Home » » Dongeng Monyet dan Buaya Penipu | Dongeng Anak Terbaru

Dongeng Monyet dan Buaya Penipu | Dongeng Anak Terbaru



Dongeng Monyet dan Buaya Penipu | Dongeng Anak Terbaru


kera dan buaya
Monyet dan buaya
Dongeng Monyet dan Buaya Penipu - Apa kabar sobat dongeng , pada kisah kali ini.. Blog dongeng terbaru akan menyebarkan kisah perihal monyet dan buaya penipu. Lalu , bagaimana isi kisahnya? Mari kita simak bersama. Selamat membaca.. :)

Dahulu kala , ada seekor monyet dan buaya yang bersahabat karib. Mereka sangat dekat hingga menyerupai saudara. Tapi setelah beberapa lama , mereka harus berpisah untuk mencari habitat mereka alasannya yaitu adanya kemarau panjang. Si monyet pergi jauh ke dalam pedalaman hutan , sedang si buaya menuju muara.

Monky , itulah nama monyet itu. Setelah sekian lama berpisah , ada harapan dalam hati si Monky untuk mengunjungi sahabat lamanya di muara. Menurut kabar yang beliau dengar , kini si buaya telah menikah dan memiliki seorang isteri. Maka beliau berniat untuk berkunjung dan memberi selamat atas ijab kabul buaya sahabatnya.

Pagi-pagi sekali si Monky monyet berangkat dari rumahnya. Karena perjalanan yang beliau tempuh sangat jauh , beliau tak ingin kalau hingga kemalaman tiba di tujuan. Tak lupa beliau juga membawa makanan sebagai bekal.

Sementara di daerah lain , buaya tengah berbincang dengan isterinya. Kini , isterinya tengah hamil. Dan isterinya merengek-rengek ingin makan hati monyet. Ngidam , begitulah istilah umumnya.

Sang isteri terus merengek dan merayu , hingga membuat si buaya pusing tuju keliling. Dia sudah berkali-kali menjelaskan pada isterinya bahwa di muara ini tidak ada monyet , jadi beliau harus mencari kemana lagi?

Tapi penjelasan buaya ini sama sekali tak di hiraukan. Sifat isterinya yang sangat manja membuat buaya hanya mampu berjanji bahwa lain kali kalau ada monyet beliau akan membawakan hati monyet itu.

Ketika mereka tengah asik berbincang , tiba-tiba terdengar bunyi memanggil di depan rumah mereka. Buaya pun keluar untuk melihat siapa gerangan yang datang. Dan betapa gembiranya beliau setelah tahu bahwa yang berkunjung yaitu si monyet sahabat lamanya.

Merekapun kemudian bercanda dan bercerita perihal kenangan masa lalu. Kebahagiaan terpancar dari lisan keduanya , alasannya yaitu mereka memang sudah lama tak bertemu.

Setelah menginap semalam di kediaman buaya sahabatnya , Monky monyep pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya di hutan. Dan sebagai wujud penghormatan kepada kawan lamanya , si buaya berniat untuk mengantarkanya. Tapi sebelum mengantar si monyet , buaya di panggil oleh isterinya. Mereka bicara empat mata di dalam kamar.

"Pak , kau sudah akad mau membawakan hati monyet. Nah , sekarang monyetnya sudah ada. Mana akad mu?". Rengek si isteri buaya.
"Ya nanti saja bu. Dia itu sahabat ku. Tak mungkin saya menghianati sahabat ku sendiri". Kata buaya.
"Kamu bisanya hanya janji-janji saja pak. Ini semua demi anak mu yang tengah ku kandung. Kamu lebih memilih anak mu atau sahabat mu? Pokoknya kalau kau tak membawa hati monyet , saya akan pergi dari rumah ini". Kata isteri buaya mulai merajuk manja.
Buaya menjadi sangat bingung. Kini beliau berada di posisi yang sulit. Yaitu memilih antara sahabat karibnya dan isterinya. Ahirnya , dengan terpaksa beliau menuruti kemauan isterinya. Dia berjanji kalau pulang beliau akan membawakan hati monyet.

Lalu , si buaya pun keluar dan mengajak monyet untuk berangkat. Dia menyuruh si monyet naik ke punggungnya dan akan mengantarkan monyet lewat jalur sungai. Tapi ternyata si buaya memiliki rencana licik yang tak di ketahui si Monky monyet. Dan tanpa curiga si Monky monyet naik ke punggung buaya sahabatnya itu.

Tapi , setelah berenang agak jauh..si Monky monyet mulai mencicipi kejanggalan. Karena si buaya berenang semakin ke tengah sungai menjauhi daratan. Dan ahirnya si monyetpun mulai curiga.

"Hai buaya sahabat ku , mengapa kita malah menjauhi daratan?". Tanya si Monky monyet.
Lalu buayapun bercerita perihal usul isterinya , bahwa beliau ingin makan hati monyet. Mendengar kisah buaya , si monyet menjadi terkejut. Kini beliau mulai sadar bahwa keselamatanya telah terancam. Tapi beliau berusaha bersikap damai sambil mencari wangsit untuk lepas dari ancaman itu. Dan ahirnya , beliau menemukan sebuah akal.

"Hahaha.. Kaprikornus cuma itu masalahnya? Kenapa kau tak bilang dari awal". Kata monyet.
"Lho? Kenapa kau malah tertawa? Bukankah kau tahu itu berarti keselamatan mu terancam. Karena saya berniat mengambil hati mu". Kata buaya heran.
"Iya saya tahu kawan , tapi sayang sekali saya akan membuat mu kecewa.. ". Kata monyet lagi.
"Apa maksut mu?". Si buaya semakin tak mengerti.

Lalu , si monyetpun mulai menjelaskan..
"Begini buaya sahabat ku , alasannya yaitu waktu itu saya terburu-buru berangkat ke rumah mu..jadi hati ku tertinggal di rumah. Kaprikornus hati ku lupa saya bawa. Jika kau mengantar saya hingga rumah , nanti akan ku berikan hati ku pada mu. Lalu mampu kau berikan pada isteri mu". Kata Monky monyet mulai menipu buaya.
"Wah , benarkah itu? Baiklah , kalau begitu saya akan mengantarkan mu pulang untuk mengambil hati mu , lalu serahkan pada ku". Kata buaya yang terbelakang itu. Dia mulai tergoda oleh siasat Monky monyet.

Lalu si buayapun berenang menyusuri sungai untuk mengantar Monky monyet. Dan setelah mereka tiba , Monky monyet eksklusif melompat dan naik ke rumahnya yang ada di atas pohon. Sementara si buaya berada di bawah di pinggir sungai.

"Hai monyet..! Sudah kau ambil belum hati mu? Jika sudah , lekas turun dan berikan pada ku". Teriak buaya dari bawah.
Lalu si monyet pun melongokan kepalanya dari atas pohon sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.. Dasar buaya terbelakang , buaya pembohong..!! Kini kau yang ganti ku tipu. Dasar terbelakang , mana ada hati yang mampu di tinggal. Hati ku selalu ku bawa kemanapun saya pergi. Kini persahabatan kita putus hingga di sini. Karena kau yaitu buaya pembohong yang berusaha mencelakai ku. Selamat tinggal..!!". Kata monyet kemudian melompat bergelantung dari pohon ke pohon dan menghilang dalam rimbunya hutan.

Si buaya hanya mampu terpaku. Kini beliau mulai sadar akan kesalahan yang beliau buat. Tapi semua sudah terlambat. Kini beliau tak mendapat apa-apa. Malah kehilangan seorang sahabat dan terancam di tinggal isterinya. Kini , beliau hanya dapat menyesali keputusanya tanpa mampu mengulang waktu kembali.

Nah sobat dongeng semua , pesan yang tersirat yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah..
Jangan pernah membohongi sahabat mu , alasannya yaitu kalau kau bohongi mereka akan meninggalkan mu. Dan belajarlah lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Karena kalau hingga kau salah pilih , maka kau hanya akan mendapat penyesalan. Dan tanpa mampu memiliki kesempatan untuk mengubahnya.

Demikian cerita anak yang dapat dongeng terbaru persembahkan kali ini. Semoga kita dapat mengambil pesan yang tersirat dan pola positif di dalamnya. Jangan lupa untuk berkunjung lagi , dan membaca dongeng-dongeng menarik lainya.. ^_^

TAMAT


Dongeng Monyet dan Buaya Penipu | Dongeng Anak Terbaru


0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar yang baik ya sahabatku semua :)