Home » » Puteri Negeri Awan (Bag:2)| Dongeng Anak Terbaru

Puteri Negeri Awan (Bag:2)| Dongeng Anak Terbaru



Puteri Negeri Awan (Bag:2)| Dongeng Anak Terbaru


dongeng petualangan
kangsa wangsa
Manusia Kepala Domba , Kangsa Wangsa - Setelah pada kisah sebelumnya Puteri Intan rasari berhasil menyelamatkan seorang gadis kecil berjulukan Melati amis , maka mereka meneruskan perjalanan menuju istana Gembalageni. Yaitu seorang penyihir jahat yang menguasai ilmu hitam dan pemimpin para prajurit kegelapan. Sang puteri bertekat untuk mengalahkan raja Gembalageni demi mengembalikan ketentraman di muka bumi. Maka dengan di temani Melati amis sebagai penunjuk arah , Puteri Intan rasari meneruskan perjalananya ke kerajaan Wulung ireng. Sebuah kerajaan di mana kekuatan kegelapan berpusat , dan tentunya ini bukan suatu perjalanan yang mudah.

Perjalanan mereka teruskan dengan menyusuri hutan , guna menghindari para anak buah Gembala geni yang kini mencari eksistensi mereka. Bukan sebab Puteri Intan rasari tak bisa mengatasi mereka , tapi guna menghindari pertikaian yang tak perlu dan meminimalisir adanya korban jiwa. Karena pada dasarnya , mereka hanya insan yang di peralat oleh Gembalageni dengan ilmu sihirnya.

Sementara itu di kerajaan Wulung ireng , raja Gembalageni sangat murka mendengar kabar bahwa anak buahnya di kalahkan oleh seorang gadis ingusan. Tak lain dan tak bukan beliau yakni Puteri Intan rasari.

"Hah.. Kalian itu sungguh bodoh..! Bagaimana kalian yang jumlahnya lebih banyak dapat di kalahkan hanya oleh seorang anak gadis kemarin sore?! Kalian sungguh tak berguna..!!". Kata raja Gembalageni dengan amarah yang membara.
"Ampun tuan ku.. Tapi bocah itu sangat sakti. Dia memiliki pusaka yang sungguh ajaib. Burung kertas yang di bawanya dapat menjelma garuda raksasa yang membuat kami tak berdaya". Kata pengawal itu.

"Burung kertas yang bisa menjelma garuda? Hmm.. Itu yakni pusaka yang hanya di miliki oleh Negeri Awan putih. Aku pernah mendengar perihal legenda itu , tapi tak ku sangka mereka benar-benar ada. Pantas kalian tak bisa berkutik , sebab sang garuda yang di juluki juga sebagai Panglima Angkasa bukanlah tandingan kalian".
"Baiklah kalau begitu.. Kali ini kalian ku ma'afkan. Sekarang kalian ku tugaskan untuk pergi mencari eksistensi mereka". Kata raja Gembalageni.

"Ta.. Tapi tuan ku.. Kami tak mungkin sanggup melawan mereka. Senjata kami saja dapat dengan mudah di patahkan oleh garuda itu". Kata pengawal itu tergapap sebab takut.
"Kali ini kalian tak sendirian. Aku akan mengutus salah satu panglima ku bersama kalian. Kalian hanya cukup membantu mencari eksistensi mereka , biar nanti panglima ku yang akan menghadapi mereka". Kata sang raja.

Lalu raja Gembalageni memejamkan matanya , bibirnya mengucapkan mantra untuk memanggil panglima yang di maksud. Tiba-tiba muncul sebuah asap hitam yang bergulung-gulung , kemudian membentuk sebuah sosok.

Para pengawal sangat terkejut di buatnya , sebab kini di hadapan mereka telah bangun sosok yang menyeramkan. Tubuhnya tinggi besar di penuhi bulu-bulu hitam. Tubuhnya seakan-akan insan , tapi memiliki kepala kambing dengan tanduk besar yang sangat runcing. Nafasnya mengeluarkan api yang menyala , dengan sebuah gada raksasa yang di pegangnya sebagai senjata.

"Hamba datang menghadap tuan ku.. Apa gerangan yang membuat paduka memanggil hamba? Apakah ada sebuah peran penting yang harus hamba laksanakan?". Kata sosok kepala domba itu.
"Ya Kangsa wangsa , ada musuh yang cukup tangguh sedang menentang ku. Ku perintahkan kau biar ikut dengan para pengawal itu , cari dan tangkap mereka bawa ke hadapan ku. Atau kalau perlu , pribadi musnahkan mereka. Sebagai peringatan bagi mereka yang berani menentang gua , raja Gembalageni". Kata sang raja.

"Hahaha.. Menghancurkan yakni kegemaran hamba paduka. Tak salah paduka menyerahkan peran ini pada hamba. Dengan senang hati akan hamba laksanakan". Kata sosok yang ternyata berjulukan Kangsa wangsa itu.

"Tapi kau harus hati-hati Kangsa wangsa , jangan gegabah. Dia memiliki pusaka gila yang sangat sakti. Jangan hingga malah kau yang binasa karenanya..". Pesan sang raja.

"Hahahaha.. Paduk tak usah hawatir. Semua akan dapat hamba atasi. Belum pernah ada yang bisa selamat dari nafas api hamba , dan belum pernah ada yang bisa menghindar dari ayunan gada hamba. Dalam waktu dekat , paduka akan mendapatkan kabar perihal kebinasaan mereka". Kata Kangsa wangsa dengan sombongnya.

"Baiklah.. Sekarang berangkatlah kalian semua. Segera cari dan musnahkan para badung itu..!!". Perintah raja Gembalageni.
Ahirnya setelah menghaturkan sembah , merekapun undur diri dan berangkat mencari eksistensi puteri Intan rasari.

Sementara itu puteri Intan rasari dan Melati amis masih meneruskan perjalanan mereka. Sepanjang perjalanan mereka saling bercerita perihal diri masing-masing. Hingga merekapun semakin dekat dan menjadi sahabat dekat. Karena waktu sudah beranjak senja , ahirnya mereka putuskan untuk bermalam di sebuah goa. Perjalanan yang panjang dan melelahkan membuat mereka tertidur sangat pulas. Mereka tak menyadari akan ancaman yang mengintai mereka esok hari. Karena insan kepala kambing Kangsa wangsa , kini telah bergerak mencari eksistensi mereka.

Bersambung.


Puteri Negeri Awan (Bag:2)| Dongeng Anak Terbaru


0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar yang baik ya sahabatku semua :)