Home » » Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral

Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral



Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral


Menceritakan dongeng sebelum tidur untuk anak ialah acara yang sangat menyenangkan. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua jenis dongan bisa diceritakan begitu saja. Setidaknya masukkan pesan moral pada setiap kisah yang Anda dongengkan kepada anak tercinta. Agar semakin bertambahnya usia, sang anak memahami mana yang boleh dilakukan dengan yang tidak. Seperti yang diketahui, ada banyak jenis dongeng yang bisa diceritakan kepada anak, mulai dari kisah rakyat, kisah hewan, dongeng dari mancanegara dan lain sebagainya. Untuk memudahkan Anda, berikut ini ialah beberapa cerpen dongeng anak yang memiliki pesan moral.

1.     Putri Mawar dan Seekor Burung Emas


dongeng sebelum tidur putri mawar dan burung emas
Dongeng sebelum tidur yang pertama ialah kisah Putri Mawar dan Seekor Burung Emas. Dahulu, hidupkan seorang putri kerajaan yang sangat cantik. Putri cantik tersebut berjulukan Mawar. Sang putri dipanggil Mawar sebab mempunyai rambut panjang dengan warna merah yang cantik menyerupai bunga mawar. Setiap malam, Putri selalu bangun persis di depan balkon dan selalu menepuk tangannya. Setiap ia melaksanakan itu, burung emas kecil akan hinggap dibahunya. Ajaibnya, setiap kali burung emas datang rambut sang putri mengeluarkan silau cahaya merah yang sangat menawan. Dan burung emas pun akan mengeluarkan nada-nada yang cantik dari patuknya. Putri Mawar mengikuti alunan nada yang dikeluarkan sang burung, dan mereka bernyanyi hingga satu kerajaan bisa tidur terlelap dan bermimpi indah.


Dongeng sebelum tidur ini berlanjut dikala ada penyihir jahat yang merasa iri dengan Putri Mawar. Penyihir tersebut mengutuk rambut Putri mawar supaya berkembang menjadi warna hitam kelam. Dan menyerupai malam biasanya, putri dan burung emasnya kembali bernyanyi. Alangkah sedihnya mereka dikala mereka bernyanyi, satu kerajaan justru bermimpi buruk dan menakutkan. Putri pun bersedih dan berkata, “Wahai burung emas, apa yang harus gue lakukan supaya rakyatku bisa kembali bermimpi hal-hal yang indah?” dan burung emas mengatakan “Rendam rambutmu dengan air mawar putri”.


Setelah menerima jawaban tersebut, Putri Mawar merendam rambutnya dan rambut mawarnya yang cantik kembali menyerupai semula sehingga rakyatnya bisa bermimpi cantik kembali. Sang penyihir bertambah marah dan kembali memantrai Putri Mawar sekaligus menghancurkan semua kelopak mawar yang tumbuh di penjuru negeri. Sang putri kebingungan sebab tidak lagi bisa merendam rambutnya menyerupai yang dikatakan burung emas. Dan ia pun menangis di balkon menanti keajaiban. Tanpa diduga, datanglah seorang pangeran ganteng yang membawa sebuah kota berisi rambut berwarna merah. Putri yang menangis tidak sengaja menjatuhkan air matanya ke rambut tersebut. Ajaib, isi kotak yang terkena air mata sang putri berkembang menjadi kelopak mawar yang sangat menawan.


Putri Mawar eksklusif merendam rambut indahnya dengan air mawar tersebut dan kembali bernyanyi untuk menciptakan mimpi yang cantik bagi rakyatnya. Sang putri menikah dengan pangeran dan penyihir jahat hancur sebab tidak bisa menahan amarahnya. Pesan moral yang dapat dipetik dari dongeng sebelum tidur ini ialah kebencian dan iri hati hanya akan menghancurkan diri sendiri dan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Ketulusan hati dan kebaikanlah yang akan selalu menang melawan segala bentuk kejahatan.

2.     Kerbau dan Kambing


Dongeng sebelum tidur penuh pesan moral selanjutnya ialah kisah si kerbau dan kambing. Pada suatu hari seekor kerbau jantan yang bisa lolos dari serangan singa masuk ke sebuah hutan yang dipakai oleh para kambing untuk berteduh serta menginap dikala cuaca sedang buruk dan malam datang. Melihat kedatangan kerbau, kambing tidak suka dan menyeruduk kerbau supaya keluar dari gua dan dimangsa oleh singa. Kerbau yang sebelumnya membisu saja menjadi kesal dan keluar dari gua. Kerbau berkata kepada kambing “ Aku tidak akan membisu saja melihat perilakumu yang pengecut itu kambing, setelah singa itu pergi gue akan memperlihatkan pelajaran kepadamu”. Saat kerbau pergi, justru kambing-kambing tersebutlah yang menjadi makanan sang singa. Sementara kerbau keluar dari gua dengan selamat.


Pesan moral yang bisa diambil dari dongeng sebelum tidur ini ialah berbuat setuju dengan orang lain. Karena pembalasan itu pasti ada, berbuat baik akan diberi kebaikan dan berbuat jahat akan diberi keburukan. Apalagi, sangatlah jahat kalau kau mengambil keuntungan dan menjatuhkan orang yang sedang tertimpa musibah.

3.     Kera Dan Ayam


Dongeng sebelum tidur penuh pesan moral selanjutnya ialah kisah monyet dengan ayam yang sudah erat baik semenjak lama. Kera seringkali membawakan makanan kepada sahabat baiknya ayam, dan sebaliknya ayam pun juga sering membawa makanan untuk kera. Namun pada suatu hari, monyet tidak berhasil menerima makanan dimanapun dan merasa jenuh. Ketika hingga di hutan, monyet bertemu ayam sahabatnya. Tapi siapa yang sangka, monyet justru melihat sahabatnya tersebut menyerupai santapan yang lezat untuknya hari itu. Tentu saja ayam kabur supaya tidak dimakan oleh monyet yang tengah kelaparan.


Ayam terus berlari hingga ke pantai dan bertemu dengan temannya seorang lumba-lumba. Mendengar kisah ayam, lumba-lumba merasa marah dan ingin memberi pelajaran untuk si monyet supaya bisa menjaga persahabatan dengan baik. Cerpen dongeng sebelum tidur ini berlanjut dikala lumba-lumba memiliki cara terbaik untuk membalas dan memperlihatkan pelajaran kepada si kera. Kera balasannya menemukan ayam di pinggir pantai. Dengan kelaparannya monyet berkata pada ayam “Ayam yang manis, mendekatlah kamu. Aku memiliki sesuatu yang sangat kau sukai”. Ayam yang sudah mengetahui niat jahat monyet menjawab “Tidak mau, kau pasti akan memakan gue kan kera! Baik, tadi gue berbicara dengan temanku lumba-lumba dan ia mengatakan bahwa ada banyak makanan lezat di pulang yang ada di seberang sana. Kamu mau ikut mencari makan denganku atau tidak, kera? kata si ayam. Mendengar makanan enak, tentu saja monyet eksklusif mengiyakan dan naik ke perahu bersama sang ayam sambil di dorong oleh lumba-lumba.


Dalam perjalanan, ayam berkokok dan berkata kepada lumba-lumba “ Sudah hingga belum?” dan lumba-lumba menjawab “Sudah, silahkan kau patuk patuk ayam”. Mendengar jawaban dari lumba-lumba, ayam pun eksklusif mematuk perahu yang ia tumpangi bersama monyet hingga perahu bocor dan air mulai merembas ke dalam perahu. Sementara monyet masih belum sadar sebab terbuai dengan imajinasinya wacana makanan, ayam sudah pindah ke atas badan lumba-lumba dan menyelamatkan diri. Kera yang rakus tetap tidak sadar hingga air yang sudah masuk ke dalam perahu mulai deras. Saat ia tersadar, semua terlambat sebab monyet sudah ditinggal sendiri dengan perahu yang hampir tenggelam.


Makna dari kisah dongeng sebelum tidur ini tentunya sangat terlihat terperinci bahwa dalam menjalin persahabatan, janganlah kau melukai perasaan sahabatmu atau orang lain. Karena hal tersebut bisa menghancurkan relasi yang sudah lama terjalin selama ini. Selain itu, jangan rakus dan hanya memikirkan diri sendiri. Pikirkan solusi yang tidak menyakiti diri sendiri dan juga orang lain.


Demikianlah beberapa dongeng sebelum tidur yang penuh dengan pesan moral. Semoga dongeng di atas bisa menjadi rujukan untuk Anda yang ingin berdongeng untuk si kecil


Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral


0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar yang baik ya sahabatku semua :)