..yaellaaaasiiih....gitu aja kok berantem.." Dan tiba-tiba "Byuuuurrrr......" Si kancil menceburkan dirinya kedalam sungai dan berteriak "Ayo guys...lets go..kita berenang bersama.."

Si banteng dan buaya hanya mampu saling tatap. Lalu mereka ikut berenang bersama-sama. Tak ada lagi permusuhan antara banteng dan buaya. Kini mereka hening dan berteman kembali. Mereka-pun tampak lebih senang berenang bersama di sungai.

Baca juga dongeng anak Katak sombong dan penyu laut yang bijak

Hikmah dongeng Ringkasan dongeng si kancil dan buaya yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng si kancil dan monyet

Dongeng si kancil dan monyet - kali ini si kancil bertemu dengan seekor monyet yang sangat rakus. Sama menyerupai halnya dongeng si kancil sebelumnya. Si kancil dan monyet sebetulnya berteman baik, namun memang dasar sifat monyet ialah rakus dan serakah. Membuat kancil ingin membuat jera si monyet. Begitu juga halnya pada dongeng si kancil dan monyet berikut ini, selamat menyimak ceritanya yaa.

Suatu hari di pagi yang cerah. Kancil berjalan pelan disebuah kebun jambu air. "Hmm..ranum sekali jambu air itu, saya jadi ingin memetiknya, tapi kelihatannya pohon jambu itu tinggi sekali yaa". Kancil mengeluh alasannya ialah pohon jambu air tidak mampu ia panjat.


Tiba-tiba muncullah si monyet sambil bergelantungan di pohon jambu. "Hai kancil, sedang apa kau disitu" tanya si monyet. Ternyata monyet tidak kenal dengan semua jenis pohon kecuali pohon pisang kesukaannya. "Aku lagi menunggu pohon jambu air ini berjatuhan" kata si kancil.

Baca juga Cerita anak islami - kisah pemulung yang jujur

"Oh ternyata ini pohon jambu air toh...hehehe...enak ga cil buahnya?" Si monyet bertanya lagi pada si kancil. Si kancil berkata "ya terang enak dwuoonk..kalau ga enak ngapain pula saya ada disini nungguin buah itu jatuh". "Hehehe..jangan jutek dong cil, saya khan ga tau" si monyet nyengir.

"Yo wes, tunggu dibawah ya cil, nanti saya kasih ke kamu" kata si kancil yang pribadi loncat ke atas pohon jambu air itu.

Tak lama setelah si monyet lompat menaiki pohon itu, si kancil hanya menunggu di bawah dan tidak ada satupun jambu yang diberikan kepada si kancil. Tiba-tiba "tuk.tuk..tuk" lalu si kancil berteriak "Aduh nyet, gimana sih kamu, masak saya cuma dikasih biji jambunya saja, dan bekas kau makan lagi" si kancil sangat geram atas kelakukan si monyet.

"Oops..sori cil, ada kau ya di bawah, saya sampe lupa bila kau juga kepengen jambu air ini juga...hehehe" si monyet nyengir ke arah kancil yang cemberut lalu pergi.

"Dasar monyer serakah, saya yang punya ide, malah ia yang rasakan manisnya" si kancil semakin galau.

Akhirnya si kancil tiba di kebun cabai yang terkenal pedas itu. Timbul pandangan gres si kancil untuk mengerjai si monyet yang serakah tadi. Lalu si kancil bergegas menuju pohon jambu air tadi dan memanggil si monyet yang sedang memakan jambu air.

Baca juga dongeng anak Kisah simpanse sang raja

"Nyet, monyet...sini nyet, kau pasti belum tahu yah, ada buah yang lebih manis dari jambu air ini" teriak si kancil dari bawah pohon. Si monyet tersedak alasannya ialah terkejut oleh kancil. "Duh cil, bila manggil mbo ya permisi dulu gitu, jangan ngagetin saya kayak gitu" kata si monyet protes.

"Ahh...hayo cepat buruan, nanti buah ini habis dimakan oleh kawanan hewan disana" kata si kancil.

Monyet karenanya mengikuti si kancil ke arah kebun cabai yang ia belum tahu rasanya.

Lalu sampailah si kancil dan monyet di kebun itu. "Benar nih cil rasanya lebih manis dari jambu air tadi?" Si monyet penasaran."Bahkan lebih manis dari pisang yang biasa kau makan, nyet" si kancil menimpali. Tak tabah monyet segera ingin memakan cabai itu. Sekali meraih tangan monyet penuh dengan cabai hijau yang besar-besar itu dan "hopp..." Si monyet pribadi melahap sepuluh buah cabai yang super duper pedasnya.

Seketika si muka monyet menjadi merah dan bibirnya terlihat komat-kamit menahan pedas yang amat sangat di mulutnya.

"Huaaaa........!" Si monyet lari terbirit-birit ke arah sungai. Matanya berair, mukanya merah dan bibirnya terlihat aneka macam biji cabai yang sudah ia kunyah. Melihat si monyet lari pontang panting ke sungai untuk minum, si kancil tertawa terbahak-bahak.

"Makanya jangan serakah, dasar monyet rakus" karenanya si kancil pergi meninggalkan si monyet yang sedang minum air sungasi untuk menghilangkan rasa pedas di mulutnya.

Baca juga dongeng anak Cinderella dan sang pangeran tampan

Hikmah Cerita Musang Dan Ayam yang pasti seru dan menyenangkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Si Kancil Yang Pintar dan Nakal

Cerita Anak Si Kancil Yang Pintar dan Nakal Cerita si kancil selalu membawa keceriaan untuk anak-anak, namun kali ini si kancil kembali membuat ulah. Si kancil selalu membuat petani gundah alasannya yaitu tanaman ketimun mereka selalu dicuri oleh si kancil. Siang itu si kancil tampak kelelahan setelah berjalan jauh dari kebun seorang petani yang menanam ketimun di lereng bukit.

Diperjalanan si kancil bertemu dengan jerapah yang sedang lari terpontang panting. Si kancil eksklusif bertanya "Kenapa kau lari segitu kencangnya hai jerapah?", tanya si kancil. Jerapah menjawab "Hai cil, gua sedang terburu-buru nih, soalnya ada lomba yang diadakan oleh raja hutan untuk memilih siapa penghuni hutan yang berakal untuk dijadikan sebagai menteri raja hutan".

Baca juga dongeng anak Cerita si Kancil Melawan Plagiat

"Lho kenapa memangnya, apakah si raja hutan sudah ingin pensiun yah", tanya si kancil bergurau. "Bukan itu cil, alasannya yaitu sekarang berbagai insan yang datang berburu kedalam hutan, dan populasi hewan di hutan ini menjadi berkurang", "Nah raja ingin memilih satu diantara kita yang berakal untuk mengusir insan semoga tidak berburu lagi di hutan kita" sambung si jerapah kepada si kancil.


Si kancil hanya termanggut-manggut mendengar pengesahan dari jerapah. Memang ketika ini hutan daerah si kancil sudah sering didatangi insan yang ingin membuka lahan dengan cara-cara yang kejam, menyerupai mengkremasi hutan dan sebagainya, terakhir mereka datang untuk berburu penghuni hutan menyerupai berburu singa, gajah, macan dan sebagainya, sehingga banyak penghuni hutan yang merasa khawatir akan keberadaan mereka.

Akhirnya di lapangan yang luas didalam hutan, sang raja hutan mengumumkan kepada semua hewan penghuni hutan untuk tetap waspada dan memilih satu diantara mereka yang mampu mengusir para pemburu binatang serta para pembakar hutan.

Dari sekian banyak anggota penghuni hutan, jadinya terpilih tiga hewan dari mereka yang dianggap paling berani, yaitu kuda, simpanse dan si kancil sendiri.

Pertama kuda diberi peran untuk menghalau para pemburu binatang, namun tampaknya kuda sendiri takut, alasannya yaitu badan mereka terlalu besar untuk dijadikan sasaran empuk para pemburu liar itu, kemudian juga monyet, alasannya yaitu mereka juga sebetulnya sangat takut juga kepada pemburu sehingga mereka mengurungkan pilihan sang raja untuk menjadi pengusir para pemburu hewan itu.

Pilihan terakhir dan satu-satunya cita-cita para penghuni hutan tinggalah si kancil, dengan membawa amanah dari para teman-teman penghuni hutan, jadinya si kancil pergi untuk mampu menghalau para pemburu hutan yang mulai meresahkan warga hutan.

Akhirnya si kancil yang nakal ini tiba di sebuah kamp, daerah para pemburu bermalam. Namun si kancil tidak sendirian. Bersama teman-temannya si kancil telah merancang sebuah pertunjukkan yang menakutkan bagi para pemburu.

Mereka menyelinap diantara tenda-tenda para pemburu, satu persatu senjata mereka amankan dan dibawa keluar dari kamp tersebut, kemudian mereka memakai pakaian yang menakutkan lalu teman-teman si kancil yaitu para monyet, ikut membantu dari atas pohon dengan menggantungkan buah kelapa yang dibentuk sedemikian rupa hampir menyerupai orang yang sedang tergantung di pohon.

Lalu tibalah waktunya, para hewan hutan yang kompak itu mulai memainkan peranannya untuk menakut-nakuti para pemburu yang sedang beristirahat malam itu. Sontak para pemburu kaget melihat penampakan yang menakutkan dari atas pohon.

Kemudian beberapa simpanse melempari mereka dengan buah kelapa dari atas pohon, lalu si kancil pun memutuskan tali tenda mereka sehingga para pemburu berlari pontang-panting meninggalkan kamp mereka, jadinya para pemburu itu lari meninggalkan hutan.

Para warga penghuni hutan pun bersorak-sorai kegirangan, ilham brilian dari si kancil yang pembangkang jadinya membuat para pemburu lari tunggang-langgang meninggalkan kemah mereka dan tidak kembali lagi selama-lamanya.

Baca juga dongeng anak Cerita si Kancil Melawan Plagiat

Hikmah Cerita Anak Si Kancil Yang Pintar dan Nakal ini adalah, kita janganlah takut dalam menghadapi semua dilema yang ada. Dengan musyawarah pastilah semua permasalahan yang ada mampu diselesaikan dengan mudah secara bersama.

Semoga dongeng anak kali ini mampu membawa keceriaan dan suri tauladan yang baik bagi anak Indonesia semoga terus berguru dan lebih yakin dalam menghadapi masa depannya. Yuk Adik-Adik kita baca lagi cerita-cerita menarik lainnya di blog ini, menyerupai Cerita Kakek Tua Yang Baik Hati yang pasti seru dan menyenangkan. yang pasti seru dan menyenangkan.


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita si Kancil Melawan Plagiat

By :Ravi Vilda

Cerita si kancil melawan plagiat - siang itu si kancil tampak murung dan bersedih hati. Dari kejauhan si buaya memperhatikan kancil yang sedang duduk melamun di bawah pohon. "Hai kancil, sedang apa kau disitu?" tanya si buaya yang keheranan melihat kancil sedang bermurung durja. "Ah, tidak apa-apa kok, buaya, gue cuma duka melihat blog dongeng ini merosot rankingnya" kata si Kancil kepada buaya. "Ranking?, rangking apa'an sih cil?" si buaya terheran-heran mendengar perkataan si Kancil tadi.

Si kancil beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri si buaya dengan sedikit kemalasan. "Buaya yang baik hati, tahukah kau kalau blog kita ini yaitu ini banyak dicuri artikelnya oleh para plagiat (copaser;red) yang tidak bertanggung jawab alias pencuri atau maling" tandas si Kancil kepada buaya.

Baca juga dongeng anak si buruk rupa penjaga pintu kereta


"Lho eh, lho eh...memangnya kenapa sih Cil, apa untung ruginya buat kita?" tanya Buaya kepada si Kancil yang kemudian duduk kembali dekat si Buaya. "Ya banyak lah cyin.., lihat saja ranking blog ini turun drastis, eh malahan blog-nya si copaser malah naik ke urutan atas, makanya tadi saya sudah berbicara dengan pemilik blog dongeng anak ini yaitu Kakak Ravi Vilda semoga terus semangat menuliskan dongeng bagi bawah umur indonesia semoga bawah umur memiliki bacaan yang berkualitas dari sebuah blog dongeng di internet.

Nah untuk urusan copaser atau plagiat kita serahkan saja kepada Mbah G, pastinya mereka tahu siapa yang penulis asli dan siapa yang copaser atau plagiat" tukas si Kancil kepada Buaya.

Si Buaya yang gundah semakin bingung. "Lho..Mbah G itu siapa tho, Cil?, gue belum kenal siapa itu Mbah G?" si Buaya bertanya lagi.

"Mbah G itu penguasa hutan internet, jadi kalau adik-adik kita ingin membuat blog yang gres dan bagus, perlu tahu juga perihal seluk beluk Mbah G. Kita mampu dekat dengan Mbah G semoga blog kita mampu menerima banyak pengunjung dari semua tempat di Indonesia". Si Kancil terus menunjukan semuanya kepada Buaya.

"OOh...jadi si Mbah G itu ibarat penguasa ya Cil?" kata si Buaya lagi kepada Si Kancil. "Bukan penguasa, tetapi Mbah G itu punya otoritas kalau ada konten kita diambil mentah-mentah di tempel di website si plagiat itu, nah kita mampu komplain dan membuat pernyataan kalau ada konten kita yang di pakai di web orang lain tanpa seijin kita, begitu buaya" si Kancil menjelaskan panjang lebar kepada si Buaya yang hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya saja.

"Nah sekarang Kakak Ravi Vilda sudah tahu cara mengetahui cara menghadapi para plagiat yang cuma mengambil konten dongeng dari blog dongeng ini tanpa seijinnya, jadi buat para plagiat mampu berfikir ulang kalau mau copy artikel disini". Si Kancil kembali menjelaskan.

"Terus, bagaimana caranya semoga kita tahu kalau ada konten kita dicopas oleh plagiat tanpa seijin kita?" si Buaya bertanya, "Cerdas sekali pertanyaanmu, gini caranya, kita mampu menanyakan ke Mbah G dengan cara memasukkan title atau judul posting dengan menambahkan tanda quotes (") diantaranya, misalnya kalau judul postingan kau dan gue yaitu "Cerita si Kancil dan buaya", atau dengan mengetikkan beberapa kalimat dalam paragraf pertama, nah dari situ pribadi deh tertangkap tangan blog yang mengambil konten kita, baik semua atau sebagian tanpa ijin kita.

Namun perlu diperhatikan kalau ada blog lain yang mengambil konten kita dan terdapat link balik ke blog ini, itu berarti mereka menghargai karya Kakak Ravi Vilda yang sudah bekerja keras untuk mengarang dongeng bagi bawah umur Indonesia, begitu..".

Baca juga dongeng anak Kisah monyet sang raja

"Lalu apa konsekuensi nya bagi para plagiat kalau kita lapor ke Mbah G kalau ada konten kita yang diambil?" tanya Buaya lagi. "Nah bagi para plagiat yang pakai platform Blogspot, mampu jadi artikelnya dihapus atau bahkan blog-nya juga kena "pinalti" oleh Mbah G, jadinya di delete dari peredaran." tukas si Kancil. "Wah mengagumkan deh, kayaknya emang sepantasnya para plagiat menerima hukuman setimpal, btw kau dapat ilmu ibarat ini dari mana Cil?" tanya si Buaya kepada Kancil terheran-heran. "Hmm...kasih tau ga yaaa..hehe" si Kancil menjawab dengan lelucon.

"Aku sih dikasih tau Kakak Ravi Vilda kemarin sore..hehe". "Huu..dasar kau Kancil, tapi iya juga sih, kita juga harus membantu kaka Ravi Vilda untuk mampu menyumbangkan dongeng yang menarik bagi bawah umur Indonesia, alasannya yaitu kemarin kaka Ravi Vilda juga menulis perihal Tips Teknik Membaca Dongeng Anak Yang Efektif di blog ini dan itu sangat mengagumkan sekali buat para orang bau tanah semoga mampu mengambil manfaat dari mendongeng.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng anak si Kancil Menjadi Pemimpin

By :

Dongeng anak si Kancil Menjadi Pemimpin - Suatu ketika seisi penghuni hutan berkumpul, mereka berkerumun disebuah lapangan di pinggir hutan. Si kancil yang sedang berada di pinggir kebun ketimun milik pak tani terheran-heran melihat para hewan berlarian menuju tengah hutan untuk berkumpul. "Hai Rusa, ada apa sih kok semua teman-teman berkumpul dilapangan?" tanya kancil kepada rusa. " Oh itu cil, kita khan akan memilih siapa pemimpin gres hutan ini, khan kau tahu jikalau pemimpin kita yang lama yaitu si singa sudah tua, beliau ingin biar hutan kita ini punya pemimpin baru" terperinci si Rusa. "Oh begitu ya" kata si Kancil.


Sebentar saja lapangan sudah penuh dengan hewan-hewan penghuni hutan untuk berkumpul memilih pemimpin mereka yang baru. Kemudian naiklah sang singa keatas sebuah watu besar di tengah lapangan untuk membuka rapat.

Baca juga dongeng anak Kisah Anak Raja Yang Jujur Dan Baik Hati

Dengan auman yang keras sekali, si singa membuka rapat terbuka bagi para hewan penghuni hutan, kemudia beliau berkata "Hari ini akan ada pemilihan pemimpin gres di hutan ini, tapi saya tidak akan memilih eksklusif dan kalianlah yang akan memilihnya sendiri lewat penilaian kalian serta akan diadakan lomba untuk memilih siapa pemimpin yang berhak menjadi pemimpin hutan ini menggantikan aku" kata si singa dengan tegas.

"Nah siapakah yang akan menjadi calon pemimpin, saya sudah berembug dengan dewan kehormatan hutan semalam dan sudah menentukan 3 nama yang akan kita panggil pagi ini untuk di lombakan biar terpilih menjadi pemimpin" si singa kembali menegaskan.

"Yang pertama yaitu jerapah, yang kedua yaitu monyet dan yang ketiga yaitu si kancil", sontak semua anggota hutan bersorak-sorai mendengar tiga nama kandidat untuk menjadi pemimpin hutan kali ini.

"Nah lomba pertama yaitu lomba memanjat pohon yang berada di dalam gua untuk mengambil bendera, siapa yang pertama kali merebutnya beliau akan menerima 1 poin" perintah si singa.

"Untuk lomba yang kedua yaitu berlari menuju sungai melewati sawah pak tani dan merebut bendera disana kemudian kembali lagi ke dalam hutan dan akan menerima 2 point".

Untuk lomba pertama, si jerapah sangat yakin menang alasannya yaitu ia memiliki kaki yang panjang untuk hingga ke gua terlebih dahulu serta leher yang panjang untuk mengambil bendera di atas pohon.

Namun apa daya ternyata gua itu sangat sempit sehingga ia tidak mampu masuk kedalam, monyet dan kancil eksklusif mampu masuk kedalam namun apa daya si kancil cuma mampu hingga di bawah pohon ia tidak mampu memanjat, lain halnya dengan monyet yang eksklusif memanjat serta mengambil bendera.

Untuk dikala ini si monyet mengantongi 1 point, untuk lomba kedua si jerapah mengalah karena keletihan.

Di lomba kedua, si monyet merasa yakin akan menang alasannya yaitu ia sudah mengantongi 1 point dari lomba pertama. Dengan sigap ia eksklusif bergerak ketika peluit lomba ke-2 dibunyikan. Ia eksklusif naik ke pohon dan bergerak menuju sungai yang harus melewati sawah pak tani. Si Kancil mengikuti dari belakang dan tertinggal jauh.

Si Monyet yang tiba di sawah pak tani duluan merasa bingung. Sebab disana berbagai bendera dan umbul-umpul pak tani yang di pasang untuk menghalau serangga dan hama.

Naluri rakus si monyet pun muncul, ia eksklusif mencabuti semua bendera yang ada, sehingga memberi kesempatan kepada kancil untuk melewatinya. Sesampainya di sungai, tampak bendera sudah ada di seberang sungai. Si kancil yang sudah terlebih dahulu jalan alhasil mengakui ketangguhan meloncat si monyet.

Namun setelah di pinggir sungai di monyet kebingunan karena ia tidak mampu berenang. Si Kancil yang sudah pernah menghadapi buaya, tanpa kendala menyebrangi sungai dengan punggung buaya dan alhasil mampu membawa bendera kembali kedalam hutan.

Dan skor pun menjadi 2-1 untuk kemenangan si kancil. Dan alhasil si kancil terpilih menjadi pemimpin di hutan. Namun ketika si singa mengalungkan bunga tanda terpilih, si kancil berkata, "Aku tidak ingin menjadi pemimpin karena kelicikan atau siasat tapi saya ingin kalian memilih pemimpin yang sesuai dengan impian kalian". Si kancil pun pergi dan alhasil para anggota hewan hutan itu membubarkan diri.

Baca juga dongeng anak Cerita Si Kancil Kerbau dan Buaya

Hikmah dongeng si kancil melawan plagiat yang seru dan mengasyikkan.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Si Kancil Kerbau dan Buaya

Cerita Si Kancil Kerbau dan Buaya - Suatu saat si kerbau sedang berjalan di pinggir sungai, dari kejauhan tampak sang buaya sedang mengawasi si kerbau. "Hmm, bagaimana ya supaya gue mampu menangkap si kerbau menjadi santap siangku" si buaya muncul logika jahatnya. Tiba-tiba si kerbau dikejutkan oleh bunyi minta tolong.


"Tolong..tolong, tolong gue kerbau", si kerbau berlari menuju arah bunyi itu datang. "Lho buaya, kenapa kamu?, kenapa kau mampu terjepit pohon disitu? Kamu mau selfie ya?". "Dasar kerbau ga pernah makan kursi sekolah (ya eyaa laah...), cepat bantu tolong gue sini, cepat..!" Si buaya mengerang kesakitan jawaban ia sengaja menjatuhkan pohon di atas punggungnya.

Baca juga dongeng anak Kisah si Ravi Yang Sabar

"Baiklah, sebentar ya gue mau ambil pic kamu, kayaknya cantik buat DP gue nih..hehehe becanda". Si kerbau segera menolong si buaya yang terjebak oleh batang pohon.

Kayu pohon itu segera diangkat oeh tanduk si kerbau, tapi tiba-tiba si buaya menggigit kaki si kerbau dan kerbaupun kesakitan.

"Lho buaya, kenapa kau gigit aku, khan gue sudah menolong kamu, gue ini ingin membebaskan kau dari batang pohon ini, bagaimana sih ini..?" Si kerbau menjadi heran dengan tingkah buaya tersebut.

"Hehehe..memang gue sengaja menjatuhkan pohon ini semoga kau mampu gue makan" jawab si buaya. "Oh begitu ya..baiklah jikalau begitu, gue juga ingin minta tolong kayak kau deh..toloonggg...tolongggin aku" teriak si kerbau.

Tak lama kemudian, si kancil lewat di hadapan kerbau dan buaya. "Ada apa ini?, kalian kok rukun sekali berdua?, gue jadi terenyuh" kata si kancil yang tidak tahu masalahnya.

"Rukun? Kamu bilang ini rukun? Ohh plis deh cil, si buaya ini sangat tidak tau cara berterima kasih cil, gue ingin tolong dia..eh malah ia mau menyantap aku" kilah sang kerbau menceritakan kejadian itu kepada si kancil.

"Oaalaaa...buaya..buaya...kok kau ga pernah sadar sih. Coba gue bertanya kepada kau ya buaya, bagaimana awalnya kau mampu menjebak si kerbau ini..dari awal lho.." Pinta si kancil kepada buaya untuk menceritakan kejadian itu.

"Begini cil.." Si buaya mulai menceritakan sambil melepas gigitannya di kaki sang kerbau.

"Awalnya gue melihat si kerbau berjalan, lalu gue timbul pandangan gres untuk menaruh pohon ini diatas punggungku, tapi ternyata pohon ini terlalu berat dan gue tidak mampu bergerak, kemudian gue minta tolong si kerbau tapi si kerbau ini membuat gue lapar dan gue pun menggigit kakinya semoga tidak pergi" si buaya menceritakan panjang lebar kepada si kancil.

"Ooh begitu ya, lalu bagimana si kerbau mencoba membebaskanmu, buaya?" Tanya si kancil.

"Dia mengangkat batang pohon ini dengan tanduknya". Jawab si buaya. "Apakah kau ingin bebas dan tidak bohong lagi?" Tanya si kancil kepada buaya. "Iya cil, pohon ini terlalu berat dari yang gue bayangkan..hikss..aku menyesal cil.." Si buaya mulai sedih.

"Baiklah alasannya ialah kau jujur dan mau mengakui kesalahan, setuju kali ini kau akan kami lepaskan tapi ingat, jangan kau ulangi lagi kesalahan kau menyerupai ini lagi yaa" pinta si kancil.

Baca juga dongeng anak cerita panglima perang dan kalung ajaib

"Baiklah gue berjanji cil, dan gue tidak akan mengulanginya lagi" si buaya berjanji. Tak lama kemudian si buaya lepas dan kembali ke sungai.

Hikmah Dongeng anak si Kancil Menjadi Pemimpin yang lucu dan menarik. Sampai jumpa
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng kancil dan serigala yang suka berkelahi domba

Dongeng kancil dan serigala yang suka tabrak domba. Dongeng kancil kali ini bercerita wacana kisah seekor serigala yang senang mengadu domba antar sesama penghuni hutan. Dikisahkan pada suatu dikala kancil sedang membereskan hasil panen mentimun pak petani. Ia kini diperbolehkan mengambil mentimun pak petani asalkan sudah ijin terlebih dahulu. Si kancil kini lebih berhati-hati alasannya ialah ia sering dituduh mencuri ketimun pak petani alasannya ialah dulu ia memang tidak tahu bahwa ketimun itu milik pak petani.

Berita bahwa kini si kancil tidak lagi mencuri timun petani hingga ke pendengaran serigala yang memang iri kepada si kancil.

"Apa??...kini si kancil boleh mengambil ketimun pak tani dengan seenaknya?". Kata si serigala yang heran bila kini si kancil boleh mengambil ketimun pak tani sesukanya, padahal sesungguhnya si kancil harus ijin dulu bila ingin mengambil ketimun pak tani.

Baca juga dongeng anak Kisah Anak Raja Yang Jujur Dan Baik Hati

"Ini tidak boleh dibiarkan, si kancil kan cocok dengan julukan si kancil suka mencuri ketimun, bila begini ia berarti menjadi si kancil yang jujur namanya, dan saya tidak suka itu" pikir si serigala.

"Aku harus menandakan bila si kancil itu senangnya mencuri ketimun dan tidak boleh menjadi kancil yang baik hati" si serigala sangat geram sekali kepada si kancil.


Tampak di kejauhan di sebuah kebun ketimun milik petani, si kancil sudah simpulan membereskan hasil panen mentimun pak petani. "Hmm...ketimun yang ranum sekali, ingin saya memakannya...upss..tapi saya sudah komitmen bila saya harus minta ijin dulu ke pak petani biar saya di beri ketimun yang banyak" si kancil bergumam dalam hatinya.

Walau kini si kancil boleh memakan ketimun sesukanya, namun kancil harus tetap minta ijin semoga ia tidak di-cap sebagai pencuri ketimun lagi.

Malam berlalu, si kancil pulang ke tempatnya, dan dari balik semak disamping rumah pak petani, si serigala mengendap-endap menuju gudang penyimpanan ketimun pak petani.

Kemudian diambilnya ketimun pak petani. Lalu ia bawa pulang.

Keesokan harinya, semua penghuni hutan geger tersiar kabar bahwa petani kehilangan seluruh hasil panen ketimun miliknya. Si serigala tampil di tengah-tengah kerumunan penghuni hutan yang sedang berkumpul.

"Kenapa kalian masih saja bertanya-tanya siapa pencuri ketimun pak petani, ini sudah pasti si kancil khan!" Si serigala pribadi menuduh si kancil.

"Hei serigala, apa buktinya bila si kancil mencuri ketimun pak petani" kata kerbau heran dan curiga.

"Lho mudah saja khan, si kancil yang biasa mencuri ketimun, siapa lagi?". Serigala membela dirinya dan mencoba berkelit.

Tidak lama kemudian muncullah kancil dari dalam hutan, sembari meregangkan kaki-kakinya layaknya menyerupai gres berdiri dari tidur.

"Ada apa ini?" si Kancil bertanya terheran-heran. "Nah ini ia pencurinya, tangkap saja", kata si Serigala yang memiliki hati yang sangat busuk. "eit..tunggu dulu, siapa yang mencuri dan apa yang dicuri?" tanya si Kancil.

Baca juga dongeng anak Kisah Persahabatan Kerbau Dan Gagak Hitam

"Ah sudah lah cil, kau mengaku saja bila kau sudah mencuri timun pak petani, ya khan!", kata serigala, "memang itu dulu, tapi sekarang saya sudah minta ijin terlebih dahulu bila mau makan ketimun pak petani, soalnya saya kemarin gres saja membereskan hasil panen pak petani, lho".

"Hahahahaha...dasar pencuri, masih saja berkelit, ayo sudah ngaku saja cil" si Serigala semakin geram ,karena si kancil mempermainkannya.

"Begini saja, siapa yang mampu menandakan bila saya pencurinya" kata si Kancil, "Ya sudah pasti engkaulah pencurinya , Kancil.."kata si Serigala.

"Baiklah, ayo mari kutunjukkan dimana dan siapa pencuri timun pak petani sebenarnya. Si Serigala semakin heran dan resah mendengar perkataan si Kancil. Semua anggota hutan diajak si kancil menuju sarang serigala yang penuh dengan ketimun.

"Nah, kini siapa yang mencuri ketimun, saya atau serigalakah yang mencurinya." Serigala tampak gugup dan tidak mampu berkata-kata, apalagi setelah si kancil menyuruh si serigala untuk membuka lisan si serigala yang penuh dengan bekas ketimun yang ia makan semalam.

Ternyata pencuri ketimun yang asli ternyata ialah serigala yang berusaha mengadu domba antara kancil dengan penghuni hutan lainnya semoga mereka membenci Si Kancil yang arif dan pintar.

Hikmah dongeng anak kali ini ialah janganlah kita membenci seseorang sehingga kita berbuat yang tidak dibenarkan, Semoga dongeng anak si Kancil ini menghibur adik-adik semua yaa..

Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita si kancil dan kerbau yang malas

Cerita si kancil kali ini berkisah ihwal si kancil dan kerbau yang malas. Dikisahkan si kancil sedang membereskan hasil panen ketimun dari ladang pak tani. Sebelumnya si kancil digosipkan oleh srigala bahwa si kancil yakni pencuri timun dari ladang pak tani yang kemudian tidak terbukti, malah sebaliknya si serigala-lah yang mencuri timun. Kini si kancil merasa damai dari tuduhan anggota penghuni hutan lain kalau ia bukanlah pencuri timun.

Setelah selesai membereskan semua timun dari ladang pak tani. Kancil pamit kepada pak tani untuk bergegas menuju rumahnya.

Di perjalanan pulang, si kancil melihat kerbau yang sedang bermalas-malasan di bawah pohon yang rindang.

Si kancil lalu menghampiri si kerbau dab menyapanya, "hai kerbau sedang apa kau disini, bukannya kau harus membantu pak petani membajak sawahnya".

"Hai juga cil, gue lagi malas nih cil, soalnya panas banget cuacanya" kata si kerbau sambil membetulkan posisi badannya sambil memejamkan matanya.

Baca juga dongeng anak Timun mas dan raksasa

"Hmmm..kerbau..kerbau...kalau panas sih memang cuaca siang ini memang panas, tapi kalau harus bekerja, kau harus membantu pak tani tu, kasian donk kalau dia membajak sendiri tanpa pertolongan mu.

Dengan kalem si kerbau menjawab, "biarkan saja cil, gue emang lagi ingin kalem dulu, menikmati hidup sesaat..memang nya salah ya cil?". Si kerbau menjawab. Kemudian si kancil menghampiri kerbau sambil duduk di sampingnya.


"Ya ngga juga sih, memang tidak ada salahnya kalau ingin menikmati hidup sesaat, namun jangan juga terlalu lama menikmatinya, soalnya mampu kebablasan dan kesannya lupa menjalankan kewajiban kita" kata si kancil bijaksana.

"Ah ya ngga lah cil, gue juga pasti ingat kewajiban untuk membantu pak petani membajak sawahnya, tapi gue lama-kelamaan jadi ingin tertidur di bawah pohon rindang ini, soalnya angin semilir siang ini membuat gue sangat mengantuk sekali" si kerbau menguap lebar sekali.

"Nah itu dia, maksudnya . Jika kita terlalu lama bersenang-senang maka kita jadi lupa daratan untuk kembali mengerjakan peran dan kewajiban kita" si kancil kembali berkata wise (bijaksana).

Baca juga dongeng anak si kancil dan serigala licik

"Oke deh cil, gue segera bergegas ke ladang pak tani untuk membantu dia membajak sawahnya", si kerbau segera bangun dan bergegas menuju ladang pak tani.

Kancil sangat senang sekali melihat sahabatnya kembali bergerak dari kemalasannya. Kancil dan kerbau sangat akrab sekali. Kini mereka kembali beraktifitas.

Hikmah dongeng kali ini yakni kalau kita memiliki sahabat atau sahabat dekat, ajaklah dia atau mereka untuk segera bangun dari kemalasan dan jangan terlalu lama kalau sedang bersenang-senang. Segera mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng Kancil Dan Serigala Licik

Dongeng si Kancil kali ini bermula di pada suatu hari Kancil berjalan-jalan menuju ke padang rumput di pinggir hutan. Sampai di tengah perjalanan, kancil bertemu dengan serigala. Kancil terkejut melihat serigala yang dulu pernah mengadu domba antara si kancil dengan penghuni hutan lainnya. Masih ingatkah kalian kisah perihal si kancil dan serigala yang suka mengadu domba?, ya kali ini si kancil bertemu kembali dengan serigala yang licik yang ingin mencelakai si Kancil.

Kancil awalnya sangat malas bertemu dengan serigala, sebab memang serigala sangat licik dan dengan tipu dayanya, ia ingin sekali membuat kancil celaka dan tidak disukai oleh penghuni hutan dan pada hasilnya si kancil tentu akan diusir dari hutan dan tidak memiliki sobat lagi.


Namun berbeda dengan si kancil , walau ia cerdik, namun ia tidak mau membenci teman-temannya. Ia tetap berhati baik dan mau berteman dengan siapa saja.

Si kancil dan buaya

Akhirnya si kancil yang menyapa si serigala terlebih dahulu. "Hai serigala, sedang apa kau disini, apa kau juga mau ikut dengan ku ke padang rumput tepi hutan sebelah sana?" kata si Kancil menyapa si serigala yang sedang duduk asik di bawah pohon yang rindang".

Memang dasar si serigala berhati busuk, ia bukannya membalas sapaan si kancil, malah memalingkan muka dan tidak mau menatap lagi ke arah si Kancil. Mungkin ia masih merasa kesal jika ia dulu mau menjebak si kancil yang mencuri timun pak petani, namun niat buruk nya itu ternyata tertangkap berair oleh si kancil dan justru ia yang dikucilkan oleh para penghuni hutan yang lainnya.

"Baiklah jika begitu, kau tentu sedang tidak ingin diganggu ya" kata si kancil sambil berlalu.

Tak lama kemudian, "Hei kancil tunggu.....!" teriak si serigala sambil membalikkan badannya kembali dan memanggil si kancil yang sudah berjalan jauh.

Ternyata si serigala masih berfikir jahat terhadap si kancil, ia masih ingin mencelakai si kancil biar tidak kembali lagi kehutan ini.

"Oh ya cil, gue ingat waktu kemarin yakni kesalahan gue menuduh kau mencuri timun pak petani, maaf kan gue ya cil" si serigala berkata akal-akalan kepada si kancil.

"Oh itu, ya memang sudah gue maafkan kok, terus kau pengen ikut gue ke padang rumput sebelah sana?" tanya si kancil.

"Tidak cil, gue cuma mau mengundang kau saja, nanti malam kau datang yah ke program pesta di gua di balik bukit sana" pinta si serigala kepada si kancil.

Ternyata si serigala sudah memasang perangkap di depan lisan gua di sarang serigala, biar si kancil jatuh terjerembab dan tidak mampu keluar dari perangkap yang serigala pasang untuk si Kancil.

Malam itu si kancil datang memenuhi janjinya kepada si serigala, namun alangkah terkejutnya si serigala. Perangkap yang ia pasang tidak mampu membuat kancil masuk perangkap dan si kancil datang dengan sehat wal afiat.

Melihat muka si serigala yang terheran-heran sambil membuka mulutnya, si kancil bertanya kepada si serigala, "Hellloooh, hai serigala, kok kau kayak melihat setan sih?" tanya si kancil kepada serigala. Serigala yang masih tidak percaya melihat kancil mampu lolos dari perangkapnya, kemudian menyuruh kancil masuk dan menjamunya dengan makanan yang enak.

Setelah pesta selesai, si Kancil segera pamit pulang. Si serigala masih tidak percaya jika si kancil mampu lolos dari perangkap yang ia pasang di depan lisan gua. Ia kemudian memeriksa perangkap yang masih belum berhasil menjerumuskan kancil, sambil di tepuk-tepuk dengan perlahan perangkapnya itu tapi tiba-tiba ia jatuh dan terperosok kedalam lubang yang dalam yang ia pasang sendiri.

Cerita ini lebih seru lagi lho : Si Buruk rupa penjaga pintu kereta

"Hahahahaha,.........hahahaha.....", serigala heran mendengar tawa yang terbahak-bahak tersebut. Dari balik diatas lobang perangkap tersebut,  muncullah si kancil sambil tertawa kearah serigala yang sedang kesakitan di bawah lobang akhir kesakitan.

"Nah makanya jangan berniat jahat donk, serigala, kau itu masih saja ingin mencelakai aku, padahal khan gue sudah berbuat baik dengan mu, jadi begini nih balasannya, kau jatuh ke dalam perangkapmu sendiri." si kancil tertawa kemudian meninggalkan si serigala sendiri di dalam lobang.

Hikmah dongeng anak si kancil dan serigala yang licik kali ini yakni kita harus tetap berbuat baik kepada siapa pun dan jangan merasa dengki kepada makhluk lain. Semoga kisah ini menghibur dan mohon doanya semoga blog ini terus menjadi blog dongeng favorit kalian semua ya..Amin...


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Dongeng kancil melawan nalar anyir harimau

Si Kancil kali ini dihadapkan kepada problem yang berat. Seluruh anggota hutan kini tidak percaya lagi kepada si kancil. Apa pasal?, alasannya yakni pada suatu malam kancil terbukti sedang mencuri timun pak petani. Padahal kancil sebetulnya sedang memindahkan hasil panen timun pak petani dari ladang menuju lumbung timun yang tidak jauh dari kebun ketimun.

Lalu siapa yang membuat info kalau si kancil menjadi pencuri timun?. Adalah harimau yang sangat tidak suka akan tindak tanduk kancil yang selalu disukai dan memiliki banyak sobat di hutan.



Harimau sangat benci kancil, alasannya yakni kancil memiliki berbagai teman-teman dan semua anggota hutan sangat suka dengan kancil yang memiliki banyak logika untuk menolong sesama.

Kini harimau puas akan logika bulusnya untuk membuat para hewan hutan untuk membenci kancil. Akal dan siasatnya kini membuat dirinya menjadi sentra perhatian.

Pada suatu hari, masuklah harimau kedalam kerumunan para anggota hewan hutan yang tengah berkumpul.

"Gawat, para pemburu masuk hutan, kita harus segera menyingkir, apa kalian mau bersamaku untuk mengintai para pemburu itu" kata harimau tiba-tiba.

Para anggota hutan terkejut dan sangat ketakutan. Mereka tidak mau ditangkap para pemburu yang sering membawa mereka dan tidak segan-segan memburu dan membunuh para hewan anggota hutan.

Akhirnya si menjangan mau ikut dengan harimau. "Aku khan larinya paling cepat, jikalau mereka tahu eksistensi ku , gue eksklusif lari dengan sangat cepat". Ini membuat harimau tersenyum."Hmmm...makan besar aku" gumam harimau.

Baca juga si Kancil dan serigala

Akhirnya si menjangan dan harimau pergi ke pinggir hutan untuk memantau eksistensi pemburu yang gres masuk ke dalam hutan.

Alhasil tidak ada pemburu yang masuk kedalam hutan. "Hai harimau mana pemburu-pemburu itu..kayaknya dari tadi tidak ada yang datang?" Tanya menjangan kepada harimau.

Harimau tidak eksklusif menjawab, tapi dia eksklusif menerkam dan berlari menuju menjangan. Menjangan kaget dan lari ketakutan.

Apa yang terjadi...nantikan dongeng berikutnya yaa.
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com