kisah cerita semut dan kepompong

Ada Seekor semut yang sedang bergegas kesana kemari mencari makanan kesukaannya di bawah terik sinar makanan. Si dia menemukan sebuah kepompong, benda bulat yang tergantung di dahan sebuah pohon. Si Kepompong itu menggoyang-goyangkan ekornya, sehingga akhirnya si semut itu tahu, kepompong itu seekor makhluk yang hidup.


"Kasihan sekali kamu ya, Binatang yang menyedihkan!" kata semut itu mencela kepompong. "Nasibmu buruk sekali! Aku bisa berlari kesana kemari, bahkan memanjat naik ke puncak pohon tertinggi. Sedangkan kamu terkurung diam di dalam bungkus itu dan hanya bisa menggoyangkan ekormu saja!"


Kepompong itu mendengar semua perkataan si semut , tapi ia diam saja tidak menghiraukan.

Di hari kemudian, semut itu kembali ke tempat kepompong itu berada. Tapi kepompong itu sekarang hanyalah berupa sebuah bungkus yang kosong. Ia penasaran, apa yang terjadi dengan kepompong itu? Tiba-tiba sepasang sayap kupu-kupu yang indah muncul di hadapannya, begitu indahnya sehingga semut itu merasa malu pada penampilannya sendiri.

"Lihatlah diriku sekarang wahai semut," kata si kupu-kupu. "Aku yang dulu patut kau kasihani. Sekarang engkau sombongkanlah dirimu yang punya kemampuan naik ke puncak yang tinggi."

Kupu-kupu itu lalu terbang ke arah yang lebih tinggi dari puncak pohon, meluncur di udara musim panas yang hangat. dan menghilang dari pandangan semut itu untuk selamanya.

Kisah kepompong dan semut

halo kawan semua, yuk aku ceritakan kisah kepompong dan semut ya, ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.

Keesokan harinya, matahari muncul dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan.



Seekor Kepompong sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang Kepompong meratapi keadaan.

Dari balik tanah, muncullah seekor semut yang dengan sombongnya berkata "Hai kepompong, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai" kata sang Semut dengan sombongnya.

Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan tersebut, sampai pada suatu hari si Semut berjalan diatas lumpur hidup. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan diatas lumpur hidup yang bisa menelan dan menariknya kedalam lumpur tersebut.

"Tolong...tolong....aku terjebak di lumpur hidup..tolong", teriak si semut. Lalu terdengar suara dari atas, "Kayaknya kamu lagi sedang kesulitan ya, semut?" si Semut menengok ke atas mencari sumber suara tadi, ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu yang sedang terbang diatas lumpur hidup tadi.

"Siapa kau?" tanya si Semut galau. "Aku adalah kepompong yang waktu itu kau hina" jawab si Kupu-kupu. Semut merasa malu sekali dan meminta bantuan si Kupu-kupu untuk menolong dia dari lumpur yang menghisapnya. "Tolong aku kupu-kupu, aku minta maaf waktu itu aku sangat sombong sekali bisa bertahan dari badai cuma hanya karena aku berlindung dibawah tanah". Si kupu-kupu akhirnya menolong si Semut dan semutpun selamat serta berjanji ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan tersebut.