Home » » Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru

Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru



Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru


carita bunga dan kupu-kupu
Bunga dan Kupu-kupu
Cerita Bunga dan Kupu-kupu – Pada zaman dahulu kala , ada sebuah hutan yang cukup asri. Di dalam hutan tersebut tumbuh banyak sekali pohon dengan buah-buah yang manis dan ranum , sehingga banyak binatang yang senang tinggal di hutan tersebut. Dari hewan besar seperi rusa , panda , beruang , sampai para serangga.

Pada suatu hari , hutan tersebut kedatangan seekor penghuni baru. Dia yakni si Lili ulat. Tapi para hewan dan pohon sangat membencinya , alasannya yakni ia terkenal sangat rakus dan tak memiliki manfa’at apapun. Dia sangat rakus dalam memakan daun-daun , sehingga banyak pohon yang tak mau ia tinggali. Sehingga Lili si ulat harus berpindah dari satu pohon ke pohon lain untuk mencari rumah.

“Wahai pohon apel , bolehkah gue ikut tinggal di dahan mu?”. Tanya Lili ulat pada pohon apel.
“Kau tak boleh tinggal di sini. Karena makan mu banyak. Jika kau terlalu banyak memakan daun ku , maka gue tak akan bisa lagi berbuah. Carilah pohon lainya..”. kata pohon apel dengan ketusnya.
“Tapi gue komitmen , suatu ketika kecerdikan mu pasti akan gue balas. Izinkan gue tinggal di sini , alasannya yakni gue tak lagi memiliki rumah lain”. Kata Lili ulat memelas. dongeng kupu-kupu oleh dongengterbaru.blogspot.com

“Pokoknya tidak boleh..!! alasannya yakni para hewan yang ikut tinggal di pohon ku pasti juga tidak setuju. Karena bila buah ku berkurang , mereka juga akan kekurangan makanan. Lagi pula apa yang bisa kau lakukan? Mahluk jelek dan lemah ibarat mu tak bisa melaksanakan apa-apa selain makan dan makan saja. Sana pergi cari pohon yang lain”. Kata pohon apel dengan membentak.

Ahirnya dengan duka Lilit ulat pun pergi mencari pohon lain yang mau ia tinggali. Tapi balasan tiap pohon yang di temuinya sama , tak ada yang mau menerimanya. Ahirnya.. ia keluar dari hutan menuju ke pinggir hutan. Dia menangis dengan duka meratapi nasib yang di alaminya. Ternyata tanpa ia sadari , ada pohon bunga matahari yang dari tadi memerhatikan dia.

“Mengapa kaumenagis kawan? Katakana duduk perkara mu , mungkin gue bisa membantu mu”. Kata bunga matahari.
“Si.. Siapa yang bicara?”. Kata Lili ulat terbata-bata alasannya yakni kaget.
“Aku yang bicara.. lihatlah ke atas!! Aku yakni bunga matahari. Aku yakni ratu dari semua bunga yang ada di padang ini”. Jawab bunga matahari.
Lalu Lili si ulat pun menceritakan kisahnya dengan menangis. Mendengar kisah Lili ulat yang sangat duka , bunga mata hati menjadi sangat iba.

“Tak usah kau menangis lagi kawan.. kau bisa tinggal di sini. Kau bisa memilih tinggal di pohon ku , atau pohon bunga manapun yang kau mau. Mereka tak akan menolak , alasannya yakni mereka yakni rakyat ku”. Kata bunga matahari.
Mendengar balasan dari bunga matahari , Lili ulat menjadi sangat senang. Dia tersenyum dan menghapus air mata di pipinya.
“Benarkah itu kawan?”. Tanya Lili ulat tak percaya.
“Tentu saja benar.. gue tak pernah bohong. Lagi pula tak ada satu hewanpun yang mau tinggal di pohon atau dahan kami , alasannya yakni kami tak memiliki buah. Jika kau mau tinggal di sini , tentu gue akan merasa senang alasannya yakni memiliki sahabat baru”. Jawab bunga matahari .

“Tapi kawan.. kata mereka gue banyak makan. Sehingga mereka tak mau gue tinggal di dahan mereka. Mereka takut kalau daun mereka habis dan tak bisaberbuah. Apa kau tak takut kalau daun mu habis ibarat yang mereka katakana?”. Tanya Lili ulat ragu.
“Hahaha.. berarti mereka berfikir sempit. Apalah arti sebuah daun? Seorang sahabat lebih berharga dan susah untuk di cari. Sedangkan daun akan bisa tumbuh lagi dengan sendirinya. Kau tak usah hawatir kawan..”. jawab bunga matahari dengan bijak.

Lili ulat sangat senang mendengar balasan yang sangat bijak itu. Dan mulai ketika itu , Lili ulat dan bunga matahari menjadi sahabat baik. Tiap hari mereka bercanda dan bercerita perihal banyak hal. Itu yakni hari-hari terindah yang di lalui dua sahabat tersebut. Hingga pada suatu hari..
“Bunga matahari sahabat ku.. ini yakni hari terahir gue bisa bercanda dengan mu.. “. Kata Lili ulat.
Mendengar perkataan sahabatnya itu , bunga matahari terkejut.
“Memangnya engkau hendak ke mana kawan? Apakah kau mau pergi mennggal kan aku?” Tanya bunga matahari.

“Tidak sahabat ku.. gue tak akan mungkin meninggalkan sahabat sebaik diri mu. Aku hanya mau berpamitan.. mulai besok gue akan berpuasa dan mngurung diri ku untuk tidur panjang. Mungkin sudah saatnya gue mulai membalas kecerdikan baik mu”. Jawab Lili ulat.
“Berpuasa? Tidur panjang? Membalas budi? Apa yang kau maksud kawan? Aku sama sekali tak mengerti apa maksud ucapan mu..”. kata bunga matahari bingung.
“Kau akan mengerti nanti pada saatnya kawan.. untuk sementara , gue akan meminjam dahan mu untuk membangun rumah ku dalam berpuasa.. ku mohon kau mengizinkanya”. Kata lili ulat.
“Apapun yang terbaik untuk mu kawan , gue pasti mendukung mu..”. jawab bunga matahari.

Ahirnya , mulailah si Lili ulat membuat rumahnya dan berpuasa. Dia membungkus diri dalam balutan benang-benang yang membentuk sebuah kantung , dan biasa kita kenal dengan kepompong. Berhari-hari sudah bunga matahari merawat dan menunggu sahabat baiknya itu bangun. Dia melindunginya dari panas , angin , dan juga hujan. Dan ahirnya tibalah waktunya untuk si Lili ulat bangaun dari tidur panjangnya.

Tapi betapa terkejutnya bunga matahari , alasannya yakni ia melihat bukan lagi Lili ulat sahabatnya yang keluar dari kantong itu. Melainkan seekor mahluk cantik bersayap yang sangat cantik dan canti.
“Siapa kau? Di mana ulat sahabat ku?”. Tanya bunga matahari kebingungan.
“Akulah ulat sahabat mu kawan. Kau tak usah heran. Setelah gue berpuasa dan tidur dalam kantong ini , gue akan bermetamorfosis seekor kupu-kupu. Akau meken banyak ketika menjadi ulat , yakni sebagai bekal puasa ku untuk menjadi kupu-kupu. Tapi mereka tak tahu itu. Dan kini saatnya gue membalas kecerdikan mu dengan membantu penyerbukan mu dan semua rakyat bunga mu”. Jawab Kupu-kupu yang ternyata Lili ulat itu.

Mendengar penjelasan dari Liliyang kini menjadi kupu-kupu , bunga matahari menjadi sangat gembira. Ternyata sahabatnya itu memiliki kemampuan yang absurd dan luar biasa. Sebuah kemampuan yang tak di miliki oleh hewan lainya. Dan mulai ketika itu , persahabatan mereka menjadi semakin akrab. Dan persahabatan tersebut berlanjut sampai anak cucu mereka. Kupu-kupu dan bunga selalu menjadi sahabat sejati.

TAMAT


Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru


0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar yang baik ya sahabatku semua :)