HIKMAH DARI KESABARAN

Dahulu kala di negri bagdad,hiduplah dua orang kakak beradik yang beragama majusi.
Mereka menyembah api sebagai yang kuasa mereka.
Sang kakak telah menyembah api selama 40 tahun,sedangkan sang adik gres 30 tahun.
Mereka menyembah api dengan impian api itu mampu menolong mereka,tidak memperabukan ataupun menghanguskan mereka dari panas api itu.
Tapi...benarkah demikian?
Apakah mereka menerima apa yang mereka harapkan?
Maka jawabanya akan segera kita ketahui..

Pada suatu hari,kakak beradik ini sedang bercakap-cakap.
Timbul keraguan dalam hati si kakak.
Dia ingin tahu,setelah sekian lama mereka menyembah api,apakah api itu tetap memperabukan mereka..?
Jadi sang kakak memberikan idenya kepada sang adik untuk mencoba memegang api.

"Cobalah kau pegang api itu wahai adik ku.
Apakah ia masih melukai kita dengan panasnya.
Karena saya takut untuk mencobanya,hati ku merasa ragu".

Mendengar kakaknya berbicara menyerupai itu,sang adik pun melaksanakan apa yang di minta kakaknya.
Dia pun mencoba mengambil bara api dengan tanganya,dan hasilnya...dia segera menarik kembali tanganya sebab kesakitan oleh panas api yang membara.

Kecewa sebab api yang selama ini mereka puja-puja tidak mampu melindungi mereka tapi malah tetap memperabukan mereka,mereka mulai sadar bahwa apa yg mereka lakukan selama ini salah.
Jadi mereka berniat mencari seseorang yang mampu menuntun mereka pada agama yang benar,dan mau menghapus dosa-dosa mereka hanya dengan sekali bertaubat.

Kemudian pergilan dua kakak beradik itu membawa serta keluarga mereka,mereka menuju ke negri basra.
Karena mereka mendengar kabar ada seorang ulama' yang sangat 'alim dan bijaksana yang berjulukan malik bin dinar.
Mereka berharap,dia mampu memberi mereka petunjuk.

Malik bin dinar yaitu seorang ulama' dan tokoh sufi yang terkenal zuhud dan ilmu agamanya tinggi.
Dia mempunyai banyak murid yang datang dari aneka macam pelosok negri hanya untuk mendapat menuntut ilmu dan memperdalam pengetahuan mereka wacana islam.

Ketika mereka hingga di negri basra,bertepatan waktu malik bin dinar sedang memberi tausiah kepada murid-muridnya.
Dia menjelaskan wacana apa itu islam dan bagaimana cara menjalani islam yang benar.
Ketika mereka mendengar tausiah malik bin dinar,timbul keyakinan dalam hati mereka bahwa inilah agama yang benar dan selama ini mereka cari.
Tapi timbul bimbang dalam hati sang kakak.
Dia takut kalau ia masuk islam,sepulangnya ia di kampungnya ia akan di kucilkan oleh orang-orang kampung dikarenakan telah murtad dari agama nenek moyang mereka.
Akhirnya ia membatalkan niatnya untuk masuk islam dan kembali pulang ke kampungnya.
Dia mengajak adiknya untuk ikut serta,tapi adiknya menolak.

"Mengapa engkau berpaling dari kebenaran yang telah kita temukan hanya sebab takut di kucilkan oleh manusia?
Padahal inilah kebenaran yang kita cari selama ini".

Tapi sang kakak tidak menghiraukan ucapan adiknya dan tetap memutuskan untuk pulang.
Sang adik sangat menyesalkan keputusan kakaknya itu.

Kemudian sang adik dan keluarganya menemui malik bin dinar setelah ia selesai mengajar.
Dia menyatakan niatnya untuk masuk islam dan mendalami agama islam.
Tentu saja malik bin dinar menyambut kabar bangga ini dengan suka cita.
Malik bin dinar pun menuntun mereka membaca dua kalimah syahadat dan di sambut oleh segenap kaum muslimin dengan suka cita.

Selesai di baiat,mereka tinggal di basra beberapa lama guna mendalami islam.
Setelah di rasa cukup,mereka berpamitan pada malik bin dinar untuk kembali ke kampung halamanya.

"Tinggalah di sini beberapa hari lagi.
Aku akan berusaha mengumpulkan sedekah dari saudara-saudara muslim kita sebagai bekal perjalanan mu".kata malik bin dinar.
"Tidak usah ya syaikh,aku tidak mau di anggap menjual agama ku sebab harta yang tak bernila".tolak sang adik itu dengan ramah.

Akhirnya,merekapun pulang kembali ke kampung halamanya.
"Hai suami ku,mulailah mencari kerja untuk menafkahi keluargamu ini".ujar sang istri.
"Baiklah istri ku,tunggulah di rumah dengan sabar.
Aku akan ke pasar mencari pekerjaan...insya allah saya akan pulang membawa makanan".jawab sang suami.

Lalu pergilah sang adik ke pasar untuk mencari pekerjaan.
Tapi..orang-orang kampung telah mengucilkanya.
Hingga tak ada seorangpun yang mau memberi pekerjaan padanya.

Lelah dan letih setelah sekian lama mencari,akhirnya di berjalan menuju kampung sebelah yang agak jauh.
Dia menuju ke sebuah masjid dan melaksanakan solat.
Setelah hari mulai malam,barulah ia pulang ke rumahnya.

Terlihat istrinya menyambutnya di depan pintu.
"Apakah tak ada seorangpun yang memberi mu pekerjaan hingga engkau pulang tanpa membawa makanan suamiku?".tanya sang istri.
"Sabarlah isteriku..aku sedang bekerja pada sang raja.
Hari ini upah ku belum di bayar.
Mungkin besok saya akan di bayar".ujar sang suami menghilangkan keresahan isterinya.

Akhirnya keluarga itu tidur melewati malam dengan menahan rasa lapar.

Paginya..si suamipun kembali ke pasar untuk mencari pekerjaan.
Tapi setelah berputar-putar hingga lelah,tetap tak ada yang mau memberinya pekerjaan.
Ahirnya diapun kembali menuju masjid yang kemarin untuk menjalankan solat dan melaksanakan ibadah.
Hingga hari senja,dia gres pulang ke rumah.

Lagi-lagi istrinya menyambutnya di depan pintu dan kembali bertanya menyerupai pertanyaanya kemarin.
"Sabarlah istri ku,aku sedang bekerja pada sang raja.
Mungkin upah ku akan di bayar malam ini.
Di tambah upah kerja ku kemarin".kata sang suami berusaha menenangkan kegelisahan istrinya.

Dan lagi-lagi pada malam itu mereka tidur dengan rasa lapa yang semakin melilit.
"Do'akan saya wahai istri ku,semoga saja upah ku di bayar pada hari ini".kata sang suami sembari berpamitan.

Diapun kembali menuju pasar dengan tubuh lemah sebab menahan rasa lapar yang semakin melilit.
Tapi sebagaimana hari-hari kemarin,tak ada seorangpun yang mau memberinya pekerjaan.
Pada waktu itu bertepatan hari jum'at,diapun kembali menuju masjid yang biasa ia datangi untuk sekalian melaksanakan solat jum'at.

Sehabis solat jum'at,dia tetap meneruska ibadah di masjid itu.
Setelah melaksanakan solat sunah beberapa roka'at,dia menengadah dan berdo'a kepada allah.

"ya allah yang maha pengasih dan maha penyayang..hari ini hamba kembali bersimpuh dan mengadu kepada engkau ya robb..
Engkau yaitu dzat yang kuasa atas segala hal..engkau yaitu dzat yang mengatur tiap rizki mahluknya.
Segala kehendak mu maka jadilah...".
"Ya allah..hamba meminta kepada engkau,bukalah pintu rizki hamba.
Hamba tidak hawatir atas diri hamba,tapi hamba takut..rasa lapar akan membuat anak dan istri hamba kembali berpaling dari jalan MU yang lurus".pinta sang suami itu dalam do'anya.

Setelah hari senja,sang suami itupun kembali bersiap pulang ke rumahnya.
Dan untuk menutup rasa malunya pada istrinya kalau kembali bertanya wacana makanan apa yang ia bawa,dia pun mengambil pasir dan di bungkus dengan kain yang ia bawa.
Dia berniat mengelabui isterinya.

Tapi..sesampainya di depan rumah,dia berhenti sejenak.
Dia resah alasan apa lagi yang akan di utarakan untuk menjawab pertanyaan istrinya nanti.

Belum sempat ia berfikir,tiba-tiba isterinya membuka pintu.
Wajahnya terlihat gembira.
"Kenapa engkau masih membisu di luar wahai suami ku?
Ayo cepat masuklah..aku telah membuat kuliner yang enak-enak untuk kita makan bersama".kata sang istri sambil menarik tangan suaminya.
Sang suami hanya dapat mengikuti istrinya dengan bertanya-tanya.
Sesungguhnya apa maksud istrinya.."masak? Makanan dari mana?".fikir sang suami.

Dia menaruh bungkusan pasir yang di bawa di luar pintu.
Betapa terkejutnya ia saat masuk rumah,berbagai hidangan yang lezat dan enak telah tersaji.

"Wahai isteri ku..dari mana engkau dapat semua makanan ini?".tanya sang suami.

Isterinya pun lalu mulai bercerita..
Bahwa tadi siang ada seorang perjaka yang gagah dan ganteng datang ke rumahnya.
Dia menyerahkan sebuah nampan dari emas yang cantik dan di tutup dengan kain.
Sa'at di buka,nampan itu berisi 1000 keping uang emas.

"Sampaikan pada suami mu,ini yaitu upah kerjanya hari ini,di tambah upah kerjanya dua hari kemarin.
Sampaikan pada suami mu,agar meningkatkan kerjanya".kata perjaka itu.

Mendengar dongeng isterinya,kontan lelaki itu mengucap subhanallah dan melaksanakan sujud syukur.
Tak henti-hentinya rasa syukur terucap dari mulutnya.
Isterinya hanya mampu melihat tingkah suaminya dengan terheran-heran.

"wahai suami ku,bungkusan apa yang kau bawa tadi?
Kenapa tak kau bawa masuk..?".tanya sang istri.
"Cuma tepung untuk makanan kita hari ini..".jawab sang suami berbohong.
Dia malu kalau hingga isterinya tau kalau yang di bawanya yaitu pasir untuk mengelabuinya.

Tapi keajaiban kembali terjadi.
Waktu bungkusan itu di buka oleh isterinya..isinya yang tadinya pasir telah berkembang menjadi tepung.

Kembali rasa syukur di panjatkan oleh sang suami.
Karena allah telah menyelamatkanya dari dosa sebab berniat membohongi isterinya.

Dan apa yang di alaminya,membuat imanya semakin berpengaruh terpatri dan membuatnya beribadah semakin tekun sebagai rasa syukurnya...

CARA MENIKMATI HIDUP

Sore itu gerimis mulai turun. Mendung gelap yang bergelantung mulai siang tadi tak kuasa lagi di bendung oleh sang langit. Ahirnya..mendung itupun tertumpah menjadi tetes-tetes air,dan semakin lama semakin deras.

Terlihat seorang petani berlari-lari kecil menghindari hujan. Dia,isteri,dan seorang anaknya terlihat bergandengan dengan membawa sepucuk daun pisang sebagai pelindung dari terpaan hujan. Mereka sedang menuju rumah untuk pulang.
Ketika mereka hingga pada jalan raya,petani melihat petani lain yang yang akan pulang juga. Dengan menaiki sepeda tua,petani itu membonceng anak dan juga isterinya.
Melihat itu,lalu berkatalah petani pertama dalam hati..
"Beruntung sekali orang itu.Andai saja gue juga punya sepeda,aku tak harus mengajak anak dan isteri ku berlari-lari di tengah hujan begini".

Hujan turun semakin deras,dan petani yang menaiki sepeda itupun berusaha mengayuh sepedanya semakin cepat.
Tiba-tiba,dia di salip oleh sepeda motor. Ternyata itu ialah tetangganya yang gres saja pulang dari undangan,dia di temani isterinya memacu motor secepat mungkin semoga mampu cepat hingga ke rumah.
Lalu petani kedua ini pun berkata dalam hati..
"Alangkah beruntungnya orang itu mampu punya motor,andai gue juga punya satu..pasti gue dan keluarga ku mampu cepat hingga ke rumah. Tidak harus menguras tenaga mengayuh sepeda renta yang jelek ini..".

Dan kisah pun terus berlanjut.. Hujan yang semakin deras membuat jarak pandang tak mampu jauh,pengendara sepeda motor itu pun mengurangi laju sepeda motornya.
Pakaian yang lembap kuyup membuatnya menggigil menahan dingin.
Lalu beliau pun berpapasan dengan sebuah kendaraan beroda empat mewah yang berjalan kalem dalam lebatnya hujan. Seakan dinginya hujan yang menusuk tak mempan menembus ke dalam kendaraan beroda empat itu.
Lalu berkatalah pengendara motor itu dalam hati...
"Aiihh..beruntungnya orang itu. Punya kendaraan beroda empat yang mewah sekali.
Andai gue juga punya kendaraan beroda empat menyerupai dia,mungkin gue tak harus lembap kuyup begini. Bisa duduk kalem di dalam kendaraan beroda empat yang hangat".gumamnya dalam hati.

Waktu terus berjalan,suasana sore hari yang di tambah dengan lebatnya hujan membuat waktu gelap semakin cepat.
Mobil itu berjalan dengan kalem menembus genangan-genangan air di atas jalan beraspal.
Pengendara kendaraan beroda empat itu ialah pengusaha sukses,dia gres saja dari surabaya.
Dan sekarang sedang dalam perjalanan pulang menuju jakarta. Jalanan antara surabaya-semarang seolah menjadi hiburan tersendiri baginya. Karena banyak desa dan persawahan yang menjadi pemandangan langka,yang tak mungkin ada di tanah ibu kota.

Ketika sedang asik menikmati pemandangan yang di lewatinya,lelaki itu melihat seorang petani dan keluarganya sedang berlari-lari di tengah hujan. Dengan sepucuk daun pisang yang mereka gunakan untuk berteduh,senyum dan rasa bahagia terlihat terang menghiasi wajah mereka. Dan ternyata yang di lihat sang pengusaha ialah keluarga petani pertama tadi.
Lalu sang pengusaha pun berkata dalam hati...

"Alangkah beruntungnya nasib mereka,walau hidup sederhana tapi bahagia berkumpul dengan keluarga.
Tidak menyerupai aku..pengusaha sukses dan kaya,tapi keluarga tercerai berai. Buat apa hidup kaya jika tak bahagia..?
Andai hidup mampu di tukar,aku rela menukar semua harta ku dengan keluarga yang sederhana tapi bahagia menyerupai mereka..".bisiknya dalam hati.
Dan ternyata lelaki itu ialah seorang pengusaha sukses dan kaya raya.
Tetapi beliau bercerai dengan isterinya dan anaknya selalu keluar rumah mengikuti pergaulan ibu kota alasannya merasa tak bahagia alasannya perpisahan orang tuanya.
Karena merasa kurang mendapat kasih sayang,anaknya terbawa pada kehidupan jalanan dan ahirnya masuk penjara alasannya kasus narkoba.

Nah adek-adek ku yang manis dan sobat-sobat ku semua.
Kisah di atas banyak mengandung pelajaran bagi kita.

Sifat insan itu memang serakah,itu sudah menjadi kodrat.
Ketika kita memiliki sesuatu,kita ingin memiliki hal yang lebih dari yang kita miliki dikala ini.
Bahkan tak jarang kita iri dengan apa yang di miliki orang lain.
Tapi..bukankah allah itu maha adil?
Walaupun insan mempunyai kodrat nafsu serakah,bukankah kita masih mampu mengubahnya.
Kalau menghilangkan memang tak mungkin,tapi kita mampu mengendalikan nafsu itu dan mengarahkanya ke arah yang lebih positif.
Semisal serakah dalam melaksanakan kebaikan misalnya,dan iri ketika orang lain mendapat pahala dan kita ingin dapat juga misalnya..hehehe... "^_^"

Yakinlah bahwa allah itu maha adil,DIA memberi hal yang SAMA pada tiap mahluk ciptaanya.
Mungkin tidak dalam wujud yang serupa,tapi intinya..tiap masing-masing dari kita di beri kekurangan dan kelebihan.
Maka peran kita untuk berguru mensyukuri tiap hal yang kita miliki.
Jangan suka melihat kelebihan orang yang tak kita miliki,tapi belajarlah mensyukuri kelebihan kita yang tak di miliki orang lain.
Maka..ketika kita mampu menyelami diri sendiri dan mensyukuri apa yang kita dapat,maka itu ialah langkah awal untuk menemukan CARA MENIKMATI HIDUP.
Oke? Hehehe.. "^_^"d

KISAH TIGA MANUSIA SERAKAH

Ini dongeng pada zaman dahulu,di daratan bagdad di timur tengah.Negeri
timur tengah sebagian besar yakni padang pasir.
Al-kisah ada tiga orang pengembara yang menempuh perjalanan
menyeberangi padang pasir.Mereka tak sengaja bertemu di
persinggahan,dan memutuskan untuk menempuh perjalanan bersama.
Berhari-hari mereka menempuh padang pasir,perbekalan mereka pun mulai habis.
Tapi..mereka tak terlalu hawatir,karena semua telah mereka perhitungkan.
Sudah enam hari lamanya mereka menempuh perjalanan,dan sebagaimana
perkiraan mereka pada hari ke tuju mereka akan tiba ke kota.

Namu pada malam harinya ada angin ribut yang datang.Jadi mereka mencari
sebuah daerah berlindung,ahirnya mereka menemukan sebuah gua dan
memutuskan untuk tidur disana.
Dalam gelapnya gua yang hangat mereka segera tertidur dengan
pulas,sedang di luar angin ribut terus berhembus dengan kencang tanpa henti.

Ketika pagi tiba,mereka pun terbangung.Udara di luar terasa masih
segar alasannya yakni pagi,dan langit pun terlihat cerah setelah angin ribut semalam.
Merekapun berkemas untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda.Tapi
tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak..''Hai kalian semua..lihat
apa yang ku temukan di sini''.
Mendengar teriakan dari temanya,merekapun segera berlari menghampirinya.
Ternyata yang di temukan yakni dua buah kerangka insan dan sebuah peti kayu.
''Kira-kira apa yang terjadi pada dua orang ini hingga mereka berdua
mati di sini?''.Tanya salah satu dari mereka.
''Mungkin saja mereka terjebak di gua ini dan mati alasannya yakni tak mampu
keluar''.Jawab temanya.
''Hmm..kalau menurut ku tidak begitu..mungkin mereka saling membunuh
karena memperebutkan isi kotak kayu itu.Mungkin saja isi peti itu
sangat berharga''.Jawab temanya yang lain.

Setelah mereka bertiga berunding,ahirnya mereka sepakat untuk
mengambil dan membuka peti kayu itu.
Mereka ingin memastikan apa isi peti kayu itu.
Merekapun mengangkat peti kayu itu keluar gua dan membukanya bersama-sama.
Alangkah terkejutnya mereka,karena mendapati bahwa isi peti itu yakni
emas dan permata yang sangat berharga.

Tiga orang pengembara itu sangat senang sekali,terbayang di benak
mereka kehidupan yang mewah dan harta yang berlimpah.
Ahirnya mereka sepakat untuk membawa peti itu hingga kota dan membagi
isinya di sana.
Merekapun melanjutkan perjalanan dan meninggalkan gua itu untuk menuju kota.


Tapi saat hingga di perbatasan kota salah satu dari mereka berkata..
''Hai..bagaimana kalau kita berhenti dulu di sini.Kita bagi saja isi
peti itu di sini,karena kalau kita bawa hingga kota akan banyak orang
yang tahu.Takutnya nanti mereka juga ikut berebut meminta
bagian,padahal kita yang menemukan dan capek-capek
membawanya''.Katanya.
''Baiklah..aku setuju.Tapi bekal kita sudah habis.Alangkah baiknya
salah satu dari kita pergi ke kota untuk membeli makanan,dan kita akan
membagi rata harta ini setelah kita makan''.Jawab yang lain.

Ahirnya merekapun sepakat,dan menyuruh salah satu dari mereka untuk
pergi membeli makanan ke kota.
Ketika temanya pergi membeli makanan,dua orang yang tinggal ternyata
mempunyai niat licik.Mereka berfikir kalau mereka membunuh temanya
ketika pulang membeli makanan,maka bab mereka akan semakin besar
karena cuma di bagi dua.Ahirnya merekapun berencana menyergap temanya
ketika tiba nanti dan membunuhnya.
Maka saat mereka melihat temanya datang membawa makanan dari
kejauhan,mereka pun bersembunyi.Dan saat sudah dekat,merekapun
menyergap dan membunuh temanya yang datang membawa makanan
tadi.Kemudian mereka kubur untuk menghilangkan jejak.
Setelah mereka yakin semua berjalan sesuai rencana,merekapun
beristirahat sejenak.
Mereka tidur-tiduran di bersahabat peti membayangkan bahwa sebentar lagi
mereka akan menjadi orang kaya,mereka senyum-senyum sendiri dalam
lamunan masing-masing.
Tiba-tiba lamunan mereka tersadarkan oleh bunyi perut mereka yang
keroncongan alasannya yakni belum sempat makan,dan mereka teringat pada makanan
yang di beli oleh temanya tadi.
''Hai kawan..lebih baik sekarang kita makan dulu.Nanti kita bagi isi
peti ini setelah kita makan saja,jangan kuatir..sekarang cuma bab
kita berdua saja.hahaha..''
Ahirnya merekapun makan dengan lahapnya alasannya yakni mereka sudah sangat
lapar.Tapi belum sempat mereka menghabiskan makanan itu,tiba-tiba
tubuh mereka kejang-kejang,kemudian jatuh terkapar...mati..!!
Ternyata sobat yang mereka bunuh juga memiliki fikiran yang
sama..Sama-sama serakah..!!
Jadi ia juga melaksanakan siasat licik untuk membunuh kedua temanya semoga
bisa memiliki harta itu untuk dirinya sendiri.
Jadi..dalam perjalanan,dia menaburkan racun pada makanan itu.Jadi
ketika kedua temanya memakan makanan yang ia bawa,mereka mati alasannya yakni
teracuni.
Dan ahirnya ketiga orang itupun mati tanpa sempat membagi harta yang
mereka temukan.
Dan nasib ketiganya pun sama dengan dua kerangka yang ada dalam
gua,sama-sama mati alasannya yakni keserakahan.


Nah adik-adik yang manis,hikmah yang mampu kita petik adalah..

Keserakahan selalu membawa kehancuran.Maka jauhkan diri dari sifat
serakah,karena keserakahan tak kan pernah memberi kedamaian...


Note: Ma'af gres mampu update lagi,karena saya sedang sakit..

Mukjizat baginda Nabi Muhamad SAW

mukjizat nabi Muhamad Saw
Ilustrasi
Cerita islami-Dua orang pemuka kafir Quraisy berkumpul di samping Ka'bah.tepatnya di bawah mi'zab  Ka'bah.dua orang itu berjulukan shafwan bin umyyah dan umair bin wahab.
Dengan sangat hati-hati shafwan berkata"apa pendapatmu wahai umair, Muhamad telah membunuh ayah,paman dan saudara-saudara kita di perang badar.bagaimana pendapatmu jika kau pergi ke kota madinah dan membunuh dia?".

"tapi jika ada apa-apa denganku bagaimana dengan keluargaku?"jawab umair.
"tenang.demi latta dan uzza,akulah yang akan menjaga anak dan keluargamu.makan dan semua kebutuhan mereka akan menjadi tanggunganku. Binasa mereka yaitu binasaku.darah mereka yaitu darahku.hidup mereka yaitu hidupku dan juga mati mereka yaitu matiku".sumpah shafwan bin umyyah.
"baiklah saya akan membunuhnya.besok saya akan berangkat ke madinah.dan rencana kita ini biarlah hanya kita berdua yang tau."kata umair dengan yakin.
Akhirnya keduanya sepakat.umair akan berangkat ke madinah untuk membunuh nabi Muhamad Saw.dan keselamatan keluarga umair di tanggung shafwan bin umyyah.
Umair eksklusif pulang ke rumahnya untuk bersiap-siap.ia mengolesi pedangnya dengan racun yang sangat mematikan hingga pedang yang awalnya putih mengkilat itu berubah warna agak kebiruan.lalu ia berangkat ke madinah untuk melampiaskan dendamnya yang sangat membara.ia ingin segera menemui nabi Muhamad Saw.dan menghujamkan pedangnya itu ke badan beliau.sama sekali tidak terbesit dalam pikirkannya bahwa Yang Mahakuasa Swt bersama hamba-Nya yang bertaqwa.ia tidak tahu bahwa pemberian Yang Mahakuasa lebih besar lengan berkuasa dari perisai dan benteng baja.
Pada dikala keduanya sepakat dengan rencana jahat itu, Yang Mahakuasa Swt mewahyukan kepada nabi Muhamad Saw.tentang apa yang telah mereka rencanakan di bawah mi'zab Ka'bah itu.rupanya shafwan dan umair tidak menyadari bahwa yang mereka musuhi itu yaitu utusan Yang Mahakuasa Swt.
Setelah menjalani perjalanan yang cukup jauh,akhirnya umair tiba di madinah.matanya benar-benar mencari sosok Muhamad Saw.ia ingin segera menggunakan pedangnya yang tajam dan beracun itu untuk menikam dan menggorok badan beliau.
Umair hingga di masjid ,namun sosoknya tertangkap oleh ketajaman umar bin khatab r.a.yang memiliki firasat tinggi.cahaya keimanan Umar Bin Khatab ra.memancarkan ide dalam hatinya bahwa ada yang tidak beres pada eksistensi umair bin wahab di jantung kota madinah itu.Maka umar eksklusif bangun menghunus pedangnya dan meringkus umair. Umar melucuti pakain dan pedangnya,lalu membawanya ke hadapan Rasulullah Saw.yang dikala itu berada di dalam mesjid.
Rasulullah Saw bertanya menyelidik,"hai umair ,ada tujuan apa kau ke sini..?"
Umair menjawab,"aku datang ke sini untuk menebus tawanan kami yang tertangkap dalam perang badar".
Baginda rasulullah eksklusif menukas,
"kamu telah berbohong ! Kamu dan shafwan duduk di mi'zab Ka'bah sepuluh hari yang lalu.shafwan berkata begini begini.dan kau berkata kepadanya begini begini.dan kau datang untuk membunuhku.dan Yang Mahakuasa tidak akan mengizinkan kau untuk membunuhku."
Alangkah terkejut nya umair mendengar perkataan Rasulullah Saw.Sebab dilema ini hanya dia dan Shafwan saja yang tau.ia segera tersadar bahwa yang ada di hadapannya yaitu benar-benar utusan  Allah Swt.
Seketika itu juga umair berkata "Asyhadu an laa ilaaha illallah,wa asyhadu annaka rasuulullah! Aku bersaksi tiada yang kuasa selain Allah,dan saya bersaksi bahwa kau (Muhamad) yaitu utusan Allah!".

Pengorbanan anak kecil

Kisah ini terjadi di Palestina,pada waktu perang salib antara pasukan salib dan kaum muslimin. Pasukan salib yang berasal dari banyak sekali penjuru Eropa datang ke Palestina, memerangi kaum muslimin di sana.
Kisah pengorbanan anak kecil
Di Palestina ada sebuah keluarga miskin terdiri dari se orang ibu dan anaknya. Ibunya berkata pada anaknya,"Pasukan salib menguasai tanah air kita kita dan merampas semua kekayaan kita. Kita tidak memiliki apa-apa lagi kecuali se ekor kambing. Anakku,ibu minta kau mau merawatnya dengan baik. Karena itulah harta kita satu-satunya!"
Setelah mendengar perkataan ibunya, si anak pribadi membawa kambing nya ke daerah penggembalaan yang subur. Dan membiarkan kambing itu memakan rumput-rumput hijau yang subur dan segar. Ketika kambing nya asyik makan, ia duduk di bawah rindang nya pohon sambil mengawasinya. Anak itu berkata pada dirinya sendiri, " Susu yang akan keluar dari kambing ini yakni satu satunya sumber makan bagiku dan ibuku. Sebagian susu ini akan saya jual ke pasar dan sebagainya lagi untuk di minum. Maka saya harus megembalakannya dengan sungguh sungguh!".
Ketika ia sedang asyik berfikir dan melamun, tiba-tiba ia mendengar bunyi derap kaki kuda. Ia melihat ke ke arah datangnya bunyi kaki kuda itu. Dan ternyata di kejauhan bubuk mengepul dan ia melihat ada rombongan pasukan datang. Segera ia lari ke arah kambing kesayangannya dan membawanya bersembunyi ke arah semak-semak belukar yang rimbun.  Anak itu,dari balik semak melihat pertempuran yang sangat sengit. Sekelompok pasukan salib mengejar-ngejar pasukan muslimin. Anak itu terus menunggu hingga pasukan itu menjauh. Lalu ia menuntun kambing nya menuju rumah untuk melihat keadaan ibunya.
Saat ia sudah bersahabat dengan rumahnya,ia melihat seorang tentara muslim sedang memapah tema nya yang sakit. Tentara itu meminta seteguk air untuk di minum ke pada si anak. Karena merasa iba si anak pribadi masuk ke rumahnya,untuk mengambil air minum.Dan ternyata anak itu tidak menemukan air di rumahnya kecuali sedikit dan tidak cukup untuk di minum. Anak itu berfikir cepat. Ia kembali ke rumahnya mengambil mangkuk. Lalu memerah susu kambing nya dan menunjukkan mangkuk berisi susu itu pada ke dua tentara. Ketika merasa masih kurang ia kembali memerah susu kambing nya hingga ke duanya cukup minum. Kedua tentara itu mengucapkan terimakasih kepadanya. Tentara yang terluka berkata kepadanya dengan terbata-bata,
"Allah memberkatimu, anakku...kau telah menyelamatkan nyawaku!".
Keduanya lalu pamit. Sang anak masuk ke dalam rumahnya. Sang ibu marah melihat apa yang dilakukan anaknya, "apa yang kau lakukan anakku ? Kau telah memerah semua isi susu kambing kita dan kau berikan kepada dua tentara itu. Dan tidak kau sisakan untuk kita sama sekali!"
Sang anak berkata dengan halus pada ibunya,"Ibu,kita tabah sebentar. Tak lama lagi susu kambing itu akan terisi kembali ibu,aku tidak sanggup membiarkan tentara terluka itu mati kehausan!".Mendengar perkataan anaknya itu,si Ibu hanya mampu diam.
Bulan berganti bulan. Kaum muslimin di bawah pimpinan Sultan Shalahuddin Al- Ayyubi balasannya memenangkan peperangan. Tatkala anak itu sedang bermain di depan rumahnya ia melihat ada dua orang laki-laki berjalan ke arah nya. Keduanya mengiring kambing yang cukup banyak jumlahnya.
Salah seorang dari keduanya berkata," Anak yang saleh,ini kambing jumlahnya 40 ekor. Semunya di hadiahkan untukmu dari komandan kami. Kau telah berjasa menyelamatkan nyawanya!"
"tetapi saya tidak melaksanakan hal yang pantas untuk menerima hadiah sebanyak ini Tuan."sahut si anak.
"Bahkan kau telah berjasa besar sekali. Kau telah menyelamatkan nyawa komandan pasukan doktrin sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Secara tidak pribadi kau telah ikut andil dalam kemenangan kaum muslimin."
Dua tentara itu menyalami anak itu dengan hangat lalu berpamitan. Ketika kedua tentara itu melangkah pergi sang ibu keluar dari rumah. Ia pribadi memeluk anaknya dengan kasih sayang seraya berkata,"Ibu telah mendengar semua percakapan kalian anakku. Segala puji bagi Tuhan yang telah mengganti harta kita yang hilang!"
"Amal kebaikan tidak pernah akan hilang, Ibu."jawab sang anak lirih.

Hikmah dari dongeng ini : Jangan pernah ragu untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan,sesungguhnya Tuhan akan membalas amal kebaikan kita.

Cerita Tiga Pengelana dan Tiga Permintaan| Dongeng Anak Terbaru

dongeng tiga pengelana
Dongeng Tiga Pengelana dan Tiga Permintaan - Apa kabar sobat dongeng? Sehatkan? Nah , pada kisah kali ini , kita akan berguru arti dari sebuah tanggung jawab. Terkadang orang yang menjanjikan sesuatu di kala susah , sering lupa menepatinya di kala mereka telah hidup dalam kemewahan. Begitupun tokoh yang ada dalam kisah dongeng kali ini. Maka , mari kita baca bersama dan ambil pesan positifnya.

Dahulu kala , di sebuah desa hiduplah seorang perjaka miskin. Dia tinggal bersama ibu dan kedua adiknya. Tapi meski hidup dalam kekurangan , mereka tak pernah mengeluh. Tapi yang sering menjadi fikiran perjaka itu yakni , keinginanya yang berpengaruh untuk bisa menuntut ilmu. Tapi karena keterbatasan ekonomi yang di miliki keluarganya , ia tak bisa sekolah ke kota menyerupai teman-temanya.

Hingga pada suatu hari waktu ia menjual kayu bakar yang sudah di kumpulkanya dari hutan ke warung langgananya , ada dua orang pengelana yang tengah bercakap-cakap di warung itu. Mereka sedang asik bercerita ihwal adanya orang suci yang tinggal di tempat timur , dan orang suci ini memiliki do'a yang selalu terkabul. Apapun yang ia minta , pasti di kabulkan oleh sang pencipta. Hingga banyak orang dari seluruh penjuru dunia datang padanya dan minta di do'akan. Ternyata , dua perjaka pengelana itu juga gres saja bertemu di warung itu. Secara tak sengaja , mereka memiliki tujuan yang sama dan memutuskan untuk melalui perjalanan gotong royong pula. Mendengar kisah dua perjaka pengelana itu , membuat perjaka miskin itu menjadi sangat tertarik. Dia berhayal umpama saja cita-citanya selama ini bisa terkabul , pasti ia akan sangat bahagia.

Ahirnya , perjaka miskin itu berusaha memberanikan diri berbicara pada dua pengelana tersebut. Dia berharap , dirinya di izinkan untuk ikut dengan mereka. Bahkan ia bersedia menjadi pembantu yang siap mengurusi segala kebutuhan mereka asal mereka mau mengizinkanya ikut. "Sepertinya kami memang butuh pelayan selama perjalanan.. Baiklah , kau boleh ikut. Tapi harus bisa melayani semua keperluan kami dengan baik selama di perjalanan..". Kata salah satu pengelana itu. Mendengar balasan itu , perjaka miskin itu sangat senang. Dia lalu pulang dan meminta izin pada ibunya untuk melaksanakan perjalanan selama beberapa waktu demi meraih cita-citanya. Setelah semua keinginanya terkabul , ia akan segera pulang. Melihat tekad yang berpengaruh dari anaknya , sang ibu hanya bisa memberi izin serta do'anya. Dia juga menawarkan sekeping uang perak yang selama ini di simpanya sebagai bekal perjalanan anaknya. Perpisahan keluarga ini , begitu di liputi dengan rasa haru..

Tiga bulan sudah berlalu. Ketiga perjaka itu sudah berjalan melewati lembah , gunung , sungai , hutan , dan padang pasir. Ahirnya sampailah mereka di tempat tujuan mereka. Ketika hingga di sana orang suci yang dapat membaca isi hati itu eksklusif tau apa tujuan mereka , dan kesulitan apa saja yang harus mereka lalui semoga bisa hingga di tempat itu. "Hai pengelana , saya tahu kalian menempuh perjalanan yang cukup sulit untuk hingga kesini. Aku merasa tersentuh dengan tekad kalian. Maka , katakan apa yang menjadi ke inginan mu. Maka saya akan mendo'akan satu ajakan untuk masing-masing dari kalian". Mendengar perkataan orang suci itu , perjaka pertama eksklusif saja maju dengan bersemangat. "Wahai orang suci , saya ingin bisa menjadi orang yang di beri kekayaan berlimpah. Maka do'akan lah aku". Kata perjaka pertama itu.

Lalu orang suci itupun memanjatkan do'a , lalu ia berkata pada perjaka pertama itu , " Pergilah ke arah barat , maka kau akan mendapat tujuan mu". Mendengar itu , perjaka pertama itu merasa senang , dengan semangat ia lalu menuju arah barat untuk menerima tujuanya. Ketika ia hingga di sebuah padang ilalang , ia melihat ada sekelompok orang yang coba menjarah kereta dagang. Dengan sigap ia menolong kereta dagang itu , dan karena kemahiranya dalam bermain pedang , membuat semua durjana itu lari ketakutan. Ahirnya , ia di jadikan menantu oleh pedagang itu , dan ahirnya menjadi orang yang kaya raya.

Beberapa ketika setelah kepergian perjaka pertama , perjaka ke dua maju untuk mengutarakan ke inginanya. " Wahai orang suci , saya ingin menjadi seorang raja yang memiliki kerajaan cukup besar , maka do'akan saya semoga mimpi ku terkabul". Lalu orang suci itu berdo'a , setelah itu orang suci itupun berkata.. " Berjalanlah ke arah selatan , maka kau akan temukan tujuan mu". Mendengar itu , perjaka ke dua itupun sangat senang. Dia eksklusif bergegas berjalan ke arah selatan. Hingga pada ahirnya , ia hingga pada sebuah kerajaan yang cukup besar. Tapi kerajaan itu cukup sepi , penduduknya terlihat sangat duka tanpa ada keceriaan yang terpancar. Ternyata , putri kerajaan itu mengalami sakit keras. Sudah ribuan tabib yang coba datang mengobati , tapi tak ada yang berhasil. Hingga sang raja berjanji , siapapun orang yang bisa menyembuhkan puteri kesayanganya , maka ia akan di nikahkan dengan sang putri dan di angkat menjadi raja. Mendengar hal itu , perjaka ke dua itu eksklusif datang ke istana. Dia lalu mencoba membuat ramuan warisan keluarganya untuk mengobati sang puteri. Dan ajaibnya , sang putri bisa sembuh dan sehat dengan cepat. Melihat hal itu , sang raja menjadi sangat senang. Lalu perjaka itu di nikahkan dengan puterinya , dan setelah sang raja wafat , perjaka itu di angkat sebagai raja penerusnya. Maka , mimpi perjaka itu sudah terkabul.

Kini , tinggal perjaka miskin yang masih tersisa , ia masih membisu belum mengajukan permintaanya. " Wahai pemuda.. Apa yang jadi ke inginan mu? Cepat utarakan , maka saya akan mendo'akan semoga harapan mu di kabulkan". Tanya orang suci itu. " Wahai orang suci , saya tak mau harta ataupun tahta. Karena ke duanya dapat hilang dan akan musnah pada ahirnya. Aku ingin , kau mendo'akan saya semoga saya menjadi orang yang berpengetahuan luas. Sehingga ilmu ku memberi manfa'at bagi sesama". Mendengar balasan perjaka itu , orang suci itu hanya tersenyum. Kemudian ia memejamkan mata dan memanjatkan do'anya , lalu ia berkata.. " Wahai perjaka baik , tinggalah di sini selama dua bulan. Maka saya akan mengajari mu ihwal aneka macam macam ilmu pengetahuan. Dengan kecerdasan yang kau miliki , kau akan bisa menyerap tiap pengetahuan yang ku ajarkan dengan cepat". Mendengar itu , perjaka miskin itu menjadi sangat senang. Maka selama dua bulan , ia tinggal dan berguru pada orang suci itu. Setelah masa dua bulan habis , perjaka itu di suruh pulang untuk mengamalkan dan mengajarkan tiap pengetahuan yang ia dapat. Ahirnya setelah beberapa waktu berlalu , perjaka itu menjadi orang yang cukup terpandang. Banyak sekali orang dari penjuru dunia datang ke tempatnya dan menjadi muritnya. Hingga desa kecil itu kini menjadi kota besar yang sangat ramai. Dan perjaka itu kini memiliki bangunan sekolah serta rumah yang sangat mewah karena pemerintah merasa senang dan memberinya pinjaman demi kemajuan dunia pendidikan. Maka , mimpi perjaka ini juga terkabul. Lalu , bagaimana ahir ceritanya?

Beberapa tahun sudah berlalu. Pemuda pertama yang ingin semoga menjadi kaya itu kini memiliki kekayaan yang melimpah. Tapi sayang , kekayaanya membuat dirinya sangat besar kepala dan sombong. Bahkan ia juga meminjamkan uang dengan bunga melebihi 3x lipat. Hal itu membuat dirinya sangat di benci. Baik oleh tetangga bahkan anak buahnya sendiri. Hingga pada suatu hari rumah dan gudang hartanya kebakaran. Dia berteriak minta tolong , tapi karena banyak yang membencinya alasannya yakni kesombonganya , tak ada satupun orang yang sudi menolong. Ahirnya , semua harta kekayaan miliknya habis , isterinya juga pergi meninggalkanya karena ia sudah miskin. Kini , perjaka pertama itu menjadi pengemis dan gelandangan.

Sedangkan perjaka ke dua yang menjadi raja , ternyata ia mulai di butakan kekuasaan. Dia menjadi raja yang sangat besar kepala , arogan , dan juga kejam. Bahkan ia menaikan pajak hingga sangat tinggi , sehingga membuat rakyatnya menderita. Hingga pada ahirnya , kerajaan miliknya di serang kerajaan lain. Para rakyat dan prajurit , tak ada yang mau membantu untuk pergi berperang. Mereka malah memilih menyerahkan diri pada kerajaan lawan dengan senang hati , karena kerajaan lawan di kenal memiliki raja yang sangat cendekia dan bijaksana. Hal tersebut membuat para pasukan musuh dapat masuk dan menguasai kerajaan itu dengan mudah. Sedangkan perjaka ke dua yang jadi mantan raja itu , kini hidup dalam pelarian. Banyak yang mencarinya untuk di adili , maka ia hidup berpindah-pindah dengan menyamar dan kini juga menjadi gelandangan.

Lalu , bagaimana dengan nasib perjaka ke tiga? Kini , perjaka ke tiga yang dulu miskin telah menjadi seorang cendikiawan besar. Di juga menjadi penasehat kepercayaan raja. Dia memiliki sebuah akomodasi pendidikan yang cukup besar dengan murit mencapai puluhan ribu orang. Dia juga memiliki rumah yang cukup megah dengan semua akomodasi yang di jamin oleh kerajaan. Kini ia , ibu , dan ke dua adiknya hidup bahagia. Semua karena ilmu pengetahuan yang pernah di pelajarinya , mengajarkanya , dan mau membuatkan pada sesasam. Nah , sudah tahu bagaimana ahir kisahnya kan? Semoga kita dapat mengambil pesan yang tersirat dari kisah ini. Dan untuk membantu perkembangan blog ini ke depan , bantu buat di share ya ke teman-teman. Baik via facebook , Twitter , Google+ , atau yang lain. Terimakasih.. ^-^

THE END

Story by: Muhammad Rifai