Cerita Anak Islami - Kisah Ravi Yang Pasrah

Cerita anak islami kali ini berkisah perihal si Ravi yang pasrah. Suatu hari Ravi bergegas dari pulang sekolah. Ia eksklusif mengajak ayahnya untuk membeli kura-kura. Kebetulan ayahnya sedang libur hari itu.

Berangkatlah Ravi bersama ayahnya menuju toko yang menjual kura-kura. Alangkah kecewanya Ravi, saat ia menemukan tokonya tutup.

Walau sedih, ia menuruti ajuan ayahnya untuk kembali ke toko kura-kura tersebut di keesokan harinya.


Esok harinya ia kembali ke toko kura-kura, namun kembali ia kecewa, alasannya ialah kura-kura yang ia ingin beli ternyata sudah kehabisan.

Ia pun pulang dengan tangan kosong. Namun ayahnya sangat bijaksana dengan menyuruh Ravi untuk shalat zuhur alasannya ialah sudah masuk waktu.

Ravi tanpa membantah eksklusif saja ia mengerjakan sholat, walaupun ia sangat keletihan alasannya ialah kepanasan tadi dalam perjalanan ke toko kura-kura.

Begitu ia gres saja mau takbir, terdengar ketukan pintu. Begitu dibuka ternyata paman Ravi datang membawakan kura-kura, dan jumlahnya sesuai dengan apa yang ia inginkan, yaitu 2 ekor.

Apa yang mampu kita ambil pesan tersirat dari cerita anak islami kali ini. Janganlah berputus asa saat kita diberikan cobaan oleh Allah. Ravi tidak merasa kesal dan enggan untuk shalat, walaupun ia tidak menerima apa yang ia inginkan. Akan tetapi Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Ravi justru pasrah akan hasil yang ia dapat. Lalu kwmudian ia menerima ganti sebagai akhir amal baiknya.

Baca juga kisah anak islami lainnya di Blog :
- Nikmatnya berzakat di Bulan Ramadhan
- Ravi anak rajin berdoa
- Si Vilda ikut puasa


Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com

Cerita Anak Islami Singkat - Kisah Anak Yang Berbakti Kepada Orang Tuanya

Adalah Anis seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Dahulu kala ketika ia masih duduk dibangku sekolah dasar, anis sering sekali membantu kedua orang tuanya, bahkan ia mau berjualan es teh manis dan koran di kereta untuk mampu menutupi kebutuhan sekolahnya. Anis sangat penurut dan mau melaksanakan semua kebajikan. Ia tak lupa mendirikan sholat 5 waktu sehari semalam. Anis merupakan figur anak yang sabar, ia bertekad suatu waktu ia mampu memberangkatkan kedua orang tuanya pergi haji ke tanah suci.

Sejak duduk di dingklik SD, Anis merupakan anak laki-laki yang tidak mampu tinggal diam, ia selalu membantu kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya. Ia juga memiliki harapan untuk mampu memiliki sebuah warung kelontong kelak ia sudah remaja nanti.



Ia  memang anak yang sangat arif namun  karena keterbatasan keuangan orang tuanya, ia hanya mampu lulus hingga dingklik sekolah menengah tingkat atas, namun ia sadar itu memang kehendak Tuhan dan ia pun menyadari akan keterbatasan orang tuanya, risikonya iapun berusaha sekuat damai untuk mampu membahagiakan orang tuanya.

Sampai pada suatu ketika, ia berhasil meraih sebuah posisi yang sangat mengagumkan disebuah perusahaan, ia pun tidak mau menjadi orang yang sombong, alasannya ia pun tahu keberhasilannya yang sudah ia peroleh yaitu sebagian besar karena doa dari kedua orang tuanya, dan pada risikonya iapun mampu memberangkatkan haji kedua orang tuanya dan mencicipi sangat bersyukur karena ia mampu menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Hikmah dari dongeng anak islami singkat ini yaitu janganlah kau sia-siakan orang tua, jikalau ketika ini mereka masih hidup, pelihara, jaga dan rawatlah mereka, alasannya merekalah yang merawat kita sejak kita kecil.

Baca juga dongeng anak islami lainnya :
- Cerita Anak Islami - Kisah Ravi Yang Pasrah
- Kisah Islami Dalam Rangka Tahun Baru 1437 Hijriyah - Kisah Pasangan Suami istri yang Bertaqwa Di jalan Allah
- Dongeng Anak Muslim - Nikmatnya Bersedekah di Bulan Suci Ramadhan
Sumber http://www.dongenganakindonesia1.com